Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Guci (Kisah Tersesat di Gunung)

Penulis         : Amunx Basri
Post Editor  : Zenal Muttaqien

Petualangan Maszal Adventure dari pemalang kali ini kami laksanakan di jalur pendakian guci pada tgl 2 Januari 2015 awal bulan itu adalah niat dan keinginan maszal untuk bisa mendaki naik sampai ke puncak gunung  slamet 3428 mdpl,

Perjalanan start awal pemberangkatan dari basecamp maszal pemalang adventure di desa bodas pakembaran warungpring pukul 07:38 WIB kami membentuk lingkaran kecil untuk berdoa demi keselamatan dan  kelancaran,sampainya di basecamp yang kami tuju yaitu basecamp kompak di guci kami langsung bertemu dengan pak idin pengurus basecamp yang ada di jalur pendakian via guci tersebut.
Di basecamp kami menghabiskan setengah jam dengan pak idin untuk pengarahan sebelum pendakian dan mengurus beberapa keperluan administrasi sembari menyeruput segelas kopi hitam panas karna di guci lumayan dingin untuk menambah semangat sebelum pemberangkatan, stelah semua beres kita titipkan motor lewat pak idin lagi,, dan mulailah star pendakian dari basecamp pukul 10:11 WIB,dengan dibekali peta jalur pendakian

1. Basecamp menuju pos I
Perjalanan dari basecamp menuju post 1 lumayan membingungkan untuk para pendaki yang baru mendaki gunung slamet via jalur guci, saya sarankan bawa temen yang sudah pernah lewat jalur kesitu atau bawa get ranjer, karna biasanya para pendaki awal sangat susah untuk menemui pos 1 dan mengakibatkan salah jalan. Dan banyak pendaki yang salah jalan ketika menuju ke post satu “tutur mas idin”

Perjalanan dari basecamp menuju pos satu lurus terus aja dari basecamp nanti bakal  ketemu jembatan lurus terus dan akan ketemu perempatan lurus ke arah air terjun dan kanan (ke bawah) ke bumi perkemahan, nah temen temen ambil ke kiri aja yaitu jalan berbatu berukuran cukup lebar yang sudah lumayan rusak.
Menuju Pos I Gunung Slamet
Temen temen lurus terus aja sampai nanti ketemu sebuah pohon yang berdiri sendirian di sebelah kiri jalan.
Setelah ketemu sebuah pohon tersebut di situ ada tiga pertigaan yang nyerong mengarah ke kanan, nah nanti ambil jalur yang lurus /jalan beraspal hingga jalan itu semakin mengecil ( jalan aspal 30cm), sampai ketemu lagi sebuah pertigaan yang berbelok kiri, disin masih terus lagi kurang lebih 15 meter ada pertigaan lagi dan baru ambil kiri dan  lurus terus melewati pohon pinus sampai menemukan pos I, Jarak dari basecamp menuju ke post satu ± 1 Jam.

2. Pos I ke pos II
Perjalanan dari post I ke post II ditandai dengan banyaknya pepohonan yang berlumut,jalan lurus saja hingga sampai menemukan pos II, perjalan menuju pos II memakan waktu ± 2 jam.

3. Pos II ke pos III
Perjalanan dari pos II menuju pos III masih ditemani pepohonan berlumut dan suhu semakin dingin juga lemba, dan akan melewati beberapa pohon tumbang melintang di jalur pendakian ± sekitar 45menitan  akan sampai di pos III.

Pos III GUnung Slamet
Pos III lokasinya cukup luas di banding pos I dan pos II dan bisa untuk mendirikan tenda,
Setelah itu bisa melanjutkan perjalanan ke post IV namun kami hanya cuman sampai di post III karna sebelumnya kita sudah salah jalan yang memakan waktu satu hari satu malam dan perbekalan serta tenaga kita sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan ke pos berikutnya.

Tersesat Di Gunung Slamet Via Guci
Awal cerita kita salah jalan:  karna ke asikan ngobrol sebelum melewati jembatan yang menuju ke perempatan kita langsung saja mengambil jalur kiri tanpa memperlihatkan peta, setelah sampai ± 2 jam kita merasa kebingungan karna jalur yang kita lewati tidak sesuai dengan peta, setelah mencari jalan cukup lama akhirnya kita memutuskan untuk ngasih kabar ke basecamp dan kita di suruh untuk turun lagi mengulang dari awal, kami sepakat untuk turun lagi sambil mengecek peta yang kita bawa dan teryata kesalahan kita mengambil jalur kekiri sebelum jembatan yang seharusnya adalah setelah jembatan  hehehe…

Setelah kejadian itu kita menjadi lebih berhati hati lagi dalam melangkahkan kaki (takut nyasar lagi) kita turun lagi dan melewati jembatan yang menuju ke perempatan dan ambil jalur kiri ke arah gunung untuk menuju ke post I.

Setelah berjalan ± 40 menit kita sampailah menemukan sebuah pohon yang saya sebutkan di atas yang sisi kananya terdapat dua jalur menuju ke kanan, karna kita sudah melihat peta kita laangsung saja ambil jalan lurus, setelah ketemu pertigaan pertama disitu kita ketemu para pendaki dari Jakarta yang menamakan diri cakung 5 sekawan yang sedang mencari post I juga, kita merasa sangat senang sekali karna kita pikir mereka bisa menjadi petunjuk jalan buat kita.

Setelah kita saling sapa dan lain lain, mereka bilang kalau mereka juga sedang kebingungan mencari pos I, dan kami bilang bukanya lurus lagi ada pertigaan dan belok kiri, “iya ada bang cuman ketemunya nanti kesini lagi di pertigaan yang pertama cuman muter, kita juga sempet mencoba untuk lurus cuman ketemunya jalan buntu”, belum sempat melanjutkan perjalanan ke arah pertigaan ke II kita memutuskan untuk balik arah lagi dan mencari jalan yang lain, kita semua percaya sama mereka karna tujuan kita sama ingin mencari pos I untuk melakukan pendakian ke puncak gunung slamet.

Kita turun lagi gabung menjadi satu team hingga sampailah kita duduk di bawah pohon yang terdapat dua jalur mengarah kekanan, setelah kita berfikir berunding dan mencoba mengecek jalur, pukul 15:25 akhirnya kita semua sepakat untuk mencoba melewati jalur yang kearah kanan yang sebenarnya jalur tersebut adalah jalur yang salah dan teryata itu adalah jalur para pemburu, jalur ini awalnya memang kelihatan mudah dan mirip seperti jalur para pendaki, tapi semakin masuk ke dalam, jalur tambah membingungkan karna banyak sekali terdapat jalan bercabang setapak yang setelah di telusuri kebanyakan adalah jalan buntu.

Hujan mulai turun, dengan semangat penuh harap kita tetap terus berjalan hingga hari mulai gelap di tambah hujan yang deras mengguyur kepanikan kami pada siuasi saat itu, sampailah kita disebuah jalan yang sepertinya jarang untuk dilalui dan kita ber 10 berjuang terus mencari jalan keluar dan untuk menemukan tempat yang cukup luas dan bisa beristirahat , hujan tak juga kunjung berhenti hingga masuklah waktu maghrib, kita semua semakin bingung namun tetap berjalan utuk mencari jalan di sebuah hutan yang jarang dilewati.

Setelah kita jalan jalan terus ketemulah kita di sebuah pertigaan , belok kiri seperti menuju arah bawah dan kanan mengarah ke atas, dengan kondisi seperti itu akhirnya kita semua mengambil ke arah kanan hingga sampailah kita di sebuah sungai kering yang hanya terdapat genangan genangan air, kami ingat panduan pertama di basecamp “kalau sampai melewati sungai itu artinya jalan kita sudah salah atau keluar dari jalur pendakian yang sebenarnya,semua merasa lelah dan lapar, dan kita memutuskan untuk membuat kopi dan memakan cemilan seadanya ± 1 jam disitu kita melepas lelah sambil menikmati segelas kopi untuk menghangatkan tubuh yang habis kehujanan.
Tersesat di Gunung Slamet
Setelah hampir1 jam disitu kita memutuskan untuk mencari jalan lagi dan berharap kita menemukan post I setelah kita jalan beberapa langkah ternyata jalan lurus yang kita lewati malah mengarah kebawah, kita semua bingung, hujan mulai turun lagi dan akhirnya kita memutuskan untuk mendirikan tenda disitu karna kondisi cuaca dan stamina yang sudah berkurang dan yakin bahwa kondisi saat itu tidak memungkinkan untuk di paksakan mencari pos I yang masih menjadi misteri buat kita.

Kita akhirnya mendirikan tenda dan bermalam disitu,lalu berdoa bersama sebelum istirahat,

Pagipun menjelang,merdunya kicauan burung menyambut hari ke 2 kami, dan kita langsung bergegas bangun dan memasak perbekalan yang masih ada untuk sarapan,kitapun membereskan perlengkapan setelah sarapan, untuk segera melanjutkan perjalanan hari ke 2, disini kita semua berunding untuk menentukan arah perjalanan mencari letak pos I, karna jalan lurus yang ada di depan kita saat ini mengarah ke bawah dan memungkinkan menjauh dari pos I yang kita cari.

Akhirnya kita semua memutuskan untuk kembali lagi/ balik arah, namun di tengah perjalan kita mendapaati dua pertigaan, pertigaan pertama mnuju ke kanan dan pertigaan ke dua menuju ke kiri dan kanan, salah satu dari kita mnecoba mengecek pertigaan pertama dan dia menemukan jalur jalan seperti jalur pendaki, dan dengan sedikit penasaran dengan jalur itu,kita sepakat untuk mencoba menelusuri jalur tersebut, jalan dan jalan terus sambil sesekali istirahat, dan disinilah kita bertemu dengan para pendaki lain yang hendak mendaki gunung, beberapa menit berselang kita juga dengan pendaki yang sedang turun gunung, akhirnya kita tau dan sadar bahwa kemaren kita telah salah jalan, namun  kita masih penasaran dengan keberadaan pos I, kita coba naik ke pos II dan III, sempat kita ketemu suatu tempat yang cukup untuk istirahat sejenak

Kami cukup terkejut melihat ada sebatang pohon yang telah di ukir dengan tulisan yang kita semua tidak tahu maknanya dan kami merasa sangat menyayangkan pada perbuatan orang yang telah mengukir pohon ini, karna menurut kami ini perbuatan yang sudah salah,kami beristirahat beberapa menit disini dan salah satu teman kami dari Jakarta tiba tiba menceritakan kejadian yang dialami sewaktu tidur di pinggir sungai semalam,, dia bermimpi seperti telinganya seakan digigit lintah dan terasa sakit sekali,, padahal kita tahu kalau digigit lintah itu sebenarnya tidak terasa,dan setelah itu dia merasa tendanya seperti ada yang mengguncang sangat keras hingga tendanya hampir rusak, padahal setelah paginya tidak ada bekas lintah di salah satu telinganya juga tenda pun tidak rusak, itu mungkin salah satu cerita mistis di perjalanan kali ini, setelah itu kami melanjutkan naik ke pos III kita ketemu dengan banyak pendaki yang baru naik dari tegal dan cilacap.
Karna bekal kita semua sudah mau habis dan kondisi fisik yang sudah lelah, akhirnya kita semua sepakat untuk memutuskan turun dan mencari post I yang masih jadi misteri karna kita sebelumnya tidak ketemu dengan pos I, “Mungkin Tuhan belum berkehendak pada kita untuk sampai di puncak gunung slamet, dan Tuhan pasti punya rencana lain”

Dan mistery post I akhirnya terpecahkan. Kita lanjut jalan menuju arah pulang, dan akhirnya kita sampailah disebuah pertigaan yang pada saat itu kita(maszal adventure) bertemu dengan grup cakung dari Jakarta, saya dan temen temen maszal sempat kaget, kecewa dan lain lain karna jalur yang kita lewati dari awal dengan panduan peta itu sebenarnya benar, tapi kita selalu mengambil sisi positif dari semua ini bahwa maszal dan cakung mempunyai tujuan yang sama jadi sangat tidak mungkin kita harus merasa kalau  team dari cakung  membohongi kita.

Hal aneh di alami oleh grup cakung dari Jakarta, mereka bingung kenapa kemaren mereka tidak melihat jalan (pertigaan disisi kiri yang menuju pos I), mereka tidak melihat jalur arah tersebut, bahkan cakung sempat bikin tanda kalau arah jalan belok kiri yang menuju ke pos I adalah salah (buntu) dengan membuat tanda arah panah dan silang (X), dengan sedikit kekecewaan karna kita sudah mengikuti jalan yang sesuai peta,namun kita tetap beranggapan positif bahwa semua itu ada baiknya.
Kita melanjutkan turun , menuju obyek wisata guci untuk bersih bersih dan mandi sebentar dan melapor ke basecamp dan menceritakan semuanya…. 

Suatu saat nanti kalau masih ada kesempatan dan umur panjang kita pasti akan datang lagi dengan niat yang lebih baik lagi. Dan semoga Tuhan meridhoinya… “amien”
Oke itulah sedikit cerita tentang pendakian pertama kami di gunung slamet, semoga bisa menjadi sedikit acuan, bahan referensi untuk lebih berhati hati lagi, dan tetap menjaga etika sopan santun di gunung, oke kita dari maszal adventure mohon maaf yang sebesar besarnya apabila artikelnya membingungkan atau kurang dapat dipahami. Sekian see u next Trip. Salam Lestari . . .  mari kita jaga bersama sama alam kita Indonesia.

10 komentar

  1. wah, asikk banget tuh kayanya di sana..........

    ReplyDelete
  2. seru juga ya mendaki bareng temen-temen hehehe

    ReplyDelete
  3. keren mas, ga' membigungkan kok ceritanya hehe.. hebat kok, keputusan yang tepat untuk tidak meneruskan perjalanan... menurut saya kalian sudah nyampe puncak ! hehe..

    ReplyDelete
  4. mantap mas infonya dan salam kenal

    ReplyDelete
  5. Mantap mas infonya , dan ngeri juga bagi yang baru baca artikel ini seperti saya setelah mendaki gunung slamet cuma 3 orang , Alhamdulillah ga tersesat berkat ridho Allah SWT dan turun dengan slamet .

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com