3 Kelakuan Pendaki Yang Ngakunya Pecinta Alam

Assalamualaikum. Wr. Wb

Salam Lesatari kawan... pada kesempatan kali ini saya pengen menuliskan beberapa point point penting yang harus kita hindari yang menjadikan kita berdosa kepada  alam.

Seorang yang mencintai Alam harus bisa menjaga keindahan Alam maka dari itulah adanya kode etik pecinta Alam, seseorang yang tidak bisa mematuhi kode etik pecinta Alam bukan disebut pecinta alam tapi perusak alam menurut saya. sebagai seorang yang mengagumi keindahan alam tidak jarang kita selalu berwisata ketempat yang kita inginkan, baik itu gunung maupun pantai, kita sandari semua bahwa kita semua mencintai keindahan dan kebersihan sebagai seorang yang mengaku mencintai alam tapi kenapa????? kenapa sampah dimana mana...??

Inikah sifat orang orang indonesia, mentang mentang masuk wisata sudah bayar dan ada petugas kebersihan yang sudah dibayar terus dengan seenaknya sendiri membuang sampah sembarangan dan dengan tanpa dosanya “kan sudah ada petugas kebersihan”. ...!!!#$%@

Halloo. Ini bukan tentang adanya petugas kebersihan atau tidak, tapi ini tentang etika dari perbuatan kita sebagai pengunjung yang harus bisa menghargai wilayah atau budaya setempat, dan hal ini juga kadang dilakukan oleh sebagian para pendaki gunung.

1. Membuang sampah sembarangan
Meskipun di sebuah gunung yang identik dengan hutan, membuang sampah juga tidak boleh sembarangan karena itu akan merusak pemandangan yang harusnya indah malah jadi tidak indah dengan adanya sampah sampah, namun kadang masih banyak pendaki pendaki yang tidak peduli dengan membuang sampah sampah kecil seperti plastik permen, botol aqua, puntung rokok dll. mereka hanya membawa pulang kembali sampah sampah yang kelihatan dan menyepelekan sampah sampah kecil yang mereka bawa.

Hal ini saya temui ketika pertama kalinya mendaki gunung slamet dimana saya yang baru awam banget soal gunung dan waktu itu pertama kalinya mendaki gunung, tiba tiba dikagetkan dengan sampah sampah plastik kecil seperti bungkus permen dan lain lain.

Waktu itu saya sempat berfikir kalau menjaga kebersihan di gunung yang di gembor gemborkan oleh para pecinta alam ternyata cuman hanya sebatas teori yang jarang diterapkan, tapi ternyata tidak setelah melihat beberapa opsi yang dilakukan oleh para pendaki yang memang benar benar peduli kalau gunung bukan tempat sampah.

2. Melakukan Vandalisme
Vandalisme, corat coret nama pasangan di batu, di pohon, di dinding berharap dibilang keren, berharap semua orang tau kalau kamu pernah menginjakan kaki disitu, cara orang orang norak mengabadikan sesuatu, tanpa sadar kalau itu sangat merusak pemandangan mata lain.

Dan seiring perkembangan zaman kegiatan vandalisme ini berpindah pada sebuah kertas, tak jarang banyak pendaki pendaki alay dijaman sekarang yang suka menuliskan nama pacarnya di atas gunung melalui selembar kertas, hal ini memang sah sah saja kamu lakukan asal kertas yang kamu bawa jangan di buang dengan seenaknya saja

3. Memetik Bunga Edelweis
Bunga abadi atau yang biasa kita sebut edelweis adalah bunga yang hanya bisa hidup di gunung, namun tidak tau kenapa saya merasa aneh akhir akhir ini dengan banyaknya para pendaki yang dengan tanpa dosanya memetik bunga edelweis tersebut, saya tidak tahu untuk apa mereka memetiknya tapi yang jelas itu perbuatan yang merusak yang melanggar kode etik pecinta alam.

Begitulah pengalaman yang saya temui ketika mendaki gunung dan jujur dengan adanya sampah sampah di gunung membuat mindset saya berubah soal pendaki gunung.
Maaf kalau tulisanya berantakan gan, atau ada ulisan yang kurang berkenan, saya hanya bermaksud mencurahkan pengalaman saja dan berharap semoga bisa menjadi renungan buat kita semua.

8 komentar

  1. mungkin maksudnya vandalisme ya bang, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe iya gan... makasih buat koreksinya :D

      Delete
  2. kok cuma dua? masih banyak lho mas..mengambil tanaman di gunung, buang puntung rokok, dulu saya juga mantan anak PA ..salam rimba

    ReplyDelete
  3. # 1 dan 2 banyak juga di wisata sejarah..

    suika-lovers.blogspot.co.id

    ReplyDelete
  4. hhaha, biar kekinian kali gan, trus upload di sosmed

    ReplyDelete
  5. di larang gk bisa, dibiarin malah makin parah
    jasa lukis dinding

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com