Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Jurangmangu

Sebelumnya terima kasih buat Maszal Adventure yang sudah menginzinkan kami untuk membagikan pengalaman kami melalui blognya, dan perkenalkanlah kami :
1.    Muhamad nizam maulana (adik dari Ma’mun  MASZAL adventure)
2.    Panji pangestu (Mandiraja, Moga)
3.    Joni setiawan (Sima Kerajan, Pulosari)
4.    Iswanto (Karangsari, Jurangmangu)
5.    Hendi muhamad harijal (Karangtengah, Warungpring)
Awal cerita ini bermula dari keinginan  saya dan keempat teman saya untuk mendaki gunung slamet yang  waktu itu memang sama sekali belum tau tentang mendaki gunung. Namun keinginan kami berlima sangatlah kuat untuk melakukan pendakian, waktu itu saat kami masih berada disekolah sedang membahas tentang rencana libur esok, dan ahirnya salah satu teman kami mempunyai ide untuk mendaki gunung slamet.  Dan pada saat itu juga kami setuju untuk  melakukan pendakian pada sore harinya setelah solat jumat.

Setelah solat jumat kami berkumpul di rumah teman kami didaerah Karangsari kec. Pulosari Pemalang Jawa Tengah.  Setelah semua dari kami berkumpul kita langsung memulai perjalanan dari rumah teman kami menuju gunung slamet dengan melalui jalur Jurangmangu, ditengah perjalanan kami bertemu dengan warga daerah jurangmangu dan pada saat itu kami diberhentikan oleh warga tersebut dan ditanya mau kemana? sontak kita menjawab akan mendaki gunung slamet. Namun warga melarang kami untuk melakukan pendakian karena pada saat itu kondisi gunung slamet sedang waspada level 2 dan saat itu juga musim hujan. Namun karna keinginan keinginan kita berlima sangat kuat ahirnya kita berunding sejenak dan kita meutuskan untuk mendaki namun tidak meminta izin kepada juru kunci Jurangmangu.

Kemudian kita melanjutkan perjalanan pendakian tanpa sepengetahuan warga daerah Jurangmangu. Start awal pendakian dimulai dari hutan pinus jurangmangu, pada kondisi itu sedang turun hujan namun kita tetap melanjutkan perjalanan, setelah kita melawati hutan pinus tersebut kita mulai memasuki kawasan hutan rimba gunung slamet. Dan apa yang terjadi jalur tersebut sebagian sudah tertutup oleh rumput’’ bahkan hampir tidak terlihat, waktu menunjukan pukul 19:00 wib dan kita memutuskan untuk beristirahat dan solat setelah itu kita melanjutkan perjalanan, di jalur ini kondisi jalur selalu menanjak tanpa ada jalan yang landai apalagi menurun. Ditengah perjalanan salah satu teman kami mengeluh kakinya terasa ada yang aneh dan sakit, setelah dilihat ada beberapa lintah yang sudah mulai gemuk dengan darah teman kami. Sontak  kami langsung mengecek kondisi kaki kita masing” dan tak disangka sudah banyak intah juga yang ada di kaki kami. Dan kami mulai melepasnya satu satu menggunakan korek api. 
Setelah selesai, kami mulai melanjutkan perjalanan dan waktu itu jam menunjukan pukul 22:17 wib dan pada kondisi itu puncak gunung slamet sudah terlihat dengan jelas, membuat semangat kami mulai terbakar lagi setelah sebelumnya sudah mulai menurun. Tapi tidak bisa dipungkiri perjalanan memang terasa melelahkan. sesekali kami istirahat di tempat dimana kiami tak tahu bagaimana kondisi  sekeliling ditempat tersebut.  Saat perjalan kita dilanjutkan kami menemukan jalur yang agak menurun dan ternyata itu jurang namun tidak terlalu dalam sekitar  5-8meter. Ahirnya kita melewati jurang tersebut satu pesatu, dan kami berhasil melaluinya, kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali tetapi ternyata kita menemui jurang tersebut kembali, kita semua bingung kenapa semua ini terjadi. Tapi kita selalu berfikir positif dan kita melewati jalur tersebut kembali secara berurutan kemudian kita melanjutkan perjalanan kembali dan apa yang terjadi,, ternyata kita menjumpai jurang itu kembali untuk ketiga kalinya . jam menunjukan pukul 00:23. Disitulah kami berlima mulai merasa ada keanehan pada jalur tersebut. Dan ahirnya karena kita tidak mau terjadi sesuatu pada diri kami, kami memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan pada esok hari.
Hari sudah pagi dan kita akan memulai kembali perjalanan pendakian setelah sarapan dengan bekal yang ada. Dan kita mencapai puncak gunung slamet pada pukul 11:16 tepatnya hari sabtu tgl 6 desember 2013. Disitu kita menikmati puncak gunung slamet walaupun kondisi pda saat itu sedikit berawan dan berkabut. Pada jam 01:05 kita meutuskan untuk turun karena hawa dipuncak sudah mulai kurang enak karena bau belerang yang mulai menyengat. Kita turun melalui jalur guci dan ditengah kita sedang turun dari puncak salah satu teman kita terjatuh, dia meluncur ke bawah. Disitu perasaan kami berempat sangat cemas dengan kondisi teman kami. Apakah dia masih hidup atau sudah tiada. Dan puji sukur teman kami kondisinya masih baik” saja walaupun dia mengeluh kakinya sakit, tapi kita tetap melanjutkan perjalanan dengan santai. Hari semakin sore hampir mulai gelap kita belum menemui jalur guci. Namun kami yakin akan menemukanya. Setelah perjalanan sudah lumayan jauh dan lama ahirnya pada pukul 18;25 kita ketemu dengan jalur guci. Distu kami mulai merasa lega dan kita beristirahat sejenak. Setelah 1jam kita beristirahat, kita melanjutkan perjalanan kami kembali dengan bekal yang tersisa hanya air minuim 2 botol kecil. Dan kita mencapai pos 1 jalur guci puku 01:00 pagi. Disitulah kami benar” lega karena kita bisa berangkat dan pulang dengan selamat dengan hanya modal nekat. Namun itu semua merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami.

Dari perjalanan ini banyak hal yang bisa kami ambil hikmahnya, yang bisa dijadikan pelajaran , antara lain tidak boleh mendaki gunung  tanpa izin karena itu tidak sopan dan sangat beresiko bagi pendaki. Tidak boleh hanya memikirkan ego dan kesenangan kita sendiri”,  jangan ceroboh dan lebih berhati-hati agar keselamatan kita dan teman” kita selalu terjaga. Harus tetap solid.
Pesan saya untuk temen-temen pendaki gunung semua adalah jagalah kekompakan kalian, jangan memikirkan ego masing” saling melindungi satu sama lain.
dan Sampai jumpa lagi di cerita pendakian gunung berikutnya soobb....

10 komentar

  1. Nice info sob.. Jadi pengen naik gunung. Belum pernah sekalipun soalnya. :D

    ReplyDelete
  2. naik bawa ransel turun bawa sampah kan gan? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoi gan kalau memang mencintai Alam bukan penikmat alam :)

      Delete
  3. wah keren gan, jadi pingin ke gunung slamet nih ma teman2 pramuka hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemaren jalur pendakian di buka tapi sekarang ditutup lagi gan, gunung slamet lagi galau soalnya

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Jalur ini kx belum pernah denger ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya memang jalur ini jarang di daki gan....
      lokasinya di sisi utara gunung slamet, kalau ke arah guci sebelum tanjakan yang naik banget belok kiri. . . . .di situ jalur jurang mangu...

      Delete
  6. kita pernah ketemu d jalur guci gan.. malah foto brg d pos 3.. pada bulan januari 2015

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya gan :D sudah nyobain jalur baru slamet belum gan.

      Delete

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com