Bukit Cempaka Wulung Pemalang

 Created : Amunx, Zaenal

Bersama empat kawan, kali ini Maszal Pemalang Adventure melakukan perjalanan yang ke tiga ke bukit cempaka wulung, bukit ini letaknya di sebelah selatan dari bukit bulu wayang, petualangan kali ini kami rencanakan sepulang sekolah yang kebetulan besok paginya untuk 2 hari ke depan akan ada waktu libur, kamipun tentukan pula untuk waktu pemberangkatan, dan start awal dari basecamp maszal di pagi hari jam 7 pagi setelah sarapan dan segala macam perbekalan pun sudah kami siapkan dan packing di 4 cariel, tak lupa kami berdo’a  sebelum mulai berangkat.

Rute yang kali ini kami tempuh mengarah ke bukit bulu wayang  terlebih dahulu, lalu menyebrang satu sungai di daerah pepedan suatu desa yang cukup unik karena rumah penduduk di desa itu saling berhimpitan, (pepedan atau mped mpedan), disana juga kaum hawa nya cakep cakep,, :D :D yang pada mandi di sungai itu wkwkwk
berdasarkan alasan itu  kami sempetin sarapan di salah satu warung di desa tersebut, lumayan sekalian sarapan mata :D

Setelah semua itu terselesaikan, kami lanjutkan  perjalanan sekitar 20 menitan, sampai di pertigaan jalan besar beraspal, dan terdapat pula masjid di sekitar pertigaan itu, kami menyebrang jalan ke arah selatan, dan mendekati sebuah sekolah, SD kebanggan namanya, kami lewat di samping sekolah tersebut, dan menemukan sungai yang mengalir jernih airnya dan arusnya cukup deras, kami mengambil air beberapa jerigen kecil, untuk bekal kami.

Tak jauh dari sungai ada sebuah jalan setapak yang akan mengarah ke bukit cempaka wulung tempat  tujuan kami, jalannya pun sedikit menanjak di awal, setelah diteruskan mengikuti jalurnya ternyata cukup menguras tenaga karena jalanya yang makin menanjak, serta agak licin, meskipun begitu semangat kami tetap utuh.

Tapi tak sia-sia perjuangan itu, sebab setelah menemukan tanah datar, dan sampai di ketinggian, kami di suguhi pemandangan indah pula menarik kearah utara, dimana perbukitan lengkap dengan panorama alaminya dan masih di selimuti kabut-kabut yang mulai menipis terbawa hembusan angin, segar menyejukan kami pula merasakanya di dataran itu,, di sekeliling kami terdapat rumput ilalang yang  cukup tinggi, tak bosan kami putar putar arah pandang kami ke segala penjuru menikmati pemandangan sangat mempesona kala itu.

Kira kira satu jam kami habiskan waktu disitu, dan kami lanjutkan langkah kami  sedikit berbelok ke kanan, dan melewati jalur yang naik turun dengan kondisi jalan yang cukup mudah, karna jalan ini biasa di lewati orang yang bekerja di hutan, kawasan hutan ini di dominasi pepohonan pinus, ketika berjalan di sekitaran pohon pinus kami sangat berhati hati karena daun daun pinus yang berserakan jika di injak sangatlah licin, seperti berjalan di atas plastik jadi sedikit sedikit  terpeleset.

Setelah berjalan cukup jauh, dan karna panas yang cukup membuat tenggorokan kami merasa haus ahirnya kami berhenti dan berteduh dan minum, tampak dari kejauhan ada dua orang penjaga hutan yang sedang berkeliling, Kamipun mencoba mendekati dan menyapanya sekaligus mohon permisi untuk bermalam di bukit ini.

Dengan ramah dua orang penjaga hutanpun menyambut kami dan mempersilahkan kami untuk menginap di sini asal jangan merusak dan bisa menjaga kebersihan.

Kami terus berjalan menuju selatan ke arah bukit yang menurut kami paling tinggi di antara bukit bukit yang lain yang bisa memberikan pemandangan luas yang indah dan merata, dan memang benar sekali, setelah sampai di puncak kita di suguhkan dengan pemandangan indah yang sangat luas membentang, sungguh indah ciptaan Tuhan Allah SWT tak henti hentinya kami memuji.

Tidak terasa waktu sudah semakin sore dan kamipun langsung bergegas untuk mendirikan tenda karena terlihat dari kejauhan awan hitam sudah mulai mengepul bertanda seperti mau hujan  lebat, tendapun akhirnya bisa berdiri dengan beberapa bantuan pohon dan bambu.

Dugaan kami benar hujanpun mulai turun dan kami semua berempat langsung masuk ke dalam tenda, perasaan takut akan kebocoran menyelimuti kami berempat karena hujan yang begitu lebat akhirnya air hujanpun masuk ke dalam tenda kami, dan bukan hanya air hujan saja yang memasuki tenda kami tetapi petir petir pun serasa berada dekat sekali di samping kami, bahkan kilatan kilatanyapun terlihat jelas di dalam tenda kami, kami semua merasa sangat panik dan takut sekali, kami terus berdoa mohon perlindungan dan mengumandangkan adzan berharap hujan segera reda.

“Ya Allah Lindungi Kami”

Dengan hati yang terus dilanda ketakutan kami tak henti hentinya memanjatkan doa demi keselamatan kami berempat, dan setelah kira kira dua jam lebih akhirnya hujan reda dan kami sangat lega sekali meskipun pakaian kami basah semua. . . .

“Yang penting slamet”

Kami berempat langsung bergegas keluar tenda untuk kembali menikmati pemandangan yang indah, namun kabut tebal masih menyelimuti namun udara sehabis hujan terasa sangat sejuk sekali saat di hirup. . . . Ahhhh dan dinginya suasana membuat perut kami merasa keroncongan, dan tanpa koordinator kami berpencar mencari serpihan serpihan kayu untuk membuat api dan membakar bekal ayam jago yang kami bawa. . . . :D
Pemandangan awan berkabut mulai berganti malam lampu badai yang kami bawa harus dinyalakan, dan alunan radio butut kamipun mulai di nyalakan menemani suasana malam yang lumayan gelap di bukit cempaka wulung, suara jangkrik dan hewan malampun menambah suasana malam kami, kami sangat menikmatinya dengan santai sambil menghangatkan badan di pinggiran api yang terus menyala, kami memang menyukai hal hal ini berpetualang bersama sahabat dan melakukanya dengan suka cita.

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com