Jelajah Bukit Pemalang 3 Hari 2 Malam

Pemalang adalah kota dataran tinggi yang kaya akan bukit bukit yang indah, hampir diseluruh pelosok kota pemalang disatukan oleh perbukitan atau bukit yang nyambung menyambung, dan selain bukit, pemalang juga sangat dekat dengan gunung tertinggi di jawa tengah yaitu gunung slamet.

Setelah menjelajah ke bukit cempaka wulung beberapa bulan yang lalu, kali ini kita akan melanjutkan penjelajahan ke bukit bukit di sampingnya, kami belum tahu nama bukitnya apa tapi yang jelas bukit itu terletak di antara bukit cempaka wulung menuju ke arah timur ke arah randudongkal dan saling menyatukan dari bukit satu ke bukit yang lainya, membuat kami ingin sekali berjalan jalan menapakan kaki di antara bukit bukit tersebut.

Kami berangkat dengan 5 orang anggota yaitu  Mamun, Imam, Masis, Asep, dan Saya Zainal.

Perjalanan kami mulai pagi hari dengan menuju bukit bulu wayang dan disusul menuju bukit cempaka wulung dan menju ke arah timur ke perbukitan yang panjang itu.

Setelah sampai di bukit cempaka wulung disinilah awal mulai perjalanan kami menelusuri perbukitan perbukitan itu, kami terus berjalan ke arah timur melewati bukit bukit yang indah dengan semilir angin yang membuat kami tidak meresa lelah, apalagi dengan cadaan candaan dari sahabat sahabat yang selalu membuat saya kangen,
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 12 : 00 Siang dimana terik matahari  tepat di atas kepala kita, perasaan lelah dan lapar mulai kami rasakan, kami ingin sekali terus berjalan karna memang perjalanan kita masih jauh namun perasaan lelah tidak bisa kami pungkiri hingga akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat dan tanpa kita sadari kami telah tertidur di atara hamparan hamparan bukit, kami tidak tahu apa yang terjadi hingga kami semua sama sama merasa lelah sekali dan tanpa sadar tertidur.
Gambar ilustrasi By. Ekplore Pemalang
Kami tiba tiba terbangun dan waktu menunjukan pukul 15:00 WIB dan kami langsung bergegas untuk melanjutkan perjalanan, namun setelah beberapa langkah kita berjalan untuk menuju bukit yang lainya kami menemukan sebuah sungai di sela sela perbukitan itu dengan air yang begitu jernih dan ikan ikan besar yang terlihat jelas serta di tambah pepohonan yang sangat rimbun hingga menjadikan suasana sangat adem juga mistis.
Lalu karena memang perut kami merasa lapar sekali, kami memutuskan untuk beristirahat lagi disitu untuk sebentar memasak pembekalan yang kami bawa, kami memang tidak banyak membawa makanan siap saji sehingga kami perlu waktu banyak untuk memasak nasi, waktu berjalan seperti begitu cepat setelah selesai masak dan makan tak lupa kami mendirikan sholat ashar disitu

Waktu menunjukan pukul 17: 50 sebelum bergegas untuk melanjutkan perjalanan kami sempatkan sedikit waktu untuk sholat maghrib disitu, waktu mulai gelap dan kami kembali memulai perjalanan, perasaan takut mulai menyelimuti kami apalagi setelah beberapa langkah kami berjalan kami menghirup aroma bau bangkai yang sangat menyengat, namun kami tetap terus berjalan dan mencoba untuk tidak berkata apa apa, karena mitos ketika kita berada di tempat yang belum kita tahu kita didak boleh berkata sembarangan.

Kami terus berjalan melewati jalan setapak dan kemudian ketemu dengan sebuah jalan besar yang sepertinya di gunakan untuk mengangkut pohon pohon pinus oleh para perhutani, kami terus berjalan ke arah timur secara perlahan di antara gelapnya malam, sambil bergantian menggedong temen kami yang mengalami luka lecet sama kakinya.

Melihat kondisi malam yang sangat gelap seakan mencekam dan keadaan salah satu sahabat kami yang mengalami luka akhirnya kami memutuskan untuk mencari lokasi untuk menginap karena selain itu kami memang sudah merasa perjalanan tidak bisa dilanjutkan lagi demi keamanan kami bersama,
Lalu kami mencari lokasi menuju puncak dengan harapan ada tanah lapang seperti di boloe wayang untuk tempat kami menginap namun setelah kita sampai puncak kami tidak menemuai tanah lapang yang bisa kami jadikan tempat untuk menginap, justru kami malah merasa takut dengan suasana gelap dan rimbunya pohon pohon besar, namun kami tetap menyempatkan sedikit istirahat untuk sholat isa disitu dan langsung melanjutkan perjalanan menuju bukit berikutnya dengan harapan ada tanah lapang disitu tapi lagi lagi kami tidak menemuinya, kami merasa sangat lelah sekali karena perbekalan airpun sudah mulai habis.

Dengan tenaga yang masih tersisa kami terus mencari lokasi agar bisa beristirahat dan mendiriakn tenda disitu, namun tak juga kami menemuinya hingga akhirnya kami terpaksa beristirahat di antara tanjakan tanjakan bukit, kami beristirahat disitu dan makan pembekalan seadanya karena gelap sekali dan tempat yang tidak meamadai membuat kami sangat susah untuk memasak dan utuk tidurpun kami harus mengikat ikat tubuh kami dengan tali yang kami bawa agara kami tidak terjatuh ke bawah.

Suara burung dan dinginya pagi membangunkan kami, dan baru kami sadari kalau kita ternyata berada di antara tebing tebing bukit yang curam, kami bersyukut tidak terjadi apa apa dengan kami, dan pagi itu bekal air yang kami bawa sudah habis hingga akhirnya dengan terpaksa kami harus memakan mie instan dengan cara di remas, dan hal yang paling lucu dan juga menyedihkan adalah salah satu di antara teman kami yang sedikit tidak enak badan harus minum obat dengan tidak memakai air hahaha.... ini pelajaran awal buat kami.

Tanpa berlama lama kita langsung beranjak naik ke bukit untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya, dan pagi ini kita bisa melihat ke arah kemana kita harus berjalan, dan dengan semangat kita terus berjalan jalan menyusuri bukit bukit lagi, karena waktu yang masih pagi udara sejuk pun terus menemani sepanjang perjalanan kami, berjalan berjalan dan terus berjalan dan  sampailah kita di sebuah jembatan sungai yang mengarah ke pedesaan, yeee kita sampai di Desa, kami merasa bahagia sekali ketika sudah sampai di Desa karena itu artinya kita bisa mengisi energi kita lagi untuk bekal perjalanan selanjutnya.

Sebelum menuju kepedesaan kami sempatkan sedikit menghabiskan waktu untuk beristirahat mandi dan mencuci peralatan peralatan kami yang kotor, setelah selesai kami terus melanjutkan perjalanan menuju pedesaan tersebut dengan melewati padang persawahan yang begitu luas, angis sepoy persawahanpun dengan ramah menyapa kami, dan para petani petani itupun menjadi pemandangan indah buat kami, setelah sampai di pedesaan banyak warga yang dengan penasaran terus memandangi kami seakan ingin tahu darimana kami berasal, senyum dan sapa kami berikan sambil bertanya :

Saya     : Punten, Sing enten warung teng pundi nggih??
Warga  : Ohh teng riku mas lurus mawon?
            : Mas tiang pundi?
Saya    : Kulo tiyang warungpring?

Dan berlalu....

Dan Alhamdulilah kami menemui warung yang ditunjukin sama warga tadi, dan kami langsung memesan beberapa makanan untuk mengisi perut kami.
Pemilik warungnya sangat ramah dan bertanya penasaran seperti yang dilakukan warga tadi, sambil memberi beberapa makanan yang katanya tidak perlu bayar ke kami.

"Alhamdulilah"

Meski kami masih merasa lelah dan asik di warung namun kami harus tetap melanjutkan perjalanan lagi karena waktu sudah semakin siang, perjalanan kali ini kami tidak lagi menuju perbukitan melainkan meuju salah satu wisata yang berada di pemalang bagian selatan wisata telaga silating namanya.
Sebelum sampai di telaga silating kami harus menelusuri pematang sawah yang begitu luas dan angin yang begitu kencang, dan sungai sungai yang begitu jernih airnya.

Kita merencanakan malam nanti untuk menginap di wisata alam telaga silating, dengan mendirikan tenda di sana, namun sebelum kami mendirikan tenda kami menemukan sebuah gubuk yang hanya beratap saja dan akhirnya kami memutuskan untuk menginap di gubuk itu, sebenernya kami merasa takut bermalam di telaga itu karena memang telaga itu terlihat sangat menyeramkan, namun apa mau dikata kita dihadapkan dengan pilihan dimana kita harus menginap lagi, dan akhirnya untuk mejaga kemanan kita dari apapun kita meminta izin kepada RT setempat untuk menginap disitu, dan Pak RTpun mengizinkanya.

Kamipun merasa lega karna sedikit terlindungi berada disitu tidak seperti saat di hutan kemaren yang tidak ada siapa siapa kecuali kita.
Dan dengan santai kami mulai memasak pembakalan yang ada untuk bekal tidur, hehehe... malam ini kami nikmati dengan suka cita, sambil ngopi dan menceritakan kejadian kemaren, angin di atas telaga silating sangat kencang sekali karena berdekatan dengan pematang sawah yang luas.

Pagi kembali membangunkan kami, semilirnya angin membuat diri ini enggan untuk bangkit, namun kita harus segera kembali ke rumah, tepatnya pukul 8 Pagi kita mulai bergegas membereskan semua yang ada termasuk tempat kita menginap semalam dari berbagai jenis sampah dan lainya,
kami turun melewati wisata telaga silating dan menuju pintu keluar kawasan wisata mengambil arah kanan dan bertemu dengan jalan raya randudongkal purbalingga, kami terus berjalan kaki dari situ menuju pasar randudongkal dengan wajah kusam dan energi yang masih tersisa.
Sesampainya di pasar randudongkal kami merasa perjalanan sangat masih jauh sekali kalau harus ditempuh dengan jalan kaki, akhirnya kami menjual beberapa pembekalan yang masih tersisa (beras) untuk ongkos pulang hahaha... dan secara kebetulan kita ketemu dengan salah satu angkot yang sering melewati jalan ke rumah kami dan kami minta tolong untk ikut nebeng sampai rumah, namun ternyata dia hanya berhenti sampai di pertengahan jalan, akhirnya kami harus turun dan terpaksa harus menyambungnya dengan berjalan kaki, namun apa daya kami sudah merasa sangat lemas sekali meski sudah di bantu naik mobil, namun ditengah tengah kelelahan kita ada sosok ibu ibu lewat dan kami langsung menghentikanya.... emaakk.. emaakk.. ya ternyata ibu itu adalah salah satu ibu dari kami yang kakinya lecet, dan akhirnya salah satu dari kami ikut pulang bersama dan minta pertolongan pada sodara sodara kami yang lainya untuk menjemput kami.
Dan Alhamdulilah kami bisa pulang kembali ke basecamp

Kami ingin sekali suatu saat nanti bisa menjelajah bukit bukit yang ada di pemalang dan mengekspose keindahanya, petualngan ini sebenernya petualangan 10 tahun silam yang baru sempet saya tulis, dan pada jaman itu kita belum punya hape apalagi kamera.

hehehe... salam maszal pemalang adventure :)

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com