Mengenal Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat : Istana dan Budaya Keindahan Jawa

Kraton Ngayogyakarta, adalah tujuan pertama wisata dalam acara family gathering kami di akhir tahun 2016, sebelumnya saya memang belum pernah berkunjung ke kraton dan tidak tahu banyak soal kraton dan ini adalah kesempatan besar saya untuk belajar langsung tentang sejarah kesultanan Sultan Hamengkubuwono dan budaya Kraton Yogyakarta.

Kami dari Hotel Sri Wedari menuju keraton berangkat kurang lebih sekitar  09 : 30 WIB Karena memang pagi itu Jogja di Guyur hujan.
Perjalanan dari hotel sri wedari meuju keraton sangat dekat tidak lebih dari satu jam kami sampai di tujuan, namun karena katanya pemandu wisata kami, yang kami bawa dari hotel sriwedari bus kami tidak bisa parkir di area kraton akhirnya kami harus berjalan kaki dengan jarak yang lumayan jauh untuk menuju kraton, kalau saya si asik aja meskipun banyak yang mengeluh kepanasan,  kalau saya merasa sangat senang bisa menikmati panasnya Jogja dengan jalan kaki... hehehe

Tidak lama kami berjalan sampailah kami di gerbang keraton, kami langsung di sambut oleh para fotografer fotografer yang menjual jasanya, sebentara saya berasa jadi artis... heuuu  kamu bakalan di foto yang langsung jadi dan nanti terserah mau di ambil atau tidak, kalau kamu pernah wisuda pasti tahu... hihihihi jadi kangen di wisuda *nangis*


Setelah kami mau memasuki kraton tiba tiba kami diberhentikan oleh salah satu penjaga keraton, yang katanya dia bilang dengan sopanya kalau di kraton sedang ada rapat dan kunjungan untuk sementara di tutup. Hmmm
Susasana di depan Pintu Kraton
Kurang lebih nanti sekitar jam 11:00 WIB selesai dan para wisatawan boleh dipersilahkan berkunjung kembali. ( beliau melanjutkan pembicaraanya )

Dan ketua Family Gathering kamipun Lega... hihihihi

Karena kita harus menunggu kurang lebih satu jam, akhirnya pemandu wisata kami menyarankan kami untuk melihat lihat musem kreta dulu yang letaknya tidak jauh dari keraton 200 M.

Baca : Musem Kreta Kraton Yogyakarta

Setelah puas berkunjung ke musem kreta yang bikin saya haru dan merinding kami melanjutkan perjalanan ke kraton, untuk tiket masuk ke kraton saya tidak tahu karena semua sudah di handle oleh panitia, tapi untuk izin berfoto foto buat yang bawa kamera dalah 1.000 tetapi terkadang masih banyak orang yang bawa kamera tidak memiliki izin.

Pertama kali saya memasuki kraton melewati pintu gerbang dan bangunan yang besar saya disambut ramah oleh penjaga penjaga kraton yogyakarta dengan pakian khas kraton dan tanpa memakai alas kaki, sumpah jujur saya sedikit merinding dan haru dengan budaya kraton, apalagi ketika saya mulai mendengar alunan musik klasik jawa khas keraton yang mulai dimainkan untuk menyambut datangnya para wisatawan.
Gamelan Kraton menyambut datangnya Wisatawan
Saya bingung antara sedih, haru dan seneng saya bisa berkunjung ke keraton jogja.
Saya sedih dan haru karena membayangkan zaman dahulu pas jaman kesultanan saat mempertahankan indonesia, dan saya senang karena saya bisa merasakan aroma kesultanan yang berarti saya berkunjung bukan hanya sekedar melihat atau foto foto saja, kejadian ini jujur membuat saya menjadi semakin cinta sama indonesia dan ingin belajar tentang sejarah, begitu juga dengan sejarah kraton jogjakarta.

Saya terus berjalan melewati beberapa gamelan gamelan yang sedang dimainkan, ada beberapa wisatawan yang menyaksikanya sambil duduk duduk santai, saya juga sebenernya ingin tapi lagi lagi waktu kita yang terbatas, lalu saya langsung mengikuti pemandu wisata kami yang masuk pada sebuah ruangan, saya yang belum tahu apa apa soal kraton sedikit kaget betapa bodohnya saya memikirkan hal hal lain di wisata keraton.
Jadi di dalam kraton jogja itu hanya terdapat sejarah, sejarah kesultan Sri Sultan Hamengkbuwona dari yang pertama sampai sekarang, ruangan pertama yang kami masuki adalah museum yang berupa lukisan dan foto foto dari keluarga sultan, disini juga saya merinding saat melihat salah satu foto beliau dan sejarah sejarah yang membuktikan perjuangan beliau.
Saya perhatikan dan saya coba baca satu persatu keterangan dan silsilah dari sultan hamengkubuwono sampai capek, tapi tetep saja saya gak kenal juga padahal sesekali para nyai nyai di kraton memperkenalkanya pada wisatawan termasuk saya... hiks.. saya menyesal dulu tidak suka pelajaran sejarah... :(

Lanjut setelah melihat museum lukisan kita dibawa lagi untuk melihat meja tempat beliau bekerja, kalau kalian penasaran seperti apa meja beliu bekerja ni di bawah bisa dilihat gambarnya, tidak ada yang keren atau apalah, tapi bukan dari kerenya kita harus menilai, melainkan dari sejarahnya.
Meja Kerja Sri Sultan Hamengkubuono IX
Di Kraton Yogyakarta banyak sekali sejarah yang menyadarkanku bahwa kita harus bisa lebih menghargai jasa jasa para pahlawan kita yang terdahulu, pengorbanan merekalah yang sekarang kita rasakan saat ini, dan kita patut mencintai Indonesia, dan lagi lagi saya diharukan ketika saya melihat dan membaca amanat Sultan Hamengkubuwono IX yang tertulis di batu yang bunyinya seperti ini :

AMANAT SERIPADUKA INGKANG SINUWUN KANGDJENG SULTAN JOGJAKARTA

"Kai Hamengkubuono IX Sultan Negeri Ngajogjokarto Hadiningrat, Menjatakan :
  1. Bahwa Negri Ngajogjokarto hadinngrat Bersifat Keradjaan Adalah daerah Istimewa dari Negara Republik Indonesia.
  2. Bahwa kami sebagai kepala daerah memegang segala kekuasaan dalam negri ngajogjokarto Hadinngrat, dan oleh karena itu berhbung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negri Ngajogjokarto Hadiningrat mulai saat ini  berada di tangan kami dan  kekuasaan kekuasaan lainya kami pegang seluruhnya
  3. Bahwa perhubungan antara Negri Ngajogjokarto Hadiningrat, Dengan Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia bersifat langsung dan Kami bertanggungdjawab atas negri Kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
kami memerintahkan supaja segenap penduduk Dalam negri Ngajogjokaro Hadingrat mengindahkan amanat amanat Kami.
NgajogjokartoHadiningrat, 28 Puasa, Ehe 1876 ( 5 September 1945 )

Selain itu disebelahnya juga terdapat piagam penetapan dari Persiden Republik Indonesia Bp. Soekarno dan juga wasiat dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang katanya beliau dulu pernah belajar di belanja dan sangat menguasai bahasa Belanda, namun beliau tetap mencintai Indonesia dan tetepa sebagai orang Jawa, kalau menurut saya ini membuat saya merinding, berikut bacaan yang beliau ucapkan :

AL HEB IK EEN UITGESPROKEN WESTERSE OPVOEDING  GEHAD,  TOCH BE EN BLIJF JK IN DE ALLERERSTE PLAATS JAVAAN.
Yang Artinya : "Walaupun Saya telah mengenyam pendidikan barat yang sebenarnya,  namun pertama tama saya adalah dan tetap adalah orang Jawa"
18 Maret 1940  
Piagam Penetapan, Wasiat HB IX

Banyak banget manfaat dan pelajaran yang bisa saya ambil dari kunjungan saya ke kraton yogyakarta, saya bersykur dikasih kesempatan bisa berkunjung ke kraton yogyakarta, buat kalian yang belum kesitu, saya sarankan mampirlah kalau main main ke Jogja biar tahu, biar tidak cuman beli beli kaosnya aja... hihihi...


Setelah lelah muter muter kraton tidak berasa cacing cacing diperut sudah pada demo minta makan.. wkwkwk... nah supaya kamu juga bisa menikmati dan merasakan kaya apa sih makanan kesukaan sultan dan makan dengan suasana keraton, kalian bisa makan di balai raos, penasaran seperti apa menu yang disajikan saat makan di Balai Raos baca kelanjutan cerita saya yang selanjutnya . :)

0 komentar

Hi... terima kasih sudah berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.


For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com