Trip To Istiqlal Mencari Hidayahku

Assalamualikum. Wr. Wb.

Akhir akhir ini saya boleh dibilang lagi suka pergi pergi untuk travelling, mendaki gunung dan mendatangi tempat tempat indah lainya yang sebagian kecil sudah saya ceritakan dalam blog ini, dalam misi bepergianku ke tempat tempat tersebut saya membawa niat untuk lebih bisa mengenal dan menyatu dengan alam, agar bisa lebih sadar lagi akan kebesaran Allah SWT dan lain sebagainya, namun terkadang pada prakteknya di dalam perjalanan saya selalu gagal dalam menuju misi tersebut, termasuk meninggalkan sholat dan lain sebagainya yang membuat saya malah semakin menjauh.

Disini saya merasakan kejanggalan pada diri saya sendiri, dimana dengan niat saya ingin lebih mendekatkan diri pada sang pencipta Allah SWT tapi disisi lain saya malah meninggalkan kewajiban yang Dia (Allah ) berikan. 

Selama kurang lebih delapan bulan saya di Jakarta ada beberapa tempat wisata yang dekat dengan jakarta yang berhasil saya kunjungi, dengan modal nekat demi menyalurkan sebuah kepuasan, sebentar saya merasa bangga dengan beberapa predikat yang saya gapai, namun semakin kesini saya merasa malu dengan diri saya sendiri, ketika wisata yang jauh disana bisa saya kunjungi namun rumah Allah yang begitu dekat malah saya lupakan, saya merasa malu sekali pada diri saya sendiri.

Dan hari ini, minggu 24 januari 2016 saya mewajibkan diri untuk datang ke Rumah Allah Masjid Istiqlal Jl Taman Wijaya Jakarta dalam rangka pingin sekali ikut ngaji dan menjadi bagian dari Jamaah dan berharap Allah SWT memberikan saya HidayahNya.

Sabtu, 23 Januari saya mencoba menghubungi sodara saya yang sama sekali belum pernah ketemu, berharap bisa nemenin, namun ternyata tidak seperti yang saya harapkan karena Dia katanya ada acara di sekolahnya dan sebagai murid baru dia tidak bisa meninggalkanya.

Tanpa siapapun saya akan tetap kesana. *dalam hati saya bicara*

Minggu Pagi 24 Januari Pukul 04:30 WIB sahabat saya membangunkanku yang masih tertidur, semenjak di Jakarta jujur saya memang sering telat sholat Subuh.. Ya Allah saya malu sekali padaMu, ketika dengan apa yang telah saya dapatkan sekarang.
Di Jakarta memang saya harus memulainya dari diri sendiri lain seperti di rumah yang selalu ada ibuku yang tak pernah lelah membangnkanku untuk mendirikan Sholat.

I Miss U Mom

Tepat jam 05:30 Sadara saya tiba tiba BBM menanyakan kepastianku datang atau tidak, dan saya jawab Insa Allah ini sudah siap siap.
Oh  nanti ketemu disana mas? saya tidak jadi ikut acara di sekolah karena katanya acaranya gak penting penting amat.

deg....

saya langsung seneng banget mendengarnya,  energi positif mengalir deras untuk saya datang ke Masjid Istiqlal tanpa harus ragu ragu lagi, karena bakal ada sodata saya yang membimbingnya.

06:30 Seperti biasa saya memesan ojek online sebagai alat transportasiku, tidak lebih dari 2 menit saya segera di jemput sama ojek online tersebut, namun tiba tiba langit gelap dan hujanpun mulai turun, dan ojek yang saya pesenpun tak jadi menjemput, saya coba menggunakan driver yang lain, namun tak juga ada yang mau mengambil pesenan ojekku. menunggu hujan yang tak kunjung reda saya kembali ke kamar, rasa malas kembali mulai berdatangan, setan setan mulai berbisik ditelingaku

"Udahlah tidak usah datang mending tidur lagi"
"Ujan ujan gini enaknya buat malas malasan di kamar sambil nonton tv"

semakin lama hujan tak kunjung reda, aku mulai terbuai dengan bisikan bisikan itu, kulepaskan celana dan baju yang sudah rapi melekat ditubuhku, kubaringkan tubuhku dikasur yang kurasakan begitu membuatku nyaman sekali waktu itu, tubuh yang lelah setelah beraktivitas rasanya tak mau pergi di hari libur ini.

08:30 Hujan mulai reda, Mas jadi gak, saya sudah di Istiqlal ini, seru banget acaranya masuk di TV ONE juga, BBM dari Aris membangunkan lamunanku.
Energi positif kembali merasuki tubuhku, ku kenakan kembali baju yang sudah kulepas sebelumnya, ku ambil hanphone dan kembali memesan ojek.

09:00 Saya meluncur ke Masjid Istiqlal Jakarta, sampai di sana kulihat sangat ramai pengunjung yang sama sama mau ikut ngaji, banyak dari mereka yang membawa keluarganya, saya merasa senang dengan pemandangan ini, saya terus berjalaan mengikuti arah masuk Masjid Istiqlal, sesampainya dipintu masuk saya langsung disambut oleh ibu ibu yang menjual kantong plastik kresek untuk membungkus sendal, karena sangat ribet pas keluar kalau sendal dilepas di pintu masuk.

Berapaan bu? Tanyaku
Seikhlasnya aja mas..

Beberapa langkah memasuki Masjid Istiqlal saya langsung disapa Aris Sodara saya, saya merasa senang sekali meskipun kita sebelumnya belum pernah berjumpa namun dia mengenali wajah saya, saya langsung disuruh mengambil air wudhu dan bergegas segera menuju lokasi pengajian. Thx bro
Jamaah kajian Bulanan Ust. Yusuf Mansyur
Acara pengajian berjalan begitu sangat mengharukan, diiringi beberapa pengunjung yang sadar dengan dosa dosanya, begitu juga dengan saya yang tak hentinya mengeluarkan air mata, ya saya datang kesini dengan membawa segala dosa dosa yang selalu kuperbuat, dan disini juga saya berharap HidayahMu ya Allah..

Disela sela pengajian Pak Ustadz membaca sebuah Ayat Al-Qur’an yang kemudian kita disuruh untuk membacanya bersama sama, semua pengnjung langsung membuka hanphone mereka dan mulai mencari ayat Al-Qur’an yang harus di baca, dan saya hanya celingukan karena menyesal dan merasa berdosa karena tidak memanfaatkan fasilitas yang ada untuk hal hal yang positif... #saya malu ya Allah
Saya dan Sodara Aris
Acara pengajian berakhir jam 12 : 00 WIB dilanjut dengan sholat Dzuhur berjamaah dan beberapa kajian lagi yang waktu itu dengan tema sabar, di akhir kajian sang moderator mempersilahkan audiennya untuk bertanya, bertanyalah satu orang perempuan dan satu laki laki, seorang laki laki bertanya?

“Ustadz saya seorang Nasrani dan saya baru masuk Islam sekitar 5 Tahun, selama saya masuk Islam banyak sekali cobaan yang Allah berikan pada saya, ada beberapa ayat Al-Qur’an yang menjadi sumber referensi saya untuk selalu bersabar yang saya dapatkan dari beberapa Kyai, sekiranya Pak Ustadz ada referensi Ayat Al-Qu’an lainya yang menerangkan tentang sabar agar bisa lebih bersabar lagi dalam menghadapi cobaan cobaan yang Allah SWT berikan pada saya?”

Sang Ustadz tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut di dalam forum, melainkan mengajaknya makan siang dan tentunya akan memberi penjelasan lebih banyak.

Saya yang juga ikut mendengarkan waktu itu merasa kaget dan juga malu, karena dia yang baru masuk Islam saja tahu dan mau belajar Al-Qur’an yang berkaitan dengan hidup di dunia, sementara saya yang Islam dari lahir membacapun jarang.

Waktu menunjukan Jam 14:00 acara selesai kamipun keluar dari ruang utama Masjid, namun diluar masih banyak pengunjung yang sedang berkumpul bersama komunitas sosialnya, dan ada juga yang sedang melakukan sedekah untuk para penghafal Al-Qur,an di stand galery yang sudah disediakan.

Sodaqoh Yukk....buat para penghafal Al-Qur’an
Stand Galery Sedekah Penghafal Al-Qur'an
Saya juga bertemu dengan sodara sekampung yang juga sebelumnya belum pernah bertemu dan hanya lewat media sosial kita bersua, dia juga sebenernya sudah lama ngajakin saya ngaji namun saya terlalu sibuk dengan duniaku, saya salut sama dia, dia merupakan perempuan yang aktiv dan solikhah dan mau belajar, kami sempet ngobrol sebentar dan beberapa tawaran organisasi dia berikan kepada saya, terima kasih mba sudah membawa saya dalam kebaikan... 

Kemudian dia pamit pulang, dan sebelum saya dan aris juga meninggalkan Masjid Istiqlal, Aris mengajak saya untuk mengelilingi bangunan Masjid Istiqlal dulu yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara, Thx banget sobat.
Lantai II
Lorong Bangunan Masjid Istiqlal
Sisi Masjid Istiqlal
Halaman tengah Masjid Istiqlal
Halaman Depan Masjid Istiqlal
Setelah muter muter saya berfikir saya bakalan dibiarkan begitu saja untuk pulang oleh Aris, tapi ternyata tidak, dia sudah mempersiapkan motor dan dua helm dan sudah berniat untuk mengajak saya jalan jalan lagi... wow... sebentar saya merasa kagum sama sodara aris, dia yang baru ketemu saya tapi sudah baik banget..

Karena perut saya mulai laper saya berniat ngajakin aris makan dan berniat untuk mentlaktirnya karna kebaikanya, tapi apa yang terjadi malah saya yang di tlaktir... huhuhu...
15:00 Adzan Ashar berkumandang dan saya berinisiatif untuk ngajakin aris sholat di Mall saja, tapi aris malahan ngajakin saya Sholat di Masjid Kampus Universitas Al-Azhar tempat dia belajar, kata dia si biar berasa kaya di Kairo gitu...
Universitas Al-Azhar Indonesia
Wow... saya langsug excited banget denger mau ke kampus, karena jujur saya juga merindukan suasana akademik, dan memang betul berkunjung ke Al-Azhar berasa kaya di Kairo ketika melihat cara berbusana para mahasiswinya. This is Awesome
Pintu Masuk Masjid Al-Azhar
Masjid Al-Azhar Universitas Indonesia
Setelah selesai sholat Ashar sebentar aris membaca Al-Qur,an yang sudah tersedia di masjid Al-Azhar, dan saya langsung mengikuti dibelakangnya, lantunan setiap ayat Al-Qur’an yang keluar dari mulutku dan sepoi angin kurasakan membuat suasana hati ini menjadi sangat tentram sekali. Terima kasih sobat telah mengajaku kesini semoga apa yang kamu cita citakan di kabulkan Oleh Allah SWT. “Amien”

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com