Pancuran Pitu Baturraden Via Kalipagu

Melanjutkan cerita perjalan kemaren dari curug Pengantin yang sempet bersambung karena jam kerja di kantor sudah habis hahaha jadi hari ini saya sambung kembali. Setelah ngepoin tentang Curug Pengantin sama ibu ibu tukang mendoan,  tiba tiba si ibu nyeplos kalau ke Pancuran Pitu Baturaden lewat sini cuman 15 Menit..  Woooww... 15 Menit,  berati dekaaaattt....


Pancuran Pitu Baturraden
Karena saya dan salah satu temen saya belum pernah ke Pancuran Pitu meskipun sudah lama tinggal di Purwokero jadi tanpa pikir panjang dan tanpa harus menunggu persetujuan temen kami yang satunya lagi, aku dan temenku langsung saja mlipir menuju ke Pancuran Pitu hahahaha 15 Menit lagi brooo Semangaatt.. . Sementara jam menunjukan pukul 16 : 15 WIB.

Jadi dari  pertigaan yang mau ke Curug Pengantin itu kalian ambil kanan,  ada penunjuk arahnya kok hehehe
Kalian jalan aja terus melewati perarian PDAM, kondisi jalananya enak kok dan terawat bangeett
Meskipun tadi katanya cuman 15 Menit tapi kok berasa lama ya hahaha
Eh tapi akhirya setelah jalan terus ketemulah kami dengan sebuah sungai dan dari sungai tersebut nampaklah sudah Pancuran Pitu, seketika lelahpun hilang hahahaha...

Mandi di Pancuran Pitu

Mandi di Pancuran Pitu

Tanpa pikir pajang langsung aja saya buka baju hahaha waktu sudah sore broo gak usah buang buang waktu lagi... Hehehe
Tapi tiba tiba hujan turun lagi..
Tapi Bodo Amaaatt....
hahaha aku kelihatan kuruuss bangeeettt

Sejarah Pancuran Pitu
Pancuran Pitu merupakan sumber dari tujuh mata air, legenda pancuran pitu sendiri katanya pada jaman dahulu kala ada seorang penyebar Agama Islam di Pulau Jawa yang bernama Syeh Maulana Maghribi dan pengikutnya  Haji Datuk
Suatau pagi mereka melihat cahaya misterius yang tampak dari sebelah barat, kemudian mereka mberlayar untuk mengetahui cahaya tersebut.


Mereka berlayar ke arah barat dan sampailah di Pantai Pemalang, Jawa Tengah. Mereka lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke arah selatan.



Tiba tiba Syekh Maulana terkena sakit gatal dan sulit untuk disembuhkan. Suatu malam Syekh Maulana mendapat ilham bahwa beliau harus pergi ke Gunung Gora.



Setelah samai di Gunung Syeh Maulana Maghribi menemukan tempat yang mengeluarkan asap. Ternyata di situ ada sumber air panas yang mempunyai tujuh buah pancuran. Kemudian Syekh Maulana memutuskan untuk tinggal dan berobat dengan mandi secara teratur dari sumber air panas itu dan akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh total.

Kemudian Syekh Maulana Maghribi memberi nama tempat itu menjadi Pancuran Pitu.dan  Warga sekitar menyebut Syekh Maulana dengan Mbah Atas Angin karena datangnya dari negeri yang jauh. Sumber : detik.com


***

Karena waktunya sudah sore hampir jam lima jadi kami gak bisa lama lama menikmati hangatnya air di Pancuran Pitu Baturraden hmmmm padahal belum puas.. :( tapi kami harus bergegas mencari tempat untuk melaksanakan ibadah Sholat Ashar.

Kami bergegas naik dan Alhamdulilah kami menemukan mushola di tempat berendam air panas, (Disamping Petilasan Mbah Atas Angin)  kami hanya numpang ganti baju saja jadi kami cuman bayar 10.000 Bertiga sedangkan kalau mau berendam disitu kalian bayarnya 5000/Orang deh kalau gak salah,  maaf lupa lupa ingat hehehe
Pas kami kesitu aja ada rombongan yang sedang melakukan ziarah.

Setelah selesai Sholat Ashar nampaknya kabut di Kawasan Baturraden sudah mulai menebal,  selain karena habis huja juga karena waktunya menjelang malam.

Itu artinya kami harus mengahiri perjalanan hari ini.
Oh iya kalau kalian ke Pancuran Pitu Via Kalipagu itu artinya kalian hanya bayar tiket masuk ke Curug Pengantin saja seniali 3000 Rupiah, tapi ya itu perjalanannya jauh hehehe

Kabut Baturraden

Kami langsung bergegas menuju pulang sebelum gelap,  karena jalan yang akan kami lewati adalah jalan di tengah hutan yang tidak ada penerang jalanya, Sepanjang jalan menuju pulang ke tempat parkiran motor (Desa Kalipagu) kami kembali di guyur hujan,  kami hanya bisa pasrah menerima reruntuhan hujan yang terus menemani perjalanan kami.

Sesampai di parkiran sekitar pukul 18:00, Kami kembali menjalankan Sholat Maghrib dulu dan setelahnya kami sempatkan dulu untuk ngobrol ngobrol dengan warga sekitar sambil menikmati segelas susu anget dan mendoan hahahaha mendoan lagi mendoan lagi....

Setelah dirasa cukup akhirnya kami pulang dan karena saya juga harus buru buru ke terminal Purwokerto untuk melanjutkan perjalanan saya ke Purbalingga.

Sampai di Terminal Purwokerto sudah tidak kebagian bus karena kemalaman hahaha tapi setelah nunggu lama akhirnya ada juga tapi itu juga karena adanya para pendaki gunung slamet yang mau mendaki lewat jalur bambangan,  Alhamdulillah bisa ke Purbalingga malam ini meskipun masih kangeeeenn bangeeett sama kota Purwokerto :(


To be Continued to Purbalingga

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com