Telusur Wisata Dieng (Ada Apa Aja Sihh..??)

Haii.. Ketemu lagi hihihi jadi malu ini sama kalian,  semoga tidak bosen ya kalau lagi lagi ketemu dengan saya wkwkwk
Setelah kemaren Explore Curug Curug di Baturraden sekarang saya berencana untuk Explore Wisata wisata yang lagi hits di Purbalinga,  Eh tapi tiba tiba ponakan ngajakinya ke Dieng heuu... Berhubung saya juga belum pernah ke Dieng yang terkenal itu yasudahlah Explore Purbalingganya di Cancel dulu hahaha.. 

Perjalan ke Dieng saya di temani sama eh menemani ponakan saya yang masih cabe cabean... Haduhh

Jadi ceritanya begini temen temen kerjaan ponakan saya mau pada ke Dieng sama pacar pacarnya sementara dia sendiri Jomblo wkwkwk sementara dia sendiri pengen ikut karena ponakan saya juga akhir akhir ink lagi gila jalan jalan buat hunting foto foto,  biasalah anak alay jaman sekarang liat DP temen di BBM pasti langsung pengen ikut ikutan,  dan gak kece katanya kalau backgroundnya cuman itu itu aja. 

Karena Omnya lagi main kesitu jadi kesempatan deh buat dia ajakin nemenin ke Dieng,  yahh antara senang dan berat hati harus ikut. 

Berangkat dari Purbalinga pukul 06:30 Via kejobong mampir rumah temen dia dan Go Dieeng.. 
Perjalan ke Dieng kami tidak melewati jalan raya yang biasa di lewati sama bus Purwokerto Kebumen,  melainkan kita melewati jalan pintas,  saya tidak tau persisnya lewat jalur mana tapi yang jelas jalanya lumayan extreme berkelok kelok, nanjak,  naik, halus dan berbatu hahaha view perjalananya bagus,  melewati pelohonan jati,  kekuranganya kami tidak menemukan pom bensin kalau lewat jalur sini,  dengan terpaksa kami beli beli bensin eceran deh hehehe.. 

Setelah hampir tiga jam perjalanan nampaklah bebukitan yang tinggi yang bertanda Dieng Sudah deket huhuuuyyyy
Ni saya kasih lihat fotonya

Indah kan.. menurut temen saya rute ini rute terdekat kalau ke Dieng dari Purbalingga.

***
Menurut sejarah Dataran Tinggi Dieng disebut juga tempatnya bersemayamnya para Dewa dan Dewi, Nama Dieng sendiri di Ambil Dari Bahasa Kawi, 
“Di” Yang artinya tempat atau gunung, sedangkan “Hyang” adalah Dewa, sehingga di artikan Dieng adalah daerah pegunungan tempat bersemayamnya Dewa dan Dewi tinggal.

Nah setelah tahu sedikit tentang arti dari Dieng sekarang saatnya kita explore apa apa saja si di Dieng yang bisa kita kunjungi?? berdasarkan pengalaman, lokasi pertama yang saya datangi adalah

1. Telaga Warna
Menurut saya tidak ada yang spesial dari telaga warna ini, namun telaga warna mempunyai cerita tersendiri yang katanya mitos yang cukup popular di telaga warna adalah tempat mandinya Dewi Nawang Wulan (7 Bidadari) Dan bagaikan Sebuah perjalanan manusia mencari makna hidup, Tempat ini Pun dari Dahulu dijadikan Sebagai tempat pembentukan karakter manusia, Sehingga, di setiap Sudut Tempat ini Memancarkan Makna, Dimulai dari warna air yang ada di Telaga Warna yang melambangkan lima unsur Manusia atau disebut juga ”Sedulur Papat Kalima Pancer” yang berarti bahwa kita manusia yang terlahir darikandunganseorang ”ibu” yang kelak akan menjalani kehidupan yang intinya kita harus ingat kepada ”Sang Pencipta”serta Menghormati ibu dan hidup bermasyarakat menurut ajaranAgama”,dan dilanjutkan perjalanan kita menuju sebuah cermin besar yaituTelaga Pengilon.


Selain itu menurut warga sekitar, legenda warna yang muncul dari permukaan telaga tersebut dikarenakan pada jaman dahulu kala da cincin milik seorang bangsawan yang jatuh ke telaga tersebut, dan secara ilmiyah adanya warna yang berbeda tersebut karena adanya pembasan cahaya pada endapan belerang tersebut. Sumber : http://anekatempatwisata.com/5-tempat-wisata-di-dieng-wonosobo-yang-wajib-dikunjungi/#

Dominasi warna dari telaga ini adalah hijau, biru laut, dan putih kekuningan, katanya kalau ingin melihat warna dari telaga warna harus mendaki ke puncak bukit di sekelilingnya, tapi pas saya ke puncak batu pandang tidak melihat cahaya warna dari telaga warna tersebut, mungkin hanya orang orang tertentu saja kali yang adapat melihat. hehehe

2. Telaga Pengilon
Telaga pengilon terletak berdampingan dengan telaga warna, untuk melihatnya kalian tingal jalan aja memutari telaga warna maka sampailah ke telaga pengilon.

Telaga pengilon diartikan sebagai cermin besar yang mitosnya untuk mencerminkan kebaikan dan keburukan manusia, mitosnya juga kalau pas bercermin di telaga pengilon, kalau airnya keruh buruk sedangkan kalau keruh berati jahat, saya tidak sempet mencobanya waktu itu hehe.
Setelah dari telaga peñgilon harusnya saya ke batu tulis, tapi karena keterpesonan kami dengan batu pandang akhirnya kami melanjutkan ke batu pandang.


3. Batu Pandang
Batu Pandang adalah sebuah bukit batu yang dimana kalau kita di atasnya kita bisa melihat dieng lebih luas, saat perjalanan ke batu pandang kami melewati jalan yang salah, kami melewati jalan pipa airnya pak tani, pertama terlihat seperti sering dilewati banyak orang, eh lama lama malah buntu, terpaksa kami harus membuka jalur sendiri karena tidak mungkin untuk turun lagi, tapi serunya disini gengs tapi sedikit takut juga si karena saya ternyata lagi sama dedek dedek gemes yang gak pernah ke gunung.
Setelah meleati beberapa rintangan akhirnya sampai deh di batu pandang ini diaa..


Bonus dari salah jalan ini kami jadi tidak bayar tiket masuk hehehe karena sebenernya untuk ke batu pandang ini juga di kenakan tarif heu
Di batu padang ini kalian bisa melakukan beberapa aktivitas seperti flaying fox, kanopi trail dan lain sebagainya.

Sebenernya kami masih betah di batu pandang, tapi karena waktu kita terbatas kita harus segera bergegas ke ikonya Dieng yaitu 

4. Kawah Sikidang
Untuk menuju Kawah Si Kidang kami harus pindah lokasi parkir kami, karena jarak dari telaga warna ke Kawah SI Kidang lumayan jauh.
Untuk masuk ke Kawah Sikidang akan dikenakan tiket masuk 10.000 pas hari libur, sebelum kalian masuk ke Kawah Si Kidang jangan lupa beli masker dulu ya, karena aroma belerang di Kawah Si Kidang sangat menyengat.

Sebenernya dieng mempunyai beberapa kawah namun kawah yang paling hits adalah kawah Si Kidang, kenapa dinamakan Kawah Si Kidang katanya karena gejolak magma di kawah ini selalu berpindah pindah layaknya Kidang, Kidang adalah nama hewan yang dalam bahasa Indonesia adalah Kijang.

Di Kawah Si Kidang ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan, yaituuu :
  1. Memancing telur, tapi sepertinya buat pengunjung biasa tidak diperbolehkan untuk mancing sendiri, tapi kalau kalian ingin mencicipi rasa dari telur hasil rebusan kawah kalian bisa membelinya disitu langsung.
  2. Selain mencicipi telur rebus rasa belerang kalian juga bisa berfoto dengan burung hantu, namun kalian akan dikenakan tarif 5000 jika ingin berfoto dengan burung hantu tersebut.


Tips saat berfoto dengan burung hantu, usahakan cari background yang sepi tidak ada pengunjungnya, biar bagus, pengalaman sendiri pas foto sama burung hantu, dibelakangnya banyak orang jadi tidak terlihat seperti lagi dimana gitu hahaha

Setelah puas dengan Kawah Si Kidang perjalanan kami lanjutkan ke Candi Arjuna.

5. Candi Arjuna
Candi di dataran tinggi Dieng adalah simbol kepariwisataan Dieng, dimana dieng yang terkenal dengan tepat tinggalnya para Dewa dan Dewi, ada beberapa banyak candi di Dieng namun candi yang kami kunjungi adalah Candi Arjuna, ada beberapa candi yang bisa kalian kunjungi di komplek candi arjuna, yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Punta Dewa dan Candi Sembadra.
Saat kami berkunjung ke sana candi arjuna sedang di renovasi.


Selain ke Lima lokasi Wisata di atas masih banyak lokasi lokasi yang bisa kalian kunjungi, yang tentunya tidak bisa di jangkau dalam waktu sehari, dan perjalanan ke dieng hari inipun selesai sampai disini dan akan di lanjut ke perjalanan selanjutnya. 
Untuk perjalanan selanjutnya.



6. Bukit Sikunir
7. Gunung Prau
8. Telaga Mardada
9. Gardu pandang Tieng
10. Telaga Cebong Dieng
11. Sumur Jalatunda

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com