Bukit Samoan : Perjalanan Penuh Drama dan Kegalauan

Bukit Samoan terletak di desa Siremeng Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Bukit Samoan sebenarnya kepanjangan dari Pesamoan namun masyarakat lebih simpel memanggilnya Samoan.
Bukit Samoan merupakan bukit yang lagi hits setahun belakangan ini di kalangan pecinta alam, karena bukit Samoan memiliki pemandangan yang indah, sunset yang indah dan lukisan gunung Sindoro Sumbing yang indah, kalian juga bisa melihat gunung tertinggi di jawa barat dari bukit samoan,

Bukit Samoan adalah ambisi dan kerinduan kami berjalan bersama menikmati keindahan alam bersama sahabat sahabat kami yang terangkum dalam Maszal Pemalang Adventure, besarnya ambisi dan kerinduan itu membuat kami memutuskan untuk berkunjung kebukit samoan di hari lebaran sore harinya, dimana semua orang sedang sibuk merayakan lebaran, mengunjungi sanak family dan lain lain

***
Perjalanan ke bukit samoan kami tempuh dengan 7 anggota, dimana ketiga anggota tersebut adalah orang yang mengharuskan kami untuk naik malam itu juga, karena kami yang jarang sekali bertemu denganya.
Seperti biasa kami kumpul di basecamp sesuai jam yang sudah di sepakati bersama yaitu jam 16:00 sore.
Jam 16:00 sore kami berenam sudah stand by di basecamp, sampai waktu menunjukan pukul 17:00 satu dari sahabat kami belum juga berkabar untuk keikutsertaanya, hingga terpaksa kami harus meninggalnya karena waktu sudah sangat sore.

kekecewaan yang mendalam terpendam pada hati kami semua, ingin rasanya kami memaki makinya dengan tanpa merasa berdosa, orang yang membuat kami merelakan meninggalkan hari lebaran demi menikmati dinginnya angin pegunungan bersamanya justru menghilang tak berkabar.
Dengan perasaan hati yang hancur berkeping keping seperti habis di putusin pacar, kami lanjut menuju bukit samoan, dengan rute yang sama sekali kami belum tahu.

***
Tidak seperti biasanya, jalanan hari ini dipenuhi dengan antrian bbm sampai ke jalan raya, yang mengakibatkan jalanan menjadi macet total.
Kesal, emosi, kembali memuncak,
Ini salah siapa, ini gara gara siapa???? Ingin rasanya kembali memaki maki ivan yang membuat kami terlambat berangkat.
Macet pas ke Bukit Samoan

Ditengah kemacetan yang tak kunjung selesai, tiba tiba saya di kagetkan dengan teriakan teman kami yang satunya lagi

"Oli samping motor gua bocor…!!".

Sekejap gua merasa lemes
Petaka apalagi ini…..
Macet saja belum kelar, masalah sudah datang lagi…
Antara pengen marah, dan ingin putus asa, tapi sialnya ini lebaran yang dilarang untuk marah marah....

"Tuutt…tuuut…"

"Hallo…"

"Bisa minta tolong anterin motor kesini gak...."

Terdengar suara ponakan gua meminta bantuan ke adiknya untuk nganterin motor kesini
Gua bersyukur sekali, meskipun gua gak punya adek tapi gua punya banyak ponakan yang pada baik.
Ivan pun tiba tiba datang, menyusul perjalanan kami, baiklah kami tidak jadi marah...
Kebingungan pas ke Bukit Samoan

Adzan maghribpun berkumandang, sepagi pendaki yang sholeh kami mampir dulu ke masjid alun alun moga sambil menunggu anteran motor, sampai memasuki waktu isa kami baru bisa melanjutkan perjalan ke bukit samoan.

Perjalanan dari moga ke bukit samoan hanya sekitar 20Menit, dengan bantuan GPS sampailah kami di desa siremeng,

Tanpa buang waktu gua langsung nanya sama ibu ibu yang di pinggir jalan, kalau mau ke bukit samoan itu lewat mana?

"Lewat sini mas, motornya bisa di parkir disitu? Itu rumah pak RTnya?"

Tanpa buang waktu gua langsung nyosor saja masuk kerumah pak RT untuk pamit dan izin parkir motor, namun terpaksa pak RT tidak bisa mengizinkan kami naik lewat jalur tersebut, karena itu bukan jalur resmi... Disini saya merasa sedih

Sebagai ketua RT yang baik akhirnya beliau mengantarkan kami ke basecamp bukit samoan, atau juru kunci masuk kawasan bukit samoan.
Basecamp Bukit Samoan

Kami di sambut dengan ramah oleh juru kunci tersebut, di persilahkan duduk dan di kasih minum, namun tak lama kami duduk, terdengar suara rintikan hujan....
Kami mencoba tenang, dan mengalihkan perhatian kami dengan berbincang bincang dengan juru kunci, banyak arahan arahan yang beliau berikan yang antara lain :

1. Naik ke bukit samoan jangan kupa permisi
2. Niat ibadah
3. Pas masuk ke petilasan jangan lupa ucap Assalamualailum
4. Jangan sombong dan lain lain

Selain itu pantangan di bukit samoan juga di larang untuk membawa ayam yang masih hidup, dan seandainya mau bakar bakaran ayam juga jangan lupa untuk menawarkan kepada penghuni di situ. Dan kata temen gua si gak boleh ganjil juga.
Kami sedikit merinding mendengar ada petilasan di area puncak samoan, namun rasa penasaran kami juga semakin tinggi,

"Niku petilasane sinten pak?"

"Itu petilasane mbah......??"

"Ohhh...."

Setelah menjawab pertanyaan gua, beliau langsung masuk kamar dan kembali dengan membawa segelas air putih.

Gua sudah tau, pasti bakalan nyuruh kami bertujuh untuk meminumnya.

Dan ternyata benar dugaan saya, kami disuruh meminum air putih tersebut, dan satu dari temen kami di beri bekal untuk menemani kami menuju ke bukit samoan, galau gua hilang berubah jadi merinding... hii...

Hujan mulai reda, kami pamit untuk menuju samoan...
Namun beberapa langkah kami keluar, hujan tiba tiba kembali datang...
Dalam hati, sepertinya langit sedang tidak bersahabat, tapi apa mau di kata, kami semua sudah sampai disini...

Hujanpun tiba tiba berhenti... 

Gua merasa ada yang aneh dengan tanda tanda alam seperti ini, sebentar hujan, sebentar berhenti....

Kami terus melanjutkan perjalanan ke bukit samoan, dari basecamp menuju ke arah timur, melewati sebuah perkebunan bambu, dan melewati sebuah sungai yang kering, rute perjalananya sangat enak untuk dilalui, namun bulu kuduk kembali merinding ketika kami melewati perkebunan bambu dan sungai kering tersebut, gua memang tidak tau daerah sini, namun kami tetap terus berjalan....
Jalur Malam Bukit Samoan

Banyak penunjuk arah diberbagai lokasi, sehingga memudahkan kami untuk menuju ke pos I bukit samoan.
Penunjuk Arah Ke Puncak Samoan

Sampai di POS I, udara malam yang sejuk mulai menyapa kami.....
Berasa di bukit bulu wayang, seru temen kami....
Hembusan angin yang kurasakan saat itu memang hembusan angin yang kurindukan, gua sedikit merasa lega, karena kami ternyata sudah sampai di pos I dengan personil yang komplit...
Pos I Bukit Samoan

Yukkk... lanjut... seru gua dengan penuh semangat...
"Kakak gua telfon,..." terdengar rintihan ivan seperti dalam masalah besar...?
"Lu kenapa bro???"
"Gak tau, saya di suruh pulang?"
"Oughh... terus gimana??"
"Gak papa yukk lanjut aja..???"
"Ok...!!"
"Tut tut tut..."
Terdengar dering suara handphone ivan...
"Gaes... kakak saya SMS, Ibu saya tiba tiba tidak sadarkan diri, aku harus pulang."
Dengan nada yang sangat lirih dia berucap.

Kami semua tertunduk menyesali kejadian tersebut.

Tanpa banyak kata gua kembali turun ke basecamp mengantarkan dia kembali ke basecamo dan membiarkanya pulang sendirian, sementara itu ke empat temen kami menunggu di post I.

Gua gak tau apa yang harus saya lakukan waktu itu.

Setelah selesai mengatar ivan, gua dan masis kembali menuju ke post I untuk menyusul dan kembali melanjutkan perjalanan ke bukit samoan, namun tiba tiba ditengan perjalanan, kami dikagetkan dengan tetmen temen kami yang ternyata ikut kembali.

"Bro... kayaknya kita gak bisa melanjutkan perjalanan ke bukit samoan?"
"Gua merinding.."
"Kenapa?"

"Iya mungkin lain kali kita bisa kesini lagi saja, tiba tiba langit gelap, gelap sekali, kita tidak bisa memaksakan perjalanan ini, sepertinya kejadian dari kita berangkat adalah tanda kalau kita belum diizinkan ke puncak samoan.."

Oh My God... antara percaya dan tidak percaya, kembali hati gua hancur berkeping keping, tapi bukan karena ivan, dan bukan karena kembalinya kami, tapi karena ego gua sendiri yang dengan tega membirakan seorang sahabat pergi dengan masalah.

Puncak samoan memang indah, tapi keutuhan persahabatan kami lebih indah, kami langsung bergegas pulang, cemas terjadi sesuatu dengan ivan, dan ternyata benar, dia terlihat shock mendapati ibunya yang tidak sadarkan diri...

Gaes puncak memang ambisi setiap pendaki, tapi jangan lupakan persahabatan dan keselamatan hanya karna keegoan seorang pendaki.

Buat kalian yang mau kebukit samoan atau mau naik gunung mending jangan pas hari lebaran deh, solanya sepertinya suasana lebih serem kalau mendaki pas lebaran....


Update Puncak Samoan By. Asep






Maaf kalau gambarnya kurang begitu jelas, selain berkabut karena memang menggunakan kamera ponsel dan fotographer yang masih amatiran... hehehe

4 komentar

  1. Terus kalau bawa makanan, cara nawarinya gimana? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sama kaya nawarin ke orang gan, tapi ya jadi kaya orang gila gitu... hahaha

      Delete
  2. Alam itu memang indah, tapi persahabatan , lagi indah. Betol betol betol ???
    Kompak selalu sob sama Team Adventure nya

    ReplyDelete

Hi... terima kasih sudah berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.


For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com