Jalur Gunung Slamet Via Bambangan

By : Asep_Maszal

Salam hangat mentari dari puncak terindah Gunung Slamet 3428mdpl
Hallo Gaes kenalin saya asep dari Maszal Pemalang Adventure, di tulisan pertama ini, saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman saya saat mendaki gunung slamet 3428 mdpl via jalur Bambangan.
Gunung Slamet Via Bambangan

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa tengah, dan tertinggi ke dua di jawa setelah gunung Semeru.
Gunung slamet terletak di antara lima kabupaten yaitu Kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, ada 8 jalur yang bisa kalian daki di antaranya :
  1. Jalur Guci tegal
  2. Jalur Jurangmangu
  3. Jalur Bambangan Purbalingga
  4. Jalur Dipajaya Clekatakan (Jalur Baru)
  5. Jalur Baturraden
  6. Jalur Kaliwadas Brebes
  7. Jalur Kaligua Bumiayu dan
  8. Jalur Dukuhliwung
Pada kesempatan kali ini saya akan share pengalaman saya melewati jalur Bambangan Purbalingga.
Sebelumnya buat kalian yang mau mendaki gunung slamet via bambangan berikut sedikit aksesnya yang bisa kalian tempuh :
  • Jakarta - St Purwokerto - Naik angkot orange jurusan terminal Purwokerto Rp 5. 000 - dan dilanjut naik bus jurusan Bobotsari atau Purbalingga serayu Rp. 20.000, bilang saja ke kondekturnya mau ke serayu jalur pendakian gunung slamet via Bambangan, setelah sampai di serayu, nanti masih dilanjut dengan menggunakan angkutan desa atau dengan menggunakan jasa ojek, namun kalau kalau naik bus kalian bisa langsung turun di terminal purwokerto
  • Jakarta - Stasiun Pemalang - Terminal Purbalingga Rp. 25.000 - dan turun di pertigaan karangreja (jalur gua lawa - bambangan) nanti bisa silanjut dengan angkudes atau ojek.
Nah itu dia dua jalan yang bisa kalian pilih, kalau menurut saya sendiri jaraknya antara dari Pemalang dan Purwokerto sama saja jaraknya, cuman banyak yang bilang lebih dekat lewat Purwokerto, sekedar informasi usahakan sampai terminal Purwokerto tidak terlalu malam karena bus hanya sampai sekitar jam 8 terkecuali kalau kalian banyak rombongan kalian bisa sewa mobil.
Namun kalau lewat Pemalang, usahakan jangan sampai malem karena bus jurusan Purbalingga adanya siang sekitar sampai jam 3an.
Pendakian gunung slamet via Jalur Bambangan mempunyai IX Pos yang akan kalian lalui dengan estimasi sebagai berikut :
  1. Basecamp – Pos I (Pondok gembirung (1Jam)
  2. Pos I - II Pondok walang ( 1,5 Jam)
  3. Pos II - III Pondok Cemara (1 Jam)
  4. Pos III - IV Pondok Samarantu (Jam)
  5. Pos IV – V Pondok Samyang Rangkah (30menit)
  6. Pos V – VI Samyang Jampang (20 Menit)
  7. VI – VII Samyang Kendil (20 Menit)
  8. VII – VIII (20 Menit)
  9. IX - Puncak
Ok langsung disimak aja yuk ceritanya siapa tau bisa bermanfaat buat kalian yang mau naik via bambangan hahaha... 

Ok seperti biasanya kami berkumpul di basecamp untuk mempersiapkan perlengkapan yang harus kami bawa, karena hal itu sangat wajib bagi para pendaki.

Setelah semuanya sudah dipersiapkan tak lupa kami memeriksa ulang barang bawaan kami agar tidak ada yang ketinggalan, soalnya bakalan ribet kalau sampai ada yang ketingalan deh hahaha...
Sekitar pukul 14:00 kami siap menuju basecamp Bambangan dengan mengunakan sepeda motor, karena jarak dari tempat kami ke jalur bambangan hanya memakan waktu sekitar satu jam, perkiraan kami bisa sampai di lokasi sekitar jam 15 :00 dan langsung melanjutkan perjalanan sebelum malam datang, tapi ternyata ditengah perjalanan hujan datang tanpa aba aba dengan derasnya.. Grrr

Dengan terpaksa dari pada basah akhirnya kami spontan mlipir berteduh mencari tempat untuk berteduh, hampir satu jam kami menunggu hujan reda, namun tak juga reda, dan dengan terpaksa dari pada kesorean kami kembali melanjutkan perjalanan ditengah derasnya hujan.

Pukul 16:00 kami baru sampai di Basecamp Bambangan, selisih satu jam dari rencana.
Kami beristirahat sejenak, mengatur nafas sambil menikmati secangkir kopi hangat, yang jarang sekali bisa saya nikmati ditengah dinginya anginya pegunungan grrr...

Tak lupa satu di antara kami melapor keberadaàn kami ke Basecamp untuk registrasi simaksi, dengan biaya 5000/orang, dan pakir 10.000/Motor, selanjutnya tak lupa juga kami melakukan sholat ashar berjamaah sebelum memulai perjalanan menuju ke pos satu yang katanya diperkirakan satu setengah jam perjalanan, karena dari jalur Bambangan jalur yang paling lama adalah jalur ke pos 1 dan ke pos II,
Jangan pernah percaya kalau ada yang bilang cuman 15menit, karena 99% pendaki adalah PHP hahaha jus kid..

Pukul 17:00 kami memulai perjalanan dari bascamp ke pos I, langkah demi langkah kami lalui, pemandangan pemandangan yang indah melupakan kami dengan lelahnya perjalanan yang sudah mulai terasa.

Kurang lebih sekitar pukul 19:00 kami baru sampai di pos I , kami beristirahat sambil bercanda gurau untuk menghilangkan lelah, gak mau munafik kalau naik gunung itu capek gaes... tapi kok sekarang pada suka naik gunung ya hahaha...

Kurang lebih 1/2 jam kami beristirahat, ya merupakan waktu yang sangat lama untuk istirahat, karena beberapa dari kami adalah pendaki yang baru pertama mendaki, alias pemula.
Pos I Gunung Slamet Via Bambangan

19:30 kami melanjutkan perjalanan ke pos II, namun ditengah perjalanan hujan kembali turun dengan derasnya, kami memutuskan untuk mendirikan tenda untuk berteduh, buat kalian jangan lupa bawa mantel ya kalau mau mendaki.

Untuk menghangatkan tubuh kami yang dari tadi kehujanan tak lupa kami menikmati 
Cemilan dan menikmati wedang jahe ya yang kami bawa, karena sangkin dinginya tanganpun hampir tidak bisa merasakan panasnya air.
Hampir satu jam kami menunggu hujan reda, eh malah tambah deras.... :(

Pukul 22:00 hujan barulah reda, kami mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan menuju pos II, kami bergegas, merapikan tenda, dan bersiap siap, meskipun kami tahu medan yang akan kami tempuh pasti terjal dan licin, senter dan tracking pool siap membantu perjalan kami menuju pos II.
Kami berjalan sangat hati hati sekali, tak lupa dalam hati kami selalu berdoa untuk keselamatan kami bersama.

Langah demi langkah kami lalui, berjalan ditengah gelapnya malam dan udara yang begitu dingin, namun tak menyurutkan semangat kami untuk menggapai pucak slamet 3428mdpl, karena kami pernah tersesat dan tak sampai ke puncak waktu lewat jalur guci.

Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Guci (Kisah Tersesat di Gunung)

Sekitar pukul 23:00 barulah kami sampai di pos II, di sini kami tak membuang waktu lama lama untuk beristirahat, karena perjalanan masih jauh, kami langsung melanjutkan menuju pos berikutnya, yaitu pos III, jarak dari pos II ke pos III memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan malam.

Di pos III kami beristirahat sebentar untuk memulihkan tenaga kami, dan kembali melanjutkan perjalanan ke pos IV, sampai di pos IV, sepanjang perjalanan ke pos IV tak lupa kami sambil mencari tempat kembali untuk mendirikan tenda, karena informasi yang kami dapat pos IV sampai pos IX sudah dipenuhi oleh pendaki lain.

Pukul 00:00 kami sampai di pos V, kami belum memutuskan untuk beristirahat, kami terus lagi berjalan karena waktu yang kami perkirakan tidak sesuai dengan yang kami harapkan, tapi itulah hidup, tak selamanya sesuai dengan keinginan.

Kami langsung melanjutkan untuk menuju pos V, tapi baru setengah perjalanan kami memutuskan untuk beristirahat dan mendirikan tenda, karena lelah yang sangat lelah dan udara yang begitu dingin, beruntunglah kami mendapati tempat untuk mendirikan tenda di tengah perjalanan menuju ke pos V.
Sambil istirahat kami tak lupa berdiskusi untuk rencana selanjutnya sambil menikmati mie rebus yang sudah disediakan untuk mengisi perut kami yang lapar.

Di tengah lelahnya kami melakukan perjalanan tak lepas dari sendau gurau kami untuk menciptakan suasana yang ramai dan asik, karena mendaki gunung yang harus dinikmati adalah segala sesuatu yang terjadi di perjalanan, termasuk hujan tadi.

Sekitar pukul 02:00 satu persatu dari kami mulai terlelap tidur, karena memang kami harus menyiapkan tenaga yang extra untuk melanjutkan perjalanan ke puncak besok.
Pukul 05:00 kami kembali bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan ke pos VI dan seterusnya, namun kejadian tak seperti yang kami harapkan, karena di antara ada satu teman yang mendadak sakit dan muntah muntah dan tak bisa lagi melanjutkan perjalanan.
Kami bingung, namun ternyata ada 2 teman kami lagi ternyata merasa tak sanggup untuk melanjutkan perjalanan.

Kami bingung, ragu dan bimbang, karena diantara keinginan kami untuk sampai ke puncak ada teman kami yang sudah tak sangup.
Kami berkumpul dan berdiskusi, sampai kurang lebih 1/2 jam akhirnya kami mengambil kesepakatan ketiga temen kami menetap di tenda, saya dan 9 teman yang lainya melanjutkan perjalanan menuju pos VI,VII, dan IX.

Kesepakatan ini memang sangat berat sekali, mungkin kalian bakalan menilai kami yang melanjutkan kepuncak adalah orang yang mengutamakan egonya sendiri demi sebuah puncak, tapi pernahkah kalian melihat film everest 2015, kejadian seperti tak perlu melulu memojokan yang masih kuat, tapi bagaimana juga si pemula menyiapkan fisiknya agar tetap terjaga.

Tapi itu semua memang sudah menjadi kesepakatan kami bersama, meskipun berat kami harus tetap melanjutkan perjalanan, dengan perjanjian ketiga teman kami tetap menunggu sampai kami kembali.
Kami melanjutkan perjalanan dengan perasaan tak tega, namun kami harus tetap bersemangat dengan misi kami , dan tak lama kami berjalan kami sampai di pos VI, dan langsung dilanjut menuju pos VII, di tengah perjalanan menuju ke pos VII kami terhenti sejenak, kagum dengan keindahan pancaran mentari yang mulai menampakan cahayanya, Kemudian kami berjalan lagi hingga sampai di pos VII.
Sunrise gunung slamet
Kami melanjutkan perjalanan lagi menuju pos VIII, dari sini track yang kami lalui mulai terasa susah, licin, sisa hujan semalam dan jalanyapun mulai lebih menanjak, namun tak lama kami berjalan sampailah kami di pos VIII.

Kami terus berjalan, meskipun lelah dan capai mulai sangat terasa sekali, tapi kami harus tetap bersemangat karena puncak tinggal sebentar lagi, dan sampailah kami di pos IX yang merupakan pos terakhir jalur pendakian via Bambangan.

Dari pos IX menuju ke puncak disinilah boleh dibilang perjalanan yang sesungguhnya yang lebih harus extra hati hati banget, karena track yang harus dilalui adalah bebatuan berpasir.
Di track ini kewaspadaan dan kehati hatian harus kami utamakan sekali, karena batu batuan yang mudah lepas dan teejatuh kebawah kami, karena di atas kami juga banyak pendaki yang sedang berjalan begitu juga di bawah kami.
Medan terjal menuju puncak slamet

Meski terasa sangat lelah dan berat sekali kami terus berjalan, dan saat mata ini melihat ke atas dan puncak mulai dekat kami merasa yakin dan pasti bisa bisa menggapai puncak tertinggi di jawa tengah ini, itulah yang dalam sekejap menghilangkan rasa lelah kami dan bersemangat menggapai puncak slamet 3428mdpl.
Batas Vegetasi Puncak Slamet

Dan tepat pukul 07:00, dengan bangga, diiringi sujud syukur kami, sampailah kami di puncak gunung slamet 3428Mdpl, meskipun dalam benak kami masih terpikirkan dengan nasib ketiga teman kami.
Dan disini, di puncak ini, semua rasa capek, lelah, haus, sudah tak terasa lagi, terbius oleh keindahan keindahan yang menakjubkan, dalam hati ini hanya bisa berucap, Allahu Akbar . . . .Sungguh indah ciptaanMu Ya Allah.



Maszal Pemalang adventure di Puncak Slamet








Inilah sedikit cerita yang kami alamj dan rasakan saat kami dan rasakan saat mendaki gunung slamet 3428mdpl via bambangan.
Tekad, Niat dan Do'a itulah hal yang sangat penting ketika ingin mendaki Gunung...
See u gaes semoga bermanfaat...
Jangan lupa like and share ya... hehehe

1 komentar