Ciremai Via Linggasana : Expedisi Setengah Galau (Jalur Baru )

“Bahkan saat lelahpun kau masih ada dalam ingatanku”

Ciremai adalah salah satu diantara tiga gunung yang berhasil menjadi rencana pendakian kami, kami yang kangen akan ketinggian, dan kami yang rindu akan teman teman yang sekarang terpisah oleh jarak dan waktu, kami akhirnya merencanakan sesuatu untuk bertemu dalam pendakian, namun di lain pihak rinduku juga masih tertahan ketika kamu tidak ada saat menjelang kepergianku.

Ingin sekali rasanya bertemu denganmu sebelum aku pergi??
Ingin sekali rasanya kau tak merelakanku pergi, dan aku bilang.

“Aku pasti akan kembali untukmu” sambil mencium tanganmu, atau mencium keningmu.

Tapi itu hanya mimpi di siang bolongku, siapa aku di matamu, masih di anggap sebagai teman saja harusnya gua sudah bersyukur.

Ya... aku tahu itu, kamu memang tidak peduli dengan perasaanku, kamu memang tidak mau tahu dengan perasaanku, tapi aku sangat berharap sekali pengertianmu, untuk bertemu denganmu saat ini, meskipun bulshit saja ketika kamu memberi pengertian kepadaku, yang ada aku hanya tambah baper...

Saat terakhir aku mengabarimu, kau masih bilang akan mengusahakanya, dan saat menjelang aku pergi, kita sudah tak mungkin bisa berjumpa lagi, karena aku bukan prioritasmu yang kau bela belakan untuk menemuiku saat lelahmu...

Aku tahu itu, aku juga tahu ini bukan urusanmu lagi... aku hanya berharap sedikit pengertianmu untuk menghargai hati yang masih mencintai... Taik memang mempunyai perasaan seperti ini.


Ciremai Via linggasana

Ciremai menjadi pilihan kami, karena memang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat, yang terletak di  Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka dengan ketinggian 3078Mdpl dan dengan akses yang mudah buat kami tempuh dengan jarak yang sama sama jauh.
Aku membiarkanmu berlalu ketika aku sudah tidak mungkin lagi bertemu denganmu, meski rasa rindu ini tak bisa di bohongi lagi.

Hujan turun dengan derasnya, membuatku basah namun membuatku lega, ketika kucuran air dari langit membasahi tubuh yang lelah olehmu. yang membuatku sakit menjelang pendakian.
Namun rencana matang yang sudah di rencana berbulan bulan sia sia rasanya kalau aku tidak jadi ikut gara gara sakit, mulai dari minum madu, dan obat obatan lainya masih membuatku tak berdaya, hingga waktunya tiba aku masih tepar dalam kamar kos yang berantakan.

Dengan raga yang masih lemas, kupaksakan berangkat menuju Jakarta Selatan untuk bertemu teman teman yang lain.


Transportasi Jakarta – Ciremai
Kami menuju mt ciremai kuningan lewat Terminal kampung rambutan dengan menggunakan bus luragung (Rps. 80.000/ Orang) dan berhenti di pertigaan atau bunderan linggarjati, kami sampai sekitar jam 04: 30 WIB, karena waktu masih subuh dan tidak ada kendaraan akhirnya kami telfon pak yatno ( Penjaga Basecam Linggasana ) untuk di jemput.

Jadi kalau mau naik lewat linggasana itu ada mobil jemputan dari linggasana menuju basecamp kalau misalkan tidak ada ojek atau angkot, kalian tinggal telfon saja pak yatna, orangnya baiiikkk bangeet.. ( 10.000/Orang *Nego )

Sampai di basecamp kami langsung di suguhi teh anget manis, dalam hati, ini sungguh jamuan yang istimewa sekali, bagaimana tidak istimewa, kami yang datang dari jauh dengan membawa sejuta lelah langsung di sambut dengan ramah dan baik.

Setelah menikmati hangatnya teh dalam dinginnya udara pegunungan kami langsung melakukan registrasi, dengan biaya 50.000/ Orang beserta foto kopi KTP, jadi dengan HTM 50.000 ini ternyata kita dapat suguhan teh anget, sertifikat dan makan satu kali, untuk makanya bisa di ambil langsung atau pas pulangnya, karena kami butuh tenaga untuk persiapan naik, akhirnya makanan kami ambil waktu itu juga untuk bekal perjalanan, 

Sekitar jam 07:00 kami langsung mau memulai pendakian, namun apa yang terjadi, ketika satu carrier logistik kami tidak ada yang membuat kami semua panik dan bingung, dimana keberadaan carrier logistik yang super duper penting tersebut.

Namun untungnya sebelum kami turun dari bus kami sempet tukeran nomer hape dengan supir kondektur bus, karena mereka berharap kami pulang dengan menggunakan bus tersebut, sehingga akhirnya kami mencoba menghubungi kondektur bus yang kami tumpangi, dan ternyata tas nyata tasnya tertinggal di buuuus teman teman... omaigooot..... mungkin kami terlalu lelah menghadapi kenyataan sampai sampai lupa.

Keberadaan bus tersebut sudah jauh, berada di daerah (Lupa) dengan jarak tempuh sekitar satu jam, tanpa mikir terlalu panjang akhirnya saya dan imam langsung wus mencari keberadaan bus tersebut, dengan mengandalkan GPS, namun ternyata ada dua daerah dalam satu nama, yang mengakibatkan kami kesasar.. 

Udara pagi yang dingin mulai berasa di perut.. .. sial lupa tidak pakai jaket.

Setelah balik arah dan coba tanya sana tanya sini akhirnya kami menemukan juga busnya, dan Alhamdulillah akhirnya ketemu juga tasnya.
Perjalanan mengambil tas yang harusnya satu jam kini molor menjadi dua jam, pendakian terlambaaat..

***
Pukul 09:00 kami baru mulai melakukan perjalanan menuju post I, namun ternyata ke empat dari kami sudah memulai duluan, sedikit sedih si karena akhirnya kita tidak bisa jalan bareng sesuai dengan apa yang kami harapkan, bisa bercanda bersama dalam perjalanan mendaki gunung.


Basecamp ke Pos I (Kikuwu)
Perjalanan menuju post I sekitar satu jaman, melewati perkebunan warga dengan track yang masih landai, namun ya tetep aja capek dan banyak istirahatnya.
Setelah sampai di post I hujan mulai turun dan sesegera mungkin kami langsung mengenakan jas hujan yang kami bawa.

Pos I ke Pos II (Wirabuana 1.300Mdpl)

POS II Mt Ciremai

Perjalanan dari post satu menuju post dua kami lalui dengan berhujan hujanan, hingga akhirnya kami menemukan sebuah pertigaan yang menunjukan antara jalur lama dan jalur baru, dan kami menemukan sebuah pesan dari teman kami yang berangkat duluan kalau mereka lewat jalur baru.

Jadi ternyata kenapa dibuat jalur baru karena di jalur lama hanya terdapat satu mata air yaitu di post II dan setelah itu sudah tidak ada lagi, sedangkan kalau melalui jalur baru terdapat sumber mata air lagi di post ki bima ( 1800mdpl).

Kami akhirnya lewat melalui jalur baru, dan tak lama dari pertigaan sampailah kami di Pos II, nah di post II ini terdapat sebuah sumber mata air yang mudah sekali di jangkau, yang mengalir dalam sebuah pipa yang telah di buat oleh pengurus basecamp Linggasana

Pos II ke Pos III (Ki Bima)
Perjalanan dari pos II menuju pos III mulai najak dan boleh di katakan muter muter kalau saya bilang, kami mulai sangat kelelahan dan perut sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi, meskipun kami memaksakan untuk jalan namun rasa lapar tidak bisa di tahan lagi, karena takut badan menjadi gemeteran karena habis kehujanan di tambah aku yang baru sembuh, akhirnya saya memutuskan untuk istirahat dan makan.

Hujan kembali turun sehingga terpaksa kami harus memasang flyseet untuk tempat kami berteduh sementara sambil memasak mie rebus, kami memasak mie rebus dengan ala kadarnya karena barang barang kami memang terpisah dengan yang berangkat duluan, cuman untungnya kompor sama panci masih ada sama kita, sehingga kami bisa memasak mie rebus... hehe namun piring dan lainya tidak ada sama kami, sehingga terpaksa kami memakanya dalam bungkusnya dan membuat sumpit dari ranting ranting.

Setelah berjalan cukup lama tanpa berhenti karena sudah makan akhirnya sampailah kami di pos III (Ki Bima ) dan beretemu dengan teman teman yang lain. 

Pos Ki Bima 1900Mdpl

Ternyata mereka sudah mendirikan tenda di pos III sedangkan waktu masih sekitar jam 4, namun karena hujan dan udara yang semakin dingin akhirnya kamipun beristirahat dan menikmati secangkir kopi yang mereka suguhkan.

Sebenernya kami masih ingin melanjutkan perjalanan untuk menuju post terakhir karena perjalanan kita masih baru di ketinggian 1.800 Mdpl yang artinya masih 1178 Mdpl lagi, namun ternyata hujan memaksa kami untuk berhenti dan bermalam di pos Ki Bima (1800Mdpl)

Baru kusadari ternyata ini malam minggu, ingatanku langsung tertuju lagi padamu yang sekarang mungkin sudah berada di rumah, aku kembali menggalau mengingatmu... Ah.. harusnya rasa tentangmu sudah tidak ada lagi di sini.

Hari ke II 
Sekitar pukul 03:00 WIB kami kembali memulai perjalanan, menuju puncak, berdasarkan peta, kami harus melewati 6 post lagi ( Lihat Peta) kami memperkirakan perjalanan menuju puncak hanya memakan waktu sekitar 2 jam, karena berdasarkan pengalaman kami saat saat naik gunung batu jonggol dengan ketinggian sekitar 1000Mdpl hanya memakan waktu 1 jaman, namun ternyata persamaan kami salah besar karena track yang begitu sulit akan memperlambat jalan kami.
Baca : Pesona Gunung Batu Jonggol Bogor Jawa Barat (One Day One Hiking)

Dari post KiBima kami terus berjalan berkejaran dengan pagi, 
“Sunrise oh sunrise...”
Berjalan berjalan dan terus berjalan hingga akhirnya kami menemukan sebuah pertigaan lagi, yaitu pertigaan pertemuan antara jalur linggasana lama, jalur linggarjati dan linggasana baru, hingga sampailah kami di Pos Sanggabuana.....

“Satu Bang”

Cletuk salah satu pendaki lain yang sedang beristirahat di pos Sanggabuana I.

Apaaahh Sanggabuana I, Oh my God... hari sudah semakin pagi dan perjalanan baru sampai di Pos Sanggabuana I, yang artinya masih ada dua post lagi yang harus kami lewati, 

“Perasaan kita sudah berjalan lama banget” *Nyinyir

Pos Sanggabuana I  ( 2. 545 Mdpl ) ke Sanggabuana II ( 2.665Mdpl)
Di Post sanggabuana I terdapat dataran yang luas, sehingga sangat cocok buat ngecamp, dan perjalan menuju puncakpun hanya memakan waktu sekitar 30Menitan.

Track Menuju Sanggabuana II

Perjalanan dari post sanggabuana I menuju sanggabuana II semakin terjal, dengan tanjakan berbatu yang kemiringanya mencapai 70 s/d 80 Derajat, menurut temen temen yang sudah pernah ke ciremai katanya jalur Bapa Terelah yang katanyatanjakanya sangat kejam, namun karena kami tidak melewati jalur bapa tere jadi medan sanggabuana I lah yang menurut saya kejam.

Dalam perjalanan menuju sanggabuana II perut sudah mulai keroncongan pake banget, dan bekal airpun sudah tak tersisa sedikitpun, membuat tenggorokan kami kering sampai tak bisa bicara.

Rasanya ingin teriak "Aku sudah tak mampu lagi........" tapi sepertinya percuma saja aku mengeluhkan semua beban ini, karena mau tidak mau aku harus menjalaninya sendiri, seperti rasa sakit hatiku dicuekin kamu, yang membuat aku ingin pergi saja darimu, namun rasa ingin memiliku lebih besar dari pada sakitku, sehingga aku harus menahanya setiap kali aku mengingatmu...

Pos Sanggabuana ( 2.665Mdpl) II ke Pos Pengasinan ( 2.800Mdpl)
Dari post sanggabuana II menuju pos pengasinan pemandangan indah sudah mulai terlihat, sehingga meskipun medan yang semakin nanjak, keindahan sekitar sangat memacu semangat kami untuk segera sampai di puncak.

Track Sanggabuana II menuju Pengasinan

Perjalanan menuju pos pengasinan sekitar 30 Menitan, kalau kata blog tetangga sih mitosnya kalau ngecamp di post pengasinan harus bawa ikan asin, biar tidak tersesat katanya, 

Pos Pengasinan 2.800Mdpl – Puncak (3078Mdpl)
Pos pengasinan adalah pos terakhir, sangat cocok untuk camp, karena sudah sangat sekali mendekati puncak, namun di pos pengasinan ini terdapat banyak sekali sampah... hehehe
Perjalanan dari pos pengasinan menuju puncak adalah dimana perjalanan panjangmu akan berakhir, lelah yang kau rasakanpun semakin hilang terhipnotis oleh keindahan alam dan padang edelweis yang super duper indah.
Pemandangan menuju puncak ciremai

Edelwais Mt Ciremai

Edelwais mt ciremai

Dan setelah perjalanan panjang yang aduhai nikmatnya itu, kini terbayarlah sudah dengan indahnya ciptaan Tuhan Puncak tertinggi  di Jawa Barat 3078 Mt Ciremaaaaaaaaiiiii.....

Ciremai 3078mdpl



Urutan pertama dari delapan anak yang pertama sampai puncak adalah saya kalau tidak salah, kemudian di susul dengan makmun dan asep, dan sisanya masih tertinggal jauh di belakang.

Kami sempet khawatir karena mereka jauh dari pandangan kami, kami takut mereka tak kuat menghadapi kenyataan, namun setelah sekitar setengah jaman akhirnya mereka sampai juga.... Huuuuuuu...

Kalau Kalian nggak puas dengan cerita ini, bisa lihat videonya langsung di bawah ini :




Masis in MT Ciremai

Imam in Mt Ciremai

maszal in mt Ciremai

mt Ciremai 3078mdpl



Rincian Biaya :
- Gunung Ciremai adalah Gunung tertinggi di Jawa Barat, dengan ketinggian 3078Mdpl
- Jakarta - Kuningan (Rp. 80.000/Orang) 
- Pertigaan Kuningan Basecamp (10.000/Orang s/d 20.000)
- SIMAKSI (Rp. 50.000/ Orang In teh manis, Makan 1X dan Sertifikat)

Pesan :
Sebelum naik gunung harap mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari logistik dan jadual dan Ngecamplah di post yang sudah mendekati puncak.

Berambung ke : MT Ciremai : Puncak Bukan Akhir Dari Perjalanan dan Derita

15 komentar

  1. berarti ada pertemuan dengan jalur Linggarjati di Batulingga??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Gan.... kalau lewat linggasana masih terdapat mata air di ketinggian 1800Mdpl atau Pos Kibima

      Delete
  2. sebuah petualangan yg luar biasa, pengalaman yg menarik. mendaki di saat hujan teras, wow itu super sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Begitulah derita orang naik gunung... harus siap menghadapi kenyataan... heuu heuu...

      Delete
  3. Untung tukaran nomor telephone. Tidak bisa dibayangkan, naik gunung tanpa logistik. Bisa mati kelaparan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan.... bener bener bikin down banget, tapi semoga bisa jadi pelajaran buat ke depanya...

      Delete
  4. untung tas logistiknya ketemu ya kak..
    btw, mungkin bisa ditambahkan contact no. pak yatno yang baik hati itu, siapa tau ada pembaca yang butuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Terima Kasih atas masukanya kak, tapi di banner ada no kontaknya

      Delete
  5. Keren nih, jadi kangen muncak aku. Semoga bisa ke ciremai nantinya.
    Udah baca, tonton dulu videonya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amien... silahkan di rencanakan gan biar kagak penasaran :D

      Delete
  6. Wah pantes judulnya pake Ekspedisi Setengah Galau, banyak diselipin sesi curcolnya hehe..
    Btw kayaknya view ciremai via linggasana lebih ok ya dibanding apuy, soalnya kesana taun kemaren lewat apuy..

    ReplyDelete
  7. Galau-galau bisa juga travelling kesini ya.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com