Mt Ciremai : Puncak Bukan Akhir Dari Perjalanan

Setelah sampai di puncak rasa bangga beserta haru langsung merasuk ke dalam jiwa yang lemah akan keindahan tuhan ini, gue bangga akhirnya dengan perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan ini sampai juga kita di puncak tertinggi di Jawa Barat... huhuuuuuuyy....

Semua temen temen yang baru sampai berteriak bangga....
Puncaaaakk.....Puncak....Puncak   Woyyy.... ada juga dari pendaki lain yang langsung sujud syukur sambil nagis guling gulingan...

Banyak dari mereka yang langsung memanfatkan momment moment langka tersebut, dengan berfoto foto dan membuat dokumentasi video, 
Ada juga yang sengaja membawa selembar kertas berisikan nama orang yang dia sayanginya... yang lagi menjadi trend para pendaki gunung sekarangggg...

TAPI tidak pada gue... karena gue bukan pendaki gunung maistream kekinian seperti mereka, tapi karena gue jomblo, gue jomblo yang tak henti hentinya di PHPin 

Au ahh.... kadang di puncak bukannya seneng malah tambah baper gini....Pingin sihh nulisin namamu di sini, ahh tapi takut kamu tambah ilfil sama aku... lagian kamu juga belum sayang sama aku.... buat apa, percumaaah... percumah saja... 

Ciremai via linggasana 3078 Mdpl

Hampir satu jaman lebih kami menghabiskan waktu di Puncak tertinggi di jawa barat, seakan rasanya tak ingin pulang, tapi lagi lagi perut mulai keroncongan, jelas saja karena memang kami belum makan apa apa, dan kondisi sekarang,... jangankan makanan airpun kami sudah tak punya, dan dari pada mati sia sia di puncak gara gara kelaparan akhirnya kami memutuskan untuk turun, 
Malu kan kalau nanti ada berita, “Seorang pendaki asal Pemalang ditemukan meninggal di puncak ciremai karena kelaparan” Hellow.... gak kece banget kan, ntar yang ada malah jadi bahan bulian di grup pendaki gunung, 

Ah... pokoknya mau gak mau, gua harus turun...

Kami turun dengan tanpa bekal apapun, kalau kamu bilang turun itu mudah, itu salah, karena turun dari gunung juga harus ekstra hati hati, menahan badan, dengan menggunakan kaki, gak beda jauh sama kendaraan saat turun, harus mempunyai rem yang cakram.

Perjalan turun gunung kali ini sangat menyedihkan, dimana ketika kami mulai kehausan dan tenggorokan kami mulai kering, kami sama sekali tak bisa apa apa, mencoba minta air kepada pendaki lainpun rasanya tak sampai hati, karena kami juga tahu, mereka juga sangat membutuhkanya untuk bertahan sampai besok.

Tidak ada pilihan lain, melainkan gua harus tetap berjalan meskipun pelan, dengan sedikit tenaga yang masih tersisa, namun karena sangkin hausnya membuat tenggorokan ini sakit, hingga akhirnya di tengah tengah gerimis yang mulai turun, gue mencari cari air di antara dedaunan.. atau menadahkan mulut ke langit... gue merasa sudah tak peduli lagi dengan apapun, gua hanya butuh air...

Air.... air... air...

Meskipun badan udah mulai keluar keringat dingin, tapi gue berharap sekali hujan turun dengan derasnya, namun lagi lagi gue di phpin, ternyata cuman gerimis manja yang turun.

Dan lagi lagi gue merasa kalau gue sudah tidak sanggup lagi berjalan, tapi gue juga sudah tidak sanggup lagi menahan sakitnya tenggorokan, disini gue menemukan filosofi.

Dan Alhamdulillah setelah berjalan sangat lama sekali, sampailah kami di pos Ki Bima, tempat kami mendirikan tenda, cukup lama kami beristirahat, sambil menunggu temen temen yang lain datang, dan rasanya seperti ingin tidur satu malam lagi saja di sini, namun apa mau di kata, besok pagi kita sudah harus kembali bekerja.


Dengan kaki yang masih gemeteran, sedikit demi sedikit kami mulai packing untuk persiapan turun kembali ke Basecamp Linggasana, waktu sudah semakin sore, kami sangat berharap tidak kemalaman di jalan, namun jarak yang harus kami tempuh adalah sekitar 1.900 Mdpl Lagi, adalah jarak yang tidak dekat.

Setelah mengisi energi dan selesai packing, kami langsung melanjutkan perjalanan untuk turun, sekitar pukul 15:30 meskipun rasanya masih capeeeeekkk bangeeeet.... namun perjalanan harus tetap di lanjutkan, kali ini kita harus berkejaran dengan waktu lagi, selain takut kemalaman di jalan kami juga takut tidak ada transportasi lagi untuk ke Jakarta, 

Belum sampai setengah perjalanan hujan turun dengan sangat deras, namun berhenti bukanlah pilihan, kami harus terus berjalan hingga sampai malam tiba mengahampiri kami yang masih berada di jalan.

Rasa takut sedikit menghampiri saya, ketika melihat kunang kunang yang bertebangan di tengah gelapnya hutan..
Namun rasa takut itu berubah menjadi rasa geli yang tidak karuan, ketika jalanan yang di penuhi dengan cacing cacing tanah yang keluar dari tempatnya.

Rasanya kaki ini tak bisa berjalan, tapi untungnya kegelapan membuatku masa bodoh dengan apa yang gue injak, tapi demi Tuhan, untung kita pulang dalam keadaan malam, sehingga gua tidak bisa melihat itu semua dengan jelas..

Gemerlap lampu kota mulai terlihat, menandakan sebentar lagi kami akan sampai, namun ternyata tidak, karena itu petanda kami masih di ketinggian.

Puncak Bukan akhir dari perjalanan, maka dari itu jangan sombong ketika sudah sampai di puncak.
Kami sampai di Basecamp sekitar pukul 20 :00 WIB, dengan keadaan yang tidak karuan, seperti hati ini, #galaulagi

Istirahat, ganti pakaian, ada juga yang mandi, makan lagi dan ngopi, dan sekitar pukul 21 : 00 WIB Kita minta tolong sama pak yatna untuk di carikan mobil buat mengantar kami ke jalan raya, namun kali ini kita sedikit sial, harusnya kami menanyakan harga pas ada pak yatna seperti saat kita berangkat, tapi karena kami lupa akhirnya kami di tembak deh itu sama bapak bapak supir yang nganterin, tapi gak terlalu mahal sih cuman 20.000 doang... hehehe
Oke itulah cerita perjalanan kami, semoga bermanfaat buat kamu yang mau melakukan pendakian, supaya bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.

3 komentar

  1. Justru turun dari puncak itu yang lebih repot kerena medan yang menurun sehingga harus mampu mengerem kaki jangan sampai tergelincir. Seandainya aku buka warung diatas puncak, dijamin laris manis ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dijamin laris dan langsung fenomenal hahahaha

      Delete
  2. wah harus bener bener di prepare untuk pendakian ke ciremai kalau liat kondisi cuacaya kayak gitu bang

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com