Membongkar Fakta dan Mitos Pendakian Gunung dari Sudut Pandang Medis bersama R.S Firdaus dan Backpaker Jakarta

Ngomongin mitos - mitos tentang mendaki gunung tentunya banyak sekali, apalagi kalau dari segi mistis atau ucapan, tentunya kalian sering dengerkan ketika mau naik guung ini atau itu pasti ada sesuatu yang dilarang, atau mitos pada umumnya tidak boleh ngomong sembrangan ketika naik gunung, nah tetapi pada kesempatan kali ini, Klub Buku Dan  Blogger Backpaker Jakarta akan membahas tentang mitos dan fakta tentang pendakian gunung dari sudut pandang  medis.


Ngomongin soal medis tentunya kita tidak boleh sembarangan, maka dari itu Kubbu dibantu oleh Dr. HENDRA KURNIAWAN, Sp. PD Selaku Dokter di RS Firdaus untuk membantu mengupas tuntas tentang fakta dan mitos pendakian gunung dari sisi medis.

Sekilas tentang R.S Firdaus
RS. Firdaus terletak di Jl Siak J5/14 Komp Bea Cukai Jakarta. dengan fokus terhadap 5 pelayanan, yaitu Bedah, kandungan, anak, paru dan kulit, 
RS. Firdaus juga melayani BPJS, dan merupakan salah pelayanan BPJS terbaik di Jakarta Timur " melayani setulus hati"
Selengkapnya tentang RS Firdaus kalaian bisa cek di webnya Di Sini  Siapa tahu membantu.

Mendaki gunung di jaman sekarang mungkin sudah sangat biasa sekali, karena belakangan ini kegiatan mendaki gunung seakan menjadi trend anak muda, tapi tahukah mereka tentang fakta dan mitos dalam mendaki gunung?

Acara ngobrol santai kali ini pertama dibuka dengan sesi cek golongan dan gula darah yang dilakukan oleh tim dari RS. Firdaus selama 30 menit, yang kemudian dilanjut dengan acara inti, yaitu ngobrolin tentang fakta dan mitos mendaki gunung, 
Dengan dibantu oleh moderator cantik mba Nanisa selaku marketing R.S Firdaus acara berhasil dibuka, dengan narasumber pertama yaitu : Mas Harley B. Sasta ( Penggiat Alam, Penulis dan Pemerhati Konservasi Alam dari FederasiMountaineering Indonesia)
Menurut beliau mitos adalah : Cerita masa lalu yang dipercayai sampai sekarang, seperti contoh pada kalangan pendaki yang biasanya menabur garam disekitar tenda agar tidak ada ular yang masuk?

Mitos tersebut kemudian di tanggapi oleh Tyo Survival ( Eks Host Survival, Jejak Petualang, dan Co Host Berburu di TRANS TV ) sambil mengeluarkan hewan kesayanganya yaitu seekor ular, dia berbicara bahwa ular tidak takut dengan garam, dan langsung
Setelah itu Tyo juga mengambil sebuah kañtong plàstik yang kemudian ditanyakan kepada peserta, Apa yang bisa digunakan dengan kantong plastik ini ketika berada dihutan untuk menjaga dari binatang buas...?
Semua peserta langsung berfikir untuk memberikan jawaban, namun tak lama Mas Tyo menjelaskann, katanya dengan cara meniup plastik tersebut dan meledakanya, maka hewan hewan buas akan menjadi takut. Mitos atau fakta?? Bisa kalian buktikan sendiri.

Selain cerita dari Mas Harley dan Mas Tyo,  kasus yang menimpa sahabat kita Siti Maryam yang dinyatakan hilang karena belum ditemukan selama 4 hari juga membuka mata saya, bahwa kejadian yang diceritakan Siti Maryam saat dirinya hilang di Rinjani apakah fakta atau mitos?, karena berdasarkan medis, ketika seseorang tidak makan dan minum selama empat hari maka akan terjadi kerusakan pada ginjal, “Manusia bisa bertahan tanpa makan, tapi tidak bisa tanpa minum” nah sedangkan pada kasus hilangnya Siti dia bisa kuat tidak makan dan minum selama 4 hari. Dan menurut medis itu sudah over..

Sedikit Tentang Kronologis Hilangnya Siti Maryam Di Rinjani.
Pada saat mau turun setelah summit, siti berpamitan kepada teman serombonganya untuk buang air besar, namun setelah lama ditunggu siti tak kunjung kembali, berdasarkan yang diceritakan oleh mba siti dirinya antara sadar dan tidak sadar terbawa oleh longsoran pasir gunung yang mengakibatkan dirinya akhirnya tidak bisa kembali ke jalur pendakian,
Saat mencoba mencari jalan kembali, diapun katanya melihat seperti ada padang yang sangat lapang, dan diapun mencoba menuju ketanah lapang tersebut dengan memanjàt tebing dan berharap bisa menemukan mata air, namun anehnya yang di temui semak – semak.
yang dilihatnya tidak seuai expektasi..

Mba siti kembali mencoba menaiki track berpasir, untuk menuju jalan yang biasa di lalui orang, namun mba siti tidak berhasil karena pasir yang selalu longsor saat dia pijak, sampai sore mba siti bertahan di longsoran pasir dengan menginjakan kaki pada sebatang edelwies....

Mba Siti teriak minta tolong, tapi tidak ada yang pernah mendengar teriakanya, padahal dirinya melihat pendaki pendaki yang akan melakukan summit.

Mba siti juga diperlihatkan mahluk tak kasat mata hitam dan putih ketika dia teriak teriak minta tolong, menurut mba siti dia merasa terganggu dengan teriakanya.

Yang di lakukan mba siti pas hari ke 2 tersesat digunung, dia kembali mencoba mencari jalan, dengan memasuki hutan, diantara tebing dan jurang yang, dan sampai menjelang maghrib datang dia baru kembali istirahat di bawah pohon. Dan begitu seterusnya.

Mba Siti bercerita selalu berharap agar cepat cepat pagi, dan ketika malam diapun selalu melihat seperti ada kehidupan lain disekitarnya dan menghilang ketika pagi datang.

Dengan keinginan hidup yang kuat dihari keempat mba siti bertemu dengan seorang penggembala dengan nada yang sangat lirih dia minta tolong, dan mengatakan bahwa dirinya tersesat.

Selama 4 hari dia hanya berbekal madu dan permen, dan mba sitipun benar benar merasakan tenggorokanya seperti panas terbakar karena kering.

Ketika ditanya sang moderator kenapa Mba Siti bisa bertahan dan bisa mengatur emosi? mba siti menjawab mungkin karena rutin puasa senin kemis, jawaban yang sangat inspiratif sekali menurut saya, apalagi ketika Edi M Yamim ( Founder BPJ selaku CP Pendakian Rinjani ) menambahkan bahwa ketika naik gunung bersama mba siti, dialah salah satu orang yang bisa menjaga sholatnya.
dan Tips dari Mba Siti ketika mendaki gunung jangan sekali kali jauh dari rombongan.

Fakta dan Mitos Pendakian Gunung
Kemudan Setelah mendengar kisah hilangnya mba siti di rinjani, Dr. Ridho menanggapi bahwa kejadian yang mba siti alami bisa jadi mitos bisa juga fakta, karena secara ilmu medis,.manusia akan mengalami halusinasi ketika dehidrasi karena kekurangan glukosa dan natrium.


3 komentar

  1. orang medis, pasti akan menganggap itu gangguan halusinasi, tapi kalau mereka pernah merasakan bagaimana kesesat di gunung. bisa jadi fakta. :). jadi yang mana yang lebih dipercaya

    ReplyDelete
  2. Zen,
    Km ngerti apa yg diceritain sm Siti?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ngerti 100% si karena gue tinggal sholat waktu itu jadi ada yg ke potong, dan mba siti juga kurang bisa menceritakan lebih detail kalau menurut saya.

      Delete

Silahkan tinggalkan jejajak dengan berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.

Jangan Lupa Share, Follow Tweet dan IG : @mas_adventure

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com