Menikmati Pagi di Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda menjadi destinasi wisata pertama di Sukabumi yang saya kunjungi, karena memang sebelumnya sama sekali belum pernah ke Sukabumi.
Gunung Sunda terletak di Jl. Siliwangi, KM 03, Kampung Jambelaer Padaasih, Cisaat, Jawa Barat 43152, ±hanya berjarak sekitar 3 KM dari alun-alun Cisaat dan 6 KM dari pusat kota Sukabumi.

Sunrise Gunung Sunda

Akses untuk menuju  Gunung Sunda kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi karena belum ada transportasi umum yang menuju ke sana, kecuali ojek atau carter mobil.

Gunung Sunda adalah merupakan gunung batuan pasir  kuarsa yang menjadi daerah resapan air  dan menjadi suber mata air yang memberikan perlindungan terhadap 7 kampung dibawahnya 

Gunung Sunda memiliki ketinggian sekitar 700 Mdpl, namun diketinggian segitu Gunung Sunda bisa di gapai dengan hanya beberapa menit saja, karena tracking menuju puncak Gunung Sunda sudah dibkin tanjakan-tanjakan gemes untuk memudahkan perjalanan, namun kalau menurut saya jadi kaya mau ziarah ke pemakaman hehehe apalagi ketika melihat ada pemakaman warga di sekitar Gunung Sunda.

Saya dan rombongan mulai tracking sekitar pukul 05:00 WIB, sepanjang perjalanan naik ke atas kami banyak disuguhi curhatan-curhatan lucu fenomena anak muda jaman now soal percintaan, bikin greget sih bacanya…
Curhatan di Gunung Sunda Sukabumi

Pemandangan dari Gunung Sunda

Selain itu banyak juga gazebo-gazebo untuk berjualan, namun karena masih terlalu pagi jadi belum ada yang buka, selain itu terdapat juga gazabe yang dibuat khusus untuk menikmati kopi sunda.
Sampai di Puncak kurang lebih sekitar 05:30 WIB itupun jalanya sambil foto ala-ala anak jaman now, bisa dibayangkan kan gak perlu capek-capek kita bisa menikmati dinginya pagi di ketinggian 700Mdpl Gunung Sunda.

Seperti biasa sampai di puncak semuanya langsung ritual wajib mencari spot masing-masing untuk mengabadikan perjalannya masing-masing dan juga sebagai bukti otentik, ya kan no pic is hoax
Udara paginya tak begitu dingin, namun pemandangan gagahnya Gunung Gede Pangrango memberikan panorama keindahan tersendiri di Gunung Sunda, awan-awan lucu pun menjadikan lukisan terindahNya, namun munculnya sunrise dari ufuk timur dengan sinarya yang terang mengusir awan-awan lucu yang sedang asik bermain.

Legenda Gunung Sunda
Saat lagi santai menunggu yang lain sambal ngopi saya mencoba mendekati salah satu penjaga tiket masuk dan mencoba tanya-tanya ala-reporter mengenai Gunung Sunda, satu pertanyaan terlontarkan.

“Mas kenapa dinamakan Gunung Sunda?” 
“Gak tau mas, sudah dari sononya”
“Ooohh…”
Kopi Sunda

Sedikit kurang puas dengan jawaban masnya , mungkin karena dia masih muda jadi belum tahu sejarahnya, karena masih penasaran dan tidak ada yang bisa ditanya lagi, akhirnya saya mencoba tanya sama simbah, dan menurut sumber yang simbah kasih katanya nama Gunung Sunda ini  dulu namanya pernah di ganti menjadi gunung kerud dan gunung tunda (taruh,, simpan) Gunung sunda sengaja disembunyikan oleh para pendahulu dikarenakan agar gunung sunda ini tidak diketahui olrh musuh-musuh pada jaman dahu, karena di Gunung Sunda terdapat pusaka yang jika diketahui keberadaanya maka orang tersebut akan menjadi kaya raya atau penguasa.

Selain itu Gunung Sunda juga merupakan tempat yang pernah di singgahi oleh rabu Siliwangi yang dibuktikan dengan jalan yang menuju Gunung Sunda yang diberinama  JL. Siliwangi (Cibatu-Babakan-Cipancur-Ciroyom) dan arah menuju kudaampit diberinama Surya Kencana

- Tepat dipuncak Gunung Sunda mitosnya banyak yang mengatakan katanya terbagi menjadi dua, kawasan pertama sebelah timur di duduki oleh Jin Timur, dan kawasan kedua sebelah barat  diduduki oleh Jin Barat oleh kerajaan Padjajaran.
- Terdapat banyak macam-macam batu dengan berbagai bentuk rupa, seperti batu lulumpang dan batu buruy  yang anehnya batu tersebut terdapat lubang seperti lumpang (jawa) yang di isi air yang sampai kapanpun tidak akan habis.
Batu Lumpang dan Batu Buruy

Kalau menurut saya seperti Gunung Sunda perlu renovasi dan inovasi lagi untuk kembali lebih menarik para wisatawan untuk dating lagi kesitu, karena terlihat banyak beberapa spot yang sudah rapuh dan perlu di perbarui lagi.
Dan waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Sunda adalah pagi atau sore hari.

Sumur : 
https://awasdisini.com/2014/12/gunung-sunda/
https://www.change.org/p/gubernur-jawa-barat-jangan-biarkan-gunung-sunda-sukabumi-hanya-cerita
http://gunungsunda.blogspot.co.id/2015/09/sejarah-gunung-sunda-sukabumi.html

6 komentar

  1. Lah orang lokal saja tidak tahu asal muasal namanya ya? Mitosnya itu lo, selalu ada kaitannya dengan kejaan kerajaan masa lalu. Tulisannya yang terpapang dipapan itu kenapa terlalu sederhana, tidak sentuhan kreasinya ya? Terlalu polos.
    Semoga saja pemerintah setempat lebih perduli, sehingga wisatawan lebih banyak yang berkunjung.

    ReplyDelete
  2. Jadi prabu siliwangi ada kaitan sejarahnya dengan gunung sunda ya..?

    ReplyDelete
  3. Harus di ulik lagi nih sejarahnya, jadi penasaran..he
    Lihat fotonya jadi kangen akan ketinggian, tapi rasanya gak mungkin untuk saat ini. Musim hujan rawan sekali untuk mendaki..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mendaki bukit aja mas, yang nggak perlu nginep hehe

      Delete
  4. Cocok lah untuk sekedar menghabiskan waktu diakhir pekan diPuncak Sukabumi

    ReplyDelete
  5. wisata ke daerah emang menyenangkan mas, kebetulan saya juga tempatnya di daerah pegunugan, jadi tiap pagi emg udaranya sejuk

    ReplyDelete

Hi... terima kasih sudah berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me.


For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com