Monday, July 15, 2019

Wisata Hutan Mangrove Mojo Pemalang

Hutan Mangrove Pemalang memiliki total luas sekitar 2350 hektar. Dibagi menjadi dua bagian yakni 410 hutan mangrove dan kawasan mangrove yang ada di pertambakan. Banyak pengunjung yang datang ke Wisata Hutan Mangrove Pemalang karena ingin menikmati suasana yang asri dan segar. Rasa sejuk dan suara ombak bisa membuat suasana menjadi lebih tenang. Ini menjadi salah satu wisata yang direkomendasikan untuk wisata keluarga. Selain itu cocok juga untuk berlibur bersama kekasih karena memiliki banyak spot foto keren.
Hutan Mangrove Pemalang
Wisata hutan mangrove Pemalang berlokasi di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Karena kurangnya promosi, obyek wisata ini masih belum banyak yang tau. Hanya masyarakat Pemalang dan sekitarnya yang sering mengunjungi tempat ini. Jika kesusahan mencari lokasi tersebut, anda bisa menggunakan aplikasi Google Maps yang biasa  tersedia di smartphone android. Caranya cukup mudah, anda hanya perlu mengetik “wisata hutan mangrove Pemalang” di kotak pencarian. Jika di lihat di Google Maps, lokasi hutan mangrovenya berada di ujung kali Comal yang sudah terkenal. Kali ini akan terlihat jelas saat anda sudah sampai di sana.

Transportasi Menuju Wisata Hutan Mangrove Pemalang

Bagi wisatawan yang berasal dari luar Pemalang akan bertanya-tanya soal transportasinya. Mengingat lokasinya bukan berada di kota besar sehingga dikhawatirkan akan kesulitan mengenai transportasi menuju kesana. Sebagaian besar dari mereka mungkin akan merasa takut kesasar atau salah jalan. Sangat direkomendasikan untuk menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor. Selain lebih irit, anda juga akan lebih nyaman untuk mampir ke pusat oleh-oleh misalnya. Keamanan anda dan keluarga juga akan lebih aman jika menggunakan kendaraan pribadi. 

Untuk yang tidak memiliki kendaraan pribadi, tersedia angkutan umum yang siap mengantarkan anda. Dari pusat kota anda bisa menggunakan bus, tetapi hanya akan mengantarkan anda sampai ke Kecamatan Ulujami. Kemudian dilanjurkan dengan menggunakan ojek yang cukup mudah didapatkan disana. Jika dapat tukang ojek yang ramah, anda bisa ngrobrol banyak tentang kota Pemalang maupun Wisata Hutan Mangrove tersebut. Setelah sampai di desa Mojo, dilanjutkan dengan perjalanan air menggunakan perahu. Anda bisa menikmati angin sepoi-sepoi selama perjalanan menyusuri kali Comal menggunakan perahu itu.
Transportasi ke Hutan Mangrove Pemalang
Foto Instagram by firzaelbuho
Saat berada di sana, jangan khawatir akan cuaca yang panas. Pohon-pohon yang tumbuh subur di kawasan tersebut mampu membuat teduh. wisata hutan mangrove Pemalang memiliki banyak jenis tumbuhan yang hidup subur seperti bakau, api-api, pedada, dan tancang. Kawasan hutan mangrove ini benar-benar dijaga keasliannya. Ada empat elemen yang bekerjasama membangun hutan mangrove tersebut tersebut menjadi kawasan konservasi diantaranya fakultas kehutanan UGM, Pemerintah Kabupaten Pemalang, OISCA jepang dan kelp. Pelita Bahari. Sangat disayangkan jika tidak mampir ke wisata tersebut saat anda berada di Pemalang. Dijamin tidak akan menyesal saat berlibur ke Hutan Mangrove Pemalang.
Hutan Mangrove Pemalang
Foto Instagram by Rafifajrul

Biaya Wisata Hutan Mangrove Pemalang

Untuk biaya masuk ke kawasan Wisata Hutang Mangrove Pemalang tidak dikenakan biasa apapun. Namun untuk akses perahu dari desa Mojo ke hutan mangrovenya dikenakan biaya sebesar Rp. 20.000 per orang. Jika dilihat dari nominalnya cukup murah karena biaya tersebut merupakan biaya pulang pergi. Satu perjalanan perahu memakan waktu sekitar 30 menit. Melakukan foto selfie sembari menikmati pemandangan yang ada menjadi pilihan yang tepat. Oleh karena itu sangat disarankan untuk berlibur tidak hanya sendirian. Terdapat kolam tambak ikan dan udang yang bisa dilihat selama perjalanan. Hawa sejuk yang dihasilkan oleh angin membuat anda tak bosan saat berada di perahu. 

Ada beberapa tips untuk anda sebelum berlibur ke obyek wisata ini. Untuk menghemat pengeluaran, anda bisa membawa makan dan minum dari rumah. Seperti halnya dikawasan wisata lainnya, makanan dan minuman yang dijual umumnya cukup mahal, kebersihannya pun belum terjamin. Bawalah kantong plastik sendiri untuk membungkus sampah-sampah milik anda dan buanglah pada tempatnya. Selain itu, bagi yang memiliki kamera bisa sekalian dibawa. Banyak spot foto yang bisa dimanfaatkan untuk berfoto bersama keluarga maupun pasangan. 

Obyek wisata hutan mangrove Pemalang memiliki fasilitas yang cukup baik. Terdapat parkiran kendaraan yang luas. Jadi jika datang menggunakna kendaraan pribadi, tak perlu khawatir untuk keamanan kendaraan yang dibawa. Di sana juga ada kamar mandi yang bisa digunakan secara gratis. Biaya awal sebesar Rp. 2000/orang sudah termasuk biaya lain-lain disana. Tak perlu khawatir bagi anda yang ingin melakukan sholat karena terdapat mushola yang disediakan oleh pihak sana. Ada juga tempat-tempat istirahat yang bisa digunakan, tentunya tidak dipungut biaya.

Selama menelusuri hutan mangrove, berjalanlah dengan berhati-hati. Terutama saat musim penghujan, tempat berjalan wisatawan biasanya akan lebih licin dari biasanya. Saat berada di kawasan Wisata Hutan Mangrove Pemalang, diharapkan untuk tetap menjaga kebersihan. Pengurus wisata tersebut sudah menyediakan tempat sampah yang tersebar di berbagai lokasi. Kesadaran wisatawan sangat diperlukan mengingat obyek wisata ini merupakan kawasan konservasi. Hutan mangrove yang ada bisa menopang abrasi. Banyak penghuni laut juga yang hidup di hutan mangrove itu, jika rusak habitat mereka akan jelas akan terancam. 

Sunday, July 14, 2019

Liputan Trip Explore Pulau Semak Daun Backpacker Karawang

“Laut bukan pembuangan sampah...!!”
Buat kalian yang tiba-tiba nyasar kesini karena sedang cari informasi seputar trip Pulau Semak Daun, satu pesan saya, jangan kotori laut Indonesia dengan sampah-sampah bawaanmu jika kalian jadi berkunjung kesana, karena laut bukan tempat sampah, dilautpun sama seperti di atas bumi, terdapat suatu kehidupan yang sama-sama ciptaan Tuhan, yang sama-sama ingin hidup tenang, damai, tanpa terusik. Mari kita saling menghargai dan menghormati sesama ciptaan Tuhan.
Backpacker Karawang Explore Semak Daun
Backpacker Karawang Explore Pulau Semak Daun
Pulau Semak Daun merupakan satu dari 342 Pulau yang berada di Gugusan Kepulauan Seribu Jakarta, dan inilah pertama kalinya saya ikut trip ke pulau.

Perjalanan ke Pulau Semak Daun kami mulai dari By Pass Karawang dengan sekitar 32 Peserta yang ikut, berangkat pukul 00:00 WIB menggunakan bus menuju Pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta dengan estimasi sampai pukul 03:00 WIB namun karena macet kami sampai pukul 04:15
04:15 WIB - 06:00 WIB (Istirahat, Sholat, Sarapan)
Pelabuhan Kali Adem
Pelabuhan Kali Adem Dini Hari
Sampai di Kali Adem saya langsung cari WC umum, karena baru pertama kesini jadi masih bingung dan sedikit takut, takut di valak preman, namun menjelang subuh orang-orang mulai berdatangan sampai nyari tempat untuk dudukpun susah, numpang duduk di warungpun harus beli makanan dulu, dan kalau makanannya sudah habispun langsung diusir sama yang punya warung wkwkwk... ya harus tau diri juga sihh hehehe masa cuman beli teh anget numpang duduknya sejam kan merugikan juga.

Harga makanan di Kali Adem Alhamdulillah masih wajar, banyak warung-warung yang buka 24 jam.
Kalau kalian di Jakarta sebenarnya tidak perlu berangkat dini hari seperti yang saya lakukan, tapi bisa berangkat Subu, karena pemberangkatan kapal sekitar jam 07:00 – 08:00

08:00 WIB - Kita mulai berlabuh menuju Pulau Pramuka, menggunakan kapal Dolphin Expres Rp. 50.000/Orang, sebelum berangkat semua penumpang wajib mengisi buku list penumpang dan menggunakan pelampung, antara penting dan malas beberapa dari penumpang ada yang tidak mau memakainya karena panas, selain diharuskan menggunakan pelampung merokokpun menjadi larangan selama kapal berlabuh, namun anehnya masih saja ada yang melanggar aturan tersebut.
kapal Menuju Pulau Pramuka
Dolphin Expres Tujuan Pulau Pramuka

Beberapa malas pakai pelampung
Ditengah perjalanan petugaspun kembali mengecek tiket kami, so simpen baik-baik tiket kalian jangan sapai hilang kalau tidak mau dilempar kelaut. Ada satu kejadian dimana ketahuan ada penumpang gelap yang tidak mempunyai tiket, entah apa maksudnya orang tersebut sampai membuat petugas marah, tidak menghargai dan sangat meremehkan sekali, rasanya pengin beneran sekali petugas tersebut melemparya kelaut biar tau rasa.


11:25 WIB - Kami tiba di Pulau Pramuka, sesuai intruksi kami langsung ganti pakaian karena kita akan langsung menuju Pulau air dan Pulau Kerang Beras untuk Snorkeling, waktu yang menurut saya nanggung banget karena menjelang waktu Dhuhur dan karena beberapa hal yang perlu dipersiapkan akhirnya kami berangkat snorkeling pukul 12:00.
menuju Pulau Air
Menuju Pulau Air dari Pulau Pramuka
Ini adalah pertama kalinya saya mencoba snorkeling di laut, setelah sebelumnya sudah mencoba latihan dasar diving dan snorkeling di Kolam Renang, karena sudah punya tekhnik dasar, snorkelingpun jadi lumayan lancar namun yang masih jadi masalah saya tidak kuat sama asinya air laut hehehe

Kesan pertama snorkeling sepertinya saya langsung ketagihan untuk lain kali mencobanya lagi, saya bahagia ketika bisa melihat kehidupan di Laut, melihat ikan yang berenang dan melihat terumbu karang yang begitu cantik.
Snorkeling Pulau Air

Snorkeling di Pulau Air
Ikan - ikan di dasar laut sepertinya sama sekali tidak takut melihat kedatangan kami, saya lihat mereka malah seperti penasaran dengan kami, mereka seakan menonton kami berenang.


Sekitar kurang lebih setengah jam kami harus buru-buru naik ke Prahu lagi dan menuju ke Pulau Semak Daun, padahal jujur saya belum puas snorkeling, belum puas melihat ikan-ikan berenang :’(

Kenapa kok cuman sebentar sih???

Katanya sih karena angin sudah mulai kencang dan ombak sudah mulai meninggi, entahlahh.... beberapa ada yang bilang lagi karena kang prahunya pengin ngejar setoran. Tetapi demi keselamat kita bersama kitapun menyudahinya. Dan  pas perjalanan menuju Pulau Semak Daun saya merasakan ombak memang sudah mulai tinggi dan menurut saya itu menakutkan dan Maha Besar Allah dengan segala kuasanya
Ketemu Nelayan dan beli ikan saat menuju Pulau Semak Daun
14:00 WIB - Sampai di Pulau Semak Daun, kami langsung mencari spot untuk mendirikan tenda dan pasang hammock dan santai menikmati sore ... saya yang belum puas mainan airpun kembali melanjutkannya di Dermaga Semak Daun...hehehe
Selamat Datang di Pulau Semak daun
Welcome Semak Daun
Hamockan di Pulau Semak daun
Santai di Hammock
Ada spot asik untuk melompat dari atas, kamipun satu persatu melompat demi konten foto instagram yang epic, meskipun akhirnya harus memakan korban.
Dermaga Pulau Semak Daun
Demi Foto Instagram

Ada salah satu dari kami yang tidak bisa berenang mencoba melompat, sebut saja dia Ayu (Nama Samaran), badanya gemuk dan tomboy. Karena banyaknya dukungan dari teman-teman yang kadang suka menjerumuskan diapun nekad melompat hingga akhirnya dia tenggelam dan tidak bisa berenang, kamipun menyaksikanya sambil menertawakanya dulu sebelum menolongnya duuhh jahatnya aku hehehe

Karena badanya yang gemuk kamipun tidak kuat menolongnya padahal sudah dibantu tiga orang, sampai akhirnya dengan ketidaktahuan kami menyuruhnya untuk berpegangan pada tiang-tiang penyangga dermaga yang terdapat banyak karang karang yang menempelnya dan..... si Ayupun langsung tergores lebar ditanganya 😭 tangganya berlumuran darah diapun menangis eh enggak ding.

Meskipun sudah memakan korban kamipun masih asik main lompat-lompatan apalagi setelah kedangan teman yang bawa drone hahaha langsung berasa kaya lagi syuting my trip my adventure 😅😅😅

Pulau Semak Daun kalau menurut saya asik, masih banyak pohon, masih rimbun, hanya saja masih banyak sampah di tepian pantainya ini yang sangat disayangkan sekali.

16:30 WIB - Kamipun menyudahinya, lanjut mandi dan sholat lalu kemudian dilanjut dengan berburu sunset dan foto-foto lagi 😀😂

Keseruan di Pulau Semak daun
Hujan Pasir
19:00 WIB - Malam harinya kita isi dengan Quality Time peserta trip Semak Daun, perkenalan yang ajang saling bully, sharing2, stand up comedy, dan makan bersama, ada juga yang tiba-tiba ngrayain ulang tahun, pokoknya seru .....

22:00 WIB - Kembali acara bebas atau istirahat namun saya memilih untuk membuat api dipinggir pantai duduk sambil merenungi nasib kejombloan ini 😌

06:00 WIB - Saya baru terbangun dari tidur, melihat sekitar sudah sepi ternyata saya ditinggal, mereka semua sudah pada menuju ke dermaga untuk menikmati pagi, sayapun langsung menyusul mereka tanpa cucui muka terlebih dahulu. Sampai sekitar pukul 08:00 kita semua sudah harus siap-siap pulang menuju Pulau Pramuka, kalau boleh nawar sebenernya penginnya nanti nantian saja pulangnya, tapi karena jadwal pemberangkatan kapal hanya 2x saja pagi dan menjelang sore sehingga mau tak mau kita ambil yang pagi karena kalau siang pasti akan terlalu malam kita sampai di Karawang.

09:00 WIB - kapal baru berangkat dari Pulau Semak Daun menuju Pulau Pramuka, kami menggunakan dua kapal kecil yang hanya bisa menampung sekitar 15 s/d 20 orang, perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 1 jam .
10:00 WIB - Sampai di Pulau Pramuka, karena jadwal kapal dari Pulau Pramuka ke Dermaga Kali Adem berangkat siang, sekitar pukul 12:00an kamipun isi waktu luang ini untuk mandi, sarapan, dan mengunjungi wisata sekitar Pulau Pramuka. Ada beberapa wisata yang bisa kalian datangi seperti Penangkaran Penyu misalnya.

Melihat luka teman kami yang terlihat parah karena terkena karang, beberapa dari kamipun akhirnya merekomendasikannya untuk diperiksa ke dokter saja, meskipin bersikekeuh tidak mau namun berkat dukungan dari kami semua akhirnya si Ayu mau juga dibawa kedokter setempat, menurut dokter lukanya memang parah dan harus segera dibersihkan dan Dokter menyarankan untuk dijahit karena besatan luka yang cukup dalam.
Si Ayu yang lemahpun menolaknya untuk dijahit dengan alasan takut dan bla...bla... seperti alasan orang-orang lemah pada umumnya wkwkwk (kidding) namun untungnya ada Mr. Sughi pahlawan satu-satunya yang mampu memberikan dukungan moril dan bisa membuat Ayu tertawa saat menjalani proses penjahitan, cukup lama kami menunggu di lobi Rumah Sakit, sampai jadwal kretapun sudah mau berangkat pukul 12:00 WIB.

Saya langsung buru-buru menuju kapal karena melihat semua penumpang sudah pada naik semua, saya yang awampun sedikit was-was karena satu dua teman kami masih mengurus administrasi pembayaran perobatan barusan, was-was takut dia ditinggal :D namun selang beberapa menit akhirnya datang juga, sayapun tenang dan kembali mencari posisi yang enak untuk tidur.
13:00 WIB - Kapal belum juga berlabuh (Suee banget dah....) tau begini tadi sempatkan waktu untuk sholat dhuhur dulu 😞

Beberapa penjual asongan tak bosan bosanya menawarkan daganganya

“Minumannya kakak buat di kapal”

“Somaynya kakak buat persiapan” dan berbagai bujuk rayu lainnya yang akhirnya gara-gara kapal tidak berangkat berangkat kamipun tergoda untuk membelinya....

13:30 WIB - Kapal baru berangkat dan sampai di Pelabuhan Kali Adem pukul 15:00 WIB kamipun langsung bergegas ke Mushola untuk Sholat Jamak Takhir

15: 30 WIB – Perjalanan menuju Karawang, keseruan perjalanan menuju pulang diisi dengan beberapa Quiz berhadiah
18:30 WIB – Sampai di By Pass Karawang

Terima kasih banyak buat CP Trip Semak Daun yang sudah dengan sabar menghadapi tingkah laku kami yang suka bikin kesel di jam jam krusial :D
Kalau kalian suka jangan lupa di share, follow juga IG Backpacker Karawang dan mas_zennn kalau mau lihat foto foto yang lebih banyak #ExploreSemakDaun #BackpackerKarawang, Sampai ketemu lagi di trip Selanjutnya.
Sunset di Pulau Semak Daun


Friday, July 12, 2019

Kolam Renang Wiloci Pulosari Pemalang

Alhamdulillah wisata-wisata anyar nang Pemalang mulai bermunculan satu persatu, setelah sebelumnya Bukit Kukusan, Via Ferrata  sekarang Desa Wisata Wiloci yang sepertinya banyak juga dicari informasinya oleh sebagian wisatawan, pasalnya Desa Wisata Wiloci mempunyai kolam Renang yang Instagramable. Sekilas mirip Tirta Kahuripan Wanayasa Purwakarta
Desa Wisata Wiloci Pemalang
Foto Instagram by. berandapemalang
Nyong dewek jujur baen urung pernah mana ukur weruh foto-fotone tok kue juga kur secuil, wingi jane pas mudikan lebaran arep nyoba tilik survey mana tapi waktune laka, dadi nganti saprene urung kober mana, terus iseng-iseng nggolet informasi lengkape juga ora nemu-nemu, urung ana sing ngulas nang internet ssecara detail cuman nembe beberapa foto tok sing bersliweran nang instagram, berikut beberapa foto-foto orang yang sudah pernah berkunjung ke sana.

Apik mbok gaes, naah mbokan sampean pengin mana, gari baen meng arah Desa Pulosari, Kec Karangsari, Pemalang Selatan, Moga Ngidul, ngko angger wis anjog Karangsari gari takon baen Desa Pulosari karo wong mesti dituduhna.

Terus beberapa informasi sing wis tek dapatkan, kolam renang jare ora terlalu jero, dadi aman misale sampean pan nggawa bocah cilik.
Kolam renang wiloci juga banyune asli kang mata air pegunungan gaes, dadi ora mengandung kaporit sing nang mata perih.
Kolam Renang Wiloci Pemalang
Foto #ExplorePemalang
Selain kolam renang juga akeh beberapa spot foto selfi, dengan background alam, disarankan angger meng mana nggawa jacket sing kandel sebab lokasi sing tepat nang ngisore gunung slamet udarane dadi atis nemen.


Tuesday, July 9, 2019

Bukit Batu Agung Tegal – Spot Foto Antimainstream Yang Menantang Nyali

Merasa memiliki jiwa petualang dan keberanian yang tinggi, cobalah wisata ekstrem yang ada di Tegal ini. Sebuah tempat yang disebut dengan Bukit Batu Agung memiliki pesona tersendiri bagi para pengunjungnya. Medan yang menantang membuat tak semua orang berani berada di posisi ektrem ini. Rutinitas pekerjaan yang memuat kepala pusing, sekejap menghilang begitu sampai di Bukit Batu Agung Tegal. Ini juga menjadi destinasi wisata yang cocok untuk para penyuka ketinggian. Bagi mereka yang suka mendaki gunung, tempat ini juga tak kalah menantangnya. Tapi jangan khawatir, petugas telah menyediakan alat keamanan yang membuat pengunjung akan tetap aman.
Bukit batu Agung Balapulang
Foto Instagram By @Fatihzafran
Jika dilihat dari jarak dekat, Bukit Batu Agung tersusun atas batu-batu besar yang terbangun secara sendirinya. Begitu mata memandang dari puncak bukit, keindahan kota tegal akan jelas terlihat. Apalagi saat melihat gunung Slamet, pemandangan yang tak terbayangkan sebelumnya akan terwujud disini. Spot foto terbaik di tempat ini ialah di puncak bukitnya. Ketinggian bukit Batu Agung berkisar 100-200 meter yang membuat siapa saja yang mencobanya akan merinding. Meski terkenal dengan sebutan Bukit Batu Agung, masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan Goa Lawa. Nama tersebut diambil dari bahasa Jawa yang berarti Gua Kelalawar. 

Hampir setiap akhir pekan Bukit Batu Agung ramai dikunjungi oleh wisatawan. Bukan hanya orang Tegal, masyarakat dari daerah lain seperti Banyumas, Purbalingga, Pemalang banyak yang datang karena rasa penasaran. Obyek wisata ini bisa jadi ajang seru-seruan bersama teman-teman. Pokoknya tidak ada ruginya jika berlibur ke sana. Setelah melewati kesibukan pekerjaan yang membuat stress, menikmati udara segar di Bukit Batu Agung menjadi pilihan yang tepat.
Batu Agung Balapulang Tegal

Lokasi Bukit Batu Agung

Wisatawan bisa datang ke Desa Harjowinangun, Balapulang, Tegal, Jawa Tengah untuk menikmati keindahan Bukit Batu Agung. Jika ditempuh dari pusat kota Tegal, wisatawan harus menempuk perjalanan sejauh 31 kilometer. Akan lebih cepat jika menggunakan motor untuk menuju ke sana. Sementara dari Purwokerto, jaraknya sekitar 78 kilometer jika melewati jalur utama. Posisi Tegal yang berada di utara Gunung Slamet, sedangkan Purwokerto ada di sebelah selatannya membuat wisatawan yang menggunakan jalur Purwokerto harus berputar melewati Gunung Slamet. Sementara jika dari Tegal bisa melewati Slawi hingga menuju ke lokasi. Wisatawan dari luar daerah bisa menggunakan layanan ojek online dari terminal Tegal. Bilang aja mau ke Bukit Batu Agung, pengendara ojeknya pasti sudah paham kok. Selain itu, biayanya juga tergolong murah kok ketimbang menyewa mobil sendiri.

Transportasi Menuju Bukit Batu Agung

Lokasinya yang jauh dari pusat kota membuat akses transportasinya sedikit susah. Tak ada angkutan umum yang bisa mengantarkan sampai ke jalanan dekat lokasi. Satu alternatifnya menggunakan kendaraan pribadi. Ini sangat direkomendasikan mengingat lokasinya yang sulit ditempuh membutuhkan tenaga yang lebih. Banyak rumah makan sepanjang jalan menuju ke Bukit Batu Agung. Nah saat badan sudah merasa lelah bisa sejenak beristirahat dan mengisi perut yang keroncongan. Jalanan yang berliku membuat perjalanan akan lebih cepat jika menggunakan motor. Apalagi ketika sudah berada di dekat lokasi, akses jalan akan lebih sempit. 

Biaya Masuk Bukit Batu Agung

Bukit Batu Agung dibuka untuk umum setiap hari pada pukul 8 pagi hingga 5 sore. Wisatawan harus menyiapkan uang tiket sebesar Rp.7000 per orangnya. Sementara untuk biaya parkir, wisatawan biasanya dikenakan biaya Rp. 5000. Dengan uang sekecil itu, wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan di sekitar bukit. Untuk menghemat pengeluaran, lebih baik membawa makanan dan minuman sendiri. Tapi jika tidak ingin repot, banyak penjual yang menyediakan makanan dan minuman untuk mengganjal perut yang lapar. Cuaca yang terik pada siang hari akan membuat wisatawan cepat kehausan. Untuk itu wisatawan disarankan untuk membawa air mineral botol saat naik ke puncak bukit.
Batu Agung Tegal
Foto Instagram By @Fatihzafran

Informasi Umum Mengenai Bukit Batu Agung

Bukit Batu Agung memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Oleh karena itu, tempat ini sering dijadikan sebagai spot fotografi favorit bagi para fotografer. Tapi sekali lagi, hanya orang pemberani saja yang berani untuk berofoto di tempat ekstrem ini. Setiap wisatawan yang datang harus dalam keadaan sehat. Karena nantinya untuk menuju lokasi harus berjalan kaki selama 25 menit. Medan yang ditempuh juga cukup menyulitkan. Wajar saja lokasinya yang berada di kawasan gunung Slamet membuat kondisi tanahnya naik turun hingga menemui medan dengan kemiringan 90 derajat. 

Wisatawan perlu menggunakan sandal khusus mendaki atau sepatu yang memiliki alas tidak licin. Itu akan sangat membantu dalam proses perjalanan menuju ke Bukit Batu Agung.

Wisatawan tak perlu khawatir akan tersesat selama berada di Bukit Batu Agung. Terdapat petugas yang siap membantu para wisatawan untuk menikmati indahnya tempat ini. Sebagai wisatawan, jangan sungkan untuk bertanya mengenai tempat ini. Petugas dengan ramah akan menjelaskan semuanya tentang Bukit Batu Agung. Disana wisatawan juga bisa melihat gua-gua yang dipenuhi dengan kelalawar. Oleh masyarakat sekitar, gua tersebut biasa disebut dengan Goa Lawa. Saat memasuki gua tersebut, akan tercium bau menyengat akibat kotoran kelalawar.

Petugas wisata disana juga menyiapkan berbagai fasilitas yang diberikan kepada wisatawan antara lain, mushola, kamar mandi hingga penginapan. Oleh karena itu, wisatawan tak perlu khawatir akan kesusahan saat berada di sana. Wisatawan akan merasa senang dengan pemandagan dan fasilitas yang ada di Bukit Batu Agung.