Sunday, May 26, 2019

Liputan Trip Explore Pulau Semak Daun Backpacker Karawang

“Laut bukan pembuangan sampah...!!”
Buat kalian yang tiba-tiba nyasar kesini karena sedang cari informasi seputar trip Pulau Semak Daun, satu pesan saya, jangan kotori laut Indonesia dengan sampah-sampah bawaanmu jika kalian jadi berkunjung kesana, karena laut bukan tempat sampah, dilautpun sama seperti di atas bumi, terdapat suatu kehidupan yang sama-sama ciptaan Tuhan, yang sama-sama ingin hidup tenang, damai, tanpa terusik. Mari kita saling menghargai dan menghormati sesama ciptaan Tuhan.
Backpacker Karawang Explore Semak Daun
Backpacker Karawang Explore Pulau Semak Daun
Pulau Semak Daun merupakan satu dari 342 Pulau yang berada di Gugusan Kepulauan Seribu Jakarta, dan inilah pertama kalinya saya ikut trip ke pulau.

Perjalanan ke Pulau Semak Daun kami mulai dari By Pass Karawang dengan sekitar 32 Peserta yang ikut, berangkat pukul 00:00 WIB menggunakan bus menuju Pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta dengan estimasi sampai pukul 03:00 WIB namun karena macet kami sampai pukul 04:15
04:15 WIB - 06:00 WIB (Istirahat, Sholat, Sarapan)
Pelabuhan Kali Adem
Pelabuhan Kali Adem Dini Hari
Sampai di Kali Adem saya langsung cari WC umum, karena baru pertama kesini jadi masih bingung dan sedikit takut, takut di valak preman, namun menjelang subuh orang-orang mulai berdatangan sampai nyari tempat untuk dudukpun susah, numpang duduk di warungpun harus beli makanan dulu, dan kalau makanannya sudah habispun langsung diusir sama yang punya warung wkwkwk... ya harus tau diri juga sihh hehehe masa cuman beli teh anget numpang duduknya sejam kan merugikan juga.

Harga makanan di Kali Adem Alhamdulillah masih wajar, banyak warung-warung yang buka 24 jam.
Kalau kalian di Jakarta sebenarnya tidak perlu berangkat dini hari seperti yang saya lakukan, tapi bisa berangkat Subu, karena pemberangkatan kapal sekitar jam 07:00 – 08:00

08:00 WIB - Kita mulai berlabuh menuju Pulau Pramuka, menggunakan kapal Dolphin Expres Rp. 50.000/Orang, sebelum berangkat semua penumpang wajib mengisi buku list penumpang dan menggunakan pelampung, antara penting dan malas beberapa dari penumpang ada yang tidak mau memakainya karena panas, selain diharuskan menggunakan pelampung merokokpun menjadi larangan selama kapal berlabuh, namun anehnya masih saja ada yang melanggar aturan tersebut.
kapal Menuju Pulau Pramuka
Dolphin Expres Tujuan Pulau Pramuka

Beberapa malas pakai pelampung
Ditengah perjalanan petugaspun kembali mengecek tiket kami, so simpen baik-baik tiket kalian jangan sapai hilang kalau tidak mau dilempar kelaut. Ada satu kejadian dimana ketahuan ada penumpang gelap yang tidak mempunyai tiket, entah apa maksudnya orang tersebut sampai membuat petugas marah, tidak menghargai dan sangat meremehkan sekali, rasanya pengin beneran sekali petugas tersebut melemparya kelaut biar tau rasa.


11:25 WIB - Kami tiba di Pulau Pramuka, sesuai intruksi kami langsung ganti pakaian karena kita akan langsung menuju Pulau air dan Pulau Kerang Beras untuk Snorkeling, waktu yang menurut saya nanggung banget karena menjelang waktu Dhuhur dan karena beberapa hal yang perlu dipersiapkan akhirnya kami berangkat snorkeling pukul 12:00.
menuju Pulau Air
Menuju Pulau Air dari Pulau Pramuka
Ini adalah pertama kalinya saya mencoba snorkeling di laut, setelah sebelumnya sudah mencoba latihan dasar diving dan snorkeling di Kolam Renang, karena sudah punya tekhnik dasar, snorkelingpun jadi lumayan lancar namun yang masih jadi masalah saya tidak kuat sama asinya air laut hehehe

Kesan pertama snorkeling sepertinya saya langsung ketagihan untuk lain kali mencobanya lagi, saya bahagia ketika bisa melihat kehidupan di Laut, melihat ikan yang berenang dan melihat terumbu karang yang begitu cantik.
Snorkeling Pulau Air

Snorkeling di Pulau Air
Ikan - ikan di dasar laut sepertinya sama sekali tidak takut melihat kedatangan kami, saya lihat mereka malah seperti penasaran dengan kami, mereka seakan menonton kami berenang.


Sekitar kurang lebih setengah jam kami harus buru-buru naik ke Prahu lagi dan menuju ke Pulau Semak Daun, padahal jujur saya belum puas snorkeling, belum puas melihat ikan-ikan berenang :’(

Kenapa kok cuman sebentar sih???

Katanya sih karena angin sudah mulai kencang dan ombak sudah mulai meninggi, entahlahh.... beberapa ada yang bilang lagi karena kang prahunya pengin ngejar setoran. Tetapi demi keselamat kita bersama kitapun menyudahinya. Dan  pas perjalanan menuju Pulau Semak Daun saya merasakan ombak memang sudah mulai tinggi dan menurut saya itu menakutkan dan Maha Besar Allah dengan segala kuasanya
Ketemu Nelayan dan beli ikan saat menuju Pulau Semak Daun
14:00 WIB - Sampai di Pulau Semak Daun, kami langsung mencari spot untuk mendirikan tenda dan pasang hammock dan santai menikmati sore ... saya yang belum puas mainan airpun kembali melanjutkannya di Dermaga Semak Daun...hehehe
Selamat Datang di Pulau Semak daun
Welcome Semak Daun
Hamockan di Pulau Semak daun
Santai di Hammock
Ada spot asik untuk melompat dari atas, kamipun satu persatu melompat demi konten foto instagram yang epic, meskipun akhirnya harus memakan korban.
Dermaga Pulau Semak Daun
Demi Foto Instagram

Ada salah satu dari kami yang tidak bisa berenang mencoba melompat, sebut saja dia Ayu (Nama Samaran), badanya gemuk dan tomboy. Karena banyaknya dukungan dari teman-teman yang kadang suka menjerumuskan diapun nekad melompat hingga akhirnya dia tenggelam dan tidak bisa berenang, kamipun menyaksikanya sambil menertawakanya dulu sebelum menolongnya duuhh jahatnya aku hehehe

Karena badanya yang gemuk kamipun tidak kuat menolongnya padahal sudah dibantu tiga orang, sampai akhirnya dengan ketidaktahuan kami menyuruhnya untuk berpegangan pada tiang-tiang penyangga dermaga yang terdapat banyak karang karang yang menempelnya dan..... si Ayupun langsung tergores lebar ditanganya 😭 tangganya berlumuran darah diapun menangis eh enggak ding.

Meskipun sudah memakan korban kamipun masih asik main lompat-lompatan apalagi setelah kedangan teman yang bawa drone hahaha langsung berasa kaya lagi syuting my trip my adventure πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Pulau Semak Daun kalau menurut saya asik, masih banyak pohon, masih rimbun, hanya saja masih banyak sampah di tepian pantainya ini yang sangat disayangkan sekali.

16:30 WIB - Kamipun menyudahinya, lanjut mandi dan sholat lalu kemudian dilanjut dengan berburu sunset dan foto-foto lagi πŸ˜€πŸ˜‚

Keseruan di Pulau Semak daun
Hujan Pasir
19:00 WIB - Malam harinya kita isi dengan Quality Time peserta trip Semak Daun, perkenalan yang ajang saling bully, sharing2, stand up comedy, dan makan bersama, ada juga yang tiba-tiba ngrayain ulang tahun, pokoknya seru .....

22:00 WIB - Kembali acara bebas atau istirahat namun saya memilih untuk membuat api dipinggir pantai duduk sambil merenungi nasib kejombloan ini 😌

06:00 WIB - Saya baru terbangun dari tidur, melihat sekitar sudah sepi ternyata saya ditinggal, mereka semua sudah pada menuju ke dermaga untuk menikmati pagi, sayapun langsung menyusul mereka tanpa cucui muka terlebih dahulu. Sampai sekitar pukul 08:00 kita semua sudah harus siap-siap pulang menuju Pulau Pramuka, kalau boleh nawar sebenernya penginnya nanti nantian saja pulangnya, tapi karena jadwal pemberangkatan kapal hanya 2x saja pagi dan menjelang sore sehingga mau tak mau kita ambil yang pagi karena kalau siang pasti akan terlalu malam kita sampai di Karawang.

09:00 WIB - kapal baru berangkat dari Pulau Semak Daun menuju Pulau Pramuka, kami menggunakan dua kapal kecil yang hanya bisa menampung sekitar 15 s/d 20 orang, perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 1 jam .
10:00 WIB - Sampai di Pulau Pramuka, karena jadwal kapal dari Pulau Pramuka ke Dermaga Kali Adem berangkat siang, sekitar pukul 12:00an kamipun isi waktu luang ini untuk mandi, sarapan, dan mengunjungi wisata sekitar Pulau Pramuka. Ada beberapa wisata yang bisa kalian datangi seperti Penangkaran Penyu misalnya.

Melihat luka teman kami yang terlihat parah karena terkena karang, beberapa dari kamipun akhirnya merekomendasikannya untuk diperiksa ke dokter saja, meskipin bersikekeuh tidak mau namun berkat dukungan dari kami semua akhirnya si Ayu mau juga dibawa kedokter setempat, menurut dokter lukanya memang parah dan harus segera dibersihkan dan Dokter menyarankan untuk dijahit karena besatan luka yang cukup dalam.
Si Ayu yang lemahpun menolaknya untuk dijahit dengan alasan takut dan bla...bla... seperti alasan orang-orang lemah pada umumnya wkwkwk (kidding) namun untungnya ada Mr. Sughi pahlawan satu-satunya yang mampu memberikan dukungan moril dan bisa membuat Ayu tertawa saat menjalani proses penjahitan, cukup lama kami menunggu di lobi Rumah Sakit, sampai jadwal kretapun sudah mau berangkat pukul 12:00 WIB.

Saya langsung buru-buru menuju kapal karena melihat semua penumpang sudah pada naik semua, saya yang awampun sedikit was-was karena satu dua teman kami masih mengurus administrasi pembayaran perobatan barusan, was-was takut dia ditinggal :D namun selang beberapa menit akhirnya datang juga, sayapun tenang dan kembali mencari posisi yang enak untuk tidur.
13:00 WIB - Kapal belum juga berlabuh (Suee banget dah....) tau begini tadi sempatkan waktu untuk sholat dhuhur dulu 😞

Beberapa penjual asongan tak bosan bosanya menawarkan daganganya

“Minumannya kakak buat di kapal”

“Somaynya kakak buat persiapan” dan berbagai bujuk rayu lainnya yang akhirnya gara-gara kapal tidak berangkat berangkat kamipun tergoda untuk membelinya....

13:30 WIB - Kapal baru berangkat dan sampai di Pelabuhan Kali Adem pukul 15:00 WIB kamipun langsung bergegas ke Mushola untuk Sholat Jamak Takhir

15: 30 WIB – Perjalanan menuju Karawang, keseruan perjalanan menuju pulang diisi dengan beberapa Quiz berhadiah
18:30 WIB – Sampai di By Pass Karawang

Terima kasih banyak buat CP Trip Semak Daun yang sudah dengan sabar menghadapi tingkah laku kami yang suka bikin kesel di jam jam krusial :D
Kalau kalian suka jangan lupa di share, follow juga IG Backpacker Karawang dan mas_zennn kalau mau lihat foto foto yang lebih banyak #ExploreSemakDaun #BackpackerKarawang, Sampai ketemu lagi di trip Selanjutnya.
Sunset di Pulau Semak Daun


Thursday, May 16, 2019

Nyobain Staycation di Antero Hotel by Prasanthi Jababeka

Buat saya liburan tidak melulu pergi jauh, hunting makanan dan nginep di hotelpun merupakan kegiatan liburan yang menyenangkan bagi saya untuk menetralisir pikiran setelah capek bekerja bagai Quda πŸ˜€, karena makanan dan hotel juga merupakan bagian dari catataan perjalanan yang perlu kita bagikan.

Nah pada kesempatan kali ini saya mau cerita pengalaman saya nyobain nginep di Antero Hotel by Prasanthi yang lokasinya di Jl. Benyamin Sueb Jl. Blk. I No.Blok, Mekarmukti, Kec. Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat 17530

Views Antero Hotel
Pemandangan dari dlm Kamar

Dulunya nama Hotel ini adalah Hotel Horison, setelah ganti manajemen berubahlah menjadi Antero Hotel by Prasanthi, pengalaman saya nginep disini adalah karena malas pulang sehabis kuliah, karena tidak memungkinkan untuk pulang ke Jakarta Utara sayapun memutuskan untuk menginap saja sambil liburan.

Jauh amat kuliahnya dari Jakarta Utara ke Cikarang?
Ya jadi sebelumnya saya kerja di Cikarang dan Pindah ke Jakata Utara dan pada waktu itu kuliahku belum selesai. 

Jaman sekarang pesan hotel sudah tidak jamanya lagi on the spot, selain lebih mahal alih-alih tidak tersedianya kamarpun sangat memungkinkan, gak maukan sudah jauh-jauh kelokasi tapi tapi kamar sudah full, tentunya tidak efisien dan sangat menyita waktu. Namun tidak juga dengan menelfon bagian hotel tentang ketersediaan kamar, melainkan dengan menggunakan aplikasi booking hotel online, dan biasanya harga akan jauh lebih murah dan banyak diskon juga.

Banyak aplikasi booking hotel yang bisa kalian gunakan sesuai selera anda, kalau saya sendiri kebetulan pakai pegipegi karena menurut saya lebih murah dan banyak diskonnya. Proses bookingpun tidak ribet dalam hitungan menit semuanya ok, ada point yang bisa kita kumpulkan yang akan menjadi potongan harga dipemesanan selanjutnya.

Pertama kali masuk di lobi dan menemui receptionis saya langsung disuguhi minuman jus yang menurut saya tak biasa namun patut di coba. (penaran jus apa??? Cobain sendiri hehehe)

Letak geografis Antore Hotel juga cukup untuk sedikit menghindar dari keramaian kota Cikarang, tidak bising dan sangat tenang, buat kalian yang mau nyobain juga saya saranin ambil kamar lantai atas yang menghadap ke selatan, menurut saya pemandangannya lebih segar dan romantic kalau malam.
Banyak jenis kamar yang bisa kalian pesan seuai dengan kebutuhan kalian.


Di Antero Hotel juga tersedia Lyv Kitchen and bar yang merupapakan salah satu tempat nongkrong di cikarang ala bar yang paling nyaman, dimana dengan desain interior yang casual service dengan warna dasar yang tidak terlalu mencolok dan adem dipandang mata dibuat senyaman mungkin agar serasa di rumah sendiri,  sangat cocok untuk bersantai dan menikmati malam di area hotel, kalau kata orang bilang si tempat ini bisa untuk mengobati saat kalian sedang kangen nongkrong di Jakarta, tapi entahlahh justru menurut saya pribadi tempat ini jauh lebih nyaman dari tempat-tempat nongkrong yang ada di Jakarta. Dengan dekorasi yang katanya si dibuat biar seperti serasa dirumah sendiri, dan sajian makannanyapun varian International
Lyv Kitchen and Bar

Area Luar Lyv

Banyak banget dari kalian yang suka nanya, Bang...Bang..Bang kalau staycation ngapain aja si bang? Emang gak bete bang sendirian bang??

Setiap orang mempunyai sifat yang beda-beda, kalau saya cenderung introvert pergi sendirianpun saya tidak masalah dan saya menikmatinya, hal ini saya lakukan ketika berkali kali mencoba pengin jalan bareng sama temen sendiri tapi selalu gagal karena waktu luang yang tidak pernah cocok, akhirnya daripada punya keinginan tidak kesampaian sayapun menjalananinya dengan sendiri, dan ini akhirnya menjadi hidup baru buat saya, dimana saya harus bisa membawa diri berbaur dalam beberapa komunitas dan teman-teman baru yang saya temui di jalan.

Ok jadi itulah saya.
Selain itu yang saya lakukan kalau staycation ya paling nulis, ngopi, sambil menikmati keindahan malam, berenang kalau ada kolam renangnya.

#pegipegiyuk

Saturday, April 13, 2019

Nyobain Kolam Renang GOR Otista Jakarta Timur : Aku Tercyiduk

Setelah kemaren nyobain belajar SCUBA Diving di Kolam Renang PD Prakasa Karawang, kali ini saya mau nyobain Kolam Renang GOR Jakarta Timur atau yang biasa disebut Kolam Renang Gelanggang Remaja Jakarta Timur.
Kolam Renang Gelanggang Remaja
Rencana untuk nyobain kolam renang ini sebenarnya sudah lama, sekitar tiga mingguan yang lalu, namun karena kurangnya keniatan dalam hati jadi malah keundur hehehe… habisnya jarak yang lumayan jauh (Cikarang – Jakarta) membuat mood jadi labil.

Kolam Renang Gelanggang Remaja terletak di Jl. Otista Raya No.121, RT.13/RW.8, Kp. Melayu, Jatinegara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13330

Pintu masuk tepat di depan Halte Busway Gelanggang jadi buat kalian yang mau kesana bisa menggunakan Busway supaya tidak terlalu banyak transit, tapi saya sendiri menggunakan sepeda motor dan mengandalkan GPS sebagai petunjuknya

Jam buka: 

Jumat 08.00–15.30
Sabtu 08.00–15.30
Minggu 08.00–15.30
Senin 08.00–15.30
Selasa 08.00–15.30
Rabu 08.00–15.30
Kamis 08.00–15.30


Tiket Masuk Kolam Renang GOR Jakarta Timur

Yang membuat saya sedikit kaget, tiket masuk Kolam Renang GOR Otista Jakarta Timur ini sangat ngat ngat murah cuman 12.500/ Orang hari libur dan 10.000/Orang untuk hari biasa, saya pikir kolam renang termurah di Jakarta cuman di Kolam Renang HS Agung dan Kolam Renang Marinir saja, Eh… taunya ada yang lebih murah, awalnya seneng sihhh tapi setelah masuk ke dalam dan keliling agak sedikit menyayangkan karena menurut saya pribadi kolamnya kurang terawat.

Di sebelah kiri setelah pintu masuk terdapat loker untuk pakaian dengan harga sewa Rp.5000, dan kamar bilas untuk perempuan, sedangkan disebelah kanan kamar bilas dan ganti untuk laki-laki, lumayan cukup banyak kamar ganti yang tersedia sehingga tidak perlua lama untuk mengantri dan persis di samping tempat bilas terdapat sederetan jajanan seperti chicken, pempek, dan berbagai jenis makanan lainnya, pas sedang bilas jadi mencium aroma-aroma yang bikin perut keroncongan.

Disisi kanan kolam terdapat tempat untuk duduk-duduk, terlihat beberapa segrombolan keluarga sedang asyik makan bekal bawaanya disitu, dan diujung kolam renang utama terdapat kolam renang lagi khusus untuk anak-anak, dan disisi kanan dan kiri terdapat dua orang pengawas yang lumayan sudah cukup tua.

Kolam Renang Jakarta Timur
Saya langsung berenang saja waktu itu meskipun sedikit agak geli karena banyak kotoran atau lumut yang pada ngambang dipermukaan kolam, duhhh ini gak dibersihin dulu apa ya ☹ dan kedalaman kolam hanya 1,5 M saja dan semakin dangkal.

Setelah saya perhatikan dikolam ini juga tidak terdapat sirkulasi air ahh tapi mungkin waktu itu sedang tidak dioperasikan #tapikan ☹ Ah sudahlahhh... setelah beberapa menit berenang barulah ada petugas yang ngambil-ngambilin kotoran yang ngambang, namun selang beberapa menit kemudian bau tak sedap mendadak menyengat kemulut, dan ternyata itu bau sampah, dan berdasarkan informasi dari blog sebelah memang ada pembuangan sampah disitu, dan berdasarkan yang diceritakanpun sama seperti yang saya alami.
Sampah Di Kolam Renang
Kurang lebih sekitar satu jam saya berenang, pas selesai bilas dan ganti pakaian seperti biasa saya ingin mengambil beberapa foto untuk dokumentasi perjalanan, saya sengaja mengambil dari berbagai sudut namun setelah selesai mengitari kolam untuk mengambil foto tiba-tiba saya didatangi sama bapak-bapak tua pengawas kolam.

“Mas dari mana ya….?!”

Karena pertanyaannya mencurigakan sayapun menjawab

“Saya dari blogger Jakarta pak…”

“Blogger Jakarta itu apa ya….?!!

Duuuhhh …..

“Blogger Jakarta itu komunitas blog pak, media ….”

“Terus itu tadi foto-foto buat apa ya mas”

“Emang kenapa ya pak”

“Disini gak boleh di foto-foto mas…! Harius izin dulu kalau mau foto”

“Waduh…. Tapikan gak ada informasinya pak, kalau disini dilarang berfoto-foto”

“Iya tapi harus ijin”

“Itu masnya foto mau buat apa”

“Buat Dokumentasi pak, buat foto Instagram, bapak ngerti Instagram nggak…?! (saya mulai kesal)

“Tidak disalah gunakan kan mas”

“Ya tidaklah pak” (tapi dalam hati saya jadi bertanya tanya, ada apa sebenarnya?)

Sayapun kemudian pergi, dan coba menanyakan hal itu kepada teman saya, dan katanya beberapa minggu lalu ada ibu-ibu yang marah-marah komplain karena kolamnya kotor, dan selain itu sepertinya karena banyaknya review jelek mengenai kolam itu jadi mungkin ada himbauan kepda petugas untuk melarang pengunjungnya berfoto-foto disitu. Duuhh… duuhh tidak seperti caranya Ferguso…. Sekarang jamanya sosial media kalau mau direview bagus ya bagusin tatanan manajemennya jadi tidak perlu repot-repot melarang pengunjung buat berfoto, layanan bagus pengunjung puas, reviewpun pasti bagus.

Meskipun begitu saya berharap semoga kedepannya bisa di benahi supaya kolam renangnya bikin betah, tidak usah terlalu murah dikampung saya saja 20.000 asal kolamnya bersih pengunjung akan puas dan tidak mendapat review jelek lagi.
Kolam Renang Gelanggang Remaja Jakarta Timur

Kuliner Enak Dekat Kolam Renang Gelanggang Remaja Jakarta Timur

Habis renang pasti penginnya makan yang berkuah, yang seger-seger, nah buat kalian yang bingung mau makan apa saya punya rekomendasi soto bogor enak di dekat situ, dari pintu keluar ambil kiri sekitar 20m ada McD nah di depan McD seberang jalan ada Soto Bogor, kalau hari minggu biasanya ramai orang-orang pulang dari Greja pada mampir kesitu, jadi harus sabar, karena saya saja demi ingin merasakan enaknya dibela belain nunggu.
Kuliner Jakarta Timur

Ok sekian review dari saya jangan lupa komen dan share kalau sekiranya bermanfaat.


Tuesday, April 9, 2019

Belajar SCUBA Diving di Kolam Renang PD Prakasa Karawang

Jujur selama ini belum pernah nyobain wisata bawah air dan merasakan sensasinya menjadi seorang penyelam, alasanya karena temen-temen maszal lebih suka naik gunung meskipun cuman wacana forever, dan kalau diajakin trip ke pantai atau pulau alasanya panas dan kurang perjuanganya, lalu apadaya masa iya mau ke pulau sendirian😟.

Latihan SCUBA Diving Murah
Dikesempatan yang mendadak ini Alhamdulillah Backpacker Karawang mengadakan Try SCUBA Diving dengan budget yang sangat ngat ngat murah, jadi saya pikir sayang kalau tidak ikutan, apalagi next trip rencana kita mau camp dan snorkling di Pulau Semak Daun.

Rencana untuk mengikuti latihan diving ini juga harus dibumbuhi dengan mini drama dulu, dimana hari sabtu, satu hari sebelumnya kunci motor beserta kunci kamar kos mendadak hilang jatuh pas lagi runing pagi, sudah bolak balik dicari disepanjang jalan teteup belum ketemu, sampai hari minggu tiba akhirnya terpaksa perjalanan dari Cikarang ke Karawang harus menggunakan transportasi umum, dimana pasti akan memakan waktu yang cukup lama dan budget yang membengkak karena biasanya kalau naik bus tarifnya suka-suka kondekturnya (dikasih uang pas bilangnya kurang, dikasih lebih gak dikembaliin), sempet mikir mau cancel saja tapi sayang dengan biaya yang sudah dikeluarkan, dan akhirnya go to Terminal Cikarang with Ojol

Harusnya waktu itu saya jangan naik bus dari terminal, tetapi langsung nunggu bus yang sudah jalan saja, tapi ahh yasudahlahh sudah terlanjur, kondisi bus yang saya tumpangi menurut saya enggak banget sihhh, selain kondisi bus yang sudah nggak karuan, jalanya juga lambat karena harus mennunggu penuh dulu, saya sampai di Stasiun Cikarang pukul 09:00 dan pukul 09:30 bus baru mau jalan, itupun masih berhenti berhenti dibeberapa titik, seperti di SGC dan pasar Lemah Abang, kan kesyeeel... emosi, pengin komplain ke supirnya tapi aaaarghhh cuman bisa melihat jam yang mulai menuju angka 10:00 waktu teori diving akan dimulai.

Bus Jurusan Cikarang - Karawang
Cikarang - Karawang

Saya turun di pertigaan Tanjung Pura dan lanjut dengan ojol lagi, dan disinipun saya harus mendrama dulu dengan kang ojolnya, dimana kang ojolnya harus muter muterin saya dulu karena dia tidak tahu persis lokasi kolam renangnya. meskipun saya sudah menggunakan GPS saya cuman bisa nurut aja sama kang ojolnya #malasdebat

Sampai di Kolam Renang PD Prakasa sekitar pukul 10:30 dan  5 menit berselang teori dasar diving baru dimulai Alhamdulillah kebagian.

Kolam Renang PD Prakasa Karawang


Teori Dasar Scuba Diving

Teori pertama yang diajarkan adalah teori snorkeling

1. Cara memasukan alat snorkeling kemulut
Saya bingung bagaimana menjelaskannya tapi intinya alat snorkelling atau selang pernapasan yang dimasukan kemulut sudah di design seuai dengan mulut manusia, cuman buat kalian yang belum terbiasa mungkin akan merasakan keanehan, yaitu mulut jadi berasa monyong, tapi ya memang begitu, jadi biasa aja dan hiraukan kemonyongan itu, karena kebanyakan hanya karena jadi monyong alat snorkelling yang buat pernapasannya hanya dimasukan setengahnya saja #katanya

2. Cara membuang air yang masuk ke masker atau kacamata snorkelling
Kacamata snorkelling bisa saja kemasukan air pada saat kita menyelam, untuk mengeluarkan air tersebut tentunya tidak mungkin kita buka karena kondisi kita sedang di dalam air (yang ada malah tambah banyak air yang masuk) tehniknya adalah membuangnya dengan hempasan hidung, tanpa harus membuka kacamata snorkelling tersebut. Dengan begitu air akan keluar.

3. Cara membuang air yang masuk ke alat snorklling
Saat kita menyelam terlalu dalam slang pernafasan kita pasti akan terisi air, untuk mengeluarkan air tersebut kita harus munculkan lagi kepermukaan dan hempaskan dengan mulut (disemprotkan pakai mulut)

4. Cara menggunakan kaki katak atau Fins
Untuk menggunakan kaki katak sama seperti pakai sepatu biasa hehehe, dan untuk mengoperasikanya saat renang kalain cukup kepakan saja atau berenang gaya bebas secara perlahan, dan kalau misalkan kalian mau berdiri kalian harus berputas berbalik arah.

Tehnik Snorkeling

Expresi kencing di Air πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Terori kedua : Perkenalan alat-alat Diving dan kegunaanya

a. Tabung udara untuk bernafas

b. Regulator : alat bantu pernafasan (penghubung tabung oksigen dengan mulut)

c. Gauges : alat ukur untuk mengetahui banyaknya oksigen yang tersisa dan kedalaman air, alat ini sebagai petunjuk untuk lamanya bertahan di dalam air.

d. Fins : kaki katak, untuk mempermudah dan mempecepat gerakan saat berenang

e. Weigh Belt : yaitu alat yang digunakan untuk menambah beban agar bisa penyelam bisa tenggelam.

f. BCD (Bouyancy Compensation Device) : sejenis jacket, mirip rompi yang bisi di isi udara untuk mempermudah penyelam ketika hendak naik supaya cepat mengapung.

g. Masker : (Kaca Mata)

h. Drysult : Pakaian wajib Diving

Ok gaes kurang lebih itu beberapa tehnik dasar dan peralatan yang dikenalkan ke kami, mungkin sebenarnya masih banyak tapi karena waktu yang singkat jadi dibuat sesingkat mungkin, tolong koreksinya di kolom komentar apabila ada yang keliru.

Cara memakai peralatan diving yang baik


Kolam Renang Karawang


Pengalaman Pertama Belajar Diving

Dari beberapa teori yang sudah dijelaskan pas saya praktekan ternyata susah gaes, pas nyoba snorkeling dan bernafas menggunakan mulut ternyata bener-bener perlu menggunakan tenaga paru-paru, pas awal awal saya pikir alat snorkelingnya mampet, ehh taunya ternyata saya yang belum bisa mengambil nafas dengan menggunakan mulut. Cukup lama beradaptasi dengan ini apalagi saya perokok 😭😭 tapi alhamdulillah akhirnya bisa juga, dengan kekuatan mulut, ambil nafas sebanyak banyaknya hempaskan perlahan dan ambil lagi..... tapi jujur paru-paru berperan banget dalam hal pernapasan ini.
Terus pas nyobain divingnya alhamdulillah sudah mulai bisa rileks pernapasannya, tinggal dilatih terus aja, tapi kapan lagi ya...... sepertinya perlu privat hiks hiks 

PS : Buat yang lagi cari info latihan SCUBA Diving bisa kepoin IGnya mas Hadid di @hadiddiver yang nglatih kita kemaren, jangan lupa follow IG saya juga di @mas_zennn

Terima kasih sudah membaca artikel ini, jika suka silahkan share, jika ada pesan yang mau disampaikan silahkan tulis di koment.



Friday, April 5, 2019

Pendakian Gunung Parang 930 Mdpl via Jalur Taraje #ExpedisiMendadak

Dari tiga gunung hits di Purwakarta tinggal satu yang belum saya daki, yaitu Gunung Parang. Gunung Parang mempunyai beberapa jalur pendakian dan jalur yang lagi hits sekarang adalah Jalur pendakian via ferata, untuk mendaki via jalur ferata dikenakan tarif 250.000/orang.

Jalur Pendakian Gunung Parang

Jalur pendakian Gunung Parang via Teraje terletak di Desa Pasanggrahan, Cilele RT 12/05 Purwakarta dan memiliki ketinggian 930 mdpl, alasan kenapa saya memilih lewat jalur Taraje atau jalur biasa adalah karena pendakian ini bisa dibilang pendakian mendadak,berawal dari obrolan gabut di WA Group liburan mau kemana, kemudian tercletuklah untuk ke Gunung Parang, yang kemudian mendapat banyak respon dan akhirnya diikuti oleh 16 anggota Backpacker Karawang.

Transportasi ke Gunung Parang

Perjalanan ke Gunung Parang kami tempuh dengan menggunakan sepeda motor, karena cuman ada 2 mobil dan tidak cukup untuk 16 orang πŸ˜” , seperti trip-trip sebelumnya meeting point di Alfamart Kosambi pukul 19:30 (belum termasuk waktu ngaret) setelah semua kumpul jam 21:_ lebih (kalau tidak salah) kita berangkat ke Gunung Parang dalam keadaan laper (harusnya makan dulu, tapi gara2 takut ditinggal jadinya gak makan, tapi nungguin yang lain kumpul lama juga πŸ˜“πŸ˜“πŸ˜“ )

Kalau menggunakan transportasi biasa kalian biasa menggunakan kreta jurusan Purwakarta lajut angkot tujuan Pasar Plered, dan lanjut charter angkot lagi ke basecamp, tidak ada angkot biasa maka dari itu dulu waktu ke Gunung Bongkok kita sewa angkotnya bareng pendaki lain  agar sharecost bisa lebih murah, selengkapnya bisa baca di perjalanan saya sebelumnya disini.

Sampai di Basecamp sekitar pukul 23:15 WIB waktu yang terbilang cukup cepat, kami langsung didatangi sama yang jaga basecamp untuk mengisi buku tamu dan simaksi sebesar 10.000/orang dan parkir 2000/motor. Di basecamp terdapat banyak saung-saung yang sepertinya sengaja dibuat untuk  istirahat para pendaki, ada juga yang dibuat khusus tempat mengaji anak-anak dan Mushola.

Istirahat, makan, ngopi-ngopi sambil ngobrol sebentar dan terlelap masing-masing karena sadar diri besok harus bangun jam 03:00 pagi untuk tracking, saya sebenernya malas tidur, rasayanya pengin menikati suasana malam di pedesaan tapi karena yang lain pada tidur jadinya ikut tidur juga.

Pukul 02:30 kami semua sudah terbangun, cuci muka, gosok gigi, berdoa dan tepat pukul 03:00 kita mulai berjalan menuju puncak Gunung Parang.

Kalau menurut saya tracking Gunung Parang lewat jalur biasa ini terbilang cukup mudah meskipun dari awal sampai ke puncak bayangan kita tidak dapat bonus landai satupun, tapi seenggaknya tidak ada jalur yang licin atau susah untuk dilalui, tapi kalau masalah capek tidak usah ditanya lagi yahh hehehe apalagi kalau yang belum bisa tracking atau jarang olahraga, atau tidak punya motivasi dan tujuan dari naik gunung itu apa, pasti yang ada penyesalan dan pengin turun aja, tapi kalau kita punya motivasi pasti selelah apapun akan kita hadapi, naik gunung bukan soal kecepatan berjalan kalau menurut saya, naik gunung itu berjalan, perlahan, beradaptasi dengan pernapasan dan menikmati lelahnya perjalanan. Motivasi naik gunung itu banyak, ada yang niat untuk buang lemak, niat biar punya foto-foto buat riya di instagram, blog dan lain sebagainya dan dari situ akhirnya timbulah hobi. (ngomong apa sihh)

Pos taraje Gunung Parang

Sebelum pos I kalian akan melewati jembatan dari bambu yang menuju ke rumah pohon, ikuti saja terus sampai ketemu pos I (Tanjakan Kosambi) , II (Tanjakan Sempora) dan III (Tanjakan Taraje), dan puncak bayangan, kami sampai di puncak bayangan. Sekitar pukul 05:00 WIB, disini kalian dapat bonus landai, di puncak bayangan terdapat sebuah makam seperti di Gunung Lembu, disini juga terdapat tanah lapang yang bisa dijadikan untuk camp kalau kalian mau menginap di atas. Kami semua memutuskan untuk sholat subuh disini, dari kami ada beberapa yang sudah ambil air wudhu dari bawah dan ada juga yang tayamum. Mudah-mudahan niat kami tidak ingin meninggalkan sholat saat perjalanan diterima Oleh Allah SWT “amiin”

Puncak Bayangan
Puncak Gunung Parang dari Pos Puncak Bayangan
Puncak bayangan ke puncak sesungguhnya hanya sekitar 20 – 3o menit saja, meskipun traknya nanjak dan berbatu, tapi mudah untuk dilalui, cuman harus tetap waspada apalagi buat kalian yang mendaki dengan banyak team, karena sesekali kadang banyak kerikil yang jatuh kebawah akibat pijakan.
Dan sekitar pukul 05:40 tamat sudah perjalanan mendaki gunung di Purwakarta.



Backpacker Karawang, Gunung Parang

Tidak begitu lama kami menghabiskan waktu dipuncak, karena satu diantara dari kami ada yang kebelet boker :D dan perjalanan turunpun jadi lebih cepat :D

Biaya Transportasi ke Gunung Parang

PP Cikarang – Gunung Parang menggunakan Vario 150 biaya bensin 70.000 2x isi, dan masih sisa 3 baris
Simaksi 10.000
Parkir 2000/orang
Biaya makan tidak saya hitung, karena tanpa pergi ke Gunung Parangpun pasti mengeluarkan uang buat makan :D

Gunung Lembu Purwakarta 792 Mdpl (Views Drone)
Gunung Haur Purwakarta : 517 Mdpl Yang Bikin Deg-Degan

Sekitar pukul 11:00 WIB kami pamitan sama Gunung Parang, karena laper rencana selanjutnya adalah kulineran, kebetulan salah satu dari kami punya rekomendasi tempat makan murah dan enak, yaitu ikan bakar dan nasi liwet, lokasinya di daerah Bendungan Cirata, yang merupakan bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Asia Tenggara, PLTA ini memiliki konstruksi power house di bawah tanah dengan kapasitas 8x126 Megawatt sehingga total kapasitas terpasang 1.008 Megawatt dengan produksi energi listrik rata-rata 1.428 Giga Watthour pertahun (Wikipedia)

Bangga bisa lewat sini, tapi sayang gak bisa foto-foto karena tidak boleh parkir disepanjang jembatan.

Thx To : Backpacker Karawang
Jangan luppa follow @mas_zennn dan share ke sosial media kamu.

Tuesday, March 12, 2019

River Tubing Ngaprak Adventure Purwakarta With Backpaker Karawang

River Tubing adalah kegiatan menyusuri sungai dengan menggunakan ban dalam mobil, dimana satu ban untuk satu orang, hal ini menurut saya sangat memacu adrenalin, dimana dialiran sungai yang deras kamu harus bisa mengendalikan ban yang kalian pakai sendiri, dan ketika kalian terbalik atau terpisah dari banpun kalian harus berusaha menyelamatkan diri dengan sendiri. Seruuu kan....!!

River Tubing Ngaprak Adventure Purwakarta

Trip kali ini saya bersama Backpacker Karawang mencoba River Tubing di salah satu sungai di daerah Purwakarta yang dikenal dengan sungai Ciherang.

Perjalanan kami mulai sekitar pukul 06:30 dari Alfamidi Anggadita Klari, menggunakan sepeda motor sekitar ada 26 orang yang ikut, cewek – cowok. Perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 2,5 jam, melewati jalan raya Purwakarta, yang intinya tinggal ngikutin guide yang sudah tau jalan kesana, sampailah kami di basecamp Ngaprak River Adventure. 

Ngaprak River terletak di kampung Tanjaknangsi, Desa Raharja, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta - Jawa barat tepatnya sebelum Situ Wanayasa.

Kami mengambil paket dengan jarak sekitar 4KM dan memakan waktu sekitar 2 jam.

“Kang nanti jalurnya ada yang tinggi nggak? Maksudnya nglewatin air terjun gitu*
“Ohh gak ada kang, tapi tracknya menantang kok, karena airnya deras”
“Oughhh berati bakal biasa aja” (sombong gumamku dalam hati)

Sebelum menuju kesungai kita semua dibekali dengan pelampung, helm, dan ban, dan berjalan kaki ke arah sungai Ciherang sekitar 10 menit. Sungai Ciherang kalau tidak salah adalah dua aliran sungai yang menyatu, jadi sebelum sampai ke sungai ciherang kita berhenti di jembatan salah satu sungai yang airnya mengalir menyatu dengan sungai Ciherang.

“Kang sungainya bukan ini kan?” tanyaku
“tidak kang”
“Ohhh kirain...?, jangan sungai ini ya kang arusnya kurang deras” sombongku kembali

Di jembatan inilah kita diberi arahan sama akang-akang yang akan menjadi guide kita, beberapa tips mereka berikan seperti tips biar perjalanan lancar dan tips saat terlepas dari ban.
Persiapan sebelum river tubing

River Tubing Backpaker Karawang

Tips yang pertama supaya kalian tidak terpisah dari ban, adalah harus bisa menjaga keseimbangan badan kalian, terdengar memang sangat mudah, tapi ketika sudah berada di arus yang deras dengan banyak bebatuan emosi kita sudah tidak terkontrol lagi, yang ada hanya ketakuan, takut kepala terbentur batu dan lain-lain, tetapi jika kalian sudah menanamkan rasa percaya bahwa semua alat yang kita pakai akan menjaga keamanan kita, kalian nanti akan merasa biasa saja, hal ini saya rasakan ketika sudah melewati beberapa aliran dan perjalanan sudah hampir kelar(sudah terbiasa)

Tips yang kedua saat kalian terlepas dari ban. Karena arus yang sangat deras kadang kita susah untuk menjaga keseimbangan kita, sehingga terpisahlah kita dari ban, sama-sama terhanyut oleh arus yang deras, kejadian seperti ini sangat menakutkan dan memalukan sekali huhuhu... jadi ketika pertama jalan baru beberapa menit melewati jalur yang deras saya terlepas dari ban, langsung panik dan tak terkontrol, namun setelah merasa pelampung dan helm yang kita pakai melindungi kita, lama lama jadi biasa, dan tipsnya ketika kalian terlepas dari ban adalah terlentang saja mengikuti arus seperti body rafting, dan setelah kalian berada di arus yang bisa kalian lawan kalian bisa berenang menyelamatkan diri.

“Baru segini saja sudah takut, padahal tadi gayanya pengin nglewatin arus yang tinggi dan deras :’( maafkan hambamu ya Allah...”

Setelah mendapat arahaan kalian akan berjalan menuju sungai ciherang, sungai yang arusnya deras, kalian akan melewati persawahan yang hijau kalau beruntung, pas disini jangan sampai kalian mendahului kang fotografer ya kalau mau difoto, karena sangkin semangatnya, saya berjalan dipaling depan bareng kang guide yang lain, disisi lain kang fotografernya masih dibelakang alhasil saya tidak punya foto yang dipersawahan nan hijau itu, tapi mungkin ini juga karma, karena pas dijembatan sembelum yang lain pada datang, saya sudah minta foto duluan sama kang fotografernya heuu... (karma tuhan berlaku)

Setelah semua berkumpul satu-satu mulai meluncur, dan disinilah pertama kalinya saya terjungkir hehehe tapi asli tracknya bikin ciut nyali :’( takut sama batu batuannya

Sepanjang menyusuri sungai ciherang banyak hal-hal menegangkan dan lucu, tegang kalau lihat arus yang deras penuh bebatuan dan lucu kalau lihat ada teman yang ban-nya nyangkut atau kebalik hehehe (senang kalau lihat teman kesusahan)

River Tubing Purwakarta

Founder Backpacker Karawang




Indro Backpacker Karawang


kurang lebih ada 4 ttitik pemberhentian untuk menunggu yang lain, karena banyaknya kendala di jalan dan demi kemanan kita bersama kita juga harus memastikan yang dibelakang juga aman, dan setelah melewati 4 titik tersebut selesailah sudah perjalanan menyesurui sungainya hiks hiks sedih banget, masih kurang 😭😭😭

pulangnya kita dijembut sama mobil bak dan setelah sampai di basecamp kita langsung disajikan makanan box, entahlah waktu itu makan serasa enak banget... ada yang merasakan hal yang sama (komen di bawah)

setelah semuanya selesai, mandi makan dan bersih-bersih kitapun langsung pulang, tetapi karena waktu itu langsung sore kita mampir dulu untuk makan lagi :D karena ke purwakarta kurang lengkap kalau tidak makan sate dulu hehehe
sembari menunggu makannya datang kami isi dengan perkenalan.

Kuliner Purwakarta

Tips Sebelum Main River Tubing

Selain tips keselamatan di atas, ada juga beberapa tips yang harus kalian cermati. Berdasarkan pengalaman main river tubing menggunakan sendal itu gak asik, malah yang ada nginjek batu jadi licin, selain itu terjadinya kerusakan pada sendal juga akan terjadi, beberapa temen banyak yang sendalnya jadi korban hahaha, selain tidak enak menggunakan sendal jika kalian menggunakan kacamata atau jam, sebaiknya jangan dibawa karena berdampak juga pada kerusakan, tapi kalau soal kacamata mungkin menjadi kegalauan sendiri, tetapi jika kalian masih ngotot memakai kacamata saat river tubing artinya kalian juga harus siap kalau kacamatanya hilang atau rusak.


Pesan dan Kesan

Menurut saya pengalaman ini sangat menyenangkan, meskipun sebelumnya sudah pernah tapi kali ini merasa lebih seru, terima kasih buat Backpacker Karawang, akang guides yang setia melindungi kami, kang fotografer yang baik hati, gak ngeluh ngefotoin kita, satu yang menjadi perhatian saya terkait kemanan yaitu tidak adanya safety untuk bagian dengkul padahal itu bagian yang sering kena batu. selain itu hikmah yang saya ambil adalah kita sebagai manusia tidak boleh sombong.