Wednesday, April 18, 2018

Tips Mendapatkan Parkir Gratis u/ Dua Kendaraan Saat Menginap di Hotel


Buat kalian yang sering menginap di Hotel yang lokasinya di dalam Ruko pasti sudah pada tahu kalau parkir gratis yang diberikan hanya berlaku untuk satu kendaraan saja, nah lalu bagaimana caranya supaya kita bisa mendapatkan parkir gratis untuk dua kendaraan, misalnya buat teman kamu yang juga membawa kendaraan.
Parkir Hotel Gratis
Sumber: https://ugetuget.com

Trik ini saya dapatkan ketika lagi Staycation disalah satu Hotel di Cikarang (yang tidak mau saya sebutkan namanya) dimana saya check-in duluan daripada teman saya, kami berdua sama-sama membawa kendaraan, saya membawa motor dan dia mobil (dia orangnya ngirit makanya bisa beli mobil) dan saya orangnya boros makanya sampai sekarang masih belum punya mobil :’( hahaha

Kenapa saya bilang dia ngirit, soalnya dia dari segi makan saja masih nanya makanan yang murah dimana? Yang menurut saya seperti tidak pantas diucapkan sama orang yang membawa mobil hahaha

Selain itu dia juga nanyain kalau ada parkir gratis nggak disini? ya saya bilang saja ada, tapi sudah saya pakai.

Sedikit cerita darinya kalau dia masih terbayang-bayang waktu masih menjalani study di Jogja, dimana dia bisa bertahan hidup dengan uang yang pas-pasan, karena harga makanan di Jogja sangatlah murah-murah, dan mungkin pastinya bukan cuman itu saja alasanya. Tapi ada perjuangan yang lebih berat.

Dari sedikit ceritanya saya juga bisa merasakan sihh, hampir sama, pas dulu waktu masih kuliah di Purwokerto bisa menikmati makanan nasi rames cuman dengan harga Rp.3000 s/d Rp.4.000, tapi pas tiba-tiba di Jakarta langsung kaget dengan harga makan yang tiga kali lipatnya harga di Purwokerto. Apalagi ditambah saya sama sekali belum menghasilkan pendapatan apa-apa di Jakarta, karena baru sedang mencari pekerjaan, namun setelah punya pekerjaan dan cukup uang, saya menjadi terbiasa dengan nominal harga makan di Jakarta, dan saya tidak punya sedikit inisiatif untuk mencoba ngirit, yang akhirnya jadilah saya yang sekarang masih seperti ini.
Saya tidak tahu kenapa malah jadi saya yang curhat, padahalkan cuman mau ngasih tau trik supaya bisa dapat parkir gratis doang.

Kenapa saya ingin sekali membagikan pengalaman ini, karena sebagai traveler dengan budget yang selalu pas-pasan haruslah kita pinter-pinter memangkas pengeluaran kita hahaha… dan tahu sendiri biaya parkir di kota-kota besar dihitung perjam, bisa dihitung jika perjamnya 2.000, kan lumayan hahaha

Oke jadi pas di Hotel kan saya yang datang duluan, pas di Receptionis saya ditanya bawa kendaraan atau tidak, dan saya jawab iya, kemudian Reseptionisnya bilang, “nanti pulangnya di stamp ya mas untuk parkir gratisnya” pas dia bilang seperti itu, pikir saya daripada besok ribet mending saya minta stamp aja struk parkirnya sekarang, dan di stampelah itu struck parkir.

Singkat cerita, pas check-outnya mba-mba Receptionisnya sudah beda, bukan mba yang kemaren lagi, nah disitulah mba yang baru kembali nanyain struk parkir kendaraan saya buat dia stample, karena dia pikir belum di stample, lalu saya kasihlah struck parkir teman saya yang bawa mobil hehehe dan akhirnya si kampret tidak ngeluarin duit sepeserpun hahahaha


Disclaimer :
- Tips ini bukan untuk menyuruh berbuat tidak benar, justru memberi tahu kelemahan untuk instansi terkait.
- Gunakan dengan bijak
- Dosa tanggung sendiri


Monday, April 2, 2018

Review Pengalaman Menginap di Airy Rooms : Kapan Aja Bisa

Gara-gara sering check-in dan suka ngasih review tempat-tempat yang saya datangi, sering sekali saya dapet voucher dari google local travel guide, dan kali ini saya dapet voucher menginap di Airy Rooms senilai 150.000.
review pengalaman Menginap di Airy Rooms Cikarang


Sebelumnya saya juga sudah mendapatkan voucher dari Airy Rooms juga senilai Rp.100.000 yang saya dapatkan dari referel teman yang sudah pernah pesan di Airy Rooms, voucher-voucher ini sangat berguna buat saya yang suka bepergian, karena bisa untuk memangkas budget travel saya yang selalu pas-pasan.

Jadi kalau kalian sudah pernah pesan hotel di Airy Rooms kalian akan mendapatkan kode referal yang bisa kalian bagikan untuk memberikan diskon sebesar Rp.100.000 kepada teman-temanmu.




Kalian juga akan mendapatkan diskon spesial apabila teman-temanmu melakukan pemesanan kamar melalui link yang kalian bagikan.


Semakin banyak teman yang menggunakan link-mu, semakin hemat pula liburanmu di Airy Rooms! Sangat menyenangkan bukan?

Bukan cuman itu saja, kalian juga akan mendapat voucher potongan harga yang bisa digunakan untuk berbelanja di Shoppe.


Pesan Kamar di Airy Rooms #KapanAjaBisa

Kapan aja bisa dengan Airy Rooms, hotel murah yang tidak murahan, tidur aman harga nyaman.

Jujur sebagai traveler saya merasa terbantu sekali dengan adanya Hotel Airy Rooms yang pas dengan kantong, apalagi di kota-kota besar seperti di Jakarta. Dulu sebelum ada Airy Rooms sangat susah sekali mencari penginapan yang sesuai dengan budget travel, tapi dengan adanya Airy Rooms persoalan menginap sudah tidak jadi masalah lagi.


Cara Booking dan mencari Hotel di Airy Rooms juga sangat mudah, karena sudah disediakan fiture map, jadi kalian tinggal search aja lokasi atau kota dimana kalian akan menginap, maka sederetan hotel Airy akan terlihat semua. 


Dan jika kalian mau menggunakan kode voucher, kalian harus memesanya melalui aplikasi yang bisa di-download di Playstore atau di App Store, saat ini sudah lebih dari 5000+ kamar yang tersedia di 72 Kota di seluruh Indonesia.

Untuk pemesanan menggunakan Aplikasi kalian harus registrasi dulu, caranya tidak ribet, kalian tinggal registrasi saja menggunakan account google, selanjutnya tinggal pesan seperti pada umumnya.


- Cari lokasi hotel dimana kalian mau menginap

- Pastikan tanggal check-in
- Pastikan fasilitas kamar yang akan kalian dapatkan
- Masukan kode voucher jika punya
- Bayar dan selesai

FYI Airy Room sedang memberikan diskon Rp.100.000 jadi jika kalian mempunyai kode voucher Rp.100.000 kalian akan mendapat potongan Rp.200.000.


Seperti contoh pada screenshot di bawah, dimana harga Airy Room Cikarang senilai Rp.316.300 menjadi Rp.246.714 dan ditambah saya pakai kode voucher Rp.150.000 sehingga menjadi Rp.96.714, jadi murah sekali bukan.



Review Pengalaman Menginap di Airy Rooms Cikarang Bekasi

Airy Rooms Cikarang terletak di Jl. Raya Cikarang Cibarusah Ruko CBC Blok D1-E5, Cikarang Selatan, 9 menit dari tempat saya ada acara.

Pas sampai di Ruko CBC sempat bingung nyari lokasi hotelnya, pas saya nanya ke orang tentang keberadaan hotel Airy Rooms malah orangnya bingung dan bilang tidak ada dan malah setahu mereka kalau Airy Room itu hanya aplikasi untuk pemesanan Hotel saja, ternyata masih banyak yang belum tahu mengenai Airy Room seperti temen sekantor saya juga seperti itu, taunya Airy itu cuman aplikasi buat pemesanan hotel saja.

"FYI : Airy Rooms merupakan Accomodation Network Orchestrator (ANO) yang bermitra dengan berbagai hotel budget terbaik di seluruh Indonesia"


Setelah saya tunjukin alamatnya dia nunjuk kalau alamat tersebut adalah di City Smart Hotel.

Nah ternyata City Smart Hotel adalah salah satu hotel yang mau bekerja sama dengan Airy, sayapun langsung menuju ke receptionis untuk reservasi ulang, dan dimintai data kode booking dan tanda pengenal beserta dimintai deposit sebesar Rp.100.000 yang akan dikembalikan lagi nanti pas check-out.
Dan setelah proses administrasi selesai, inilah dia penampakan ruangan Airy Rooms Cikarang.
Kalau menurut saya kamarnya bersih, rapih, sesuai sama yang ada di foto-foto, ada sambutan Welcome to Airy dan kotak yang berisikan snack, ada meja buat kerja atau ngeblog :D terus lemari gantung untuk menaruh pakaian, dan petunjuk arah kiblat.

Berlanjut ke kamar mandi, menurut saya luas, bersih dan kering, terdapat seperangkat alat mandi yang berlebelkan Airy yang katanya sih sovenirnya boleh dibawa pulang hihihi :D

Beberapa orang mengatakan kalau handuknya kotor ada bercak-bercaknya tapi disini saat saya periksa semuanya bersih dan bagus.
Overall saya suka dengan ruanganya yang luas dan wifi-nya yang kenceng.
Selain itu pelayanannya juga sangat memuaskan, bener-bener cocok banget buat traveler macam saya, dengan hanya membayar sekian rupiah tapi bisa mendapatkan pelayananan yang seperti ini, tidur nyaman dengan harga yang aman.

Esok paginya saya juga dapat sarapan secara prasmanan yang dimulai dari pukul 07:00 s/d 10:00 untuk dua orang, ada teh manis dan kopi juga yang sudah disediakan, tempat makanya juga bersih dan rapih.

Terima Kasih Airy


Jaminan Kenyamanan Airy Rooms




Letak Strategis Airy Rooms Cikarang

- Indomaret 200M
- Lippo Mall Cikarang 1.9 km
- Lippo Waterboom 2.1 km
- Farmer Market Jababeka 7.1 km
- Jababeka Golf Country Club 7.3 km
- President University Jababeka

- Sang Kuring Lippo Cikarang 1.4 km

- Bakmi Golek 1.6 km
- Kedai Mie 1.9 km
- Domino's Pizza 1.9 km

#KapanAjaBisa #TidurNyamanHargaAman











Saturday, March 24, 2018

Nasi Padang Recommended di Kawasan Pendopo Karawang

Awalnya kenapa bisa ketemu dengan Nasi Padang yang lokasinya mojok tidak kelihatan ini ketika saya hendak trip kedua ke Parang Gombong, yang dilanjutkan dengan mengunjungi Curug Tilu, yang katanya  merupakan Green Canyonnya Purwakarta.

Karena di sepanjang jalan kenangan Cikarang-Karawang tidak menemukan satupun tempat makan yang bikin kita pengin mampir, sampailah kita di Pendopo Karawang.

Muterin Pendopo Karawang tidak menemukan satupun tempat makan yang kelihatanya enak, dan pas mau mampir ke Indomaret buat belanja logistik, eh taunya ada warung Nasi Padang nyempil di sampingnya.

Tidak begitu kelihatan karena di depanya ada penjual gorengan juga.

Karena tidak ada pilihan lain, makanlah kita ke Warung Nasi Padang tersebut.

Satu porsi Nasi Padang dengan lauk Ayam Bakar tanpa Nangka saya pesan.
Biasanya pagi-pagi sekitar jam 9 saya tak biasa makan berat sampai selahap ini, karena perut akan mules-mules, tapi disini, satu porsipun akhirnya habis tanpa sisa, tapi karena sambelnya yang enak.

Kuliner Karawang

Pendopo Karawang

Seminggu berlalu, sayapun berniat kembali ke Cikarang untuk mengembalikan buku yang sudah lama saya pinjam milik Backpacker Karawang, sebenernya lagi males waktu itu ke Karawang, tapi karena kebayang Nasi Padang yang sambelnya bikin nendang itu akhirnya dengan semangat empat lima saya kembali lagi ke Karawang dan makan lagi di sana untuk yang kedua kalinya.

Rasanya masih sama, seperti rasa yang pernah dia berikan sebelumnya, dan yang bikin wow, kali ini bapaknya memberikan sambelnya dengan ditaruh di piring, dengan dua macam sambal, hmmm mugkin karena kami pesan Ayam Bakar dan Ayam Sayur kali yahh jadi sambelnya di bedakan menjadi dua.

FYI buat kalian yang suka baca buku, tapi males pinjam buku di perpustakaan, kalian bisa datang ke Pendopo Karawang saban hari sabtu di perpustakaan jalannya Backpacker Karawang, disana kalian bakal ketemu sama temen-temen dari Backpacker Karawang yang doyan baca buku dan hobi jalan-jalan.

Kalian boleh baca buku di sana (gratis) pinjam juga boleh asal dibalikin, gabung di komunitasnya juga boleh banget, karena komunitas ini sangat berfaedah sekali, apalagi buat kalian yang jomblo, dijamin tidak merasa kesepian lagi, karena kalian bakalan ketemu sama jomblo-jomblo fisabillilah di komunitas ini yang selalu mengisi waktunya dengan hal-hal positif.

Main di Pendopo Karawang ini juga tidak perlu takut batrai lowbat karena banyak colokan yang sengaja disediakan :D

Intinya gaes buat kalian yang lagi bingung nyari tempat makan siang disekitaran pendopo Karawang, Nasi Padang ini menurut saya recommend, karena dua kali saya makan di sana tidak menyesal.

Wednesday, March 21, 2018

Senja di Bukit Bulak Cempaka Bumijawa


Senja itu selalu romantis, senja itu selalu mengingatkan pada seseorang, dan senja itu  “Kamu” yang tak lagi sama. (zen)

Bukit Bulak Cempaka

Bukit Bulak Cempaka adalah sebuah perbukitan yang berada di Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal Jawa Tengah, dan merupakan rangkaian perbukitan yang berjajar di Wilayah Bumijawa Bagian Barat. yang berbatasan dengan Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes.

Bukit Bulak Cempaka terbilang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan perbukitan lain yang ada di Bumijawa, ini karena letaknya yang berada di Bumijawa Bagian Barat.

Bukit Bulak Cempaka memiliki ketinggian sekitar 700 Mdpl yang di kelola oleh  pemuda sadar wisata setempat dan merupakan wisata baru yang lagi hits, yang  menawarkan pemandangan  alam dan senja yang begitu indah.
Di Bukit Bulak Cempaka terdapat beragam Spot foto dan Gardu pandang, seperti Prahu, Rumah pohon, Sayap Kupu-Kupu, Menara Bambu,  serta saung-saung untuk beristirahat.

Rute dan Transportasi
Lokasi Bukit Bulak Cempaka berjarak sekitar 8,9 Kilometer dari Pusat Kota Bumijawa, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.

Jika dari arah  Tegal / Slawi tinggal menuju arah ke Bumijawa melewati jalur wisata Guci. sampai di Desa Tuwel ambil kanan menuju Bumijawa. Kemudian ambil Jalan Lingkar Selatan Bumijawa. Sampai di Simpang tiga Tunas Rimba Ambil Kiri arah Bumiayu. Sampai Ketemu desa Cempaka.

Jika menggunakan transportasi umum. dari terminal Tegal menuju Slawi menggunakan Elf Tegal - Slawi - Bumiayu PP / Tegal - Purwokerto. sampai di terminal Yomani Naik lagi Elf Tujuan Bumijawa.

Sampai di Terminal Pasar Bumijawa kemudian bisa naik angkutan Gunung Bak terbuka. menuju Desa Jejeg. Sampai di Jejeg naik angkutan perbatasan Jurusan Linggapura – Bumiayu dan turun di Desa Cempaka.
Jika dari arah Purwokerto / Bumiayu, Sampai di Simpang Pasar Linggapura ambil kanan arah Bumijawa.
Naik Angkot Linggapura - Jejeg dan turun di desa Cempaka

Tiket masuk BBC sangat murah, hanya Rp. 3000/orang (free tiket u/ anak/balita) dan Rp. 2000/ motor roda 2 serta antara 3000 - 5000 utuk  roda 4 atau lebih.

Sepanjang perjalanan kalian akan melewati hutan bambu, karena di Desa ini memang di sebut Kampoeng Bamboo dan kalian akan menemukan Tuk atau mata air yang dinamakan  Mata Air Mudal atau Tuk Mudal.

Banyak keindahan yang bisa anda temui ketika berkujung ke Bukit Bulak Cempaka diantaranya adalah Golden Sunrise di pagi hari seperti di Sikunir Dieng, Sunset. serta panorama senja yang menenangkan jiwa, alam yang masih asri dan terjaga membuat anda akan di hibur oleh nyanyian alam sepeti kicau burung dan binatang lainya, Lembah yang sangat indah, Taman Bunga yang mempesona dan gardu pandang yang bermacam-macam.

View Landscape wilayah Brebes Tengah dan selatan, hamparan pesawahan, pemukiman penduduk dan rangkaian perbukitan di Perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat serta Warga Sekitar yang sangat ramah tamah.
Romantis

Saat berkunjung kesini jangan lupa untuk menikmati jajanan khas Desa Cempaka sambil moci-moci di gazebo-gazebo yang sudah di sediakan... Euuughhh dijamin mantappp

Selain itu anda juga bisa menikmati segar dan sejuknya Kawasan Telaga Tuk Mudal yang tidak jauh dari BBC yang mempunyai tujuh mata air asli yang pastinya bikin seger dan membuat betah berlama-lama disitu.
Anda juga bisa menginap atau bermalam di Bukit Bulak Cempaka. seperti Camping dan sebagainya. namun di Desa Cempaka yang memang sudah diresmikan sebagai Desa Wisata (Kampong Bamboo). untuk Camping disarankan di Bukit Brongkol, Bukit Mengger dan Bukit Cengis. yang lokasinya tidak jauh dari Bukit Bulak Cempaka.

Kebahagiaan, Bukit Bulak Cempaka

Senja di Bukit Bulak

Bukit Bulak Cempaka menurut saya sudah cukup komplit. dimana di lokasi bisa mendapatkan rasa kebahagiaan. akan rasa sukur bahwa inilah Keindahan Alam anugrah dari Tuhan yang harus sama-sama kita jaga, rawat dan lestarikan.

Keberadaan Desa Wisata Bukit Bulak Cempaka dan para pengunjung sangat berperan aktif dalam menigkatakn kesejahteraan masyarakat setempat, so yukk jangan sampai ketinggalan sama yang lain.


Monday, March 19, 2018

Curug Tilu Sukasari Purwakarta

Trip ke dua Camping di Parang Gombong Purwakarta, paginya langsung menuju ke destinasi selanjutnya yang searah dengan jalan pulang, yaitu Curug Tilu.

Curug Tilu Ciririp Purwakarta

Curug Tilu terletak di Desa Ciririp, Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kalau dari Parang Gombong kalian tinggal lurus terus kearah barat atau arah Karawang, sampai menemukan pertigaan, kalian bisa ambil kiri, lurus terus kurang lebih sekitar 30 menitan, sampai kalian menyebrangi sungai, dari situ kurang lebih sudah 300an meter lagi ada papan ke arah Curug Tilu.

Lokasi Curug berjarak sekitar 1KM dari jalan utama, jadi sedekat-dekatnya curug yang bisa diakses dengan kendaraan, pasti diharuskan untuk tracking juga, so jangan manja.

Curug Tilu sudah dikelola dengan sangat baik oleh penduduk setempat yang menamakan diri KOMP@S ( Komunitas Pecinta Alam  Sukasari), lokasi parkir yang luas, aman, dan track ke curug yang gampang dilalui, meskipun harus menyebrangi sungai.

Harga tiket masuknya juga sangat murah, cuman 5000/orang, dan parkir 5000/Motor.

Karena waktu kami tak banyak, kami langsung berjalan ke arah curug, jalanya bagus banyak pohon bambu di kanan dan kiri, kami banyak menjumpai penduduk sekitar yang sedang memindahkan bambu ke jalan raya, yang sepertinya akan di jual.

Sekitar ± 100 Meter dari lokasi parkir sampailah kami di sungai, saya pikir sudah sampai, tapi ternyata kita masih harus berjalan lagi menyusuri sungai.

Disepanjang jalan kami menemukan kembali arah menuju ke curug lain, namun arahnya lebih menanjak, seorang anak muda tiba-tiba mengarahkan kami untuk terus berjalan ke Curug Tilu dengan menggunakan bahasa isyarat sambil tersenyum, saya hanya bisa mengikuti dan membalas senyum tanda permisi kami.

Selain itu kami juga menemukan beberapa kubangan atau kolam yang diberi nama Lewi Panjang dan lainya, ada juga yang sedang mandi atau berenang disitu, di sampingnya pos penjagaan, terdapat beberapa pelampung yang sedang dijemur, ada Mushola disampingnya, dan bapak tua yang sedang bekerja.

Masih terus berjalan menysuri dan menyebrangi sungai, banyak kami jumpai gazebo-gazebo bekas tempat jualan yang sudah tidak terpakai, kamar bilas dan WC pun banyak tersedia dibeberapa lokasi yang jumlahnya sampai 3 kamar mandi.

Setelah berjalan cukup lama, mungkin 15-20 menit, akhirnya sampailah kami di tujuan, yaitu Curug Tilu, Curug Tilu ternyata curug yang mempunyaii tiga tingkatan curug, masing-masing tingkatan memiliki sekitar dua sampai tiga meter, merupakan curug yang bisa dibilang pendek jika dibandingkan dengan curug-curug di Pemalang.

Tanpa pikir panjang, sampai di lokasi kami langsung aja lepas baju dan menikmati segernya air Curug Tilu, beberapa orang mulai berdatangan, tempatnya tidak terlalu rame sehingga kami sangat enjoy menikmatinya.

Di area curug ada bapak-bapak tua yang selalu memberi peringatan kepada pengunjung yang mandi, karena di tingkatan pertama tepat dibawah aliran curug, katanya terdapat batu, sedangkan pengunjung yang datang biasanya pada suka melompat dari atas.

Tiga Tingkatan Curug

Curug Tilu yang seger

Kedalaman Curug Tilu

Sebelum datang kesini sempat di Infokan sama satpam penjaga Wisata Parang Gombong, kalau musim hujan biasanya jalur menuju Curug Tilu ditutup, ternyata alasanya karena jalur untuk menuju curug tilu adalah harus menyebrangi sungai, jadi selain itu ketika sedang berada di Curug Tilu kemudian tiba-tiba hujan, maka segeralah untuk pulang.

Tempatnya sejuk, karena dekat dengan pegunungan, kalau tidak berfikir jalan pulang masih jauh, mungkin kami akan menghabiskan waktu lebih lama lagi disini.

Tepat pukul 12:00 WIB, kami menyudahi kegembiraan kami menikmati segernya Curug Tilu, numpang sholat di Mushola yang sudah disediakan, mencoba berinteraksi dengan bapak tua di pos penjaga, namun sepatah katapun beliau tak berucap, meskipun sempat meminjami kami sendal untuk mengambil air wudhu, bahkan sampai kami permisi untuk melanjutkan perjalanpun beliau hanya melemparkan senyum saja dan kamipun kembali ke tempat parkir.

Berdasarkan sedikit bincang-bincang saya dengan penjaga tiket masuk, ternyata kubangan yang disebut lewi panjang dan lainya adalah bagian dari nama-nama kubangan tersebut, dimana lewi panjang berati lebih luas, yang dimana biasanya digunakan sama anak-anak sekolah tingkat SD.

Ooouuhhh jadi ternyata Sungai dari Curug Tilu ini merupakan Grand Canyonnya Purwakarta, pantesan banyak pelampung, ada mushola, dan gazebo-gazebo.
Sepertinya mungkin dulunya sangat ramai, terbukti dengan banyaknya bekas warung-warung yang sudah tak terpakai.




Sunday, March 18, 2018

Check-in di Antero Hotel Jababeka

Di cerita saya sebelumnya tentang Tour Hotel di Jababeka saya pernah bilang bakalan nginep dan mereviewnya untuk kalian, dan sekarang Alhamdulillah setelah beberapa bulan sok sibuk sendiri akhirnya bisa kembali menyempatkan waktu untuk sekedar menginap di Antero Hotel Jababeka.

Antero Hotel Jababeka dulunya adalah Hotel Horison Jababeka namun sekarang sudah transisi menjadi Antero Hotel By. Prasanti yang masih berlokasi di Jalan Benyamin Sueb Blok B 1, Mekarmukti, Cikarang Utara

Antero Hotel Jababeka masih dengan fasilitas saat Horison Jababeka, namun pas saat saya kesana kemaren, beberapa lokasi lagi dalam proses pembangunan atau perbaikan atau apalah itu, cuman yang jelas pastinya Antero Hotel punya konsep sendiri dengan namanya.

Saya mulai check-in sekitar pukul dua siang, dimana cuaca kota Cikarang lagi panas-panasnya.

Seperti biasa saya langsung disambut dengan ramah sama satpam ganteng yang selalu setia membukakan pintu para tamunya, karena cuman ada satu tamu yang sedang reservasi juga, sayapun langsung ngantri saja di belakangnya, dan setelah giliran saya, tiba-tiba mas-mas recepcionisnya memberikan segelas jus sawi yang rasanya sama sekali tidak pernah saya duga bakalan seenak ini.

Di episode sebelumnya salah satu teman saya yang sama sekali tidak doyan sawi juga merasa keenakan ketika nyicipin jus sawi tersebut, dan ternyata memang enak banget, antimainstream kalau saya bilang sihh, karena di toko jus tidak ada.

Jamuan pertama jujur bikin saya sedikit tercengang sihh antara ragu mau menolak tapi ternyata enak juga… hihihi

Karena saya perokok saya pilih kamar yang smoking room dan single bed, tapi karena yang single bed sedang penuh terpaksa doble bed. Its ok tidak masalah yang penting di lantai delapan.

Kenapa saya memilih di lantai delapan, karena saya suka dengan pemandangan kota dan pemandangan alam seperti ini :


Fasilitas yang disediakan di dalam kamar ada banyak seperti :

1.    Lemari gantung
2.    Kulkas kecil
3.    Brangkas
4.    Chanel TV International
5.    Wifi
6.    Colokan Universal  dan Lokal
7.    Pemanas Air dan
8.    Perlengkapan mandi

Mungkin umumlah ya seperti di hotel-hotel lainya, tapi yang saya suka beberapa fasilitas kamar di atas adalah kamar mandinya yang menurut saya luas dan wifinya yang kenceng.

Karena setiap tamu adalah spesial, maka dari itu kita dikasih akses wifi sendiri supaya tidak berebut bandwith dengan yang lain.

Suasana sore di kamar hotel lantai atas semakin syahdu seiring terbenamnya matahari, membuat saya jadi teringat rumah dan salah satu buku yang berjudul “di beranda rumahku” yang ditulis temanku, meskupun saya belum membacanya tapi saya membayangkan isinya akan puitis seperti sore ini.

Sore sudah berganti malam, lampu-lampu kota mulai dinyalakan adzan maghribpun mulai berkumandang, dan lampu-lampu kota yang terlihat dibalik tirai kamar lantai delapan itu romantis bangeeeet… cuman satu yang disayangkan, saya tidak bisa menagkapnya dengan sempurna.




Makan Malam di Lyv Kitchen and Bar
Yang ngikutin blog saya pasti sudah tau tempat ini, yang merupakan salah satu tempat kece di Jababeka, tempat makanya para tamu hotel, eh tapi bukan khusus buat tamu sih melainkan terbuka untuk umum, tempatnya sangat nyaman, tidak bising dan adem.

Lyv Kitchen menyajikan berbagai menu makanan lokal dan non lokal dengan harga yang relatif murah.

Pas saya kesitu lagi ada acara live musik yang sepertinya rutin diadakan untuk menemani para pengunjung bar, karena lagu-lagunya asik saya jadi terbuai ingin berlama-lama menikmati malam di sini.

Kalau menurut saya tempat ini sangat cocok buat kalian yang suka nongkrong bareng temen-temen, baik untuk keperluan meeting, arisan, maupun sekedar nongkrong biasa.


Suasananya sangat fokus dan romantis, dimana letak posisi yang jauh dari jalan raya, kalau kalian pernah nongkrong malam minggu di Jakarta kalian pasti pernah merasakan bisingnya orang dan kendaraan berlalu lalang yang membuat obrolan kalian jadi tidak fokus.
Untuk review lainya dari para tamu yang sudah pernah menginap di Antero Hotel Jababeka kalian bisa lihat di sini










.

Wednesday, February 21, 2018

Gunung Haur Purwakarta : 517 Mdpl Yang Bikin Deg-Degan

Gunung haur
Setelah semalaman camping di Waduk Jatiluhur atau Parang Gombong yang mirip ala-ala Ranu Kumbolo, paginya kita langsung bergegas siap-siap untuk tracking ke Gunung Haur.

Gunung Haur terletak di Desa Kertamanah, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, tidak jauh dari Waduk Jatiluhur ± 5 menit menggunakan kendaraan bermotor, Gunung Haur memiliki ketinggian sekitar 517 Mdpl, seperti gunung-gunung lainya di Purwakarta, Gunung Haur juga merupakan Gunung berbatu yang layak kalian kunjungi, wabil Khususon buat pendaki pemula yang menginginkan gunung pendek namun dengan jalur pendakian extreme.


Gunung Haur merupakan deretan dari tiga guung yang ada di Desa Kertamanah, yaitu Gunung Haur, Gunung Tengah dan Gunung Karadag, namun yang paling terkenal adalah Gunung Haur. 

Gunung Haur sendiri artinya Gunung Bambu Aur, entah maksudnya apa saya sendiri tidak tahu, mungkin kalian yang urang Sunda bisa tolong dijelaskan hehehe…

Untuk mendaki Gunung Haur tidak membutuhkan waktu lama, alias bisa tektokan, tapi buat kalian yang ingin menikmati malam di Gunung Haur, diatas juga terdapat dataran untuk mendirikan tenda.
Simaksi atau HTM ke Gunung Haur waktu saya kesana masih gratis, hanya dikenakan biaya untuk parkir saja, dan itu tidak seberapa.

Perjalanan ke Gunung Haur saya mulai sekitar pukul 09:00 Pagi, meskipun dengan ketinggian 517 Mdpl, yang namanya gunung tidak boleh diremehkan, awal perjalanan dari Basecamp kalian akan melewati beberapa rumah warga dan masuk ke perkebunan yang banyak bambu dan bebatuanya, mirip seperti sungai kering, kalian akan melompati bebatuan layaknya disungai yang tak berair.

Perjalanan semakin nanjak, dan masih dengan banyak bebatuan, jangan berharap kalian akan dapat bonus landai karena itu tidak akan kalian dapati di Gunung Haur, tipsnya kalian terus berjalan saja dengan perlahan, karena memilih istirahatpun tidak akan puas dan hanya akan membuang waktu saja, so atur nafas pelan-pelan dan terus berjalan.

Di beberapa titik kalian harus hati-hati, meskipun sudah dibuatkan bambu sebagai penyambung kaki untuk melangkah namun kekuatan bambu itu semakin lama pasti akan rapuh, so pastikan bambu yang akan kalian pijak kuat.

Kalian juga akan melewati jalur yang diharuskan untuk merangkang, karena rimbunya semak-semak liar, buat kalian yang memiliki badan gemuk harap hat-hati karena saya yang kurus aja punggungnya masih terkena ranting-ranting.


***
Kurang lebih sekitar 1 jaman sampailah kami di Batu Kursi, batu kursi merupakan semacam puncak bayangan yang dinamakan puncak Kirarangge, dari sini kalian sudah bisa memandang indahnya waduk jatiluhur dan bisa santai di batu yang menyerupai kursi, anginya sangat kencang, seketika kalian akan merasa kedinginan, namun lokasinya sangat sempit sehingga kami tak bisa lama-lama karena harus bergantian dengan yang lainya.

Batu Kursi Gunung haur

Batu kursi ini lokasinya dibawah batu besar yang merupakan puncaknya Gunung Haur, kalau dibayangin sebenernya ngeri sihh melihat batu yang begitu besar, dan sangat disayangkan karena ternyata masih banyak para penikmat alam yang suka melakukan vandalisme.

Selanjutnya untuk menuju puncak sejati, atau puncak benerannya kalian bisa turun sedikit lagi ( balik arah) dari batu kursi, lurus terus mengitari batu, tracknya agak samar-samar seperti jarang dilalui oleh para pendaki, kamipun sempert ragu kala itu, namun kami terus berjalan sampai akhirnya menemukan petunjuk arah, dengan nama Tanjakan Turdo.

“Ohhh… ini tanjakan turdo…” Cletuk salah satu dari kami.

Tanjakan turdo di ambil dari kata Tu'ur jeung Gado  yang artinya Lutut dan dagu, adalah tanjakan dengan kemiringan sekitar 90 Derajat yang akan membuat lutut dan dagu kalian bersentuhan, untuk menaikinya sudah dibantu beberapa tali webing yang sudah disediakan oleh pengelola Gunung Haur.

Selesai melewati tanjakan turbo, kalian akan menemukan lapak-lapak yang bisa untuk mendirikan tenda, disini posisinya sebenernya sudah berada di puncak, namun masih dilokasi dengan pepohonan yang rimbun, sehingga tidak bisa untuk melihat pemandangan.

Disini kami sempat merasa bingung, karena sepertinya sudah tidak ada jalur lagi, namun disisi lain kami tak percaya kalau puncak sejatinya adalah ini.

Kami terus mencoba berjalan, melewati ilalang dan semak-semak yang tinggi melebihi tinggi kami, sangat takut dan khawatir kalau tiba-tiba terperosok ke jurang, karena posisi kita sekarang berada di atas batu besar yang ditumbuhi padang ilalang.

Puncak Gunung Haur Purwakarta

Namun karena penasaran, salah satu dari kami terus berjalan memimpin kami, kami yang melihatnya dari belakang justru malah teriak-teriak ketakutan dan memintanya untuk balik lagi saja, tapi dia tetep kekeuh berjalan, dan kami berdua mengikutinya dari belakang, masih sambil teriak-teriak….

"Woooy gimana bro… ada jalan nggak, aman nggak, hati-hati lu…..!!!"

Setelah ditelusuri sedikit demi sedikit akhirnya sampailah kami dilokasi dimana kita sudah bisa memandang luas, namun statusnya masih di padang ilalang, dan biasanya kalau dipuncak pasti sudah bukan lagi jalan setapak, melainkan agak luas sedikit.

Karena masih penasaran akhirnya kami berjalan lagi, namun kali ini treknya malah menurun, saya yang dibelakang menjadi semakin takut, melihat jalan yang menurun diatas padang ilalang yang terlihat licin, namun setelah kami beranikan akhirnya terlihatlah puncak sejatinya, yang ternyata tepat di atas puncak pertama (Kirarangge) dimana terdengar sangat jelas suara temen-temen yang masih stay di puncak pertama, puncak Gunung Haur hampir mirip seperti di Gunung Lembu, hanya saja di Gunung Haur tidak seluas Gunung Lembu.

Kami yang gembira karena merasa berhasil langsung teriak-teriak berharap yang masih berada di puncak pertama mendengar, pemandanganya sama saja seperti di Gunung-Gunung Purwakarta lainya, yaitu pemandangan Waduk Jatiluhur.

Foto di Puncak Gunung Haur ngeri-ngeri sedap, dimana yang difoto ingin terlihat keren dan extreme sementara yang memfoto teriak-teriak karena ngeri ketakutan, tidak percaya…!, kalian bisa coba sendiri.
Gunung haur 517 Mdpl

Tak lama kemudian akhirnya yang lainpun datang menyusul, dan karena space di Puncak Gunung haur terbatas, sayapun langsung bergegas naik bergantian dengan yang lain.

Backpacker Karawang di Gunung Haur

Setalah sampai di Basecamp lagi, saya sempatkan untuk numpang mandi agar badan segar ^_^ dan pulaaang…. And see u next trip.

Subscribe chanel youtube untuk video perjalanan.

Sumber Foto dan referensi :
Penglaman sendiri
Backpaker Karawang
http://mudahrizki.blogspot.co.id/2018/01/gunung-haur-tengah-karadag-di-purwakarta.html


Monday, February 19, 2018

One Belpark Mall – Solusi Liburan Akhir Pekan di Jakarta Selatan

Kalau di kampung untuk menikmati liburan akhir pekan tidak jauh-jauh pasti menikmati keindahan alamnya yang asri, namun ketika berada di kota besar seperti Jakarta, menikmati liburan akhir pekanya tidak jauh pasti di Mall, ya Mall menjadi salah satu wisata ketika berada di kota besar, dan kali ini saya bakalan nyritain salah satu Mall di Jakarta yang bikin betah berlama-lama disitu.

One Belpark Mall

One Belpark Mall, Sabtu 17 Februari 2018 saya bela-belain melaju dari Cikarang ke Jakarta hanya untuk mengunjungi salah satu Mall di Jakarta Selatan yang sudah lama digembar-gemborkan sama temen saya yang tinggal di Tangerang, katanya kalau nonton seringnya di One Bell park Mall, katanya sih enak tempatnya, tapi bukan hanya soal itu, melainkan karena dibulan februari ini yang dimana merupakan hari kasih sayang dan bertepatan juga dengan hari raya china One Ball Mall lagi banyak ngadain acara, yang berhubungan dengan dua moment tersebut.

Pertama kali masuk di GF, atrium tengah, saya langsung jatuh cinta dengan lokasinya yang bernuansa outdor, dimana sebelah pojok berupa panggung hiburan untuk even-event yang sering diadakan, dan waktu itu lagi sedang ada live music, dan didepanya terdapat banyak tempat duduk untuk para pengunjung.

Dan kabar gembiranya kenapa saya bela-belain datang kesini karena Mall yang berlokasi di Jalan Fatmawati No. 1 ini lagi mengadakan program Lucky Angpau dimana dengan berbelanja 500.000 kita bisa mendapatkan hadiah langsung, kapan lagi coba? Hadiah langsung berupa voucher miniso senilai 100K, Voucher Hachiko senilai 250K dan masih banyak lagi.

Dan ternyata selama bulan Februari ini setiap harinya (senin-jum,at) selalu digelar acara live music dari pukul 19:00-22:00 WIB buat saya yang sangat suka sekali dengan music sangat beruntung dan akan menikmatinya sekali, sedangkan kalau hari libur (minggu) live music akan dimulai dari pukul 12:00-15:00 WIB dan akan dilanjut lagi dari pukul 18:00-22:00 WIB.
Dan pada hari ini ada apa aja sih event-event yang akan memanjakan para pengunjung One BelPark Mall? Yukkk baca lagi sampai selesai :)

Yang pertama adalah moment valentine, atau hari kasih sayang, dalam rangka memeriahkan hari kasih sayang ini One Belpark Mall juga memberikan jamuan khusus kepada setiap pengunjung yang datang, dengan mendekorasi beberapa titik dengan nuansa cinta, selain itu ditiap-tiap lantai juga juga terdapat tulisan-tulisan love yang sengaja dijadikan bot untuk berfoto bersama pasangan, dan jika kalian foto disini kalian juga bisa berkesempatan mendapatkan hadiah dari One Bell Park Mall, caranya uploads kalian di Social Media, kemudian mention dan Tag One Bell Park.

Contes Selvie hari Valentine

Yang kedua adalah atraksi tarian Barongsai, yang menjadi salah satu icon perayaan Chinese New Year, asli keren banget, dan jujur ini pertama kalinya saya melihat tarian Barongsai dari dekat, ternyata lucu dan unyu yahhh Barongsainya kaya saya hehehe
Acara Barongsai berlangsung dengan sangat meriah, apalagi mereka yang masih anak-anak saya yang sudah dewasa saja sangat terhibur dengan adanya event-event yang ditargetkan untuk semua umur ini.
Barongsai

Barongsai - One Bellpark Mall

Acara selanjutnya adalah drama musical, yang menceritakan tentang Legenda 12 Shio, hayooo kalian sudah tau belum shio kalian apa? Kalau belum silahkan cari tahu di google atau di IGnya One Bell Park juga ada.

Drama musical ini dimeriahkan oleh Koko dan Cici Jakarta 2017, asli acara ini juga keren dan pecah bangeeet… dimana pada pukul 17:30 semua Group dari Koko dan Cici yang akan membawakan Drama Musical Legenda 12 Shio ini, dengan Cosplay 12 Shionya menyambut kendatangan pengunjung keliling Mall dan mempersilahkan buat siapa saja yang ingin berfoto dengan shionya, kalau saya si shionya kambing, jadi fotonya sama shio kambing, sempet gerogi karena kambingnya cantik dan lucu hahaha….


Legenda 12 Shio


Dari Drama Musical Legenda 12 Shio ini saya jadi tahu, kelicikan sang tikus membodohi sang kucing, dan kebaikan sang kambing yang suka menolong :) dan menurut yang mempercayainya seseorang bisa dilihat karakternya dari shio mereka.

Jadwal Event yang akan datang
13-26 Februari 2018 - Selain itu One Belpark Mall juga akan memanjakan anak-anak kesayangan keluarga dengan mengadakan Playpark Mookiland, yang merupakan mobile play park pertama di Indonesiayang akan berakhir sampai dengan 26 Februari 2017

25 Februari 2018 – Untuk memperingati hari hijab sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Februari 2018, One Belpark Mall juga akan mengadakan Talk Show bertema Hijrah, dengan bintang tamu, Fenita Ari, Ratu Anandita, hani Suheri, Ustadz taufik Al Miftah, dan Dimas Adista sebagai MC juga Mooderator, yang akan dimeriahkan juga dengan berbagia bazar, dimana kalian juga bisa mengumpulan 5 Stamp dengan menggunakan Loyalty Card yang bisa ditukar dengan hadiah lagi.

25 Februari 2018 – Buat kalian pecinta sepak bola, One Belpark Mall juga akan mengadakan NOBAR pertandingan MU vs Chelsea, ini asli bakalan seru bangeeett..

Berdasarkan penuturan Ibu Lanny Kuputry selaku Direktur One Belpark Mall, kalau One belpark Mall akan terus berusaha memanjakan pengunjung dan customernya dengan menghadirkan event-event yang menarik, so jangan sampai ketinggalan update event-event terbarunya dari One Belpark Mall.


Wednesday, January 31, 2018

Prau Via Patak Banteng 2.562 Mdpl (Trekking Malam Hari)

Gunung Prau Dieng merupakan gunung dengan ketinggian 2.562 mdpl yang terletak di dataran tinggi Dieng, atau tepatnya di titik kordinat 7°11′13″LU 109°55′22″BT. Gunung Prau juga  merupakan tapal batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.

Gunung Prau merupakan padang rumput yang luas, yang memanjang  dari barat ke timur, yang memiliki pemandangan yang sangaaaaaaat indah, iya kamu betul, pemandangan Gunung Sindoro Sumbing yang terlihat dari puncak Gunung Prau terlihat begitu gagah dan mempesona, membuat orang kemudian berencana ingin mendakinya, seperti saya contohnya hehehe

Pendakian Gunung Prau

Meskipun mempunyai ketinggian yang lumayan tinggi yaitu 2.565 Mdpl namun Gunung Prau merupakan gunung yang pendek, hal ini dikarenakan Gunung Prau sudah berada didataran tinggi, jadi untuk melakukan pendakian ke Gunung Praupun hanya dibutuhkan waktu sekitar 2 sampai 3 jam perjalanan, namun meskipun pendek, jalur pendakian Gunung Prau merupakan jalur pendakian yang kejam, dimana sepanjang jalan pendakian kita tidak mendapatkan bonus landai satupun, tapi tentu sangat seru dan menjadi tantangan tersendiri buat pendaki pemula seperti saya.

Gunung Prau memiliki tiga jalur pendakian yaitu :
- Jalur Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang
- Jalur Patak Banteng, Wonosobo
- Jalur Kenjuran, Kendal.

Dan yang mau saya ceritakan disini adalah jalur via Patak Banteng.
Pendakian ke Gunung Prau sudah saya rencanakan jauh-jauh hari, yang menjadi salah satu destinasi liburan akhir tahun saya di tahun 2017, jarak dari tempat saya tinggal menuju ke Gunung Prau hanya memakan waktu 4-5 jam jika dilihat dari Map, maka dari itu perjalanan kesana saya putuskan untuk menggunakan sepeda motor saja, lagian sepertinya bakalan ribet kalau menggunakan transportasi umum dari sini, tapi kalau kalian ingin menggunakan transportasi umun, kalian bisa naik trayek ini :
- Dari Jakarta Terminal Kp. Rambutan – Wonosobo – Batak Banteng
- Dari Pemalang
Pemalang  Selatan – Purbalingga – Wonosobo
Pemalang Kota – Pekalongan – Wonosobo 

Saya memulai perjalanan dari rumah (Pemalang Selatan) sekitatar pukul 11:00 WIB dengan ditemani sahabat saya asep, dan sampai di Gunung Prau sekitar 17:40 WIB pas menjelang Maghrib, perjalanan menjadi lambat karena kita banyak berhenti untuk membeli logistik, sholat, dan makan siang sambil ngiup karena sempat kehujanan juga.
Sepanjang perjalanan sempat bingung, hanya mengandalkan penunjuk jalan dan feeling saja, sedikit takut salah jalan, sehingga pas ketemu gerbang menuju kawasan Dieng, kami sempatkan untuk berhenti dan bertanya.

"Mas Gunung Prau kesana ya..?
"Iya”
"Mau ke Gunung Prau aja, apa mau ke Dieng Juga???"
"Prau Doang mas"
"Perorang 10.000"
"Haaaaa.....(Dalam hati) saya tetiba shock ditengah jalan dimintai retribusi.

Padahal kan masih jauh, kenapa dimintain bayaran, sedangkan yang lain tidak, tapi begonya saya juga si pakai berhenti disitu segala, tapi aneh juga si, kan tujuan saya Gunung Prau, dan sedangkan dulu waktu ke Dieng pun gak dimintain karcis ditengah jalan, toh ketika kita masuk wisatanyapun kita bayar lagi, walah nggak bener ini...
Mau nggak mau akhirnya saya mau bayar aja 20.000 namun dia minta katanya 10.000 aja, yaudah Alhamdulillah.
Pas sudah hampir dekat, tepatnya dijalanan yang nanjak dan berkelok-kelok kami diragukan dengan gunung yang berdiri tegap dibelakang kami "jangan-jangan kami salah jalan ni"

"Bro kita nanya orang dulu ya, sambil beli nasi buat makan di sana"

Kita memang gak bawa perlengkapan lengkap seperti biasanya, karena jarak tempuh pendakian yang dekat.
Kami beli nasi dengan lauk yang dipisah, antisipasi agar tidak bau.

"Mas mau kemana"
"Prau mas"
"Ohhh sama"
"Dari mana"
"Dari Semarang mas"
"Cuman berdua ya"
"Iya mas"
"Yaudah bareng aja kalau gitu"

***

"Mas, kalau itu gunung apa ya mas" sambil menunjuk gunung dibelakang arah jalan kami.
"Gunung Merbabu mas"
"Ouughhh.... Kalau Prau kemana mas???"
"Kesamaan mas, lurus terus aja_

"Ok terima kasih mas"

***

Bocah kurus dan gemuk bersama motor Supranyapun akhirnya ikut dengan kami, meskipun posisinya terbalik dia saya suruh di depan dan saya dibelakang ngikutin dia hahaha, rencananya sih mau saya jadiin bahan buat bullyan disana, secara dia menakutkan banget mengendarai motornya hahaha.... Kalian bisa bayangin, di jalananan yang nanjak ada dua orang pendaki dengan membawa dua carieer, satu di depan, dan satu di belakang, menggunakan sepeda motor Supra, dengan posisi bawa cariernya saja sudah susah, ditambah pas nurunin gigi motornya itu gak mulus alhasil yang dibelakang seperti mau ngejengkang ke belakang, dan saya yang dibelakangnya cuman bisa ngeri dan ketawa hahaha…. Sampai-sampai sangkin ngerinya pas ditikungan ada rame- rame orang yang sedang bergerombol saya kira dia kecelakaan… Astagfirulahhaladzim 


17:40 WIB : Akhirnya kami sampai di pintu gerbang pendakian Gunung Prau Via Patak Banteng, Posisinya disebelah kanan jalan, di depanya ada lapangan, dan karena waktu itu lagi rame-ramenya, jadi kami memarkirkan motornya dilapangan dengan biaya 10.000/Orang.

Prau Via Patak Banteng

Kami terus berjalan, bersama para pendaki-pendaki lainya, sambil tengok kiri tengok kanan mencari basecamp Gunung Prau untuk melakukan pendaftaran atau simaksi.
Karena pengunjung  atau pendaki yang begitu banyak dan kondisi sudah mulai gelap dan juga karena kesotoyan kami yang masih saja terus berjalan alias nggak mau bertanya, akhirnya kami sampailah di post I ( Pos Sikut Dewo) 

Di post I ternyata ada pemeriksaan karcis kembali untuk mengantisipasi pendaki yang illegal, nah disinilah kami tercyiduk, dianggap pendaki illegal dan tak tau aturan.
Saya yang memang salah tidak bisa ngomong apa-apa, ngeles atau minta ampunpun seakan percuma, karena ya memang kami tolol, tidak mau bertanya.
Akhirnya dengan berat hati mau tidak mau kami harus membayar denda dua kali lipat dari harga tiket masuk. Hmmmm

Pos satu gunung prau

Tapi jujur sepajang perjalanan dari gerbang Patak Banteng menuju post kami terus mencari-cari keberadaan basecamp Gunung Prau untuk melakukan pendaftaran.

***

Jalanan mulai gelap, sialnya headlamp yang saya bawa tidak bisa digunakan alias rusak, padahal sudah saya beli 5 buah baterai, terpakasa menggunakan batrai handphone.
Meskipun mendaki dimalam hari, namun sama sekali tidak merasakan takut, tidak seperti saat digunung-gunung yang lain, di Gunung Slamet Misalnya.

Pendakian malam di Gunung Prau

Kami terus berjalan dengan perlahan namun pasti, karena kelamaan berhenti saat mendaki bukan ide yang bagus menurut  saya.
Seperti yang sudah sedikit saya sampaikan diawal, trek Gunung Prau sangat nanjak, namun sangat mudah untuk dilalui, karena sudah adanya bantuan pijakan-pijakan yang dibuat oleh bambu, 

Sekitar kurang lebih 3 Jam perjalanan sampailah kami di Puncak Gunung Prau, namun spot atau lahan – lahan untuk mendirikan tenda sudah penuh berpenghuni semua.

Spot untuk mendapatakan pemandangan paling indah adalah disebelah barat, namun sudah tidak terdapat lokasi yang rata, namun demi bisa mendapatkan pemandangan yang indah, akhirnya kamipun terpaksa mendirikan tenda di lokasi yang miring.

Meskipun malam hari, suasana digunung prahu seperti waktu menjelang subuh, dimana masih bisa terlihat dua Gunung Sindoro Sumbing yang mejadi primadona di Gunung Prau.

Di puncak Gunung Prau udaranya sangat dingin, untungnya selain membawa jaket yang tebal, kami juga membawa selimut dan bantal, hanya saja tempat tidur kita kurang nyaman karena miring.
Namun meskipun demikian, dinginya Gunung Prau masih saja terasa, sampai-sampai sayapun tak berani lama-lama keluar teda, dan memilih untuk tidur agar badan hangat.

Buat kalian yang mau mendaki Gunung Prau, jangan remehkan dinginya dataran tinggi Dieng, wajib sekali bawa bawa sleeping bag atau pakian hangat lainya.

Meskipun malam ini malam pergantian tahun, namun saya sama sekali tidak peduli dengan moment itu, lagian para pendaki juga dilarang untuk membawa kembang api kepuncak, so pas tepat pukul 00:00 saya cuman bangun sebentar karena banyak yang teriak dingiiin….dingiin… kemudian saya kembali masuk ketenda dan tidur.

Pukul 15:00 WIB para pendaki sudah pada ramai menungu terbitnya matahari pertama di tahun 2018, meskipun udadara lebih sangat dingin tapi moment inilah yang ditunggu tunggu oleh setiap pendaki, dan inilah matahari pertama di Tahun 2018.

Sunrise Gunung Prau

Prau Dieng

Puncak Gunung Prau

Trekking Jalur Prau

Pesan dan Kesan
- Pemandangan di Gunung Prau sangat indah membuat saya pengin balik lagi berkunjung
- Tempat sampah para pendaki yang ditampung dibawah dekat Basecamp sepertinya terlalu lama tidak diangkut, sehingga menumpuk sangat banyak dan menimbulkan pencemaran udara dan tidak enak dipandang