Wednesday, December 16, 2015

Jelajah Bukit Pemalang 3 Hari 2 Malam

Pemalang adalah kota dataran tinggi yang kaya akan bukit bukit yang indah, hampir diseluruh pelosok kota pemalang disatukan oleh perbukitan atau bukit yang nyambung menyambung, dan selain bukit, pemalang juga sangat dekat dengan gunung tertinggi di jawa tengah yaitu gunung slamet.

Setelah menjelajah ke bukit cempaka wulung beberapa bulan yang lalu, kali ini kita akan melanjutkan penjelajahan ke bukit bukit di sampingnya, kami belum tahu nama bukitnya apa tapi yang jelas bukit itu terletak di antara bukit cempaka wulung menuju ke arah timur ke arah randudongkal dan saling menyatukan dari bukit satu ke bukit yang lainya, membuat kami ingin sekali berjalan jalan menapakan kaki di antara bukit bukit tersebut.

Kami berangkat dengan 5 orang anggota yaitu  Mamun, Imam, Masis, Asep, dan Saya Zainal.

Perjalanan kami mulai pagi hari dengan menuju bukit bulu wayang dan disusul menuju bukit cempaka wulung dan menju ke arah timur ke perbukitan yang panjang itu.

Setelah sampai di bukit cempaka wulung disinilah awal mulai perjalanan kami menelusuri perbukitan perbukitan itu, kami terus berjalan ke arah timur melewati bukit bukit yang indah dengan semilir angin yang membuat kami tidak meresa lelah, apalagi dengan cadaan candaan dari sahabat sahabat yang selalu membuat saya kangen,
Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 12 : 00 Siang dimana terik matahari  tepat di atas kepala kita, perasaan lelah dan lapar mulai kami rasakan, kami ingin sekali terus berjalan karna memang perjalanan kita masih jauh namun perasaan lelah tidak bisa kami pungkiri hingga akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat dan tanpa kita sadari kami telah tertidur di atara hamparan hamparan bukit, kami tidak tahu apa yang terjadi hingga kami semua sama sama merasa lelah sekali dan tanpa sadar tertidur.
Gambar ilustrasi By. Ekplore Pemalang
Kami tiba tiba terbangun dan waktu menunjukan pukul 15:00 WIB dan kami langsung bergegas untuk melanjutkan perjalanan, namun setelah beberapa langkah kita berjalan untuk menuju bukit yang lainya kami menemukan sebuah sungai di sela sela perbukitan itu dengan air yang begitu jernih dan ikan ikan besar yang terlihat jelas serta di tambah pepohonan yang sangat rimbun hingga menjadikan suasana sangat adem juga mistis.
Lalu karena memang perut kami merasa lapar sekali, kami memutuskan untuk beristirahat lagi disitu untuk sebentar memasak pembekalan yang kami bawa, kami memang tidak banyak membawa makanan siap saji sehingga kami perlu waktu banyak untuk memasak nasi, waktu berjalan seperti begitu cepat setelah selesai masak dan makan tak lupa kami mendirikan sholat ashar disitu

Waktu menunjukan pukul 17: 50 sebelum bergegas untuk melanjutkan perjalanan kami sempatkan sedikit waktu untuk sholat maghrib disitu, waktu mulai gelap dan kami kembali memulai perjalanan, perasaan takut mulai menyelimuti kami apalagi setelah beberapa langkah kami berjalan kami menghirup aroma bau bangkai yang sangat menyengat, namun kami tetap terus berjalan dan mencoba untuk tidak berkata apa apa, karena mitos ketika kita berada di tempat yang belum kita tahu kita didak boleh berkata sembarangan.

Kami terus berjalan melewati jalan setapak dan kemudian ketemu dengan sebuah jalan besar yang sepertinya di gunakan untuk mengangkut pohon pohon pinus oleh para perhutani, kami terus berjalan ke arah timur secara perlahan di antara gelapnya malam, sambil bergantian menggedong temen kami yang mengalami luka lecet sama kakinya.

Melihat kondisi malam yang sangat gelap seakan mencekam dan keadaan salah satu sahabat kami yang mengalami luka akhirnya kami memutuskan untuk mencari lokasi untuk menginap karena selain itu kami memang sudah merasa perjalanan tidak bisa dilanjutkan lagi demi keamanan kami bersama,
Lalu kami mencari lokasi menuju puncak dengan harapan ada tanah lapang seperti di boloe wayang untuk tempat kami menginap namun setelah kita sampai puncak kami tidak menemuai tanah lapang yang bisa kami jadikan tempat untuk menginap, justru kami malah merasa takut dengan suasana gelap dan rimbunya pohon pohon besar, namun kami tetap menyempatkan sedikit istirahat untuk sholat isa disitu dan langsung melanjutkan perjalanan menuju bukit berikutnya dengan harapan ada tanah lapang disitu tapi lagi lagi kami tidak menemuinya, kami merasa sangat lelah sekali karena perbekalan airpun sudah mulai habis.

Dengan tenaga yang masih tersisa kami terus mencari lokasi agar bisa beristirahat dan mendiriakn tenda disitu, namun tak juga kami menemuinya hingga akhirnya kami terpaksa beristirahat di antara tanjakan tanjakan bukit, kami beristirahat disitu dan makan pembekalan seadanya karena gelap sekali dan tempat yang tidak meamadai membuat kami sangat susah untuk memasak dan utuk tidurpun kami harus mengikat ikat tubuh kami dengan tali yang kami bawa agara kami tidak terjatuh ke bawah.

Suara burung dan dinginya pagi membangunkan kami, dan baru kami sadari kalau kita ternyata berada di antara tebing tebing bukit yang curam, kami bersyukut tidak terjadi apa apa dengan kami, dan pagi itu bekal air yang kami bawa sudah habis hingga akhirnya dengan terpaksa kami harus memakan mie instan dengan cara di remas, dan hal yang paling lucu dan juga menyedihkan adalah salah satu di antara teman kami yang sedikit tidak enak badan harus minum obat dengan tidak memakai air hahaha.... ini pelajaran awal buat kami.

Tanpa berlama lama kita langsung beranjak naik ke bukit untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya, dan pagi ini kita bisa melihat ke arah kemana kita harus berjalan, dan dengan semangat kita terus berjalan jalan menyusuri bukit bukit lagi, karena waktu yang masih pagi udara sejuk pun terus menemani sepanjang perjalanan kami, berjalan berjalan dan terus berjalan dan  sampailah kita di sebuah jembatan sungai yang mengarah ke pedesaan, yeee kita sampai di Desa, kami merasa bahagia sekali ketika sudah sampai di Desa karena itu artinya kita bisa mengisi energi kita lagi untuk bekal perjalanan selanjutnya.

Sebelum menuju kepedesaan kami sempatkan sedikit menghabiskan waktu untuk beristirahat mandi dan mencuci peralatan peralatan kami yang kotor, setelah selesai kami terus melanjutkan perjalanan menuju pedesaan tersebut dengan melewati padang persawahan yang begitu luas, angis sepoy persawahanpun dengan ramah menyapa kami, dan para petani petani itupun menjadi pemandangan indah buat kami, setelah sampai di pedesaan banyak warga yang dengan penasaran terus memandangi kami seakan ingin tahu darimana kami berasal, senyum dan sapa kami berikan sambil bertanya :

Saya     : Punten, Sing enten warung teng pundi nggih??
Warga  : Ohh teng riku mas lurus mawon?
            : Mas tiang pundi?
Saya    : Kulo tiyang warungpring?

Dan berlalu....

Dan Alhamdulilah kami menemui warung yang ditunjukin sama warga tadi, dan kami langsung memesan beberapa makanan untuk mengisi perut kami.
Pemilik warungnya sangat ramah dan bertanya penasaran seperti yang dilakukan warga tadi, sambil memberi beberapa makanan yang katanya tidak perlu bayar ke kami.

"Alhamdulilah"

Meski kami masih merasa lelah dan asik di warung namun kami harus tetap melanjutkan perjalanan lagi karena waktu sudah semakin siang, perjalanan kali ini kami tidak lagi menuju perbukitan melainkan meuju salah satu wisata yang berada di pemalang bagian selatan wisata telaga silating namanya.
Sebelum sampai di telaga silating kami harus menelusuri pematang sawah yang begitu luas dan angin yang begitu kencang, dan sungai sungai yang begitu jernih airnya.

Kita merencanakan malam nanti untuk menginap di wisata alam telaga silating, dengan mendirikan tenda di sana, namun sebelum kami mendirikan tenda kami menemukan sebuah gubuk yang hanya beratap saja dan akhirnya kami memutuskan untuk menginap di gubuk itu, sebenernya kami merasa takut bermalam di telaga itu karena memang telaga itu terlihat sangat menyeramkan, namun apa mau dikata kita dihadapkan dengan pilihan dimana kita harus menginap lagi, dan akhirnya untuk mejaga kemanan kita dari apapun kita meminta izin kepada RT setempat untuk menginap disitu, dan Pak RTpun mengizinkanya.

Kamipun merasa lega karna sedikit terlindungi berada disitu tidak seperti saat di hutan kemaren yang tidak ada siapa siapa kecuali kita.
Dan dengan santai kami mulai memasak pembakalan yang ada untuk bekal tidur, hehehe... malam ini kami nikmati dengan suka cita, sambil ngopi dan menceritakan kejadian kemaren, angin di atas telaga silating sangat kencang sekali karena berdekatan dengan pematang sawah yang luas.

Pagi kembali membangunkan kami, semilirnya angin membuat diri ini enggan untuk bangkit, namun kita harus segera kembali ke rumah, tepatnya pukul 8 Pagi kita mulai bergegas membereskan semua yang ada termasuk tempat kita menginap semalam dari berbagai jenis sampah dan lainya,
kami turun melewati wisata telaga silating dan menuju pintu keluar kawasan wisata mengambil arah kanan dan bertemu dengan jalan raya randudongkal purbalingga, kami terus berjalan kaki dari situ menuju pasar randudongkal dengan wajah kusam dan energi yang masih tersisa.
Sesampainya di pasar randudongkal kami merasa perjalanan sangat masih jauh sekali kalau harus ditempuh dengan jalan kaki, akhirnya kami menjual beberapa pembekalan yang masih tersisa (beras) untuk ongkos pulang hahaha... dan secara kebetulan kita ketemu dengan salah satu angkot yang sering melewati jalan ke rumah kami dan kami minta tolong untk ikut nebeng sampai rumah, namun ternyata dia hanya berhenti sampai di pertengahan jalan, akhirnya kami harus turun dan terpaksa harus menyambungnya dengan berjalan kaki, namun apa daya kami sudah merasa sangat lemas sekali meski sudah di bantu naik mobil, namun ditengah tengah kelelahan kita ada sosok ibu ibu lewat dan kami langsung menghentikanya.... emaakk.. emaakk.. ya ternyata ibu itu adalah salah satu ibu dari kami yang kakinya lecet, dan akhirnya salah satu dari kami ikut pulang bersama dan minta pertolongan pada sodara sodara kami yang lainya untuk menjemput kami.
Dan Alhamdulilah kami bisa pulang kembali ke basecamp

Kami ingin sekali suatu saat nanti bisa menjelajah bukit bukit yang ada di pemalang dan mengekspose keindahanya, petualngan ini sebenernya petualangan 10 tahun silam yang baru sempet saya tulis, dan pada jaman itu kita belum punya hape apalagi kamera.

hehehe... salam maszal pemalang adventure :)

Saturday, December 12, 2015

Cara Saya Menjadi Solo Traveller

Apa kabar gaeess... hehe semoga sehat selalu hari ini saya mau sedikit berbagi tips ketika saya harus pergi sendirian biar tetep asik dan tentunya menyenangkan.
Jalan jalan bareng temen temen memang lebih seru tapi kadang ada saatnya dimana kita harus terpaksa pergi sendirian yang biasanya di karenakan karena temen temen kamu sibuk, libur yang tidak barengan, atau hal hal lain yang membuat kamu akhirnya harus pergi sendirian.
Tapi menjadi solo traveller juga menyenangkan, dimana kita akan bisa belajar mandiri, mencari informasi sendiri, mengatur perjalanan sendiri dan lain lain yang harus kamu lakukan sendiri termasuk membahagiakan diri sendiri oleh sendiri hihihi... dan hal yang lebih menyenangkan adalah kamu bisa pulang sesuka hati hehehe
Ada beberapa tips yang harus kamu lakukan sebelum kamu melakukan solo traveller  yang antara lain:

1.    Menentukan Tujuan
Tentukan tujuan kemana kamu akan pergi dan cari informasi sebanyak banyaknya, mulai dari rute perjalanan, hotel yang murah, fasilitas wisata yang bakalan kamu gunakan, dan berapa budget yang akan dibutuhkan.

2.    Mempersiapkan Peralatan

Persiapkan peralatan untuk perjalananmu, mulai dari peralatan wajib traveller, seperti kamera, mp3, tripod, tongsis, dan peralatan peralatan kecil lainya yang bakalan kamu butuhin disana supaya tetep kece.

3.    Gabung Dengan Komunitas
Tips yang ketiga yaitu kamu harus gabung dengan komunitas traveller daerah tempat yang bakalan kamu datengi, dan cari teman untuk menemani jalan jalanmu di sana, dan disini kamu bakalan mendapat banyak keuntungan selain mendapat teman baru.

4.    Buatlah Itinerary Perjalanan

Buatlah sebuah konsep untuk perjalanan kamu sendiri, supaya kamu tidak kebingungan dan banyak mikir ketika sudah berada di tempat, tapi kamu sudah tau kamu harus apa aja dan ngapain aja, hal ini juga akan menghindarkanmu tidak tampak seperti orang kebingungan.

5.    Persiapkan Mental
Jalan jalan sendirian harus mempunyai mental yang kuat dan berani, berani minta tolong, berani menyapa, dan berani menghadapi kesendirian hehehe, , , 
Berani minta tolong maksudnya saat kamu lihat pemandangan indah dan otomatis kamu pingin foto disitu beranilah untuk minta tolong orang disekitarmu untuk memfotokanya hehehe, dan berani menyapa maksudnya janganlah sungkan sungkan menyapa orang disekitarmu untuk ngobrol atau mungkin cari tau sejarah tentang lokasi yang kamu datengi, disini menurut saya kamu bakalan merasa keren... hehe

6.    Menggunakan Jasa Pemandu
Gunakan jasa pemandu wisata untuk menemani jalan jalanmu, atau kamu juga bisa minta bantuan orang sekitar untuk menemani jalan jalanmu, misalnya kamu minta tolong sama tukang ojek sekitar untuk menemani jalan jalanmu yang tentunya kamu harus memberi imbalan, dan ini akan sangat membantu sekali ketika kamu tidak tau arah atau ingin mengambil foto. Tapi kamu harus hati hati dalam memilih orang untuk menemani jalan jalanmu ya, dan tips ini bisa kamu gunakan apabila kamu tidak menemukan temen dari komunitas yang mau menemani jalan jalanmu.

Demikian beberapa tips yang bisa kamu jadikan referensi buat kamu yang mau jalan jalan sendirian, semoga bisa memberikan banyak manfaat. "Amien"

Thursday, December 10, 2015

4 Transportasi Jakarta yang harus kamu coba

Jakarta, Jakartaaa gaessss… sudah pada pernah ke Jakartakan??, kalau belum lain kali ke Jakarta ya biar pada tahu Ibu kota Indonesia kita kaya gimana? hehehe
Di Jakarta banyak sekali transportasi dan inilah penyebabnya kenapa di Jakarta selalu macet, karena setiap bulanya bahkan setiap minggu transportasi di Jakarta selalu bertambah sedangkan peleberan jalan atau infrastrukturnya tidak melihat dari volume transportasi yang ada, atau seenggaknya kalau mau menanggulangi kemacetan mungkin ada pembatasan trasnportasi kali ya. . .hehehe

Haduhhh jadi ngomongin macet ni, dengernya saja sudah bikin pusing….

Buat kamu yang baru pertama kali ke Jakarta biasanya akan bingung, maka dari itu saran saya buat kamu yang baru pertama di Jakarta dan mau bepergian harus mengetahui rute dan kode angkot ke tempat tujuan kamu, supaya kamu tidak salah jalan biar seminggu kemdian beredar orang hilang… #Haiyahhh

Dan ngomongin soal transportasi di Jakarta menurut saya ada beberapa transportasi yang harus kamu cobain, atau mungkin akan menjadi langganan buat kamu kemana mana, selain bisa menambah wawasan kamu soal Jakarta ini juga bisa menghindarkanmu dari kemacetan yang melelahkan, berikut ulasanya:

1.    Commuter Line
Di posisi pertama menurut saya adalah Commuter Line atau KRL atau Kreta Listrik, yang harus kamu cobain, karena kalau enggak kamu bakalan ketinggalan banget, dan dimana ketika temen temen kamu ngomongn soal naik KRL kamu hanya cuman bisa membayangkanya saja, dan begitu juga ketika kamu disuruh main ke tempat temen dan disarankan buat naik krl dan kamu hanya bisa bingung karena tidak pernah mencobanya, hehehe makanya sekali kali nyobain biar kamu berasa kaya lagi ada di jepang... hihi..
Rute Commuter  Line ini meliputi area jabodetabek, so buat kamu yang mau bepergian atau jalan jalan bisa menggunakan Commuter Line melalui stasiun terdekat dari tempatmu.
Keuntungan menggunakan commuter line ini kamu akan mendapatkan biaya yang sangat murah cuman 2.000/20 KM, tidak macet dan tidak panas.
Untuk menggunakan commuter line kamu tinggal ke stasiun terdekat saja dan pesan tiketnya hari itu juga :)

2.    Bus Way
Busway adalah bus transportasi Jakarta yang mempunyai jalan khusus seperti halnya kereta, namun rute jalur busway hanya berada di kawasan Jakarta saja tidak seperti commuter line yang meliputi jabodetabek, sebenernya sistem untuk menggunakan bus way hampir tidak ada bedanya seperti naik commuter line, untuk pembelian tiket juga sudah menggunakan e-ticketing cuman bedanya kalau bus way sekarang tidak ada tiket harian seperti commuter line.

Enaknya naik bus itu kalau kalian mau bepergian ke Jakarta bagian kota yang jauh dari stasiun kreta, dan dengan busway kamu juga bisa jalan jalan muter muter jakarta hehehe

3.    Go-Jek
Transportasi yang ke tiga yang harus kamu cobain adalah Go-Jek yaitu ojek online yang bisa kamu pesan melaui aplikasinya, menurut saya selain tarif ojek yang murah Gojek juga banyak sekali manfaat keberadaanya di jakarta yaitu :
- Bisa mengatarkanmu kemana saja apalagi kalau kamu orang baru di jakarta yang belum tahu kemana mana.
- Murah 15Rb/25 KM bayangin kalau kamu pakai ojek biasa
- Aman karena driver ojek terikat perusahaan sehigga tidak macem macem
- Bisa kamu pesan dimana saja dan jemput kamu dimana saja.

4. Bajaj BBG
yang terakhir adalah bajaj,, hehehe bajaj emang transportasi biasa di jakarta tapi menurut saya kamu juga harus cobain naik bajaj biar tau sensasinya naik bajaj yang mungil itu kaya gimana?, Eitss... bajaj yang sekarang bukan kaya bajajnya bang bajuri yah, tapi sekarang sudah pakai BBG (bahan Bakar Gas) 

Itulah ke Empat Transportasi di Jakarta yang menurut saya kamu harus coba, dan selamat muter muter kota Jakarta :) hehehe

Wednesday, December 9, 2015

Kota Tua Wisata Jakarta Yang Harus Kamu Kunjungi

Emang ada apa sih di kotu? Kok harus di kunjungi   !!?
Di kotu itu tidak ada apa apanya gan, cuman kalau kamu ke kotu kamu bakalan ngrasain suasana yang  Jadoel, dan Tempoe Doloe bangeett.. hihi
Loh Kok bisa?
Ya gan namanya juga kota tua, disana ntu terdapat banyak sekali museum mesum peninggalan jaman dahulu jaman belanda, dan beberapa seni yang dikemas seperti jaman tempoe doeloe.

Jadi kotu atau kota tua itu sebenernya dikenal dengan nama batavia lama ( Oud batavia) atau kota tua itu bisa di bilang peninggalan jaman belanda yang diwariskan yang kemudian ditetapkan sebagai situs warisan, dan di beri nama kota tua yang di tunjukan guna untuk melindungi sejarah arsitektur kota atau bangunan lama yang masih tersisa.

Nah kalau agan ke sana agan akan bakalan tau sejarah jakarta tempo doeloe, dan bisa melihat lihat bangunan bangunan tua peninggalan VOC Belanda, disana juga banyak sekali terdapat museum museum seperti museum wayang, museum seni rupa, dan musem museum lainya.

Namun seiring perkembangan zaman akhirnya banyak warga yang memanfaatkan keramaian kota tua yang selalu ramai pengunjung itu dengan berbagai macam kesenian untuk mencari rupiah, kesenian kesenian yang ada di kota tua menurut saya unik unik dan sangat menghibur yang saya sendiri baru pertama menemuinya .
Kalau kamu baru pertama ke kotu tidak usah kaget ya kalau tiba tiba melihat wanita wanita cantik dengan gaun ala ala jaman belanda yang siap berfoto foto dengan kamuh hehehe ya begitulah ikon kota tua, bernuansakan tempo doloe kaya jaman belanda, selain gadis gadis cantik ada beberapa objek jadoel lainya yang bisa dijadikan sebagai objek selfiemu, kamu juga bisa muter muter kota tua dengan menggunakan sepeda ontel jadoel ala jaman belanda, kalau kalian bawa pasangan hmmm cocok banget, , , , dan kalian bakan berasa romantis banget... ckckck


Kota tua juga recomended banget buat wisata keluarga bersama si buah hati, karena selain wanita wanita cantik ala belanda ada juga ikon karakter kartun kesayangan anak yang bisa di ajak selfie, seperti minion, marsha, dan naruto dan lain sebagainya.
Naaahh.. setelah kalian puas menikmati dan berselfie selfie ria dengan pemandangan yang vintage jadoel itu, saatnya kalian juga menikmati kuliner di resto yang terbuat dari bangunan tua yang membuat kalian lebih berasa kembali ke jaman jadoel lagi, dengan nuansa aroma bangunan tempo dulu.
Disitu banyak sekali kuliner Jakarta yang bisa kamu nikmati, Jadi buat kalian yang belum pernah ke kota tua buruan jalan jalan ke kota tua untuk menambah ekspetasi kamu soal jakarta.

Tuesday, December 8, 2015

Bukit Cempaka Wulung Pemalang

 Created : Amunx, Zaenal

Bersama empat kawan, kali ini Maszal Pemalang Adventure melakukan perjalanan yang ke tiga ke bukit cempaka wulung, bukit ini letaknya di sebelah selatan dari bukit bulu wayang, petualangan kali ini kami rencanakan sepulang sekolah yang kebetulan besok paginya untuk 2 hari ke depan akan ada waktu libur, kamipun tentukan pula untuk waktu pemberangkatan, dan start awal dari basecamp maszal di pagi hari jam 7 pagi setelah sarapan dan segala macam perbekalan pun sudah kami siapkan dan packing di 4 cariel, tak lupa kami berdo’a  sebelum mulai berangkat.

Rute yang kali ini kami tempuh mengarah ke bukit bulu wayang  terlebih dahulu, lalu menyebrang satu sungai di daerah pepedan suatu desa yang cukup unik karena rumah penduduk di desa itu saling berhimpitan, (pepedan atau mped mpedan), disana juga kaum hawa nya cakep cakep,, :D :D yang pada mandi di sungai itu wkwkwk
berdasarkan alasan itu  kami sempetin sarapan di salah satu warung di desa tersebut, lumayan sekalian sarapan mata :D

Setelah semua itu terselesaikan, kami lanjutkan  perjalanan sekitar 20 menitan, sampai di pertigaan jalan besar beraspal, dan terdapat pula masjid di sekitar pertigaan itu, kami menyebrang jalan ke arah selatan, dan mendekati sebuah sekolah, SD kebanggan namanya, kami lewat di samping sekolah tersebut, dan menemukan sungai yang mengalir jernih airnya dan arusnya cukup deras, kami mengambil air beberapa jerigen kecil, untuk bekal kami.

Tak jauh dari sungai ada sebuah jalan setapak yang akan mengarah ke bukit cempaka wulung tempat  tujuan kami, jalannya pun sedikit menanjak di awal, setelah diteruskan mengikuti jalurnya ternyata cukup menguras tenaga karena jalanya yang makin menanjak, serta agak licin, meskipun begitu semangat kami tetap utuh.

Tapi tak sia-sia perjuangan itu, sebab setelah menemukan tanah datar, dan sampai di ketinggian, kami di suguhi pemandangan indah pula menarik kearah utara, dimana perbukitan lengkap dengan panorama alaminya dan masih di selimuti kabut-kabut yang mulai menipis terbawa hembusan angin, segar menyejukan kami pula merasakanya di dataran itu,, di sekeliling kami terdapat rumput ilalang yang  cukup tinggi, tak bosan kami putar putar arah pandang kami ke segala penjuru menikmati pemandangan sangat mempesona kala itu.

Kira kira satu jam kami habiskan waktu disitu, dan kami lanjutkan langkah kami  sedikit berbelok ke kanan, dan melewati jalur yang naik turun dengan kondisi jalan yang cukup mudah, karna jalan ini biasa di lewati orang yang bekerja di hutan, kawasan hutan ini di dominasi pepohonan pinus, ketika berjalan di sekitaran pohon pinus kami sangat berhati hati karena daun daun pinus yang berserakan jika di injak sangatlah licin, seperti berjalan di atas plastik jadi sedikit sedikit  terpeleset.

Setelah berjalan cukup jauh, dan karna panas yang cukup membuat tenggorokan kami merasa haus ahirnya kami berhenti dan berteduh dan minum, tampak dari kejauhan ada dua orang penjaga hutan yang sedang berkeliling, Kamipun mencoba mendekati dan menyapanya sekaligus mohon permisi untuk bermalam di bukit ini.

Dengan ramah dua orang penjaga hutanpun menyambut kami dan mempersilahkan kami untuk menginap di sini asal jangan merusak dan bisa menjaga kebersihan.

Kami terus berjalan menuju selatan ke arah bukit yang menurut kami paling tinggi di antara bukit bukit yang lain yang bisa memberikan pemandangan luas yang indah dan merata, dan memang benar sekali, setelah sampai di puncak kita di suguhkan dengan pemandangan indah yang sangat luas membentang, sungguh indah ciptaan Tuhan Allah SWT tak henti hentinya kami memuji.

Tidak terasa waktu sudah semakin sore dan kamipun langsung bergegas untuk mendirikan tenda karena terlihat dari kejauhan awan hitam sudah mulai mengepul bertanda seperti mau hujan  lebat, tendapun akhirnya bisa berdiri dengan beberapa bantuan pohon dan bambu.

Dugaan kami benar hujanpun mulai turun dan kami semua berempat langsung masuk ke dalam tenda, perasaan takut akan kebocoran menyelimuti kami berempat karena hujan yang begitu lebat akhirnya air hujanpun masuk ke dalam tenda kami, dan bukan hanya air hujan saja yang memasuki tenda kami tetapi petir petir pun serasa berada dekat sekali di samping kami, bahkan kilatan kilatanyapun terlihat jelas di dalam tenda kami, kami semua merasa sangat panik dan takut sekali, kami terus berdoa mohon perlindungan dan mengumandangkan adzan berharap hujan segera reda.

“Ya Allah Lindungi Kami”

Dengan hati yang terus dilanda ketakutan kami tak henti hentinya memanjatkan doa demi keselamatan kami berempat, dan setelah kira kira dua jam lebih akhirnya hujan reda dan kami sangat lega sekali meskipun pakaian kami basah semua. . . .

“Yang penting slamet”

Kami berempat langsung bergegas keluar tenda untuk kembali menikmati pemandangan yang indah, namun kabut tebal masih menyelimuti namun udara sehabis hujan terasa sangat sejuk sekali saat di hirup. . . . Ahhhh dan dinginya suasana membuat perut kami merasa keroncongan, dan tanpa koordinator kami berpencar mencari serpihan serpihan kayu untuk membuat api dan membakar bekal ayam jago yang kami bawa. . . . :D
Pemandangan awan berkabut mulai berganti malam lampu badai yang kami bawa harus dinyalakan, dan alunan radio butut kamipun mulai di nyalakan menemani suasana malam yang lumayan gelap di bukit cempaka wulung, suara jangkrik dan hewan malampun menambah suasana malam kami, kami sangat menikmatinya dengan santai sambil menghangatkan badan di pinggiran api yang terus menyala, kami memang menyukai hal hal ini berpetualang bersama sahabat dan melakukanya dengan suka cita.

Waduk Cacaban Kisah Persahabatan

Created : Amunx Basri
Editing : Zaenal MuttaQien

Lega  rasanya tugas semester kedua kenaikan kelas 3 ini telah selesai, pertanda dimulainya menikmati libur panjang bersama sahabat, di jum’at sore aku dan keenam temanku berkumpul bersama, melepas kerinduan serta sedikit berdiskusi merencanakan reuni alumni sekolah dasar yang sudah 3 tahun lamanya kami tidak bertemu dengan teman-teman semasa lalu, aku dan keenam temanku (Asep, Zaenal, Masis, Ivan, Fakih, dan Faozan), berkumpul dirumah Fakih untuk mematangkan rencana itu.

Kami adalah keluarga kecil dalam sebuah pertemanan dan persahabatan abadi, dimana kami bisa tertawa ceria ketika kami berkumpul, bersenandung dalam canda tawa, saling mengejek namun saling mengagumi satu sama lain, kesadaranku kami saling membutuhkan dan saling mengisi,..... (GAK ADA LO GAK RAME,,:-D,,)
Acara pertemuan dengan teman teman alumni atau temu kangen ini kami namai TEKAPE (temu kangen alumni pakembaran), Pakembaran adalah desa tercinta kami dimana kami mulai menghirup nafas kehidupan pertama kali. :-)

Esok paginya acarapun kami laksanakan di satu gedung sekolah SD 02, tempat dulu kami diajari untuk memetik bermacam ilmu, kami mengundang salah satu kakak alumni kami (Ali ghofir) untuk segaligus memimpin acara, dengan harapan acara lancar sesuai rencana kalau ada yang memimpin.
Keinginan kami ber7 sebelumnya adalah mengajak teman-teman alumni kemping ke suatu tempat, namun berhubungan dengan resiko juga biaya, beragam pendapat dan alasanpun cukup variatif, hingga diskusipun cukup padat dan berlangsung lama sampai sore, dan sayangnya tidak kami temui kesepakatan untuk kemping bersama, mekipun begitu kami merasa senang bisa betemu dan berkumpul dengan sahabat sahabat tercinta terlebih mereka semua datang menuruti undangan kami.

Waktu menunjukan pukul 15:12WIB,acarapun kami sudahi, tak lupa  kembali kami rapikan tempat seusai acara lalu  pulang kerumah neneku,sembari istirahat, sebentar kami sempat membahas acara yang barusan sedikit menoreh kecewa karena rencana dan keinginan kemping bersama belum berhasil,kemudian salah satu dari kami menyuguhkan  ide keren, bagaimana kalau kita bertujuh saja yang pergi kemping  tanpa mengajak banyak anggota, tanpa lama kami semua setuju, beberapa saat kami berunding untuk memikirkan segala perlengkapan dan biayanya, ahirnya kamipun sepakat untuk berangkat kesuatu tempat yang kata orang tempatnya bagus dan cukup memuaskan  untuk kegiatan kemping dan yang paling penting aman, yaitu di  danau atau bendungan waduk cacaban yang terletak di  daerah cacaban dan masih dalam kawasan kabupaten kota Tegal juga cukup dekat dari desa kami (Pakembaran), jika menggunakan kendaraan pribadi kurang lebih 1 jam perjalanan, tapi berhubung kami mau menjelajah kami ambil kesepakatan untuk berjalan kaki saja sekaligus berolahraga.

Kami berangkat pagi hari sehabis sholat subuh, menyebrangi sebuah sungai atau kali, namanya KALI RAMBUT,cukup unik bukan,,? ;D..,menurut cerita dari orang orang tua terdahulu kenapa di namai kali rambut karena dipusat mata air atau di sumbernya, terdapat sebatang pohon besar yang mengeluarkan rambut rambut dari sejumlah rantingnya dan persis rambut manusia, tapi ya itu suatu mitos yang cukup kita tau kalo dunia ini memang cukup banyak hal hal menarik serta unik, dan ada pula cerita lain bahwa orang-orang yang pernah melihatnya manusia tertentu juga mungkin beberapa yang sudah beruntung.
Setelah menyebrangi sungai itu kami teruskan menapakan niat dan semangat kami melewati jalur jalur kecil yag cukup licin dan kondisi yang lembab karna rimbunya pepohonan besar ilalang serta rumput-rumput yang tergolek seakan menari nari ketika tersentuh sepatu basah kami, tak lama kemudian kami memasuki 2 desa yang  masih sunyi hening penghuninya, karena waktu itu masih pagi sekali pukul  06:03  W-I-B-J.....? (Waktu Indonesia Bagian Jawa) :D
Sungai / Kali Rambut  Desa Pakembaran
Perjalanan sudah 1 jam, lalu kami beristirahat di dekat pasar, dan berbelanja perbekalan makanan sekaligus sarapan, setelah dirasa cukup siap kami lanjutkan perjalanan  menyusuri desa, setelah melewati sebuah pertigaan jarak sekitar 100 meter kedepan, kami dikejutkan oleh suatu kejadian aneh bahkan sempat membuat kami menghentikan langkah, kami melihat sebuah sinar berwarna kuning seperti sinar  matahari di balik sebuah pohon mangga yang cukup rimbun di depan salah satu rumah penduduk desa, dan bentuknya pun bulat penuh persis matahari, kenapa kami merasa terkejut karna arah melangkah kami kearah barat, yang sempat terfikirkan oleh kami adalah apakah benar itu matahari dari barat, tanda tanya kamipun besar bahkan kami sempat berhenti karna bingung, pertanyaan dalam hati saya makin kearah yang menakutkan yaitu berarti ini tanda tada kiamat!!!!??.  Ohhh nooooo...

Pertanyaan itupun membuat expresi teman temanku langsung berubah bingung setelah aku ungkapkan dari mulut,kami saling pandang beberapa saat, dan salah satu teman kami langsung memecahkan kebingungan dari pertanyaanku itu dengan mengatakan,, sudahlah jangan berfikir seperti itu, lebih baik ayo kita berjalan lagi kita dekati cahaya itu,,setelah kami dekati dan Alhamdulillah teryata itu  Cuma cahaya dari lampu mercuri yang masih menyala dan  berbentuk mirip sekali dengan bulatan matahari karena tersamarkan ranting dan dedaunan pohon itu,, kamipun seketika tertawa bahagia yang tadinya sempat diselimuti rasa was was,,,:D.

Kejadian seperti ini mengisi cerita perjalanan kami, kami lanjutkan langkah kearah sebuah bukit yang tidak jauh setelah habisnya jalan di ujung desa, kami mulai menyiapkan tenaga lebih untuk sedikit mendaki, jarak tempuh sampai bertemunya bukit ini ternyata baru sepertiga  dari tempat tujuan kami, itu kami tahu setelah kaki sampai dipuncak bukit yang cukup nyaman, pemandangan indah, udara segar di pagi hari dan di ikuti suara suara burung kecil yang saling bersahutan seakan menyambut kedatangan kami di bukit itu,kira kira sekitar setengah jam kami beristirahat, kamudian kami bertemu seorang Bapak tua yang baru saja sampai sehabis melewati balik bukit yang akan kami turuni nanti, Bapak ini membawa sepikul karung berisikan muatan yang cukup besar, tapi entah apa isinya beliaupun beristirahat juga di sekitaran kami, tak berapa lama beliau menyapa kami dengan pertanyaan : 

- Hendak kemana mas sepagi ini sudah di puncak?,,
- Kami jawab dengan sopan ; mau ke waduk cacaban pak, 
- Bapak dari mana kok bawa beban banyak seperti itu,,,?
- Apa isinya pak?, (tanya kami),
- Ini isinya singkong mas baru ngambil dari sawah, ya lumayan ini mas ini juga baru 2 karung disana masih ada 6 karung lagi,,
- Bapak sendirian ?:  
- Tidak mas,, masiih ada rombongan bapak masih di belakang,,,
ooo,, anaknya ikut juga pak?,, 
- Tidak mas anak saya masuk sekolah,

Ternyata beliau orang yang gigih bekerja, meskipun jauh dan harus naik turun bukit untuk memanen dan membawa hasil panen kerumah dengan jarak tempuh yang cukup jauh dan rintangan mendaki bukit, tak lama setelah tanya jawab dengan bapak petani, kami berpamit untuk melanjutkan segera perjalanan kami,, turun bukit kali ini lebih mengerikan ternyata, karna kondisi tanah yang masih licin dan rumput rumput yang masih ditumpuki embun, sedikit demi sedikit kami berjalan menurun, sekitar setengah jam ahirnya kami sampai di tanah yang datar dan matahari sudah mulai terasa menyapa kulit kami sekitar pukul 07:30, disini kami menyempatkan diri untuk mengambil air di satu sungai kecil yang mengalir jernih airnya,beberapa temanku membasuh muka.
Lalu kami lanjut berjalan,, tepat jam 08:00 wib kami sampai di pertigaan desa capar disini sudah bertemu dengan jalan beraspal yang cukup lebar dan di lalui banyak kendaraan angkudes (angkutan pedesaan),tepat pula ada pangkalan ojek lengkap dengan para ojekers yang siap mengantar orang yang membutuhkan jasa mereka, tanpa basa basi salah satu dari tukang ojekpun menghampiri kami di sebrang jalan dan menanyakan akan kemana tujuan kami seraya menawarkan jasa ojeknya,, tapi kami jawab dan tolak tawaranya dengan sopan.

Berhubung keinginan kami untuk sampai ditempat tujuan siang hari harus sudah sampai, kami berunding untuk mengurangi waktu berjalan kami dengan naik angkudes sampai di gerbang menuju wisata waduk cacaban, gerbang wisata waduk cacaban terletak tepat di jalan menikung yang agak tertutupi pepohonan,setelah masuk melewati gerbang kami menyusuri jalan aspal yang sudah rusak dan berlubang juga banyak genangan air mengisi lubang lubang jalan ,seperempat mil dari gerbang kami menjumpai sebuah warung yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman, mampirlah kami untuk menikmati kopi dan snack yang sudah di jajakan oleh sang pemilik warung, sekaligus menghindari sengatan matahari yang mulai terik sejak awal kami masuk melewati gerbang,saya menanyakan kepada pemilik warung letak waduk cacaban itu dan katanya sekitar 500 meter  kedepan nanti mas ketemu pintu tiket masuk,, dan saya sempatkan pula menanyakan harga tiket masuk, katanya kalo hari libur sekitar Rp. 2000,-, namun kalau lagi ngga rame masuknya gratis,, dan kebetulan pada waktu kami kesitu bukan hari libur dan kami masuk hanya menyapa dan mengatakan maksud dan tujuan kami untuk sekedar kemping dan bermalam kepada si penjaga pintu tempat wisata  yang sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi.

Kami sedang beristirahat di sebuah warung
Setelah masuk ke dalam wisata tersebut kami melewati tempat rekreasi keluarga, diantaranya tempat bermain anak, yang cukup asyik tempatnya karna setinganya yang cukup bagus, di bawah rimbunan pohon pohon beringin dan beberapa pohon mahoni juga hiasan patung patung hewan. Dari situ terlihat pula pemandangan menyejukan mata, pulau pulau kecil yang terperangkap di tengah genangan air yang luas serta  kilauan sinar matahari yang memantul dari atas hamparan air danau, tak mau melewatkan pesona menarik itu kami turun menuju danau menuruni jalan setapak, namun dengan sedikit berhati hati karna di kanan kiri kaki kami ada beberapa rumput rumput berduri yang dapat melukai kulit jika terkena.

Sesampainya ditepi danau kami disambut seekor anjing berwarna hitam, seketika temanku yang bernama faozan mengatakan lihat itu ada dogy,,spontan dia menamai anjing liar itu, kami mengira anjing itu ada pemiliknya, tapi setelah lama kami berada disitu dan kami amati sepertinya tidak ada pemiliknya alias anjing liar dari hutan, tapi tidak apalah semoga saja kehadiran kami tidak mengganggunya begitu pula sebaliknya.
Angin sepoy sepoy, dipinggir danau, semilir membisiki tubuh, dan terasa semangatpun muncul kembali yang tadinya sudah tersusul oleh rasa lelah, melihat air danau yang begitu jernih, tanpa kompromi kamipun segera menceburkan diri mandi dan berenang sesuka hati, berfoto bareng, bahkan ada pula yang sembari menangkap ikan ikan di pinggir danau hingga berlalulah waktu menyusul sore, pemandangan di sore hari ternyata lebih indah dan makin memanjakan mata, terbayarkan rasanya jauh jauh kami datang dengan bekal seadanya namun tetap percaya diri juga sedikit nekat..:D.
Jam 5 sore kami menyudahi cengkrama kami dengan air danau yang mulai membuat tubuh kami menggigil, dan untuk menguranginya kami berbagi tugas mendirikan tenda dan mencari kayu bakar untuk persiapan memasak dan membuat api unggun malam nanti, kami dirikan tenda tepat dipinggir tepian danau dekat dengan ikan ikan kecil yang lalu lalang di bawah air sibuk mempersiapkan diri mereka menyambut malam hari, hanya saja bedanya mereka tidak bisa membuat api ungggun seperti kami malam nanti,,:-D.
Adzan berkumandang, bergegaslah kami mengambil wudhu untuk sholat maghrib, usai  sholat berjamaah, perut mulai memberi isyarat kalau sudah waktunya untuk di manjakan, bekal makanan kami siapkan, dengan lahap dan nikmatnya, kami makan bersama ditepi danau dan  suasana kekeluargaaan amat sangat terasa.
Terpecah sudah rasa lelah kami seharian, waktunya bersantai menikmati malam, benar benar malam yang indah di temani suasana alam yang begitu  mengagumkan, penampakan garis -garis cahaya dari tepian pulau yang berada agak jauh dari tempat singgah kami, dan terlihat pula sebuah bendungan besar tepat di sebrang selatan, ditambah  pemandangan cantik oleh lampu lampu kecil yang menancap diatas bendungan, api unggunpun segera kami buat untuk menambah suasana yang menyenangkan ini, juga candaan serta games-games keci kami riuhkan, keceriaanpun kami nikmati dan seakan malam ini hanyalah buat kami.

Sedikit kesalahan telah kami lakukan dimana semut semut kecil berjumlah ribuan yang sangat menyakitkan ketika menggigit berdatangan ketempat kami, mereka memakan sisa sisa ayam bakar yang kami buang sembarangan juga berserakan disekitar tempat istirahat, kamipun sibuk segera membersihkan  tempat dan mengusir semut semut itu, suatu pelajaran buat kami kalau kemping berikutnya atau berada di tempat manapun agar membuang sisa makanan lebih diperhatikan atau disiapkan tempat husus buat sampah, dan tersadar juga kami atas kesalahan itu bahwa memang buang sampah sembarangan akibatnya tidak menyenangkan, kami pula berharap untuk semua orang tentang kepedulian membuang sampah pada tempatnya.
Tepi Waduk cacaban Menjelang Malam
Waktu menunjukan jam 10 malam, angin terasa semakin dingin suasana malampun mulai sedikit mencekam namun tak terhindarkan rasa mengantuk mulai melanda, kami mencoba mensiasati untuk istirahat, meskipun semuanya ingin tidur namun tetap kami fikirkan keselamatan, kami bergiliran untuk istirahat, 4 orang tidur 3 orang  berjaga selama 3 jam, aku asep dan faozan berjaga sembari lirih lirih memainkan gitar, kira kira jam 11 malam kami dikejutkan oleh suara suara anjiing dengan gonggonnganya  yang begitu keras juga ramai sekali mungkin jumlahnya sangat banyak, untungnya mereka di sebrang pulau, namun kami tetap merasa takut, berdoalah saja demi kebaikan begitu kalimat dari faozan untuk kami, jadi malam itu kami tidur tidak begitu nyenyak.

2 jam kemudian kami lebih terkejut,tiba tiba ada 2 ekor anjing besar berada dekat sekali dengan kemah kami sekitar jarak 5 meter, dan yang lebih mengesalkan lagi 2 anjing itu sempat berhenti dan menoleh kearah kami dengan sosok buasnya, sungguh takut kamipun makin memuncak ke otak dan jantung rasanya semakin berdegar kencang, hanya berdoa dan berdoa tanpa mau melihat ke arah dua anjing besar garang itu,berkat berdoa, tak lama merekapun pergi melalui kami dan lega rasanya tak diganggu binatang itu, sekitar pukul 2 pagi kami begiliran istirahat tidur, dan kami melalui malam dan kejadian itu dengan selamat sampai pagi menyambut.

Alhamdulilah paginnya kami tak sampai absen menikmati sunrise yang melebarkan senyum kami meskipun pagi ini adalah perhitungan usainya kegiatan kami disini, sebelum persiapan pulang dan membereskan serta merapikan tempat bekas kegiatan kami, kami sempatkan untuk mandi demi menyegarkan  tubuh, ya meskipun terasa begitu dingin tapi daripa tidak mandi,,:-D,
Angkudes Slawi - Jatinegara - Cerih
Jam 9 tepat waktunya menyadari bahwa bekal sudah habis juga perjalanan pulang jauh, kamipun membereskan perlengkapan dan siap kembali di bawa pulang, berjalanlah pulang melewati jalur jalur awal kami masuk , 15 menit kemudian kami sampai di pintu gerbang, dan menyetop angkudes menuju pasar Jatinegara arah kami pulang dan dilanjut perpindah angkot ke arah pasar cerih dimana waktu berangkat kami sempatkan mampir berbelanja bekal disana,perjalanan pulang lebih cepat karena kami menggunakan angkudes, dan pukul sebelas siang tepat kami sampai di rumah, Alhamdulilah semuanya lancar dan selamat.
Inilah cerita kami di waduk cacaban, salah satu tempat yang cukup terkenal bagi para pemancing juga orang orang sekitar daerah kabupaten tegal, cobalah datangi tempat itu dan rasakan keindahan alamnya.,,:-) thanks.

Pengalaman Lucu naik Gojek

Waktu itu gua lagi bingung mau jenguk temen yang sedang sakit di RSCM Kirana, yang waktu itu saya sendiri tidak tahu persis alamat lokasi RSCM kirana, padahal jaman sekarang tinggal googling saja saya sudah bisa mendapatkan informasi tersebut.
namun berhubung gua lagi di sibukan banget sama pekerjaan jadi gua gak kepikiran ke situ dan alhasil gua bingung untuk menuju ke RSCM kirana dan sementara gua juga sudah bosan di bikin bete sama macetnya perjalanan kalau naik angkot.
Dan akhirnya gua kepikiran untuk menggunakan gojek yang sudah lama terinstal di hape gua, dan setelah selesai sholat maghrib langsung gua pesen langsung dari kos gua yang beralamat di perumahan DKI pondok klapa blok B7.
waktu selesai memesan gua gak langsung di telfon sama gojek yang aprove order gua, satu menit dua menit gua gak juga di telfon telfon sama driver gojek, namun ketika saya lihat ternyata gojek sedang menuju ke kosan gua, dan setelah gua keluar memang ada tukang ojek yang hanya memakai seragam biasa namun gua sudah yakin kalau itu gojek pesanan gua :

Gua : Gojek ya
Gojek : Iya Mas,.... Mau Kemana Ya Mas..??
Gua : ke RSCM Kirana Bang
Gojek : Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ???
Gua : Iya Betul Bang
Gojek : Lewat mana ya Mas
Gua : ..@#$%...??? gua bingung ..?? ya gua gak tau bang.
Gojek : Lewat jalan ini ya ?

Gua sedikit lumayan kesal...

Gua : Gua gak tau baaaang.???@&%$

Gojek : Yaudah kita googling googling aja ya mas ..

H=Gua : @#$%&*??? Ya Deh bang... :(

Akhirnya sambil jalan tukang gojek mencari lokasi yang mau di tuju dengan handphone yang diletakan pada stank motornya. . . .
dalam hati gua kesel tapi juga kasihan, dan akhirnya gua suruh untuk bersantai saja?? meskipun sebenernya gua sedikit takut. . . takut tidak sampai di lokasi :D
sepanjang perjalanan dia curhat kalau dia dulunya adalah seorang keturunan bali belanda yang hidup di jakarta dan di asuh oleh seseorang dan dia adalah seorang guru yang sudah mengajar dari tahun 1997 dan sebenernya sudah bersetifikasi namun karena yayasan minta potongan 50 % akhirnya dia memutuskan untuk berhenti mengajar dan memberikan sertifikasinya  yang sudah iya perjuangin secara mati matian ke yayasan: ( 

gua sempet kasian denger curhatanya ... hik hik karena sebenernya dia juga katanya pengen tahu keberadaan ibunya dimana. . .  :(
dan setelah itu dia mencoba bekerja jadi tukang ojek di gojek dan berdasarkan curhatanya memang pendapatanya sangat lumayan bisa menutupi kebutuhanya dibanding waktu masih mengajar. . . .

dan akhirnya tidak sampai satu jam kita sampai di RSCM Pusat, meskipun tidak turun di depan RSCM kirana  langsung tapi tidak apa apalah saya bisa jalan kaki menuju kesana karena jaraknya memang lumayan dekat... :)

ini ceritaku?? mana ceritamu??

Thursday, December 3, 2015

Pohon Untuk Kehidupan ( Program KKN )

Ini cerita dua tahun silam dimana gua masih menyandang status mahasiswa tua yang masih baru menjalani masa KKN (kuliah kerja nyata)  padahal udah semeter delapan... hah...

((((DELAPAN))))

Dan tiba tiba

“Mas bukanya kalau semester 8 itu sudah mau lulus yah atau udah mau wisuda??”

Deg...!!!

Sialan... gua paling jengkel kalau di tanya semester berapa, sudah sampai bab berapa??? Fyuhh

Rasanya pengen banget nyubit orang yang kepo banget nanya nanya kaya gitu, yang biasanya dedek dedek gemes semseter bawah yang sebenernya lagi pengen pendekatan sama gua tapi pertanyanya malah bikin gua sakiiiitt... :((

Kembali ke topik karena itu masa lalu pahit yang sudah berhasil gua lewatin :)

Program KKN memang sangat banyak namun kita juga harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan masyarakat, dan dalam sederetan program yang banyak itu haraus ada salah satu program yang boleh dikatakan besar yang bisa menyerap seluruh lapisan masyarakat sekitar, dan salah satu program besar kami adalah penanaman dan pembagian pohon yang diberi tema one men one tre yang di ketuai oleh  mba karisma salah satu mahasiswa mapala di kampus gua, waktu itu gua masih belum mikir terlalu jauh soal gunung gunungan yang saya pikir hanya gimana saya cepet lulus biar bisa membahagiakan orang tua. . . .
Pemikiran rencana penanaman pohon ini di dapatkan karena melihat lokasi perbatasan pedesaan yang sangat strategis dan masih gundul karna habis selesai proses perbaikan trotoar, dan lahan yang bagus sehingga sangat cocok sekali untuk di tanami pohon
Pohon bibit kami dapatkan dengan mengajukan proposal ke BLH (badan lingkungan hidup) kabupaten banyumas dan alhamdulilah dengan cepat mendapat respon yang positif dari BLH kabupaten banyumas.

Rapat rapat dan rapat hehe

Dan Alhamdulilah akhirnya terlaksana dengan dihadiri oleh wakil bupati Banyumas, dan BLH kabupaten Banyumas, Lurah dan Perangkat Desa serta seluruh lapisan masyarakat desa Puwodadi, kembaran, Banyumas. Dan Gua merasa bangga sekali waktu itu. . . . meski sedikit ada kekacauan tapi Alhamdulilah bisa teratasi dan bisa menjadi pelajaran buat kita semua.
Pohon yang kami tanam adalah pohon mahoni dan beberapa pohon buah buahan yang kami bagikan ke masyarakat setempat yang semoga bisa brmanfaat buat mereka dan alhamdulilah juga bisa membuat mereka bahagia. . .
Berikut foto fotonya gan,...
Tujuan dari cerita ini gua pengen ngajak kalian mari sama sama menyayangi bumi kita tercita dengan memperbanyak penghijauan dimana mana.

Jujur saja sebenernya gua melow banget kalau ngomongin soal cerita cerita KKN sungguh kengan indah yang susah banget untuk dilupakan dan bikin kangen selalu sama temen temen sekelompok KKN.
Hallo buat kalian how are u, i miss u forever
Semoga sukses dan selalu baik baik saja :)