Wednesday, May 25, 2016

Mendaki Gunung : Celana Pendek atau Celana Panjang.

Halloo gan sis sesuai judul di atas hari ini saya bakalan ngajak kalian buat ngebahas pesoalan saat mau naik gunung, selain diribetkan dengan beberapa peralatan wajib gunung ternyata buat sebagian orang misalnya saya sendiri dibuat ribet juga lo dengan pakaian yang akan di pakai hahaha.

Berdasarkan pengamatan saya pribadi meskipun mau naik gunung yang notabenya tidak ada siapa siapa sepertinya sekarang ini para pendaki gunung mempunyai keinginan punya style gunung yang kece bin keren, selain menunjukan kecintaanya pada hobinya ternyata style yang sesuai dengan naik gunung juga menggambarkan kalau kamu berpengalaman, tapi gak juga sih hahaha

Meskipun jarang mendaki gunung tapi saya mempunyai dilema tersendiri saat mau mendaki gunung yang berkaitan dengan style kekinian.

Celana Panjang
Menurut temen temen, mendaki gunung diharuskan pakai celana panjang, karena akan melewati semak semak dan untuk melindungi kaki kita dari ancaman runcing semak belukar di gunung, selain itu mengunakan celana panjang bisa menghindarkan dari gigitan hewan menjijikan yaitu lintahhh.
Ehh tapikan susah buat jalan kalau pakai celana panjang, memang sedikit susah untuk melangkah ketika mendaki menggunakan celana panjang, makanya dibuatkan khusus celana panjang untuk kegiatan mendaki, jelas susah melangkahnya kalau kalian pakainya celana jeans.

Pakai celana pendek
pakai celana pendek saat mendaki gunung memang lebih enak, selain terlihat santai juga lebih kece, tapi yaitu resikonya harus kalian tanggung sendiri ketika kamu harus melewati jalur yang banyak semak semaknya, Resiko kakimu baret baret akan terjadi, dan resiko kena gigitan lintah juga akan terjadi.

Jujur saya sebagai pendaki awam juga kadang sering dilema gaes ketika mau naik gunung antara pakai celana panjang atau celana pendek,  hehehe dan makanya akhirnya saya belilah celana pdl yang bisa buat pendek dan panjang. 

Dan tips dari saya buat kamu yang tidak punya celana pdl mending bawa dua duanya antara celana pendek dan celana panjang. 
Celana panjang buat ketika kamu naik gunung,  dan celana pendek buat kamu ketika sudah turun gunung,  biar style kamu tetep kece,  pernah ngalamin sendirikan habis naik gunung celana pada belepotan apalagi kalau musim hujan. kalau menurut kalian gimana gan?

Hahahaha Tulisan apaan ni gak jelas banget..... :D

Tuesday, May 24, 2016

Curug Cipurut Wanayasa Purwakarta Jawa Barat

Hallo Gan Sis apa kabar Pagi ini Maszal Pemalang Adventure dapet kiriman artikel dari salah satu sahabat kami yaitu Fikri Maulana, jujur rasanya seneng banget dapet kiriman artikel, rasanya tu kaya habis jadian hahahaha. . . . buat kalian yang punya cerita jalan jalan juga bisa kok kirimin tulisanya kesini, caranya kalian tulis dulu di word terus kirim ke email maszal.adventure.com yukk sekarang kita simak bagaimana cerita perjalananya ke Curug Cipurut Purwakarta Jawa Barat

***

Hello gan, perkenalkan ane fikri dikesempatan ini ane mau nyeritain soal  jalan-jalan ane ke salah satu curug di Jawa Barat yang tepatnya di daerah Wanayasa, Kecamatan Purwakarta yaitu Curug Cipurut.

Di awali perjalanan dari kota ane tercinta yaitu kota Cikampek menuju Curug Cipurut ane tempuh dengan sepeda motor perjalanan memakan waktu sekitar satu setengah jam.

Dan setelah menempuh perjalanan satu setengah jam akhirnya ane sampai juga ke tempat parkir Curug Cipurut, belum selesai sampai sini gan, saya masih harus berjalan menuju curug tersebut yang berjarak kurang lebih 1KM dengan jalan yang kita harus lewati nanjak dan kecil,dan saat ane baru sampai tempat peristirahatan ane terjebak hujan dan dengan pasrah ane harus nunggu hujan reda dulu.

Selama hujan turun selama 30 menit ane dan temen ane bernekat untuk melanjutkan perjalanan ke curug dengan keadaan hujan yang masih gerimis, sehingga jalan yang ane lalui sangat licin karena hujan, dan untuk kalian yang mau kesana dengan keadaan cuaca hujan ataupun tidak hujan ane saranin pakai sepatu agar tidak terlalu licin saat melalui jalan menuju curug cipurut dan jangan lupa membawa baju ganti, saat setengah perjalanan menuju curug tersebut, ane sempat meneduh kembali karena hujan turun deras.

Dan setelah menunggu beberapa lama hujan redah dengan tetap gerimis, ane melanjutkan perjalanan ±500 meter lagi ane sampai ke curug cipurut, dan akhirnya ane sampai ke curug tersebut dengan membayar tiket masuk Rp.5000,- .

Dan setelah melalui perjalanan yang sangat jauh dan lumayan leleah akhirnya terbayarkan sudah dengan melihat keindahan curug cipurut yang masih sangat alami, belum tersentuh tangan manusia, dan berikut pemandangan yang bisa kalian lihat di sekitar curug tersebut.


Pemandangan disana masih di kelilingi oleh pohon-pohon besar pokoknya alamnya masih 100% hijau,bagi kalian yang mau kesini ayo ga rugi deh walau lelah tapi memuaskan, disana kalian bisa mandi, berfoto foto buat DP di BBM dan lain lain hehehe
Selain itu buat kalian yang suka dengan kegiatan Outdor kalian juga bisa bercamping, Outbond, danTea Walk disitu karena Curug Cipurut ini merupakan Curug yang tidak membahayakan, tapi ingat gan tetap jaga kebersihan dan jaga alam kita yang masih 100% hijau jangan sampai rusak oleh ulah tangan kita sendiri.


Buat kalian yang mau kesini dengan menggunakan kendaraan umum kalian bisa mulai dari terminal terminal berikut ini :

  • Dari Terminal Simpang, Purwakarta gunakan angkutan perdesaan atau atau elf ke Terminal Wanayasa.
  • Dari Terminal Wanayasa, naik angkutan perdesaan ke Bojong/Sawit dan berhenti di pintu gerbang Desa Sumurugul
  • Dari pintu gerbang ke Curug Cipurut bisa menggunakan ojek.
  • Dari batas akhir kendaraan,tinggal berjalan kaki melewati jalan setapak kebun teh (sekitar 500 meter/sekitar 15 menit perjalanan), dan akan sampai di pintu gerbang Curug Cipurut. Sumber : wisatajabar.com
Sedangkan kalau kalian menggunakan kendaraan pribadi bisa menggunakan GPS  hehehe



Setelah puas menikmati keindahan di Curug Cipurut ane nyatakan untuk pulang karna waktu sudah sore dan cuaca mulai mendung kembali, sekian perjalanan ane jalan-jalan ke Curug Cipurut semoga apa yang ane saranin bisa bermanfaat untuk kalian semua, sampai jumpa di artikel ane selanjutnya.
Buat yang mau tanya tanya bisa lewat email saya di fikrimaulana85@gmail.com


Wednesday, May 18, 2016

Ogel Ogel : Oleh Oleh Khas Pemalang

Pemalang, sebagai orang asli Pemalang rasanya menjadi suatu keharusan tersendiri untuk menulis sesuatu tentang pemalang, selain dari beberapa wisata di Pemalang yang sudah saya share melalui blog ini tidak lengkap rasanya kalau tidak dilengkapi dengan jajanan oleh olehnya. 


Selain Nasi Grombyang, Lontong Dekem, Sate Loso dan Bakso Balungan yang menjadi makanan khas Pemalang, Pemalang juga mempunyai jajanan yang bisa dijadikan oleh oleh buat kamu yang lewat ke Pemalang atau sengaja datang ke Pemalang.

Setiap mudik ke Pemalang sering sekali temen temen minta di bawakan oleh oleh khas Pemalang, sementara waktu itu yang saya tahu makanan khas Pemalang cuman nasi grombyang yang tidak bisa dibawa kemana mana alias harus dimakan di tempat hehehe

Oleh Olehnya Jangan Lupaaa... !
Awaas ya kalau gak bawa oleh oleh..!! dan celotehan lainnya yang mengharuskan saya kudu bawa oleh oleh hahaha

Kira kira bawa apa ya?? 
Sempet bingung juga sihh.. 
Sempet mikir masa saya bawa nasi grombyang ke Jakarta wkwkwk 

Tapi untungnya berkat bantuan dari temen saya yang ada di Pemalang Kota saya di ajak ke Pusat UMKM Kota Pemalang yang beralamat di Kaligelang kota Pemalang. 
Disitu tertulis papan Ogel Ogel Oleh Oleh Pemalang, ya Ampuun dalam hati saya mikir kok aku baru tahu ya kalau jajanan pemalang namanya Ogel Ogel.

Ogel Ogel Khas Pemalang

Ogel Ogel adalah jajanan yang terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan bahan bahan lainya. Adonan yang terdiri dari gula, garam, keju diberi bumbu dan dibentuk seperti ulat menggeliat, mungkin karena bentuknya yang menggeliat seperti ulatlah makanya dinamakan Ogel Ogel hehehe

Jujur saja saya juga jadi ikut penasaran hahaha..
Di Pusat UMKM Tersebut terdapat banyak sekali jajanan asli Pemalang yang bisa kalian Bawa Untuk Oleh Oleh, Ada Ogel Ogel,  Kerupuk Nanas, Kamir,  talas goreng dan masih banyak lagi. 

UMKM Pemalang

Saya kurang begitu tahu lokasi lokasi dimana saja yang menyediakan jajanan Pemalang,  tapi kemungkinan di setiap Warung Menyediakan, so buat kamu yang mau bawa oleh oleh dari Pemalang tidak perlu bingung lagi tinggal datang saja ke Pusat UMKM Pemalang yang terletak di Kaligelang, kalian bisa memilih macam macam jajanan yang bikin kalian juga penasaran ingin mencicipinya. 

Tuesday, May 17, 2016

Telusur Wisata Dieng (Ada Apa Aja Sihh..??)

Haii.. Ketemu lagi hihihi jadi malu ini sama kalian,  semoga tidak bosen ya kalau lagi lagi ketemu dengan saya wkwkwk
Setelah kemaren Explore Curug Curug di Baturraden sekarang saya berencana untuk Explore Wisata wisata yang lagi hits di Purbalinga,  Eh tapi tiba tiba ponakan ngajakinya ke Dieng heuu... Berhubung saya juga belum pernah ke Dieng yang terkenal itu yasudahlah Explore Purbalingganya di Cancel dulu hahaha.. 

Perjalan ke Dieng saya di temani sama eh menemani ponakan saya yang masih cabe cabean... Haduhh

Jadi ceritanya begini temen temen kerjaan ponakan saya mau pada ke Dieng sama pacar pacarnya sementara dia sendiri Jomblo wkwkwk sementara dia sendiri pengen ikut karena ponakan saya juga akhir akhir ink lagi gila jalan jalan buat hunting foto foto,  biasalah anak alay jaman sekarang liat DP temen di BBM pasti langsung pengen ikut ikutan,  dan gak kece katanya kalau backgroundnya cuman itu itu aja. 

Karena Omnya lagi main kesitu jadi kesempatan deh buat dia ajakin nemenin ke Dieng,  yahh antara senang dan berat hati harus ikut. 

Berangkat dari Purbalinga pukul 06:30 Via kejobong mampir rumah temen dia dan Go Dieeng.. 
Perjalan ke Dieng kami tidak melewati jalan raya yang biasa di lewati sama bus Purwokerto Kebumen,  melainkan kita melewati jalan pintas,  saya tidak tau persisnya lewat jalur mana tapi yang jelas jalanya lumayan extreme berkelok kelok, nanjak,  naik, halus dan berbatu hahaha view perjalananya bagus,  melewati pelohonan jati,  kekuranganya kami tidak menemukan pom bensin kalau lewat jalur sini,  dengan terpaksa kami beli beli bensin eceran deh hehehe.. 

Setelah hampir tiga jam perjalanan nampaklah bebukitan yang tinggi yang bertanda Dieng Sudah deket huhuuuyyyy
Ni saya kasih lihat fotonya

Indah kan.. menurut temen saya rute ini rute terdekat kalau ke Dieng dari Purbalingga.

***
Menurut sejarah Dataran Tinggi Dieng disebut juga tempatnya bersemayamnya para Dewa dan Dewi, Nama Dieng sendiri di Ambil Dari Bahasa Kawi, 
“Di” Yang artinya tempat atau gunung, sedangkan “Hyang” adalah Dewa, sehingga di artikan Dieng adalah daerah pegunungan tempat bersemayamnya Dewa dan Dewi tinggal.

Nah setelah tahu sedikit tentang arti dari Dieng sekarang saatnya kita explore apa apa saja si di Dieng yang bisa kita kunjungi?? berdasarkan pengalaman, lokasi pertama yang saya datangi adalah

1. Telaga Warna
Menurut saya tidak ada yang spesial dari telaga warna ini, namun telaga warna mempunyai cerita tersendiri yang katanya mitos yang cukup popular di telaga warna adalah tempat mandinya Dewi Nawang Wulan (7 Bidadari) Dan bagaikan Sebuah perjalanan manusia mencari makna hidup, Tempat ini Pun dari Dahulu dijadikan Sebagai tempat pembentukan karakter manusia, Sehingga, di setiap Sudut Tempat ini Memancarkan Makna, Dimulai dari warna air yang ada di Telaga Warna yang melambangkan lima unsur Manusia atau disebut juga ”Sedulur Papat Kalima Pancer” yang berarti bahwa kita manusia yang terlahir darikandunganseorang ”ibu” yang kelak akan menjalani kehidupan yang intinya kita harus ingat kepada ”Sang Pencipta”serta Menghormati ibu dan hidup bermasyarakat menurut ajaranAgama”,dan dilanjutkan perjalanan kita menuju sebuah cermin besar yaituTelaga Pengilon.


Selain itu menurut warga sekitar, legenda warna yang muncul dari permukaan telaga tersebut dikarenakan pada jaman dahulu kala da cincin milik seorang bangsawan yang jatuh ke telaga tersebut, dan secara ilmiyah adanya warna yang berbeda tersebut karena adanya pembasan cahaya pada endapan belerang tersebut. Sumber : http://anekatempatwisata.com/5-tempat-wisata-di-dieng-wonosobo-yang-wajib-dikunjungi/#

Dominasi warna dari telaga ini adalah hijau, biru laut, dan putih kekuningan, katanya kalau ingin melihat warna dari telaga warna harus mendaki ke puncak bukit di sekelilingnya, tapi pas saya ke puncak batu pandang tidak melihat cahaya warna dari telaga warna tersebut, mungkin hanya orang orang tertentu saja kali yang adapat melihat. hehehe

2. Telaga Pengilon
Telaga pengilon terletak berdampingan dengan telaga warna, untuk melihatnya kalian tingal jalan aja memutari telaga warna maka sampailah ke telaga pengilon.

Telaga pengilon diartikan sebagai cermin besar yang mitosnya untuk mencerminkan kebaikan dan keburukan manusia, mitosnya juga kalau pas bercermin di telaga pengilon, kalau airnya keruh buruk sedangkan kalau keruh berati jahat, saya tidak sempet mencobanya waktu itu hehe.
Setelah dari telaga peñgilon harusnya saya ke batu tulis, tapi karena keterpesonan kami dengan batu pandang akhirnya kami melanjutkan ke batu pandang.


3. Batu Pandang
Batu Pandang adalah sebuah bukit batu yang dimana kalau kita di atasnya kita bisa melihat dieng lebih luas, saat perjalanan ke batu pandang kami melewati jalan yang salah, kami melewati jalan pipa airnya pak tani, pertama terlihat seperti sering dilewati banyak orang, eh lama lama malah buntu, terpaksa kami harus membuka jalur sendiri karena tidak mungkin untuk turun lagi, tapi serunya disini gengs tapi sedikit takut juga si karena saya ternyata lagi sama dedek dedek gemes yang gak pernah ke gunung.
Setelah meleati beberapa rintangan akhirnya sampai deh di batu pandang ini diaa..


Bonus dari salah jalan ini kami jadi tidak bayar tiket masuk hehehe karena sebenernya untuk ke batu pandang ini juga di kenakan tarif heu
Di batu padang ini kalian bisa melakukan beberapa aktivitas seperti flaying fox, kanopi trail dan lain sebagainya.

Sebenernya kami masih betah di batu pandang, tapi karena waktu kita terbatas kita harus segera bergegas ke ikonya Dieng yaitu 

4. Kawah Sikidang
Untuk menuju Kawah Si Kidang kami harus pindah lokasi parkir kami, karena jarak dari telaga warna ke Kawah SI Kidang lumayan jauh.
Untuk masuk ke Kawah Sikidang akan dikenakan tiket masuk 10.000 pas hari libur, sebelum kalian masuk ke Kawah Si Kidang jangan lupa beli masker dulu ya, karena aroma belerang di Kawah Si Kidang sangat menyengat.

Sebenernya dieng mempunyai beberapa kawah namun kawah yang paling hits adalah kawah Si Kidang, kenapa dinamakan Kawah Si Kidang katanya karena gejolak magma di kawah ini selalu berpindah pindah layaknya Kidang, Kidang adalah nama hewan yang dalam bahasa Indonesia adalah Kijang.

Di Kawah Si Kidang ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan, yaituuu :
  1. Memancing telur, tapi sepertinya buat pengunjung biasa tidak diperbolehkan untuk mancing sendiri, tapi kalau kalian ingin mencicipi rasa dari telur hasil rebusan kawah kalian bisa membelinya disitu langsung.
  2. Selain mencicipi telur rebus rasa belerang kalian juga bisa berfoto dengan burung hantu, namun kalian akan dikenakan tarif 5000 jika ingin berfoto dengan burung hantu tersebut.


Tips saat berfoto dengan burung hantu, usahakan cari background yang sepi tidak ada pengunjungnya, biar bagus, pengalaman sendiri pas foto sama burung hantu, dibelakangnya banyak orang jadi tidak terlihat seperti lagi dimana gitu hahaha

Setelah puas dengan Kawah Si Kidang perjalanan kami lanjutkan ke Candi Arjuna.

5. Candi Arjuna
Candi di dataran tinggi Dieng adalah simbol kepariwisataan Dieng, dimana dieng yang terkenal dengan tepat tinggalnya para Dewa dan Dewi, ada beberapa banyak candi di Dieng namun candi yang kami kunjungi adalah Candi Arjuna, ada beberapa candi yang bisa kalian kunjungi di komplek candi arjuna, yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Punta Dewa dan Candi Sembadra.
Saat kami berkunjung ke sana candi arjuna sedang di renovasi.


Selain ke Lima lokasi Wisata di atas masih banyak lokasi lokasi yang bisa kalian kunjungi, yang tentunya tidak bisa di jangkau dalam waktu sehari, dan perjalanan ke dieng hari inipun selesai sampai disini dan akan di lanjut ke perjalanan selanjutnya. 
Untuk perjalanan selanjutnya.



6. Bukit Sikunir
7. Gunung Prau
8. Telaga Mardada
9. Gardu pandang Tieng
10. Telaga Cebong Dieng
11. Sumur Jalatunda

Monday, May 16, 2016

Pancuran Pitu Baturraden Via Kalipagu

Melanjutkan cerita perjalan kemaren dari curug Pengantin yang sempet bersambung karena jam kerja di kantor sudah habis hahaha jadi hari ini saya sambung kembali. Setelah ngepoin tentang Curug Pengantin sama ibu ibu tukang mendoan,  tiba tiba si ibu nyeplos kalau ke Pancuran Pitu Baturaden lewat sini cuman 15 Menit..  Woooww... 15 Menit,  berati dekaaaattt....


Pancuran Pitu Baturraden
Karena saya dan salah satu temen saya belum pernah ke Pancuran Pitu meskipun sudah lama tinggal di Purwokero jadi tanpa pikir panjang dan tanpa harus menunggu persetujuan temen kami yang satunya lagi, aku dan temenku langsung saja mlipir menuju ke Pancuran Pitu hahahaha 15 Menit lagi brooo Semangaatt.. . Sementara jam menunjukan pukul 16 : 15 WIB.

Jadi dari  pertigaan yang mau ke Curug Pengantin itu kalian ambil kanan,  ada penunjuk arahnya kok hehehe
Kalian jalan aja terus melewati perarian PDAM, kondisi jalananya enak kok dan terawat bangeett
Meskipun tadi katanya cuman 15 Menit tapi kok berasa lama ya hahaha
Eh tapi akhirya setelah jalan terus ketemulah kami dengan sebuah sungai dan dari sungai tersebut nampaklah sudah Pancuran Pitu, seketika lelahpun hilang hahahaha...

Mandi di Pancuran Pitu

Mandi di Pancuran Pitu

Tanpa pikir pajang langsung aja saya buka baju hahaha waktu sudah sore broo gak usah buang buang waktu lagi... Hehehe
Tapi tiba tiba hujan turun lagi..
Tapi Bodo Amaaatt....
hahaha aku kelihatan kuruuss bangeeettt

Sejarah Pancuran Pitu
Pancuran Pitu merupakan sumber dari tujuh mata air, legenda pancuran pitu sendiri katanya pada jaman dahulu kala ada seorang penyebar Agama Islam di Pulau Jawa yang bernama Syeh Maulana Maghribi dan pengikutnya  Haji Datuk
Suatau pagi mereka melihat cahaya misterius yang tampak dari sebelah barat, kemudian mereka mberlayar untuk mengetahui cahaya tersebut.


Mereka berlayar ke arah barat dan sampailah di Pantai Pemalang, Jawa Tengah. Mereka lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki ke arah selatan.



Tiba tiba Syekh Maulana terkena sakit gatal dan sulit untuk disembuhkan. Suatu malam Syekh Maulana mendapat ilham bahwa beliau harus pergi ke Gunung Gora.



Setelah samai di Gunung Syeh Maulana Maghribi menemukan tempat yang mengeluarkan asap. Ternyata di situ ada sumber air panas yang mempunyai tujuh buah pancuran. Kemudian Syekh Maulana memutuskan untuk tinggal dan berobat dengan mandi secara teratur dari sumber air panas itu dan akhirnya penyakit yang dideritanya sembuh total.

Kemudian Syekh Maulana Maghribi memberi nama tempat itu menjadi Pancuran Pitu.dan  Warga sekitar menyebut Syekh Maulana dengan Mbah Atas Angin karena datangnya dari negeri yang jauh. Sumber : detik.com


***

Karena waktunya sudah sore hampir jam lima jadi kami gak bisa lama lama menikmati hangatnya air di Pancuran Pitu Baturraden hmmmm padahal belum puas.. :( tapi kami harus bergegas mencari tempat untuk melaksanakan ibadah Sholat Ashar.

Kami bergegas naik dan Alhamdulilah kami menemukan mushola di tempat berendam air panas, (Disamping Petilasan Mbah Atas Angin)  kami hanya numpang ganti baju saja jadi kami cuman bayar 10.000 Bertiga sedangkan kalau mau berendam disitu kalian bayarnya 5000/Orang deh kalau gak salah,  maaf lupa lupa ingat hehehe
Pas kami kesitu aja ada rombongan yang sedang melakukan ziarah.

Setelah selesai Sholat Ashar nampaknya kabut di Kawasan Baturraden sudah mulai menebal,  selain karena habis huja juga karena waktunya menjelang malam.

Itu artinya kami harus mengahiri perjalanan hari ini.
Oh iya kalau kalian ke Pancuran Pitu Via Kalipagu itu artinya kalian hanya bayar tiket masuk ke Curug Pengantin saja seniali 3000 Rupiah, tapi ya itu perjalanannya jauh hehehe

Kabut Baturraden

Kami langsung bergegas menuju pulang sebelum gelap,  karena jalan yang akan kami lewati adalah jalan di tengah hutan yang tidak ada penerang jalanya, Sepanjang jalan menuju pulang ke tempat parkiran motor (Desa Kalipagu) kami kembali di guyur hujan,  kami hanya bisa pasrah menerima reruntuhan hujan yang terus menemani perjalanan kami.

Sesampai di parkiran sekitar pukul 18:00, Kami kembali menjalankan Sholat Maghrib dulu dan setelahnya kami sempatkan dulu untuk ngobrol ngobrol dengan warga sekitar sambil menikmati segelas susu anget dan mendoan hahahaha mendoan lagi mendoan lagi....

Setelah dirasa cukup akhirnya kami pulang dan karena saya juga harus buru buru ke terminal Purwokerto untuk melanjutkan perjalanan saya ke Purbalingga.

Sampai di Terminal Purwokerto sudah tidak kebagian bus karena kemalaman hahaha tapi setelah nunggu lama akhirnya ada juga tapi itu juga karena adanya para pendaki gunung slamet yang mau mendaki lewat jalur bambangan,  Alhamdulillah bisa ke Purbalingga malam ini meskipun masih kangeeeenn bangeeett sama kota Purwokerto :(


To be Continued to Purbalingga

Friday, May 13, 2016

Curug Penganten : Perjalanan Panjang Menuju Keindahan

Curug Pengantin terletak di Desa Kalipagu, Ketenger, Baturraden Banyumas, untuk saat ini Curug Pengantin menjadi salah satu curug yang lagi ngehits di Baturraden, selain curugnya yang bagus  juga medannya yang menantang, seperti naik gunung gituu...
Kenapa dinamakan curug pengantin, karena terdapat sepasang curug yang berdampingan, yang di asumsikan sebagai sepasang kekasih yang sedang menjadi pengantin.

Curug Penganten

Akses atau rute untuk menuju ke Curug Pengantin bisa di tempuh dengan melalui dua jalur, yaitu lewat jalur kalipagu dan lewat jalur Obyek Wisata Baturraden. Dari kedua jalur tersebut menurut saya jaraknya sama saja, yaitu sama sama jauuhh dimana kalian harus berjalan kaki melewati sebuah aliran air PAM.

Buat kalian yang mau kesana bisa dimulai dari jalan raya Baturraden sekitar 4KM dari Gerbang menuju ke wisata baturraden, di sebah kiri jalan kalian akan menemukan pertigaan dengan gerbang Desa Wisata Ketengger, Kalau tidak salah pertigaanya deket stikes kemenkes, luruuuuusss terus mengkuti jalan yang menuju ke Curug Gede atau curug bayan, setelah sampai di curug gede, kalian bisa mengambil arah kanan dan ikuti terus jalan tersebut sampai menemukan pintu masuk ke curug pengantin (Rp. 3000)

Baca : Curug Bayan : Curug terpendek di Kawasan Curug Gede (Explore Curug Baturraden)

Setelah melewati pintu masuk nanti kamu akan bertemu sebuah tempat parkir motor, dari tempat parkir motor ini nanti kalian diharuskan untuk berjalan kaki yang sangaaaaaat jauuuhh, kurang lebih sekitar 1,5 jamanlah dan dengan medan yang nanjak, ehh tapi jangan takut meskipun jaraknya jauhh kalian tidak akan merasa lelah karena kalian akan disuguhi dengan pemandangan pemandangan yang indah.
Sedangkan kalau lewat baturraden dari jalan raya baturraden kalian bisa lurus terus sampai ketemu dengan wisata baturraden, kemudian masuk ke wisata baturradenya, dan kalian bisa lewat pancuran 7 untuk menuju ke curug pengantin, 

Peta Lokasi


Karena waktu sampai di parkiran sekitar jam 12 akhirnya kami memutuskan untuk mampir ke warung dulu menikmati secangkir kopi dan mendoan... woooowww... mendoan disini enak enak bangeeet.... kalian harus cobaaa...

Setelah kenyang kami putuskan untuk mencari Masjid dulu untuk sholat Dhuhur, mengingat Perjalanan ke Curug Pengantin yang lumayan Jauh, dan seusai Sholat barulah kita melanjutkan perjalanan ke Curug Pengantin.

Berikut foto foto perjalanan kami .
Rute ke Curug Penganten

Rute ke Curug Penganten

Pemandanganya indah kan, kalian akan melewati persawahan yang hijau, bendungan, dan PLTA, pokoknya asik deh perjalanan menuju Curug Pengantin.

Setelah melewati itu semua nanti kalian akan menemukan pertigaan dengan papan nama ke Curug pengantin dan kekanan ke Pancuran Pitu dan terdapat sebuah warung warung terakhir sepanjang perjalan ke Curug Pengantin, disini kalian bisa persiapan beli bekal dulu hehe... tapi kalau kehabisan air di jalan kalian juga bisa minum air sungai hahaha pas saya kehabisan air juga saya ngambil air sungai, tapi percayalah airnya mirip banget sama air aqua malah lebih enakan dikit kaya ada mineralnya gituu... hehehe

Dari warung tersebut kalian masih luruuusss terus saja mengikut arah yang menuju ke Curug Pengantin, kalian akan melewati beberapa sungai dan jembatan, disetiap sungai saya perhatikan pasti ada papan peringatan seperti ini :

“Awas Hati hati bahaya banjir sungai, lebih berbahaya dari putus cinta”

Waduuhhh... wkwkwk kok bawa bawa cinta sihhh kan jadi galau :(

Sebelum sampai ke Curug Pengantin nanti kalian akan menemukan satu curug lagi, tapi saya juga tidak tau itu namanya curug apa, dan tidak ada akses untuk menuju ke curug tersebut, kalian hanya bisa melihatnya dari jalan.
Jalan teruusss lagiiiiii

Jalan menuju ke Curug Pengantin terawat dengan baik, terbukti seperti bisa dilihat pada foto di atas, dengan sudah di kasih tangga tangga untuk nanjak meskipun hanya menggunakan kayu, karena kan jaraknya jauh dan mungkin juga perhatian pemerintah belum sampai kesitu untuk membuat jalan ke Curug Pengantin dengan beraspal hehehe dan tapi kayaknya gak seru juga kalau mau ke Curug yang indah seperti Curug Pengantin ini harus di akses dengan mudah hehehe
jembatan menuju curug penganten


meleati sungai ke curug penganten

Tracknya baguskaaan.. seperti yang sudah saya jelaskan di atas meskipun jaraknya jauh kalian tidak akan lelah hehehe apalagi kalau kalian mau nyobain air sungainya hihihihihi... (sakit perut di tanggung sendiri ) dan setelah melewati jalan yang panjang tersebut kini terbayarlah sudah dengan pemandangan Curug Pengantin yang mempesona, berikut penampakanya :


Curug Penganten


Curug Penganten


Curug Penganten


Curug Penganten

Pesona keindahan curug pengantin

Itu dia cerita perjalanan kami ke Curug Pengantin, seru gak... seru aja yah... hahaha buat kalian yang mau ke Curug Pengantin pesan saya Jaga kebersihanya ya, jangan buang sampah sembarangan meskipun di hutan sampahnya di bawa pulang lagiiii apalagi kalau sampahnya sampah plastik, jujur aja paling benci tu sama alay yang buang botol aqua di hutan.

Sama hati hati kalau mau turun ke Curug Pengantin, karena sebelum ke turun sampingnya adalah jurang, dan jalannya licin, jadi pesan saya tetep hati hati jaga keselamatan, jangan karena terpesona dengan keindahanya kalian jadi lupa diri hahahaha. . . . kalau tidak puas dengan foto fotonya bisa lihat videonya dibawah ini :

Setelah puas menikmati semburan air Curug Pengantin akhirnya kami sudahi saja karena memang badan kami juga sudah menggigil hehehe... kami kembali pulang dan melanjutkan mandi di sungai yang sebelum ke Curug Pengantin hehehe. . . .

Sepanjang pejalanan ulang tiba tiba salah satu dari kami ada yang perutnya bunyi yang bertanda lapeeeeerrrrr..... hahahaha langsung saja kami mampir di warung yang tadi, memesan segelas teh anget dan mendoan lagiiii... yuhuuuuu... dingin dingin mangan mendoan mantaaappp mbok wkwkwk

Tentang Curug Pengantin
Saat kami sedang makan mendoan tak lupa kami kepoin si tukang mendoanya mengenai Curug Pengantin, dan ternyata gaess curug pengantin itu adalah sepasang kekasih laki laki dan perempuan, bisa dilihat lagi foto di atas kalau Curug Pengantin itu Jejer dua.

Mitos Curug Pengantin
Dan katanya lagi mitosnya kalau Ke Curug Pengantin nanti bakalan mendapatkan keberkahan, kalau misalkan orang tersebut lagi usaha nanti jadi suksesnya  Wooooww dan katanya banyak juga orang orang dari luar sana yang berdatangan kesitu hanya untuk meminta sesuatu. . . . wow wow
Selain itu kalau mandi di Curug Pengantin juga bisa awet muda muda wow untung kemaren saya sempet mandi semoga saja beneran bisa menjadikan awet muda wkwkwkwk

Tak lupa saya tanya juga kalau yang datang jomblo gimana bu ...?? eh malah si ibu jawabnya kalau jomblo ma itu tandanya gak bisa cari cewek.... Sialan... fyuhhh kirain langsung jadi pengantin... sueee ni si ibu wkwkwk

To Be Continued

Thursday, May 12, 2016

Curug Bayan : Curug terpendek di Kawasan Curug Gede (Explore Curug Baturraden)

Setelah kemaren saya mengupas tuntas tentang Curug Belot yang terletak di Rempowah Baturraden Banyumas, kali ini gilaran Curug Bayan yang bakalan saya kupas. Emangnya Bawang di kupas wkwkwkwk. . . .

Curug Bayan



Curug Bayan terletak di Desa Kalipagu Ketenger Baturraden Banyumas, untuk aksesnya saya mulai dari Curug Belot aja yah, makanya buat kalian yang belum lihat Curug Belot bisa dilihat dulu penampakannya wkwkwk biar tahu aksesnya.


Dari Curug Belot kalian bisa balik lagi ke jalan raya menuju arah Baturraden sampai melewati pintu gerbang Baturraden, lurus terus sampai ketemu jalan yang menanjak di sebelah kiri nanti kalian akan menemukan pertigaan yang terdapat beberapa penujuk jalan yang mengarah ke Curug Gede atau lebih detailnya Desa Wisata Ketenger Baturraden, boleh dilihat dulu fotonya hehehe
Jalur ke Curug Bayan

Dari situ kalian luruuuuus terus saja sampai ketemu dengan pertigaan lalu ambil kanan, atau kalau kalian bingung bisa seperti biasa ya gunakan GPS otomatis atau manual hahahaha... tidak ada satu jam nyampai kok hehehe

Oh iya sebenernya pas lagi on the way ke curug Bayan saya dan teman teman kehujanan, jujur saya sendiri sempet galau takut gak sampai ke Curug Bayan, Soalnya kan saya nebeng sama temen, dan temen saya ini kalau Modnya lagi gak bagus biasanya maunya pulang hahahaha... tapi untung sepertinya mod dia lagi bagus jadi biarpun hujan tetep kita bersabar menunggu terang dulu hihihihi.....

Setelah sampai di Kawasan Curug Gede kalian bisa parkir kendaraan kalian, nah dari tempat parkir ini, kalau kalian mau ke Curug Bayan tinggal Jalan saja ke arah kanan kurang lebih 100M akan tampak kok Curug Bayan, aksesnya very very easyy dah. . . .
Parkir Jurug Bayan dan Curug Gede

Berdasarkan hasil ngepoin orang sekitar situ yang kalau tidak salah sepertinya penunggu villa disitu, katanya Curug Bayan adalah Curug terpendek di Kawasan Curug Gede, tapi memang betulkan gaes Curugnya memang sangat pendek, tapi biarpun pendek tetep memperlihatkan pesona keindahanya, dan terlihat jernih air yang suegeeerrr...

Curug Bayan ini aman buat berenang atau mandi tapi katanya tidak boleh terlalu ke pinggir yang sebelah kanan, soalnya takut terjadi longsor, tetep utamakan keselamatan ya gaes... hehehe
Di Curug Bayan ini kami juga belum memutuskan untuk mandi meskipun dari tadi belum mandi, hanya sedikit cuci muka saja biar agak segeran sedikit wkwkwkwk...
curug Bayan

curug Bayan

curug Bayan

Di Curug Bayan, selain kalian bisa menikmati suegernya air Curug yang bisa ngademin pikiran, kalian juga bisa menikati River Tubbing, sewa ban gitu... sudah pada tahukaan.
Di Kawasan Curug Gede juga terdapat banyak Home Stay buat para wisatawan yang mau menginap, eh tapi kalau ngomongin Home Stay di Baturraden Juga banyak Home Stay yang enak buat menikmati keindahan alam Baturraden.

Curug Gede
Setelah narsis narsisan bersama Curug Bayan, kami melanjutkan perjalanan lagi ke Curug Gede, untuk menuju ke Curug Gede dari pertigaan tempat kalian parkir, kalian tinggal jalan lagi saja ke arah kiri sekitar setengah jaman,
Berikut penampakan Curug Gede dari jauh.

Jalan Ke Curug Gede

Curug Gede

Kenapa saya kasih penampakanya dari jauh, karena saat ke Curug Gede saya hanya melihatnya dari jauh hehehe, solanya untuk menuju ke Curug Gede harus turun ke Bawah seperti menuruni bukit, bisa di bayangkan sendiri dari gambaran foto di atas, sedangkan waktu itu saya harus buru buru lagi untuk explore curug yang lainya, so karena waktu saya hanya satu hari jadi untuk Curug Gede saya cukup melihatnya dari kejauhan saja hehehehe. . .untuk lebih jelasnya kalian juga bisa tonton video di bawah ini :



Oke Gaes dengan begitu sepertinya cukup sekian ulasan saya tentang Curug Bayan, semoga bisa menjadi gambaran buat kalian yang mau datang kesini, yukk sekarang kita ke curug selanjutnya yang lagi hits di Baturraden yaitu Curug Pengantin???
Penasaran...!! Ikuti Terus Maszal Pemalang Adventure Explore Curug hehehehe
Nb. Tiket Masuk Rp. 3000.

Wednesday, May 11, 2016

Curug Belot atau Curug Nini Nini ( Explore Curug Curug di Baturraden)

Whats Up Gaesss... semoga tidak bosan yah. . . wkwkwk kalau kalian sudah baca tulisan saya sebelumnya soal Explore Curug Curug di Baturraden pasti sudah tahu kalau kemaren saya habis Explore Curug Curug di Baturraden, dan kali ini saya mau mengajak kalian untuk mengulasnya satu persatu dan tentunya lebih detail hehehe. . . oke langsung saja kita ke curug pertama yang saya kunjungi yaituuuu.. Curug Belot

Curug Belot terletak di Desa Rempowah Kecamatan Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. Akses untuk menuju ke Curug Belot sangatlah mudah, apalagi kalau kalian menggunakan kendaraan pribadi.

Langsung saja kalau dari arah Purwokerto tancap saja ke arah Jaan raya Baturraden sampai melewati pasar Rempowah, setelah pasar Rempowah sebelum tanjakan kecil nanti di sebelah kanan jalan ada Bank BRI, dan tepat di depanya atau di kanan jalan ada gank masuk, nah kalian ambil saja ke kanan dan lurus terus, sampai pool, waktu saya kesana si di tandai dengan banyaknya kendaraan roda dua yang di parkir, yang menandakan kendaraanya para pengunjung Curug Belot hahahaha tidak sampai satu jam dari Purwokerto sudah sampai kok.

Kalau saya si dulu sempet nyasar, soalnya saya ambilnya belok kiri. . . . hehehe soalnya informasi dari tetangga sebelah tidak begitu detail gang yang harus di lalui sebelah mana, so buat kalian yang sudah baca ini saya harap tidak kesasar ya. . . nanti malah buang buang waktu saja hehehe

***

Setelah sampai di parkiran motor kamu harus jalan lagi dengan menuruni anak tangga yang lumayan licin, so hati hati ya, buat cewek yang pakai hills mending di lepas dulu deh wkwkwkwk.. lagian mau ke curug pasa pakai hills

Sepanjang jalan menuruni anak tangga biasanya nanti kalian akan bertemu dengan seorang bapak bapak yang sedang bersih bersih jalan yang menuju ke Curug Belot, dan kamu akan dimintai retribusi untuk kebersihan seikhlasnya, katanya solanya dari pihak pemerintah setempat tidak ada yang merawatnya lagi jadi beliaulah yang membersihkan rumput rumput di sepanjang anak tangga yang menuju ke Curug Belot.

Airnya lumayan keruh pas saya kesana mungkin karena kemaren habis hujan kaliya, saya tidak tahu persis soalnya saya datang dari Jakarta.

Saya kurang begitu tahu ketinggian Curug Belot Tersebut soalnya saya tidak bawa meteran pas kesitu wkwkwkwk Tapi yang  jelas Curug Belot ini lumayan tinggi kalau dikira kira mungkin 50 Meteran ada lihat saja di fotonya hehehe

Curug Belot juga aman untuk berenang, pas saya kesana aja banyak bocah bocah kecil yang sedang asik berenang, saya juga sebenernya pengen karena habis perjalanan panjang belum mandi wkwkwk, tapi karena masih banyak curug curug lagi di Purwokerto yang harus saya kunjungi jadi saya tahankan diri untuk mandi disitu, mandinya nati saja hahaha
Curug Belot

Setelah selesai mengamati keindahan Curug Belot dan mengambil beberapa Dokumentasi akhirnya saya kembali untuk menyusuri curug curug lain yang ada di Baturraden.
Kalau tadi kita tadi menuruni anak tangga sekarang saatnya kita menaiki anak tangga hahaha. . . . #Semangat

***
Berdasarkan informasi yang saya dapat dari seorang bapak bapak yang bertugas membersihkan jalan yang menuju ke Curug Belot tersebut katanya Curug Belot di sebut juga Curug nini nini, nini nini kalau dalam bahasa jawa itu nenek nenek, jadi filosofinya sebenernya begini.

Kalau pagi pagi katanya di Curug Belot tersebut mengeluarkan kepulan asap, sedangkan nini nini kalau di jawa itu setiap pagi pasti bikin api di dapur yang mengeluarkan banyak asap. 

Katanya si seperti itu, lalu saya juga kembali bertanya.

Tapi kok kenapa di sebutnya Curug Belot Pak?

Belot itu lepenya mas. Lepen dalam bahasa Jawa itu ujungnya kalau tidak salah, jadi ujung dari Curug nini nini itu adalah Belot.

Kalau kalian tidak mudeng kalian bisa lihat video percakapan saya di bawah ini,



Okeh dengan begitu cukup sekian ya ulasan saya mengenai Curug Belot atau Curug Nini Nini ini, sekarang saatnya saya melanjutkan perjalanan selanjutnya, yaitu ke Curug Bayan, Ketenger, Baturaden, Banyumas.
Nb. Maaf kalau gambarnya kurang jelas soalnya pake hape jadul hehehe. . . . :)

Tuesday, May 10, 2016

Explore Curug Curug di Baturraden

Purwokerto, Purwokerto, buat saya itu sesuatu banget, penuh dengan history, khususnya history percintaan hahaha... meskipun sekarang sudah punya kehidupan baru di Jakarta yang jauh lebih enak tapi Purwokerto selalu kurindukan disetiap hariku.... #Ciaaa...

And gaes hari ini saya kembali lagi berkunjung ke Purwokerto, dalam rangka mudik, tapi mampir dulu ke Purwokerto untuk melepas rindu yang sudah menggunung hahaha dan rencananya mau Explore curug curug yang ada di Baturaden yang selama di Purwokerto belum pernah saya jamah... 
Curug Pengantin

Rabo, 4 Mei saya berangkat dari Jakarta, Pasar Senen Pukul 21 : 00 WIB menggunakan kereta Serayu Malam, dengan tujuan Purwokerto, sebelumnya tiket Purwokerto udah saya pesen jauh jauh hari hehehe tau sendirikan tiket kereta sekarang cepet banget Abisnya, dan sampai Purwokerto sekitar jam 07:30 saya langsung menunggu jemputan di Sorjem (Ngisor Jembatan) Tempat dulu biasa nongkrong waktu masih kuliah, tidak kurang dari satu jam, temen saya datang menjemput.. hehehe namanya Gus A’ih (Anakanya Pak Kyai) . . . . Lanjut sarapan dan menunggu satu temen lagi yang katanya mau ikut, Namanya Nawan. So kami jadi bertiga hehehe

Kurang lebih jam 9:00 WIB kita memulai perjalanan menuju Baturaden dengan mengujungi curug pertama yang sudah saya list jauh jauh hari hehehe yaitu :

1. Curug Belot
Curug belot Terletak di Desa Rempowah, Kecamatan Baturaden, akses menuju Curug Belot sangat mudah sekali, dari arah Purwokerto Jalan aja ke Arah Baturaden, Setelah sampai di Rempowah nanti kalian bakalan nemuin Bank BRI di Sebelah kiri jalan, nah di depan BRI tersebut ada gang masuk, kamu ikuti saja, tidak sampai lima menit sampai kok ke Curug Belot.
Baca : Curug Belot atau Curug Nini Nini

Setelah selesai mengunjungi Curug Belot, Perjalanan kami lanjutkan menuju curug selanjutnya, yaitu Curug Bayan, sempet down sihh karena diperjalanan kami di hadang oleh hujan... hehehe
Curug Belot

2. Curug Bayan
Curug Bayan terletak di Desa Ketenger Baturraden. Akses ke Curug Bayan juga sangat mudah, dari Curug Belot kalian lurus lagi saja ke arah Baturraden, sampai melewati gerbang Baturraden, lurus lagi sampai ketemu pertigaan disebelah kiri jalan, ada papan gede dengan tulisan Desa Wisata Ketenger Baturraden, dan penunjuk arah ke Curug Gede, tidak sampai setengah jam sampailah kami di Curug Bayan.

Curug Bayan
Curug Bayan merupakan Curug Terpendek di Kawasan Curug Gede, namun meskipun pendek Curug Bayan tetap menampakan pesona keindahanya dan sangat cocok untuk bermandi ria hehehe... setelah mengambil beberapa gambar dan sedikit cuci muka perjalanan kami lanjutkan ke curug gede karna waktu sudah semakin siang.


3. Curug Gede
Curug gede terletak tidak jauh dari Curug Bayan, atau kamu tinggal jalan kaki saja, jarak dari Curug Bayan ke Curug Gede sekitar 30 Menitan karena lokasi Curug Gede yang mengharuskan kamu untuk sedikit turun, saya saja gak jadi turun karena sudah bisa melihatnya dari kejauhan, selain itu karena di kejar waktu juga untuk menyelesaikan 14 Curug yang sudah saya list.
Curug Gede

4. Curug Penganten
Curug Pengantin terletak di Dusun Kalipagu, Ketenger, Baturaden, kalau dari Curug Bayan kamu tinggal lurus lagi saja dengan menggunakan sepeda motor, sampai ketemu pintu masuk wisata Curug Pengantin, perjalanan ke Curug pengantin memakan waktu lumayan lama sekitar 1, 5 Jam, meskipun jarak yang ditempuh lumayan jauh tapi percayalah perjalanan ke curug pengantin tidak akan melelahkan, karena banyak suguhan pemandangan indah yang bisa kalian nikmati, apalagi setelah melihat keindahan Curug Pengantin perjalanan kamu yang panjang akan terbayarkan lunas bahkan tidak seberapa dibanding dengan keindahanya.
Curug Penganten

Cukup lama kami menghabiskan waktu di Curug Pengantin, karena di Curug Pengantinlah kami melakukan ritual mandi hahaha setelah dari ketiga curug di atas yang hanya sekedar melihat dan cuci muka doang hehehe

Selengkapnya : Curug Penganten : Perjalanan Panjang Menuju Keindahan

Setelah puas kami putuskan untuk pulang karena waktu yang sudah sore, setelah sampai di warung tidak lupa kami sempatkan untuk mampir dulu, karena memang cacing cacing diperut kami juga sudah mulai pada demo hehehe, menikmati secangkir teh hangat dengan suguhan mendoan di kala gerimis pula terasa begitu sangat nikmat sekali, mungkin karena memang sudah lama tidak makan mendoan atau sedang laper tapi yang jelas rasanya enaaaaaaaaakkkk banget hahahaha....

Pas lagi sambil makan tak lupa saya kepoin tukang warungnya mengenai Curug Pengantin yang barusan kami datengin, banyak cerita yang beliu ceritakan, kalian penasaran? Tenang nanti bakal saya ceritakan artikel khusus ya hehehe

Pas lagi asik asiknya kepo ternyata katanya kalau ke Pancuran Pitu Baturaden dari arah situ cuman sekitar 15 Menit, WoW meskipun waktu itu sudah sore tapi perasaan kami rasanya seperti sia sia saja kalau sampai tidak ke pancuran pitu dulu, apalagi saya dan temen saya yang satunya lagi belum pernah ke Pancuran Pitu meskipun sudah lama di Purwokerto hehehe...

5. Pancuran Pitu
Akses meunju Pancuran Pitu dari Warung yang mau Ke Curug Pengantin sekitar 15 Menit, tanpa pikir panjang kami langsung meluncur ke pancuran Pitu meskipun lagi nikmat nikmatnya menikmati mendoan wkwkwkwk dan memang bener gaes tidak lama kami jalan kami temukan Pancuran Pitu, meskipun kembali lagi lagi hujan menyurutkan semangat kami, tapi dengan masa bodonya saya langsung saja buka baju dan menikmati hangatnya Pancuran Pitu Baturaden hehehe 
Tidak begitu lama kami bermain di Pancuran Pitu karena kami harus buru buru bergegas mencari tempat untuk Sholat Ashar.
Pancuran Pitu

And Finaly akhirnya cukup sampai disini perjalanan saya dalam mengexplore curug curug yang ada di Baturraden, tak apa meski jauh dari target, karena memang medan yang jauh yang harus di tempuh, next trip mungkin bakalan saya lanjutkan lagi, eh jangan lupa lihat juga vlognya ya hihihi jangan lupa subscribe :

Dan Akhirnya saya dari Maszal Pemalang Adventure mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya buat kedua temen saya yang sudah turut menyuport jalan jalan saya, tidak lupa juga buat para pembaca, semoga tidak bosen yah... kwkwkwkwk see uuuu 

Tuesday, May 3, 2016

Perjalanan Gowes ke Monas dan Senayan

Monas, Monas, Monaaas... hahahaha Monas adalah satu Monumen Nasional di Jakarta yang sudah terkenal bangeeeettt... kemaren aja saya sempet denger kalau di SD Sebelah di desa gua mau study tournya ke Monas, dan kemaren juga banyak yang nanya pas pulang kampung.

Eh di Jakarta kemana aja?? Udah Ke Monas Belum?

Lalu dengan bangga gue Jawab.

Belum...!!
Sambil Berlalu...

   Gowes ke Monas

Hahaha. . . . ya gan, kebanyakan perantau saat ke Jakarta wisata yang pertama kali pengen di kunjungi pasti Monas, Ragunan atau Mall Mall yang menjadi ikonya kota Jakarta, Lahhh sedangkan gua udah satu tahun di Jakarta sama sekali belum pernah ke monas hahaha makanya akhir akhir ini sebenernya pengen sekali ke monas soalnya kata temen temen seperantauan :

“Ke Jakarta belum Afdol kalau Belum ke Monas”

Ada juga yang bilang

“Ke Jakarta Gak Kemonas Berati Belum ke Jakarta”

Halahh ada ada aja yak....
Setelah beberapa kali ngajak temen temen dari Maszal Pemalang Adventure buat ke monas pada gak mau, katanya mau ngapain disana? dan lain lain pokoknya berbagai macam alasan mereka lontarkan yang bikin gue pengen ngomong. . . . .

Halloooo ya ngapain aja kek, nongkrong kek, makan makan atau apalah. . . . kan banyak hal bisa kita lakukan di Monas. . . tapi yasudahlah kalau gak mau. . . :(

***

Dan hari ini Gaes tepatnya tanggal 1 Mei 2016 yang bertepatan dengan hari buruh nasional gue berhasil mengunjungi monas hahaha eh tapi jangan dikira mau ikut demo yah... wkwkwk

Perjalanan ke Monas ini dalam rangka Gobar (Gowes Bareng) anak anak SGB (Sobat Gowes Bekasi) yang saya sendiri sudah tergabung disitu, eh tapi tujuan Gobar ini sebenernya bukan ke Monas tapi melainkan ke Rumah Sakit buat Menjenguk sahabat gowes kita yang habis di Operasi, Semoga Cepet sembuh OM dan bisa Gowes bareng kami lagi. “Amien”
Gowes ke Monas

Seperti biasa perjalanan kami mulai dari CFD Sumarecon Bekasi dengan berkumpul dulu di tikum Halte Kayuringin 3, setelah semua kumpul seperti biasa juga arahan dan doa kami panjatkan demi keselamatan kami di jalan yang disampaikan oleh pengurus SGB.

Rute perjalanan ke Monas kita mulai dari  CFD Bekasi – Perumnas 1 – Fly Over Kranji – Harapan Indah – Cakung – Belok Kawasan Industri Pulogadung – Tugas – Fly Over Matraman – Senen – RSPAD Gatot Subroto – Monas – HI – CFD Thamrin Jakarta – Senayan.

Sampai di RSPAD Gatot Subroto kira kira sekitar jam 10an setelah beberapa perwakilan dari kami masuk ke rumah sakit kami menunggu diluar sampai perut keroncongan hahaha...  dan setelah kira kira satu jam lebih kami menunggu akhirnya mereka pada keluar dan kami lanjutkan untuk cari makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan selanjutnya, yaitu ke monas hehehe


Setelah perut kenyang kami lanjutkan perjalan bike to Monaaas..... kurang lebih 1KmMan jarak dari RSPAD ke Monas deh... tapi karena macet banyak buruh yang berdemo jadi lumayan lama juga sampai Monasnya, tapi seru lihat orang orang pada demo, seumur umur baru pernah juga lihat buruh pada demo di Jakarta hehehe....

Dan inilah dia Monaaaas.... Yuhuuuuuii......
Gowes ke Monas

Gowes ke Monas
Gowes ke Monas

Sampainya di monas sebenernya gue sedikit apes si karena hape gue lowbet, alhasil gue gak bisa selfie sendirian deh... wkwkwk tapi gak papa hehehe

Dan sebenernya juga gue kurang puas selama di monas, karena cuman sebentar doang, kita belum muterin monas tapi udah pada mau lanjut ke Senayan. . . . hmmm tapi kayaknya bukan cuman aku doang loh yang belum puas, soalnya ada beberapa dari temen temen yang masih selfie selfie pas mau lanjut hahahaha....

***

Okedeh lanjut ke Senayaan....

Sampai di senayan pas jam 12 Waktunya sholat Dzuhur, dan Akhirnya kami bergegas mencari Masjid untuk Sholat dan Istirahat, untuk masalah ini empat jempol buat koordinator pengurus SGB, karena di sela lelahnya perjalanan tidak lupa untuk menjalankan kewajiban. . . dan menurut gua ini keren. . . .
Setelah selesai Sholat, dan Istirahat kami lanjutkan lagi untuk pulaaang. . . . tapi gaes diperjalanan mau pulang tiba tiba terdengar suara seperti tembakan. . . .

Duaaaar....

Gua yang berada dibelakang waktu itu sampai kaget, dan ternyata salah satu sepeda dari kami mengalami penguapan oleh panas yang mengakibatkan meletus....

Haduuuhhh... gimana ni.. mana jauh dari bengkel, tu bocah juga gak bawa ban serep lagi.. wkwkwk

Tapi gaes... disinilah kesolidan kami di dibuktikan, dimana kami tak akan membiarkan salah satu dari kami kesusahan.
Yess untung ada salah satu dari kami yang bawa ban serep, beserta peralatan lengkapnya, dan tidak sampai berjam jam beres. . . . hehehe


Lanjuuutt......

Kampung Melayu – BKT dan gue akhirnya memisahkan diri dari rombongan, karena mereka mendadak tidak sejalan lagi dengan arah jalan pulang saya hehehe... jujur aja gua gempooorr.... wkwkwkwk..... tapi makasih buat semuanya #Salam Gowes