Thursday, July 28, 2016

Contact Person Jalur Pendakian Gunung di Indonesia

Hal pertama ketika mau mendaki gunung yang harus kita tahu adalah kondisi status gunung tersebut, yang meliputi status gunung dan jalur pendakian, karena tidak setiap saat jalur pendakian itu di buka, karena ada beberapa alasan yang biasanya kenapa jalur pendakian di tutup yang antara lain, karena status gunung yang sedang tidak aman, perbaikan jalur pendakian dan lain lain, tentunya sebelum mendaki gunung kamu harus tau itu semua agar kamu menjadi pendaki yang taat aturan.
Contact Person Jalur Pendakian Gunung di Indonesia

Untuk mengetahui itu semua biasanya para pendaki mengunakan jejaring sosial seperti facebok, twitter dan lain lain namun kalau kalian mau tahu lebih langsung dari sumber yang mungkin bisa di percaya berikut daftar contact person jalur pendakian gunung di Indonesia.

GUNUNG JAWA BARAT

1.  GUNUNG CIREMAI  :
jalur Linggarjati,
Jamers: 087724188005/089667621650
 Jalur Apuy , Pak Ubuh 085864245459, 
Via Palutungan (Cirebon). Kang Kusna 082115687824

2. Gunung Gede - Pangrango :
 0263519415 / 0263512776 (TNGGP),081912021180 (P. Usep)

3.. GUNUNG SALAK: 
via Kawah Ratu, 085724995370 (P.Dadang), Jalur Cidahu , Achenk 08176689004

4. GUNUNG CIKURAY ,
 Jalur Pemancar , Kang Hendy 081220269190
Kang Dede 087838391009
.
5.. GUNUNG PAPANDAYAN
, Jalur Cisurupan , Komik 085793371645/ 0878 2738 2417
Pick Up Papandayan 085784414211
Guide Papandayan dan Cikuray 08977779282

6. GUNUNG PULOSARI , Tb Rimbun Nuansa 087772502505


GUNUNG JAWA TENGAH

1. GUNUNG SLAMET
- via Bambangan: 085726000335 (P.Sugeng) , 085726666912/ 085725107774 (Mas Didin) 085726047289 (Mulyanto) 081391329999 (Slamet Ardiyansah)085747777192 (Slamet) 085600379399 (Nurfaidin)
- via Guci : 085643755398 (MasUceng)
- Jalur Kaliwadas / Kali Gua Aji Satriani 085742035447
- JalurPrabasari , Basecamp 085629278312
.
2. GUNUNG SINDORO: 
081328096081, 08190386023
- Jalur Kledung , Potenk 0858691154033.

3. GUNUNG SUMBING: 
0858686114464.

4. GUNUNG LAWU : 
085741307298
- Jalur Cemoro Sewu , Hasan 0857292643795.
- Jalur cemoro kandang 081575899797

5. GUNUNG MERAPI: 
081329266656 (P. Syamsuri)

6. GUNUNG MERBABU :
 081325932700 (P. Tono), 085329720365 (Mas Ando), 085740540437 (GRABUPALA)
- Jalur Kopeng , Mas Kamplink 0857434325957.
7. Gunung Ungaran : 085729968373,
- Jalur Bandungan , Arief 081225711243

GUNUNG JAWA TIMUR

1. GUNUNG ARJUNA/WALIRANG
- via Tretes, 085856052510 (Basecamp)
- via Lawang, 081330787722 (P. Rudi)

2. GUNUNG ARGOPURO: 
081336017979(P. Suryadi), 08113651015 (P.Susiono)
3. Gunung Semeru : 0341787055 (P.Samsul),08283930822 (resort ranupane)
4. Gunung Raung : (0332) 321305 / Hp. 081333862244 (KPW Gunung Raung)
5. Gunung buthak Blitar , jalur sirahkencong blitar dan jalur panderman batu malang . Nunung 081555667595

GUNUNG LUAR JAWA

1. GUNUNG RINJANI: 
(0370) 27851 (Dephut), (0370) 627764 
(Pengelola), 085367588494(Mas Lihun), Lalu Ofick Mtpl , 081803644654

2. GUNUNG KERINCI: 
(0748)22250 (Balai Besar TNKS)
3. GUNUNG TAMBORA
Arisman 085216032004.

Itu dia daftar contact person untuk informasi jalur pendakian gunung di Indonesia yang bisa menjadi rujukan buat temen temen yang mau mendaki, Silahkan barangkali ada nomer nomer yang sudah tidak aktif bisa tulis di komentar, semoga bermanfaat.

Note : Nomor Telphone sewaktu waktu akan berubah, gunakan dengan bijak dan gunakan bahasa yang sopan ketika menghubungi.
Sumber : Broadcast BBM

Monday, July 25, 2016

Jalur Gunung Slamet Via Bambangan

By : Asep_Maszal

Salam hangat mentari dari puncak terindah Gunung Slamet 3428mdpl
Hallo Gaes kenalin saya asep dari Maszal Pemalang Adventure, di tulisan pertama ini, saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman saya saat mendaki gunung slamet 3428 mdpl via jalur Bambangan.
Gunung Slamet Via Bambangan

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa tengah, dan tertinggi ke dua di jawa setelah gunung Semeru.
Gunung slamet terletak di antara lima kabupaten yaitu Kabupaten, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, ada 8 jalur yang bisa kalian daki di antaranya :
  1. Jalur Guci tegal
  2. Jalur Jurangmangu
  3. Jalur Bambangan Purbalingga
  4. Jalur Dipajaya Clekatakan (Jalur Baru)
  5. Jalur Baturraden
  6. Jalur Kaliwadas Brebes
  7. Jalur Kaligua Bumiayu dan
  8. Jalur Dukuhliwung
Pada kesempatan kali ini saya akan share pengalaman saya melewati jalur Bambangan Purbalingga.
Sebelumnya buat kalian yang mau mendaki gunung slamet via bambangan berikut sedikit aksesnya yang bisa kalian tempuh :
  • Jakarta - St Purwokerto - Naik angkot orange jurusan terminal Purwokerto Rp 5. 000 - dan dilanjut naik bus jurusan Bobotsari atau Purbalingga serayu Rp. 20.000, bilang saja ke kondekturnya mau ke serayu jalur pendakian gunung slamet via Bambangan, setelah sampai di serayu, nanti masih dilanjut dengan menggunakan angkutan desa atau dengan menggunakan jasa ojek, namun kalau kalau naik bus kalian bisa langsung turun di terminal purwokerto
  • Jakarta - Stasiun Pemalang - Terminal Purbalingga Rp. 25.000 - dan turun di pertigaan karangreja (jalur gua lawa - bambangan) nanti bisa silanjut dengan angkudes atau ojek.
Nah itu dia dua jalan yang bisa kalian pilih, kalau menurut saya sendiri jaraknya antara dari Pemalang dan Purwokerto sama saja jaraknya, cuman banyak yang bilang lebih dekat lewat Purwokerto, sekedar informasi usahakan sampai terminal Purwokerto tidak terlalu malam karena bus hanya sampai sekitar jam 8 terkecuali kalau kalian banyak rombongan kalian bisa sewa mobil.
Namun kalau lewat Pemalang, usahakan jangan sampai malem karena bus jurusan Purbalingga adanya siang sekitar sampai jam 3an.
Pendakian gunung slamet via Jalur Bambangan mempunyai IX Pos yang akan kalian lalui dengan estimasi sebagai berikut :
  1. Basecamp – Pos I (Pondok gembirung (1Jam)
  2. Pos I - II Pondok walang ( 1,5 Jam)
  3. Pos II - III Pondok Cemara (1 Jam)
  4. Pos III - IV Pondok Samarantu (Jam)
  5. Pos IV – V Pondok Samyang Rangkah (30menit)
  6. Pos V – VI Samyang Jampang (20 Menit)
  7. VI – VII Samyang Kendil (20 Menit)
  8. VII – VIII (20 Menit)
  9. IX - Puncak
Ok langsung disimak aja yuk ceritanya siapa tau bisa bermanfaat buat kalian yang mau naik via bambangan hahaha... 

Ok seperti biasanya kami berkumpul di basecamp untuk mempersiapkan perlengkapan yang harus kami bawa, karena hal itu sangat wajib bagi para pendaki.

Setelah semuanya sudah dipersiapkan tak lupa kami memeriksa ulang barang bawaan kami agar tidak ada yang ketinggalan, soalnya bakalan ribet kalau sampai ada yang ketingalan deh hahaha...
Sekitar pukul 14:00 kami siap menuju basecamp Bambangan dengan mengunakan sepeda motor, karena jarak dari tempat kami ke jalur bambangan hanya memakan waktu sekitar satu jam, perkiraan kami bisa sampai di lokasi sekitar jam 15 :00 dan langsung melanjutkan perjalanan sebelum malam datang, tapi ternyata ditengah perjalanan hujan datang tanpa aba aba dengan derasnya.. Grrr

Dengan terpaksa dari pada basah akhirnya kami spontan mlipir berteduh mencari tempat untuk berteduh, hampir satu jam kami menunggu hujan reda, namun tak juga reda, dan dengan terpaksa dari pada kesorean kami kembali melanjutkan perjalanan ditengah derasnya hujan.

Pukul 16:00 kami baru sampai di Basecamp Bambangan, selisih satu jam dari rencana.
Kami beristirahat sejenak, mengatur nafas sambil menikmati secangkir kopi hangat, yang jarang sekali bisa saya nikmati ditengah dinginya anginya pegunungan grrr...

Tak lupa satu di antara kami melapor keberadaàn kami ke Basecamp untuk registrasi simaksi, dengan biaya 5000/orang, dan pakir 10.000/Motor, selanjutnya tak lupa juga kami melakukan sholat ashar berjamaah sebelum memulai perjalanan menuju ke pos satu yang katanya diperkirakan satu setengah jam perjalanan, karena dari jalur Bambangan jalur yang paling lama adalah jalur ke pos 1 dan ke pos II,
Jangan pernah percaya kalau ada yang bilang cuman 15menit, karena 99% pendaki adalah PHP hahaha jus kid..

Pukul 17:00 kami memulai perjalanan dari bascamp ke pos I, langkah demi langkah kami lalui, pemandangan pemandangan yang indah melupakan kami dengan lelahnya perjalanan yang sudah mulai terasa.

Kurang lebih sekitar pukul 19:00 kami baru sampai di pos I , kami beristirahat sambil bercanda gurau untuk menghilangkan lelah, gak mau munafik kalau naik gunung itu capek gaes... tapi kok sekarang pada suka naik gunung ya hahaha...

Kurang lebih 1/2 jam kami beristirahat, ya merupakan waktu yang sangat lama untuk istirahat, karena beberapa dari kami adalah pendaki yang baru pertama mendaki, alias pemula.
Pos I Gunung Slamet Via Bambangan

19:30 kami melanjutkan perjalanan ke pos II, namun ditengah perjalanan hujan kembali turun dengan derasnya, kami memutuskan untuk mendirikan tenda untuk berteduh, buat kalian jangan lupa bawa mantel ya kalau mau mendaki.

Untuk menghangatkan tubuh kami yang dari tadi kehujanan tak lupa kami menikmati 
Cemilan dan menikmati wedang jahe ya yang kami bawa, karena sangkin dinginya tanganpun hampir tidak bisa merasakan panasnya air.
Hampir satu jam kami menunggu hujan reda, eh malah tambah deras.... :(

Pukul 22:00 hujan barulah reda, kami mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan menuju pos II, kami bergegas, merapikan tenda, dan bersiap siap, meskipun kami tahu medan yang akan kami tempuh pasti terjal dan licin, senter dan tracking pool siap membantu perjalan kami menuju pos II.
Kami berjalan sangat hati hati sekali, tak lupa dalam hati kami selalu berdoa untuk keselamatan kami bersama.

Langah demi langkah kami lalui, berjalan ditengah gelapnya malam dan udara yang begitu dingin, namun tak menyurutkan semangat kami untuk menggapai pucak slamet 3428mdpl, karena kami pernah tersesat dan tak sampai ke puncak waktu lewat jalur guci.

Jalur Pendakian Gunung Slamet Via Guci (Kisah Tersesat di Gunung)

Sekitar pukul 23:00 barulah kami sampai di pos II, di sini kami tak membuang waktu lama lama untuk beristirahat, karena perjalanan masih jauh, kami langsung melanjutkan menuju pos berikutnya, yaitu pos III, jarak dari pos II ke pos III memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan malam.

Di pos III kami beristirahat sebentar untuk memulihkan tenaga kami, dan kembali melanjutkan perjalanan ke pos IV, sampai di pos IV, sepanjang perjalanan ke pos IV tak lupa kami sambil mencari tempat kembali untuk mendirikan tenda, karena informasi yang kami dapat pos IV sampai pos IX sudah dipenuhi oleh pendaki lain.

Pukul 00:00 kami sampai di pos V, kami belum memutuskan untuk beristirahat, kami terus lagi berjalan karena waktu yang kami perkirakan tidak sesuai dengan yang kami harapkan, tapi itulah hidup, tak selamanya sesuai dengan keinginan.

Kami langsung melanjutkan untuk menuju pos V, tapi baru setengah perjalanan kami memutuskan untuk beristirahat dan mendirikan tenda, karena lelah yang sangat lelah dan udara yang begitu dingin, beruntunglah kami mendapati tempat untuk mendirikan tenda di tengah perjalanan menuju ke pos V.
Sambil istirahat kami tak lupa berdiskusi untuk rencana selanjutnya sambil menikmati mie rebus yang sudah disediakan untuk mengisi perut kami yang lapar.

Di tengah lelahnya kami melakukan perjalanan tak lepas dari sendau gurau kami untuk menciptakan suasana yang ramai dan asik, karena mendaki gunung yang harus dinikmati adalah segala sesuatu yang terjadi di perjalanan, termasuk hujan tadi.

Sekitar pukul 02:00 satu persatu dari kami mulai terlelap tidur, karena memang kami harus menyiapkan tenaga yang extra untuk melanjutkan perjalanan ke puncak besok.
Pukul 05:00 kami kembali bersiap siap untuk melanjutkan perjalanan ke pos VI dan seterusnya, namun kejadian tak seperti yang kami harapkan, karena di antara ada satu teman yang mendadak sakit dan muntah muntah dan tak bisa lagi melanjutkan perjalanan.
Kami bingung, namun ternyata ada 2 teman kami lagi ternyata merasa tak sanggup untuk melanjutkan perjalanan.

Kami bingung, ragu dan bimbang, karena diantara keinginan kami untuk sampai ke puncak ada teman kami yang sudah tak sangup.
Kami berkumpul dan berdiskusi, sampai kurang lebih 1/2 jam akhirnya kami mengambil kesepakatan ketiga temen kami menetap di tenda, saya dan 9 teman yang lainya melanjutkan perjalanan menuju pos VI,VII, dan IX.

Kesepakatan ini memang sangat berat sekali, mungkin kalian bakalan menilai kami yang melanjutkan kepuncak adalah orang yang mengutamakan egonya sendiri demi sebuah puncak, tapi pernahkah kalian melihat film everest 2015, kejadian seperti tak perlu melulu memojokan yang masih kuat, tapi bagaimana juga si pemula menyiapkan fisiknya agar tetap terjaga.

Tapi itu semua memang sudah menjadi kesepakatan kami bersama, meskipun berat kami harus tetap melanjutkan perjalanan, dengan perjanjian ketiga teman kami tetap menunggu sampai kami kembali.
Kami melanjutkan perjalanan dengan perasaan tak tega, namun kami harus tetap bersemangat dengan misi kami , dan tak lama kami berjalan kami sampai di pos VI, dan langsung dilanjut menuju pos VII, di tengah perjalanan menuju ke pos VII kami terhenti sejenak, kagum dengan keindahan pancaran mentari yang mulai menampakan cahayanya, Kemudian kami berjalan lagi hingga sampai di pos VII.
Sunrise gunung slamet
Kami melanjutkan perjalanan lagi menuju pos VIII, dari sini track yang kami lalui mulai terasa susah, licin, sisa hujan semalam dan jalanyapun mulai lebih menanjak, namun tak lama kami berjalan sampailah kami di pos VIII.

Kami terus berjalan, meskipun lelah dan capai mulai sangat terasa sekali, tapi kami harus tetap bersemangat karena puncak tinggal sebentar lagi, dan sampailah kami di pos IX yang merupakan pos terakhir jalur pendakian via Bambangan.

Dari pos IX menuju ke puncak disinilah boleh dibilang perjalanan yang sesungguhnya yang lebih harus extra hati hati banget, karena track yang harus dilalui adalah bebatuan berpasir.
Di track ini kewaspadaan dan kehati hatian harus kami utamakan sekali, karena batu batuan yang mudah lepas dan teejatuh kebawah kami, karena di atas kami juga banyak pendaki yang sedang berjalan begitu juga di bawah kami.
Medan terjal menuju puncak slamet

Meski terasa sangat lelah dan berat sekali kami terus berjalan, dan saat mata ini melihat ke atas dan puncak mulai dekat kami merasa yakin dan pasti bisa bisa menggapai puncak tertinggi di jawa tengah ini, itulah yang dalam sekejap menghilangkan rasa lelah kami dan bersemangat menggapai puncak slamet 3428mdpl.
Batas Vegetasi Puncak Slamet

Dan tepat pukul 07:00, dengan bangga, diiringi sujud syukur kami, sampailah kami di puncak gunung slamet 3428Mdpl, meskipun dalam benak kami masih terpikirkan dengan nasib ketiga teman kami.
Dan disini, di puncak ini, semua rasa capek, lelah, haus, sudah tak terasa lagi, terbius oleh keindahan keindahan yang menakjubkan, dalam hati ini hanya bisa berucap, Allahu Akbar . . . .Sungguh indah ciptaanMu Ya Allah.



Maszal Pemalang adventure di Puncak Slamet








Inilah sedikit cerita yang kami alamj dan rasakan saat kami dan rasakan saat mendaki gunung slamet 3428mdpl via bambangan.
Tekad, Niat dan Do'a itulah hal yang sangat penting ketika ingin mendaki Gunung...
See u gaes semoga bermanfaat...
Jangan lupa like and share ya... hehehe

Thursday, July 14, 2016

Mampir ke Warung Sate Bu Tomo

Hallo gaes ketemu lagi bareng gua di blog Maszal Pemalang Adventure hahaha buat kalian yang belum kenal dengan maszal bisa kepoin lewat komentar di bawah atau di grupnya, di tweetnya juga boleh, terserah kalian deh pokoknya hahaha

End hari ini gua kembali mau bagi bagi tempat kuliner yang menurut gua recommended buat kalian yang doyan makan sate hahaha yaitu warung makan sate bu tomo….

Warung makan sate bu Tomo, terletak di jalan raya Kagok - Slawi, Tegal Jawa Tengah, warung makan bu Tomo terkenal dengan kuliner sate kambing mudanya yang khas Slawi banget,

Warung makan sate Bu Tomo setiap harinya memang ramai di kunjungi oleh para penyuka sate kambing muda, tuhh dini hari aja masih ramai orang pada mampir kesitu buat sahur

Warung makan Bu Tomo juga meyediakan tempat yang luas dan strategis, sebagai tempat untuk peristirahatan, dengan lokasi persis di samping pom bensin.

Gua dan rombongan kenapa bisa mampir dan sahur di warung Bu Tomo karena ada salah satu temen kami yang pernah makan di situ, dan dia merekomendasikan kami semua untuk sahur bersama disitu saja, dan ternyata emang recommended banget gaess… buat kalian yang doyan makan sate kambing muda bisa cobain kalau lewat slawi….


Itu dia gan, sekilas tentang perjalanan mudik saya hahaha... terima kasih sudah mau menyimak cerita saya yang tidak jelas tapi bikin ngiler ini, jangan lupa komeng ya dan di share hihihihi

Tuesday, July 12, 2016

Bukit Samoan : Perjalanan Penuh Drama dan Kegalauan

Bukit Samoan terletak di desa Siremeng Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Bukit Samoan sebenarnya kepanjangan dari Pesamoan namun masyarakat lebih simpel memanggilnya Samoan.
Bukit Samoan merupakan bukit yang lagi hits setahun belakangan ini di kalangan pecinta alam, karena bukit Samoan memiliki pemandangan yang indah, sunset yang indah dan lukisan gunung Sindoro Sumbing yang indah, kalian juga bisa melihat gunung tertinggi di jawa barat dari bukit samoan,

Bukit Samoan adalah ambisi dan kerinduan kami berjalan bersama menikmati keindahan alam bersama sahabat sahabat kami yang terangkum dalam Maszal Pemalang Adventure, besarnya ambisi dan kerinduan itu membuat kami memutuskan untuk berkunjung kebukit samoan di hari lebaran sore harinya, dimana semua orang sedang sibuk merayakan lebaran, mengunjungi sanak family dan lain lain

***
Perjalanan ke bukit samoan kami tempuh dengan 7 anggota, dimana ketiga anggota tersebut adalah orang yang mengharuskan kami untuk naik malam itu juga, karena kami yang jarang sekali bertemu denganya.
Seperti biasa kami kumpul di basecamp sesuai jam yang sudah di sepakati bersama yaitu jam 16:00 sore.
Jam 16:00 sore kami berenam sudah stand by di basecamp, sampai waktu menunjukan pukul 17:00 satu dari sahabat kami belum juga berkabar untuk keikutsertaanya, hingga terpaksa kami harus meninggalnya karena waktu sudah sangat sore.

kekecewaan yang mendalam terpendam pada hati kami semua, ingin rasanya kami memaki makinya dengan tanpa merasa berdosa, orang yang membuat kami merelakan meninggalkan hari lebaran demi menikmati dinginnya angin pegunungan bersamanya justru menghilang tak berkabar.
Dengan perasaan hati yang hancur berkeping keping seperti habis di putusin pacar, kami lanjut menuju bukit samoan, dengan rute yang sama sekali kami belum tahu.

***
Tidak seperti biasanya, jalanan hari ini dipenuhi dengan antrian bbm sampai ke jalan raya, yang mengakibatkan jalanan menjadi macet total.
Kesal, emosi, kembali memuncak,
Ini salah siapa, ini gara gara siapa???? Ingin rasanya kembali memaki maki ivan yang membuat kami terlambat berangkat.
Macet pas ke Bukit Samoan

Ditengah kemacetan yang tak kunjung selesai, tiba tiba saya di kagetkan dengan teriakan teman kami yang satunya lagi

"Oli samping motor gua bocor…!!".

Sekejap gua merasa lemes
Petaka apalagi ini…..
Macet saja belum kelar, masalah sudah datang lagi…
Antara pengen marah, dan ingin putus asa, tapi sialnya ini lebaran yang dilarang untuk marah marah....

"Tuutt…tuuut…"

"Hallo…"

"Bisa minta tolong anterin motor kesini gak...."

Terdengar suara ponakan gua meminta bantuan ke adiknya untuk nganterin motor kesini
Gua bersyukur sekali, meskipun gua gak punya adek tapi gua punya banyak ponakan yang pada baik.
Ivan pun tiba tiba datang, menyusul perjalanan kami, baiklah kami tidak jadi marah...
Kebingungan pas ke Bukit Samoan

Adzan maghribpun berkumandang, sepagi pendaki yang sholeh kami mampir dulu ke masjid alun alun moga sambil menunggu anteran motor, sampai memasuki waktu isa kami baru bisa melanjutkan perjalan ke bukit samoan.

Perjalanan dari moga ke bukit samoan hanya sekitar 20Menit, dengan bantuan GPS sampailah kami di desa siremeng,

Tanpa buang waktu gua langsung nanya sama ibu ibu yang di pinggir jalan, kalau mau ke bukit samoan itu lewat mana?

"Lewat sini mas, motornya bisa di parkir disitu? Itu rumah pak RTnya?"

Tanpa buang waktu gua langsung nyosor saja masuk kerumah pak RT untuk pamit dan izin parkir motor, namun terpaksa pak RT tidak bisa mengizinkan kami naik lewat jalur tersebut, karena itu bukan jalur resmi... Disini saya merasa sedih

Sebagai ketua RT yang baik akhirnya beliau mengantarkan kami ke basecamp bukit samoan, atau juru kunci masuk kawasan bukit samoan.
Basecamp Bukit Samoan

Kami di sambut dengan ramah oleh juru kunci tersebut, di persilahkan duduk dan di kasih minum, namun tak lama kami duduk, terdengar suara rintikan hujan....
Kami mencoba tenang, dan mengalihkan perhatian kami dengan berbincang bincang dengan juru kunci, banyak arahan arahan yang beliau berikan yang antara lain :

1. Naik ke bukit samoan jangan kupa permisi
2. Niat ibadah
3. Pas masuk ke petilasan jangan lupa ucap Assalamualailum
4. Jangan sombong dan lain lain

Selain itu pantangan di bukit samoan juga di larang untuk membawa ayam yang masih hidup, dan seandainya mau bakar bakaran ayam juga jangan lupa untuk menawarkan kepada penghuni di situ. Dan kata temen gua si gak boleh ganjil juga.
Kami sedikit merinding mendengar ada petilasan di area puncak samoan, namun rasa penasaran kami juga semakin tinggi,

"Niku petilasane sinten pak?"

"Itu petilasane mbah......??"

"Ohhh...."

Setelah menjawab pertanyaan gua, beliau langsung masuk kamar dan kembali dengan membawa segelas air putih.

Gua sudah tau, pasti bakalan nyuruh kami bertujuh untuk meminumnya.

Dan ternyata benar dugaan saya, kami disuruh meminum air putih tersebut, dan satu dari temen kami di beri bekal untuk menemani kami menuju ke bukit samoan, galau gua hilang berubah jadi merinding... hii...

Hujan mulai reda, kami pamit untuk menuju samoan...
Namun beberapa langkah kami keluar, hujan tiba tiba kembali datang...
Dalam hati, sepertinya langit sedang tidak bersahabat, tapi apa mau di kata, kami semua sudah sampai disini...

Hujanpun tiba tiba berhenti... 

Gua merasa ada yang aneh dengan tanda tanda alam seperti ini, sebentar hujan, sebentar berhenti....

Kami terus melanjutkan perjalanan ke bukit samoan, dari basecamp menuju ke arah timur, melewati sebuah perkebunan bambu, dan melewati sebuah sungai yang kering, rute perjalananya sangat enak untuk dilalui, namun bulu kuduk kembali merinding ketika kami melewati perkebunan bambu dan sungai kering tersebut, gua memang tidak tau daerah sini, namun kami tetap terus berjalan....
Jalur Malam Bukit Samoan

Banyak penunjuk arah diberbagai lokasi, sehingga memudahkan kami untuk menuju ke pos I bukit samoan.
Penunjuk Arah Ke Puncak Samoan

Sampai di POS I, udara malam yang sejuk mulai menyapa kami.....
Berasa di bukit bulu wayang, seru temen kami....
Hembusan angin yang kurasakan saat itu memang hembusan angin yang kurindukan, gua sedikit merasa lega, karena kami ternyata sudah sampai di pos I dengan personil yang komplit...
Pos I Bukit Samoan

Yukkk... lanjut... seru gua dengan penuh semangat...
"Kakak gua telfon,..." terdengar rintihan ivan seperti dalam masalah besar...?
"Lu kenapa bro???"
"Gak tau, saya di suruh pulang?"
"Oughh... terus gimana??"
"Gak papa yukk lanjut aja..???"
"Ok...!!"
"Tut tut tut..."
Terdengar dering suara handphone ivan...
"Gaes... kakak saya SMS, Ibu saya tiba tiba tidak sadarkan diri, aku harus pulang."
Dengan nada yang sangat lirih dia berucap.

Kami semua tertunduk menyesali kejadian tersebut.

Tanpa banyak kata gua kembali turun ke basecamp mengantarkan dia kembali ke basecamo dan membiarkanya pulang sendirian, sementara itu ke empat temen kami menunggu di post I.

Gua gak tau apa yang harus saya lakukan waktu itu.

Setelah selesai mengatar ivan, gua dan masis kembali menuju ke post I untuk menyusul dan kembali melanjutkan perjalanan ke bukit samoan, namun tiba tiba ditengan perjalanan, kami dikagetkan dengan tetmen temen kami yang ternyata ikut kembali.

"Bro... kayaknya kita gak bisa melanjutkan perjalanan ke bukit samoan?"
"Gua merinding.."
"Kenapa?"

"Iya mungkin lain kali kita bisa kesini lagi saja, tiba tiba langit gelap, gelap sekali, kita tidak bisa memaksakan perjalanan ini, sepertinya kejadian dari kita berangkat adalah tanda kalau kita belum diizinkan ke puncak samoan.."

Oh My God... antara percaya dan tidak percaya, kembali hati gua hancur berkeping keping, tapi bukan karena ivan, dan bukan karena kembalinya kami, tapi karena ego gua sendiri yang dengan tega membirakan seorang sahabat pergi dengan masalah.

Puncak samoan memang indah, tapi keutuhan persahabatan kami lebih indah, kami langsung bergegas pulang, cemas terjadi sesuatu dengan ivan, dan ternyata benar, dia terlihat shock mendapati ibunya yang tidak sadarkan diri...

Gaes puncak memang ambisi setiap pendaki, tapi jangan lupakan persahabatan dan keselamatan hanya karna keegoan seorang pendaki.

Buat kalian yang mau kebukit samoan atau mau naik gunung mending jangan pas hari lebaran deh, solanya sepertinya suasana lebih serem kalau mendaki pas lebaran....


Update Puncak Samoan By. Asep






Maaf kalau gambarnya kurang begitu jelas, selain berkabut karena memang menggunakan kamera ponsel dan fotographer yang masih amatiran... hehehe