Monday, August 29, 2016

Dipalak Preman di Pantai Blendung Pemalang

Ada salah satu temen blogger dari Pemalang yang menulis dengan judul, kamu Jomblo?? Coba deh cari Jodoh ke Pantai Blendung Pemalang??
Why?? Ada apa di pantai Blendung?
Lagi ada acara kontak jodohkah...??

Setelah saya baca baca artikelnya ternyata Pantai Blendung  Pemalang di Percaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat baik untuk mendekatkan perjodohan. WoW.... BOM
Dan saya sebagai jomblo yang sedang mencari cinta sejati langsung seperti mendapat petunjuk dari yang maha kuasa untuk segera berkunjung kesana, dan saya langsung teringat kalau saya punya temen yang rumahnya deket dengan pantai blendung... yess

Bro umahe sampean cedak pantai blendung ora.
Ya cedak nemenlah kadik umahku.
Dolan mono yuh....
Ya gari ngeneh
Tapi aku ora weruh umahmu...
Tenang baen.. ngko tek tidokna...

Dengan hati yang riang dan gembira saya meluncur menuju Ulujami Pemalang.
Karena berangkat sudah terlalu siang, sampailah di rumah temen saya sekitar jam 15:00 
Karena lelah dengan semua ini akhirnya saya istirahat sebentar, cuci muka biar muka bersih supaya tujuanku berhasil.... ciaaaa....

Pukul 16:30 tepatnya aku dan temenku meluncur ke Pantai Blendung dalam rangka mencari jodoh dengan mengendari motor berboncengan, sialnya gua yang di depan padahal saya sudah capek... dan bukankah temenku yang tau jalanya..., 

Setelah melewati beberapa perumahan dan beberapa kolam perikanan nampaklah pantai Blendung dari kejauhan, tanpa saya sadari ada beberapa 4 orang dewasa yang sedang duduk duduk di pinggir jalan menuju pantai blendung, yang saya kira... ahh paling mau minta retribusi buat masuk ke pantai...

Melihat kami yang mau lewat, salah satu dari mereka sengaja berdiri di tengah jalan, dengan tanpa bicara dia menghentikan kami berdua.

Orang mana lu...?? tanyanya dengan mata memerah
Saya orang sini mas? Jawab temenku dari belakang
Lu mau ke Pantai?? Bayar dulu ke gue...
Sambil sempoyongan dia berkata...
Kami hanya terdiam tanpa perlawanan, namun tiba tiba 
Udah udah gak usah bikin ribut disini....  di tariknya dia oleh temenya yang lain...
Dan kami di bebaskan..... Horee.... hahaha

Saya tidak tau bagaimana nasibnya, seandainya mereka berempat dalam keadaan mabuk semua, mungkin kami berdua sudah dimiskinkan waktu itu.... tapi untunglah Tuhan selalu sayang dengan kami.
Dan sampailah kami di pantai Blendung, tapi kok sepi sihhh.... tak ada satu orangpun di pantai itu, apa aku yang terlalu sore kesitunya atau gara gara si preman sialan yang membuat pantai sore ini sepi...

Kok sepi pantainya (tanyaku)
Ramainya kalau hari jum'at?
Kok hari Jum'at
Iya kan pantai ini kalau hari jumat mitosnya bisa mempererat tali kasih, jadi kebanyakan para muda mudi kesininya kalau hari jum'at.
saya mencoba biasa aja, tanpa memberitahu niat dan tujuan sebenernya saya datang kesini hahaha

Kami terus berjalan mengelilingi bibir pantai, berharap ada bidadari yang bisa di ajak kenalan, 
Hembusan angin pantai yang kian dingin menyadarkan lamunanku, seraya berbisik...

Sedang apa kau disini wahai anak muda
Tuhan sudah menyediakan jodoh untukmu
dan pada saat yang tepat nanti Tuhan akan menghadiahkanya untukmu


Tepukan pundak dari temanku menyadarkanku kembali 

Ayooo.. kita pulang, sebentar lagi gelap...
aku yang merasa bodoh, hanya tertunduk malu pada diri sendiri  . . . .sambil berjalan meninggalkan pantai

Disclaimer :
Seperti kaya di sinetron sinetron cerita ini hanya fiktif belaka, bila terdapat kesamaan mungkin nasib kita lagi sama, jangan lupa koment dan share yah....

Friday, August 26, 2016

Curug Sibedil Pemalang yang katanya Indah

Sebagai wong asli Pemalang, rasanya gak puas kalau belum mengunjungi dan mengupas tuntas wisata wisata yang ada di pemalang, dan hari ini kembali saya akan memperkenalkan salah satu wisata curug yang berada di Pemalang bagian selatan, yaitu curug Sibedil

Curug Cibedil Terletak di Jl. Kyai Abdurrosyid Rt.01 / Rw.03, Dusun Karangbulu, Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah atau sekitar 35 KM dari Kota Pemalang.

Curug sibedil merupakan curug di Pemalang bagian selatan yang sering dikunjungi setelah curug Bengkawah, dan menurut cerita, kenapa dimanakan curug sibedil, karena di kawasan curug sibedil terdapat dua batu yang mirip dengan bedil atau meriam atau tembakan dalam bahasa jawanya, sehingga warga sekitar menamakan curug tersebut menjadi curug si bedil.

Selain itu mitos yang terjadi di Masyarakat sekitar  katanya pada jaman dulu pada saat saat tertentu, seperti setiap malam jum'at kliwon tepat pada jam 12 malam dan 12 siang batu yang menyerupai bedil atau meriam tersebut sering mengeluarkan suara dentuman seperti tembakan, namun sampai sekarang masih menjadi misteri mengenai kebenaran suara tersebut.
Bedil
Sumber : http://curugsibedilpemalang.blogspot.co.id/
Seperti curug curug yang lain, curug sibedil juga sering dikunjungi oleh para penyuka keindahan alam, sekedar untuk mencari kesegaran yang alami, menikmati keindahanya dengan duduk duduk dan bersantai sambil mendengarkan gemercik kucuran air tercun sibedil.

Pengalaman saya waktu main ke curug sibedil sama sekali tidak mendapatkan pemandangan air yang indah, seperti yang banyak temen temen share di facebook, karena pada waktu itu debit air sedang berkurang karena musim kemarau, jadi buat kamu yang mau ke curug sibedil supaya dapat pemandangan yang indah bisa diperhitungkan waktunya, karena keindahan aliran sebuah curug tergantung dari debit air dan jernihnya air tersebut.

Dan menurut saya waktu yang tepat untuk berkunjung ke sebuah curug adalah saat musim hujan, namun jangan main ke curug setelah hujan, karena selain airnya keruh juga demi keselamatan, karena dimungkinkan terjadinya banjir atau longsor.
misalnya semalem habis hujan, nah besoknya, atau besoknya lagi.

Akses Ke Curug Sibedil
Untuk akses ke Curug Sibedil kalau dari  Arah Tegal, pemalang, pekalongan, Purbalingga

- Dari terminal Pemalang naik bus jurusan Randudongkal – dari Randudongkal naik bus atau angkudes jurusan Moga – dan dari moga naik angkot jurusan Mandiraja dan mintalah untuk turun di dukuh Bulu Sima atau tepatnya di SD Negri 5 Sima, tepat di depan SD Negri 5 Sima ada gang masuk yang mengarah ke Curug Sibedil, tinggal jalan kaki sekitar 300M sampailah di curug Sibedil.
Kalau dari arah Purbalingga kalian bisa langsung ke Randudongkal dst

- Sedangkan kalau menggunakan kendaraan pribadi dari arah Randudongkal kalian bisa lurus terus ke arah Moga dan ambil kanan pas ketemu dengan pertigaan Moga (Ke arah Guci) dan kurang lebih berjarak sekitar 1KMan kalian bisa mengambil kembali arah ke kanan, kearah Sima, setelah sampai di Desa Sima kalian bisa tanyakan kepada warga sekitar gang untuk menuju ke Obyek Wisata Curug Si Bedil, karena untuk menuju ke curug sibedil kalian harus berjalan kaki melewati perkebunan.

Dari Arah Guci
Buat temen temen yang kebetulan tempat tinggalnya di daerah guci, langsung bisa mengambil angkot jurusan moga dan mintalah turun di pertigaan yang mengarah ke desa Sima (Pertigaan ngelo), tepatnya pertigaan tersebut berada setelah tikungan.



Disclaimer : 
Dikarenakan dokumentasi perjalanan kami yang hilang terpaksa kami mengambil beberapa gambar yang sudah kami cantumkan sumbernya.

Thursday, August 18, 2016

Upacara Ala Pesepeda HUT RI ke 71 ( Bersatu, Berkarya, Nyata )

Jujur saya orang yang sangat cengeng, saya orang yang selalu menangis ketika lagu kebangsaan Indonesia Raya di nyanyikan, betapa haru dan sedihnya ketika saya mendengar lagu kemerdekaan itu, betapa saya membayangkan susahnya perjuangan mereka memerdekakan Negri ini.

Saya  gak bisa membayangkan, betapa bangga dan harunya pejuang pejuang kita terdahulu ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, karena jelas itu bukan hal yang biasa, karena ribuan darah manusia telah di korbankan demi kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Saya memang tidak mengenal jelas sejarah bangsa Indonesia, tapi saya mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi, saya  bangga bisa lahir di tanah ini, dan saya mencintai Indonesiaku.

Hari ini 17 Agustus 2016 di Hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu menjaga Negri ini, menjaga dari para koruptor, menjaga dari para mavia, dan menjaga dari para teroris yang tak berotak, serta mensejahterakan semua rakyat Indonesia.

Dan hari ini sebagai wujud cinta kami, lintas komunitas sepeda mengadakan upacara perayaan HUT RI yang ke 71 di Gate Plaza Senayan, Jalan Jendral Soedirman.

Kami berangkat dari BKT Jakarta Timur sekitar jam 05 : 40 Pagi, dengan di komandani oleh Om Ramri Pimpinan SGB (Sobat Gowes Bekasi), saya yang udah lama tidak bersepeda merasa berat ketika harus mengayuh pedal tanpa henti untuk agar cepat sampai di Senayan, tapi dengan penuh semangat 45 Ahirnya sampailah kami di Senayan.... 

Upacara hari kemerdekaan RI Ala Pesepeda sama seperti upacara kemerdekaan pada umumnya, hanya saja ada yang sedikit berbeda, ketika komandan upacara harus di dampingi dengan sepeda ontelnya, dan pemimpin upacara dengan kostum ala bungkarno dan bung hatta :

Gua terharu, betapa besarnya jiwa patriotisme mereka, sampai sampai merubah dirinya seperti sosok sokerno hatta, sosok Soekarno Hatta yang kita inginkan untuk selalu ada di Negri tercinta  ini, tapi kenapaaa......

Tapi kenapa masih banyak orang orang di negri ini yang tidak mau menjaga negri ini...... kenapa....
Apa kalian tidak punya hati.... apa kalian  hanya pura pura tuli mendengar susah panyahnya mereka memerdekaan kita. . . . . .

Kenapaa....

Apa yang kalian benci dari Indonesiamu... sementara tinggalmu di atas tanah indonesia, minummu dari air indonesia, bahkan kau menikahi orang Indonesia. . . .
Pergi saja kau dari Negri Ini...... Bangsa ini tidak butuh orang seperti kau....
***








Rasanya bangga pada perayaan HUT RI yang ke 71 ini saya bisa mengkuti upacara yang unik ini, tidak sia sia perjuanganku hahaha...
harus nyari jersey dululah..
nyari bendera kecillah, 

dan yang paling ngeselin di Jakarta gak ada pohon bambu yang bisa di minta, tapi untungnnya pas saya sms temen, katanya dia punya bambu, cuman keselnya setelah di tunggu tunggu dia sedang tidak ada di rumah, dan pulang sekitar jam 11 malem... hahaha alhasil jam 11 malem saya berisik sendirian membelah bambu untuk di pasang di sepeda sebagai tiang untuk bendera kecilnya... 













Usai pelaksanaan Upacara hari kemedekaan, kami langsung menuju ke makan bung hatta, untuk menabur bunga serta mendoakan beliau.





Suported By. Lintas Kominats Sepeda Sejabodetabek
MERDEKA.....!!!

Monday, August 15, 2016

Sewa Bus Pariwisata Murah Di Jakarta

Lagi liburan di Jakarta?? Butuh transportasi buat muter muter kota Jakarta atau luar Jakarta, kini PT. Solusindo Anugerah Wisata sebuah perusahaan jasa transportasi wisata yang baru pertama berdiri pada pertengahan 2015 siap mengantar perjalanan wisata anda,
Dengan armada yang baru dan nyaman, supir yang berpengalaman, serta kualitas dan pelayanan yang sangat kami utamakan.

Kepuasan pelanggan adalah prioritas perusahaan kami, yang kami jadikan sebagai pedoman kami dalam menjalankan strategi bisnis kami.

Marketing Office :
PT. Solusindo Anugerah Wisata beralamat di JL Raya Kalimalang Blok G 09 Kav 9D, Kelurahan Pondok Kelapa, Duren Sawit Jakarta Timur. 081914958020

Pool & Operasional
Jl K. H Noor Alie, Kelurahan Jaka Sampurna, Bekasi Barat

PT Solusindo Anugerah Wisata juga siap mengantarkan perjalanan wisata anda hampir ke seluruh Indonesia, untuk acara acara seperti Familly Gathering.

Saat ini Larasati Pariwisata baru menyediakan :
1. 5 Unit mini Bus 13 Sheat
2. 5 Unit Medium Bus 33 Sheat dan
3. 2 Unit Big Bus ( Dalam Proses)

Moto : 

1. Selamat
2. Nyaman dan Aman
3. Bersahaja dan Bersahabat
4. Gembira Bersama.

Logo : 

Diawali oleh gambar seekor burung dengan warna merah, putih dan biru serta mempunyai bulu yang panjang dan indah sedang mengepakkan sayap dan terbang, diharapkan LARASATI Pariwisata dapat ikut memberikan warna-warni yang indah di dalam lingkup usaha pariwisata. Merah sebagai warna keberanian untuk usaha,Biru sebagai warna pembawa damai, ketenangan dan Putih sebagai warna pembawa kejujuran. Ketiga warna mewakili kami untuk memberikan pesan kepada pelanggan kami bahwa kami berani jujur.

Nama LARASATI memberikan keselarasan, ketenangan dan kedamaian serta keindahan yang kami ingin berikan untuk dunia pariwisata di Indonesia.
Gambar yang menyerupai boomerang merah lebih kecil dari pada boomerang biru memberikan arti untuk selalu menjaga kepercayaan terhadap kwalitas pelayanan terhadap pelanggan, sehingga menjadikan pelanggan yang baik jangka panjangnya sehingga dapat selalu jalan bersama-sama bergandengan tangan.









Semoga bisa menjadi referensi transportasi perjalanan anda, jangan sungkan untuk menghubungi marketing kami.

Tuesday, August 9, 2016

Kawah Ratu, Bukit, Curug Panorama dan Curug Cigamea Gunung Salak

Mau ke kawah ratu ya mas??
Iya Pak?
Sini dulu mas registrasi?
Berapa Pak?
Sebelumnya sudah pernah kesini belum?
Belum pak?

Jadi begini mas, peraturan disini buat pengunjung yang belum pernah ke kawah ratu di wajibkan buat pakai jasa poter dengan biaya 200.000, terkecuali kalau misalkan mas sudah pernah kesini tidak juga tidak apa apa tapi mas harus mengisi surat pernyataan seperti ini.

Mendengar 200.000 gua bawaanya pengen langsung pingsan aja.... #glek



Oemji Helloooooooooooooowwww..........
Dalam hati kok mahal banget sih....
Tanpa banyak bicara akhirnya gua urungkan saja niat untuk ke kawah ratu, sedih memang, karena apa yang mereka lakukan ke saya itu JAHAT..... *Korban AADC2

Gua gak tau alasan jelasnya apa kenapa sampai di patok harga sedemikian mahalnya, sedangkan perjalanan ke kawah ratu hanya cukup memakan waktu satu jam, karena kawah ratu berada di ketinggian 800Mdpl di punggung gunung salak.
Dan setau saya kalau pakai jasa poter untuk naik gunung saja yang sampai memakan waktu satu hari satu malam mahal mahalnya 175.000, di Semeru contohnya, Lah ini cuman 800mdpl...?
Dan kenapa di wajibkan? Apakah ada resiko vatal ketika kami tidak dampingi dengan poter??

yang jelas saat ini kami belum bisa menerima alasan tersebut, dan 200.000 bukan nominal yang kecil, apalagi kita juga sudah mengeluarkan uang masuk kawasan wisata senilai 25.000 tanpa tiket...


Karena sudah nggak mood dengan kawah ratu, (ya meskipun dalam hati menangis sihh... )
Gua langsung aja cabut ke parkiran, ambil motor dan cari destinasi lain di sekitar kawasan gunung salak, tapi pas di parkiran ibu ibu tukang parkir bilang, kenapa harus pakai poter, katanya...karena banyak cabang jalan untuk menuju kawah ratu, dan biar pengunjung tidak tersesat bikinlah peraturan tersebut...
Lahhh emang gak bisa bikin papan penunjuk arahhhh...???
Sama itu juga mungkin di perjelas papan tulisan kawah ratunya, biar kelihatan sama pengunjung, jadi gak kebablasan deh kaya gua kemaren... #nyasarjauh






***
Bukit dan Curug Panorama
Ada satu wisata yang menarik perhatian gua waktu mau ke kawah ratu, yaitu bukit dan curug panorama, dari namanya sudah terbayangkan keindahanya, gua langsung saja memutuskan buat kesitu...
Dan lagi lagi gua di kecewakan, karena bukit panorama yang dalam bayangan gua Exotic banget, cuman kaya gini doang....
Bukit Panorama
Masih penasaran dengan curug panorama setelah dikecewakan dengan bukitnya, gua terus berjalan menuju curug panorama, dengan kembali membayar tiket masuk seharga 5.000/orang, jarak dari bukit panorama ke curug panorama sekitar 200 meteran, dengan berjalan kaki menuruni anak tangga yang baru di buat, katanya sih baru di buka habis lebaran.
Udah berjalan sampai ke bawah kok gak ada curug, cuman menemukan aliran sungai kecil saja.
Kemudian temen gua teriak
Broo... ini curugnya...
Gua langsung lari bahagia berharap bisa mandi di curug panorama tersebut, namun apa yang terjadi, lagi lagi Tuhan berkehendak lain... ini dia yang disebut curug panorama, hanya sebuah aliran air kecil dengan ketinggian sekiar 4 meter. Oh emji

Sakit memang... sakitnya tuh disini... ketika lelah yang kami alami tak terbayarkan....
Gua masih belum percaya kalau yang barusan gua lihat adalah curug panorama, saya mencoba mencari jalan lagi dan hanya jalan buntu yang kami dapati...

Masih dengan dibumbui rasa tidak percaya, tidak ada salahnya gua bertanya sama mba mba yang jaga karcis.

Mba Curugnya yang kecil itu yah...
Enggak tau mas...
#Tali mana tali...... tali manaaa...

Rasaya gua pengen gantung diri aja, mana bisa orang yang jaga pintu masuk kawasan wisata tidak tahu mana curugnya... Oh My Goooooodd........lagi lagi gua harus mengelus dada...

Ok fix perjalanan hari ini cukup mengecewakan, namun kami tak ingin sia sia berada disini dengan membawa kekecewaan...


Dek curug yang paling bagus disini apa ya??
Cigamea bang.
Ok kita ke cigamea, ajak temen gua dengan nada yang kesal....

***
Curug Cigamea

Cigamea...cigamea...cigamea....
Busyett ...udah kaya orang jualan di pasar aja... hahaha
"Suara tukang parkir menawarkan curug cigamea..."

Berapa bang.
5000 mas
Sudah sekalian masuk
Enggak bang, masuknya ada lagi 10.000/orang
#Nelen ludah

Karena waktu sudah menunjukan jam satu, sebagai pendaki muslim kami menunaikan ibadah sholat Ashar dahulu dan berdoa semoga curug cigamea tidak mengecewakan seperti curug Panorama.

Perjalanan dari pintu masuk menuju curug cigamea lumayan jauh, tapi tenang karena tracknya landai dan rapih, tapi sayang kebersihanya kurang dijaga oleh para pengelola curug tersebut, kali ini gua gak mau terlalu nyalahin pengunjung yang datang kesitu, karena pengunjung membayar retribusi kebersihan, meskipun harus sadar diri juga untuk sama sama menjaga kebersihan, dan beberapa tempat sampah juga tidak kami temui, padahal terdapat banyak warung di sekitar curug cigamea.

Dan setelah berjalan sekitar 20 menitan inilah dia Curug Cigamea, yang katanya curug terbaik di kawasan gunung salak....
Wuiihhh... Rame Binggaw... gimana gua bisa mandi.........
Bodo amat dah sudah sampai sini. . . . . Bhay
Berikut biarkan gambar yang berbicara :







#Note :
Mohon maaf dengan tulisan yang mungkin banyak orang tidak suka ini, tapi sebagai orang lokal yang ingin menikmati keindahan alam di negrinya sendiri menurut kami terlalu mahal, mohon maaf juga barangkali salah bisa diklarifikasi masalah yang saya tulis agar tidak ada dusta di antara kita, maaf maksudnya klarifikasi agar kami bisa menerima peraturan tersebut.

Selain itu sebelum masuk ke kawasan wisata di kawah ratu kami dikenakan biaya 25.000/ motor tanpa karcis.

Buat temen temen yang mau kesini bisa dipersiapkan untuk estimasi biayanya biar tidak kecewa seperti gua yang minim budget hehehehe


#Komentar para Facebooker


#Lokasi
Oh Iya buat kalian yang mau ke kawah ratu lokasinya di bawah gunung salak,
Ada dua jalur resmi yang bisa kalian lewati yaitu jalur cidahu dan pasir rengit (G. Bunder)
dengan menggunakan kendaraan bermotor gue lewat jalur pasir rengit dengan melewati Ciampea, Lewiliang, Pamijahan dan sampilah di kawasan gunung salak endah, dengan di bantu GPS
Tiket Masuk kawasan Wisata 25.000/Motor Tanpa Karcis
Biaya Parkir Rp. 5.000
Curug Cigamea Rp. 10.000
Curug Panorama : Rp. 5.000