Thursday, November 24, 2016

Widara Payung, Kenangan Yang Tercecer

Sebelumnya gua mau say hello dulu buat temen yang terlibat dalam memory ini hehehe... Buat, Angga, dan buat Yayuk yang sekarang udah nikah sama Angga #Cieee, Irfangi yang sekarang jadi juragan, Yuli yang sekarang sudah mendapatkan cinta sejatinya, Ipud yang sekarang sudah kurus, Nurmalita , Junet yang gak tau sekarang dimana, Anggun yang sekarang jadi Bu Guru, dan Sony yang sekarang jauh lebih baik dari saat jadi Mahasiswa, buat khamim yang pernah stres dan sekarang sudah mendingan dan kabarnya udah nikah, pokonya buat semua anak Ekonomi Islam angkatan 2008 tanpa terkecuali, #BerasaPenyiarRadio 

Buat kalian semua semoga baik baik saja, dan semoga yang belum dapet jodoh kaya gua cepet di beri Jodoh sama Tuhan...Amien  #nangis
Pantai Widara Payung Binangun
Pic By. Mamas Irfangi

Gak tau kenapa tiba tiba gue pengin nulis cerita ini, tapi mungkin karena gue belum bisa move on dari masa lalu bersama kalian yang sampai sekarang masih berasa indah, yang sampai sekarang masih terbawa perasaan ketika melihat foto foto bersama kalian, padahal kehidupan sekarang jauh lebih baik tanpa kalian... #Lah

Widara Payung adalah sebagaian memory yang tercecer bersama kalian, dan Widara Payung adalah sebagaian memory yang akan gua selamatkan, setelah memori dari Gua Jepang dan Telaga Renjeng

Gua gak tau mau mulai dari mana menceritakan ini semua, tapi seinget saya, dulu kita adalah mahasiswa yang selalu banyak tugas, dan sangkin banyak tugasnya kami seperti merasa bosan dan lelah dengan semua yang ada. Hingga akhirnya kita memutuskan untuk jalan jalan ke Pantai Widara Payung  Cilacap.

Pantai Widara Payung Terletak di Desa Widara Payung, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap sekitar 35 KM Ke arah Timur dari Kota Cilacap.

Perjalanan ke Pantai Widara Payung kami tempuh dari kampus tercinta STAIN Purwokerto yang sekarang sudah Menjadi IAIN Purwokerto, pas gue lulus,  sedikit nyesek sihh karena jadi IAINnya pas gue udah lulus, tapi biarlah... apalah arti sebuah nama kalau toh nyatanya IQ kita tidak sebanding. Iya nggak....

Seperti Mahasiswa labil pada masanya, kita semua berangkat dengan mengendarai motor dan berboncengan cowok dan cewek, biar di kira pacaran gituu... eh tapi kayaknya udah ada yang pacaran juga ding waktu itu... gue gak tau dulu mboncengin siapa...????

Perjalanan ke Pantai Widara Payung hanya memakan waktu sekitar satu jam, dengan tiket masuk sekitar 5.000/ Orang kalau tidak salah, tapi berhubung salah satu dari kami ada yang orang situ, akhirnya kami masuk kawasan Wisata Pantai Widara Payung melalui pintu belakang. Hehehe #BiarGakBayar

Pantai Widara Payung merupakan pantai yang landai, yang di pagari oleh pepohonan kelapa yang rindang, yang membuat suasana pantai menjadi pantaaaaaaaai bangeett...

Selain itu di pantai widara payung juga terdapat banyak Gazebo Gazebo kecil, yang di jadikan tempat untuk berteduh saat menikmati pantai, namun untuk menikmati gazebo tersebut kalian harus bayar sekitar 5.000.

Makanan khas saat main ke Pantai Widara payung adalah mendoan yang super besar, tidak tahu kenapa mendoan menjadi makanan super enak ketika berada di pantai, apalagi kalau di makan setelah puas berlarian di pantai...


Pantai Widara Payung juga dilengkapi dengan kolam renang, so gak sempurna sepertinya kalau habis mainan pasir di pantai cuman di bilas dengan seadanya... hehehe.. untuk menikmati kolam renang tersebut kalian harus membayar 6.000/Orang, murah bukaaan...?? pokoknya tidak perlu kawatir dengan biaya kalau ingin menikmati wisata di daerah Jawa, Jawa tengah Khususnya.

Nb : Ada yang masih nyimpen foto fotonya nggak...???

Tuesday, November 22, 2016

Puas Berlibur di Best Western Kuta Beach Bali

Kalian mau Liburan ke Bali...?? atau masih baru rencana, atau masih menjadi mimpi..??? yes Bali memang menjadi wisata impian bagi kebanyakan orang, yang tidak hanya orang Indonesia saja, melainkan dari luar Negri juga.

So kalau kalian memang punya rencana buat liburan ke bali tidak ada salahnya kalau kalian baca baca tulisan singkat di bawah ini sebagai referensi perjalanan kamu nanti.

Kepuasan berlibur hanya bisa didapatkan jika dana liburan yang sudah kita siapkan itu dapat memenuhi semua kebutuhan saat berlibur. Berhasil mendapatkan tempat menginap yang murah tapi dekat dengan fasilitas liburan, seperti pantai, tempat belanja, tempat pijat atau Spa, museum, galeri, dan tempat-tempat wisata lainnya tentu sangat memuaskan. 

Kalau ke Bali, kita pasti berpikir akan membutuhkan dana yang besar. Padahal sebenarnya tidak juga lho asal bisa menemukan tempat menginap yang tepat. Contohnya, hotel Best Western Kuta Beach yang berada di pinggir Pantai Kuta ini akan memberikan kepuasan berlibur. Anda bisa cari hotel menggunakan Traveloka dan dapatkan harga terbaiknya. 

Hotel ini berlokasi di Jalan Benesari, Pantai Kuta, hanya dua puluh menit dari Bandara Ngurah Rai. Dari penampakan luarnya saja kita sudah disuguhi bangunan warna-warni: merah, kuning, ungu, biru. Dindingnya memiliki lukisan seperti batik. Bagian dalamnya pun tak kalah semarak oleh warna-warna cerah dan chic yang cocok untuk jiwa muda Anda. 
Hotel Best Western
Sumber foto: saraswatigriyalestari.com
Bangku-bangkunya berwarna merah, kuning, dan hijau. Hotel ini juga dekat dengan tempat-tempat hiburan malam yang memanjakan para wisatawan mancanegara, juga tempat-tempat belanja seperti Kuta Square dan Ketut Art Shop. Di sekitarnya, Anda bisa mendapati tempat-tempat pemijatan dan Spa bila lelah berjalan-jalan. 

Anda yang tertarik mendalami surfing dan ingin menjadi peselancar, disediakan juga sekolah-sekolah surfing yang bisa dipilih. Pantai Kuta sebagai surganya peselancar, jaraknya hanya sepelemparan batu saja dari hotel ini. Kalaupun sedang malas ke mana-mana, Anda bisa berenang di kolam renang yang sudah disediakan. 
Kolam Renang Fasilitas Hotel Best Western
Sumber foto: bwkutabeach.com
Kolam renang hotel ini terletak di atap (rooftop). Dari atas kolam renang ini pun, Anda bisa memandang ke arah Pantai Kuta. Cukup berjemur di tepi kolam renang dan Anda sudah mendapatkan pemandangan sunrise (matahari terbit) atau sunset (matahari terbenam). Cahaya matahari yang menimpa permukaan kolam, membiaskan warna-warna cerah yang indah ditangkap oleh lensa kamera Anda. 

Malam hari atau kapan pun Anda mau, Anda bisa berbaring di atas ranjang kamar hotel yang didesain dengan chic dan perpaduan warna-warna pastel, seperti ungu, vanilla, dan oranye. Harga tarif per kamar pun terjangkau, mulai dari lima ratus ribu rupiah per malam. Anda bisa menikmati tidur nyenyak tanpa gangguan di atas kasur yang empuk. 


Desain interior hotel ini memang sangat intagram material. Pastinya akan cantik foto-foto Anda berlatar sudut-sudut hotel ini, juga bila dipajang di Instagram. Bagi penggemar media sosial dan fotografi, hotel ini adalah tempat eksis yang sangat mendukung. 

Pagi harinya, selain berjalan-jalan ke Pantai Kuta, Anda bisa wisata belanja ke Kuta Square, pusat perbelanjaan modern di Kuta. Anda bisa sekadar cuci mata atau berbelanja. Barang-barang bermerk Internasional dijual di Kuta Square. Anda pun bisa mencicipi menu-menu internasional dari restoran-restoran di sekitarnya. 

Kuta Square
Sumber foto: joanne-kho.com
Anda bisa terus berjalan ke Monumen Ground Zero, yang dibangun untuk mengenang kejadian Bom Bali yang memakan korban ratusan jiwa. Monumen ini terdapat tugu bertuliskan nama-nama korban dan asal negaranya. Juga ada sesajen yang selalu diganti setiap hari sebagai alat doa umat Hindu di Bali. 


Ada juga Museum Kain, di Beachwalk Mall, Kuta. Museum ini dibuat oleh Obin dengan menggunakan media layar sentuh seperti smartphone android.  Ada gambar tiga dimensi kain-kain batik aneka corak yang muncul di layar. Pengunjung pun disajikan sejarah perkainan dari masa ke masa. Ada pula video pembuatan kain, terutama kain batik. 


Bahkan, pengunjung diajak mendesain kain dan gaya memakai kain. Tentu saja terdapat banyak koleksi kain-kain antik milik Obin. Museum ini berbeda dengan museum lainnya karena memakai teknik multimedia yang kreatif dan atraktif. Walaupun hanya melihat kain, pengunjung sangat menikmati parade kain-kain tersebut. 

Dengan adanya museum ini, kita jadi bisa lebih menghargai karya-karya seniman kain lokal, terutama kain batik, ikon Indonesia. Itulah beberapa saran liburan yang memuaskan di Best Western  Kuta Beach Bali yang pastinya akan terkenang terus sepulangnya Anda dari sana. Siapkan segera jadwal liburan Anda ke Bali ya!

Tuesday, November 8, 2016

Pesona Gunung Batu Jonggol Bogor Jawa Barat (One Day One Hiking)

Seakan tidak mau memperdulikan apapun ketika hasrat dalam hati sudah merasuki fikiran dan menjalar hingga ubun-ubun, apalagi soal jalan jalan dan menikmati keindahan alam di negri tercinta Indonesia.

Gunung Batu, Terletak di Desa Sukaharja, Sukamakmur, Kecamatan Jonggol Jawa Barat, ketika kubuka di internet yang awalnya lagi coba coba mencari bukit bukit yang ada di Jawa Barat, setelah kulihat lihat fotonya dan kuperhatikan dengan seksama, dan kulihat juga video videonya, akupun langsung tertarik dengan kecantikanya #Lahh hehehe...

Gunung Batu Jonggol Jawa Barat

Ketinggian Gunung Batu Jonggol hanya 875Mdpl, namun bukan hal utama mengenai ketinggiannya, tapi lebih mengenai rasanya bagaimana ketika bisa meminjakan kaki hingga ke puncaknya.

“Asep” (Temen satu team Pendaki) pun langsung semangat ketika kuperlihatkan foto dan videonya.

“Ayo kita cari waktu, kita kesana bareng”

Baiklah, kitapun berangkat kesana pada 31 Juli 2016, yang sebenernya sudah memakan waktu setengah tahun lebih, terhitung dari pas aku kasih liat foto dan videonya itu #Lah (maklum sibuk)
Kamipun berangkat bertiga, dengan tidak lupa menculik salah satu temen kami yang sok artis, siapa lagi kalau bukan pemilik blog ini, fyuhh males banget saya harus menyebutkan namanya.

***
Persiapan untuk kesana tidak perlu repot repot kaya mau naik gunung, kecuali kalau kalian mau ngecamp di sana, sedangkan kalau untuk One Day One Hiking ma cukup bawa :
-  Sepatu atau Sendal Gunung 
-  Makanan sekaligus minumnya (biar tidak seret)
-  Siapkan GPS kalau tidak tahu jalan
-  Uang secukupnya beserta 
-  Hati yang Ikhlas :P

Rute menuju Gunung Batu Jonggol kami tempuh dari Jakarta Selatan menuju ke Pasar Rebo, belok kanan ke arah Cijantung, lalu belok kiri ke arah Cibubur Junction.
Setelah daerah Cibubur lurus saja mengarah ke Cileungsi – Jonggol Cariu, hingga nanti menjumpai banyak pertigaan, tapi tidak perlu khawatir, karena banyak papan penunjuk penunjuk yang mengarah ke Batu Jonggol.

Suatu keberuntungan di hari ini, dimana perjalanan pagi sehabis sholat subuh #PendakiMuslim  naik motor tanpa ada kendala macet, senang rasanya hati ini, tidak hujan pula, padahal bulan ini lagi musimnya turun hujan, apalagi kami mau ke daerah Bogor yang terkanl dengan curah hujanya, dan kamipun sebelumnya belum pernah ke Bogor.


Rute yang kami tempuh cukup mudah, karena kami selalu melewati jalan raya, namun tetap harus selalu waspada dan berhati hati, karena jalanan aspal yang mengarah ke Cileungsi banyak yang bergelombang dan sesekali ada lubang, dan banyak truk truk besar yang senantiasa memberi kami ruang gerak yang cukup minim, sehingga harus serusaha nyalip dan mendahuluinya.

***
Feelingku sekarang waktu sekitar pukul 07:00 WIB atau bisa jadi sudah setengah delapan pagi, karena sinar matahari sudah terasa menyoroti kami.

“Sepertinya kita harus istirahat dulu Bray...udah kebelet kencing nih..."
“okelah kalau begitu, perut juga belum di isi nih”
Jawab zenal dari belakang.
“Di sebuah perempatan ada warung padang tuh”
“Ok”
Selamat Makaaaannn......

Tepat di perempatan, terdapat juga Indomaret, dan untuk menuju ke Gunung Batu Jonggol kalian tinggal ambil saja ke arah kanan.

Lurus terus saja mengikuti jalan tersebut, sampai menemukan jalan yang menurun dan berkelok kelok, dengan pemandangan perswahan di kanan dan kiri yang indah, seperti sebuah sambutan ramah dari alam, karena pemandangan seperti itu tidak ada di Ibu Kota, di tambah hawa mentari yang mulai hangat, menyapa tubuh ketika keluar dan melewati rimbunan pohon mahoni di sepanjang tepi jalan.
Kami terus melaju motor kami, tak lupa sambil kulihat spion, memastikan bahwa asep tidak jauh tertinggal, karena kelihatnaya asep masih mengantuk gara gara semaleman karaokean pake Aplikasi Smule yang lagi Hits.

“ Huh dasar bocah, bukanya istirahat malah begadang, kek suaranya bagus aja...”

Ketika menuju arah desa Sukamakmur, kami banyak menemukan pertigaan, dan ada di salah satu pertigaan, kami hampir saja salah mengambil jalur, karena papan petunjuknya terlalu tinggi, kebetulan juga kena sorot matahari dari arah sebaliknya, jadi samar samar tulisanya.
Sempat pula kami berhenti menikmati sejenak pemandangan gunung Batu Jonggol dari kejauhan, area ini cukup sejuk, dan letaknya setelah kami melewati jalanan yang lumayan rusak, sekitar 6Kman.
gunung batu sukamakmur

Setelah puas memandang dan sesekali, mengambil gambar dan selfie selfie sejenak, kami lanjutkan lagi perjalanan menuju ke Gunung Jonggol.
Sekitar 20 menit dari lokasi tersebut, sampailah kami di pintu masuk Gunung Batu Jonggol dengan HTM 15.000/ Motor.

Dari parkiran yang terletak tepat di bawah Gunung Batu yang gagah menjulang di depan kami, kami lanjutkan perjalanan mengarah lurus mengikuti jalur, jalan truk yang kondisinya cukup becek dan tak beraspal, hanya batu batu besar buat dasar pembuatan jalan tersebut.

Parkir Gunung Batu Jonggol 15000/Orang

Menuju jalur Pendakian

Dari pintu masuk tadi, kami berjalan cukup jauh, mengitari Gunung Batu, hingga sampai kami menemukan jalur untuk memulai naik ke Gunung Batu Jonggol, namun kami harus membayar lagi yang katanya untuk retribusi kebersihan, 5000/ Orang.

“Nih Sep sekarang lu gak usah lagi penasaran sama Gunung Batu, Silahkan dinikmati....”
(Kata zaenal sambil selfie selfie sok kegantengan..)

Perjalanan menuju puncak gunung batu jonggol hanya memakan waktu kurang dari satu jam, itupun sambil foto ala ala, so buat kamu yang lagi ngindam naik gunung tapi minim waktu, bisa cobain gunung batu ini.

Tracking menuju Puncak

Dua puncak di gunung batu ini tidak lepas dari jepretan kamera kami, karena memang sangat indah, apalagi kalau di ambil dengan menggunakan drone, sayangnya kami hanya menggunakan kamera biasa, tapi bukan kami kayaknya kalau tidak bisa mengambil foto yang kece badai... #sombong #padahalfotonyajelek

Ada sebuah memoriam di puncak Gunung Batu Jonggol, dimana di kisahkan, katanya ada salah satu pengunjung yang dulu pernah jatuh ke bawah dan meninggal di tempat.

Pesona Gunung Batu Jonggol

Puncak Gunung Batu Jonggol

Memoriam Gunung Batu Jonggol

Di puncak ini kami puas puasin menikmati karunia Allah, yang memuat kekaguman di dalam hati.
Gunung Batu Jonggol akan tampak lebih indah di kali pagi dan sore hari, sebelu matahari tinggi an ketika matahari mulai tenggelam.

Kira kira sekitar 2 jam kami menikmati keindahan Alam di Puncak Gunung Batu Jonggol, dan di atas kami bertemu dengan dua pendaki cewe dari Bekasi yang akhirnya gabung dan turun menuju parkiran bersama kami, kami tak sempat menanyakan namanya, tapi sepanjang jalan turun tak luput beberapa pertanyaan pertanyaan basi kami lontarkan sambil modus.
Akhirnya kami sepakat untuk mampir ke sebuah curug yang katanya tidak jauh dari sini, Curug Ciherang namanya.

Perjalanan menuju ke Curug Ciherang ternyata cukup melatih emosi, karena waktu itu banyak orang orang yang hendak berliburan ke sana, dengan menggnakan sepeda motor dan mobilnya, sehingga mengakibatkan kemacetan, karena sesekali persimpangan antara mobil satu dengan mobil yang lainya, juga jalanya yang naik turun, dan tikungan tajam, lebih mengesalkan lagi ketika di tanjakan macet, dan di tambah teriknya matahari  yang benar benar terasa membakar punggung, dan yang paling saya benci dalam kondisi seperti itu ada saja pengendara motor lain yang tidak sabaran dan seakan tidak peduli dengan keselamatan orang lain.

“Sabar Bro”

Ungkap Zenal dari belakang.
Kira kira setengah jam dari Gunung Batu menuju ke Curug Ciherang, dengan HTM 25.000/Motor, Oh My Good, Mahal Binggawwww...

“Sebagus apa sih Curug Ciherang”

Kata pertama yang kami ucapkan, 
Karena banyak sekali orang yang akan berkunjung ke sini, sehingga menimbulkan kepadatan dan parkir juga jadi susah.. #NgeluhTerus

Usai memarkirkan motor, siaplah temenku zenal yang sok artis mengevlog buat dokumentasi hahahaha....

Kami terus berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke Curug Ciherang, namun sebelum sampai ke Curug Ciherang ada sebuah jembatan pohon yang sengaja di buat untuk orang orang yang hobi berfoto buat foto Instagram yang lagi kekinian di media sosial, namun nampaknya kalau mau ke jembatan tersebut harus bayar, dan kami cuman melewatinya saja.
Rumah Pohon Curug Ciherang

Jembatanya cukup menarik, karena ujung dari jembatan ini berada di sebuah pohon besar.
Kami semakin penasaran dengan Curug Ciherang, ketika jalanan mulai penuh sesak para pengunjung, dan tak lama kami berja;an dari Jembatan Pohon tersebut, inilah dia Curug Ciheraaaaaaaang..........

Tanpa pikir panjang, kami langsung aja menceburkan diri menikmati dinginya air Curug Ciherang, namun dinginya aor Curug Ciherang membuat kami tidak kuat berlama lama berendam di air, selain itu waktu juga hampir menunjukan jam 2.
Curug Ciherang

Di area wisata terdapat sebuah mushola yang berdampingan dengan tempat ibadahnya orang China, yang dalam hal ini menandakan keberagaman umat beragama di Indonesia.

Perut mulai lapar, badan terasa capek, tapi kondisi sudah mulai sore, sedangkan perjalanan pulang masih memakan waktu 2 sampai tiga jam.
Antara pulang dan makan dulu, akhirnya kami memilih pulang dan mencari makan di jalanan, namun sudah hampir dua jam kami berkendara, kami belum juga menemukan jalan raya yang mengarah ke Cibubur.

Perutpun makin keroncongan, ingin rasaya istirahat dan makan, tapi sepanjang jalan tak ada satupun rumah makan yang bisa menarik perhatian kami untuk berhenti, di tambah banyak sekali peminta minta sumbangan di sepanjan jalan untuk perayaan Agustusan, Whateverlah tapi yang bikin kesal jaraknya adalah setiap 1Km pasti ada lagi, adalagi dan adalagi, yang akhirnya membuat kemacetan...
Terik panas matahari beserta lainya, terutama perut yang sedang keroncongan cukup menambah penderitaan kami, yang tidak juga menemukan tempat makan yang terlihat menyegarkan, hingga akhirnya kami menahan perut yang keroncongan hingga sampai kembali lagi ke rumah.

Kalau masih belum puas dengan ceritanya, kalian bisa tonton aja videonya di bawah ini.


Note : 
Parkir Gunung Batu Jonggol Rp. 15.000/Orang
Retribusi Kebersihan Rp. 5000/Orang
HTM Curug Ciherang 25.000/Motor
Foto Rumah Pohon 2000/10 Menit

kalau suka dengan cerita dan videonya, jangan lupa di like, comment dan share ya gan.
Created By. Makmun Basri