Saturday, April 22, 2017

Review Buku Jalan Pendaki

Buku Jalan Pendaki adalah buku yang sudah lama aku nanti nantikan, seperti aku yang sudah lama menantikan kehadiranmu #ea

Review Buku Jalan Pendaki


Dari jaman masih baru kuliah aku memang lebih tertarik baca buku yang bernuansa komedi, seperti buku yang pernah aku baca sebelumnya, yaitu catatan jomblo galau, seniormon dan lain lain.
Gak tau kenapa lebih suka baca novel komedi daripada baca buku pelajaran, mungkin itu sebabnya sekarang aku jadi bodoh... hiks

Ngomongin jalan pendaki, buat kalian para traveler atau pendaki gunung mungkin sudah pada taulah ya, sebuah komunitas yang digawangi oleh Acen Trisusanto, pendaki gunung yang terkenal pose fotonya yang selalu dari belakang atau dari samping, karena menurut dia lebih terlihat ganteng kalau dilihat dari samping ckckck

Pertama kali baca tulisan di blognya jalanpendaki.com jujur aku langsung jatuh cinta sama tulisanya, dengan komedi penuh drama dalam pendakianya, maka dari itu akhirnya saya memutuskan untuk menyusup ke dalam komunitasnya, hehehe

Setahun mengenal komunitas jalan pendaki gak banyak hal bermanfat yang aku dapat, selain banyak teman dan jadi bisa belajar nyinyirin orang hahaha (maaf becanda)
Tapi sebagai orang yang ngefans dengan karyanya, aku selalu menantikan kreatifitasnya baik melaui tulisan atau melalui video di chanelnya...

Dan setelah agak lama jalan pendaki bisa di bilang sepi, akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga, yaitu peluncuran buku jalan pendaki yang aku gak tau berapa lama Acen bikinya hahaha...
Aku pesenya pre order di bukabuku.com biar bacanya gak basi, dan biar dapet stiker unyuknya... wkwkwk

Oke sekarang kita review bukunya kuyy

Buku Jalan pendaki menceritakan tentang perjalan Acen Trisusanto, mulai dari dia yang masih baru punya cita cita pengin naik gunung, yang nggak dibolehin sama emaknya karena takut anaknya mati di gunung, sampai akhirnya sekarang dia udah bisa naik gunung dimana mana, (kecuali gunung kembar,)

Ceritanya yang dikemas secara apik dan lucu tanpa meninggalkan pesan pendakianya membuat ceritanya berbeda dari cerita para pendaki lainya, yang terkesan mendaki itu capek dan melelahkan..
Sedangkan dalam jalan pendaki kalian hanya akan menemukan drama dan kelucuan kelucuan yang terjadi selama pendakian, misalnya saat acen tidak tahan dan boker dicelana saat naik Gunung Pangrango, atau saat Acen menjadi obat nyamuk dalam pendakinya bersama dua sahabatnya yang menjalin asmara. Kalian bisa bayangin sendiri gimana rasanya mendaki dengan sepasang kekasih hahaha... sedih, tapi Acen mengemasnya dengan penuh komedi tanpa meninggalkan cerita pendakianya... tapi mungkin batin dia menderita juga waktu itu.

Bukan hanya itu, tetapi saat nyawa yang menjadi taruhanyapun dia ceritakan dengan gaya komedinya, yang di ceritakaan saat dia mendaki Gunung Raung.

Buku ini sangat cocok sekali buat traveler yang butuh cerita perjalanan yang berbeda.

Dalam buku ini ada beberapa yang di ambil dari tulisan yang sudah di publish dari blognya, tapi tetep aja bacanya gak bosen dan tetep ngakak.


Buat kamu yang belum punya bukunya, bisa beli sekarang, kayaknya sudah terpampang di Gramedia, atau bisa intip blognya dulu di www.jalanpendaki.com

Tuesday, April 11, 2017

Danau Elok Jakarta Timur : Tempat Ngadem Yang Semilir

Danau Elok Terletak di Jl. Penggilingan Elok No.16, RT.2/RW.7, Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13940, untuk menuju ke sana tinggal naik aja angkot atau ojek kalau dari Stasiun Klender Baru, jaraknya deket bangeeet.

Danau Elok Penggilingan

Sebenernya sudah lama saya diinfoin sama temen kalau di daerah Walikota Jakarta Timur ada danau yang bisa buat mancing atau ngadem.
Awalnya saya tertarik untuk melihatnya, tapi setelah saya coba tanya ke teman-teman yang lain, katanya? “Itu ma empang”, dan gara-gara jawaban itu keinginan saya buat kesana musnah sudahh...

Sabtu pagi yang gabut bingung mau kemana, karena sudah lumayan bosen juga gowes di sekitaran BKT ( Banjir Kanal Timur ) akhirnya, saya coba aja gowes ke danau yang kemaren di kata temen.


Waktu itu saya belum ngerti kalau lokasi tersebut namanya Danau Elok, jadi pas saya search di GPS jelas saja tidak muncul, karena pakai kata kuncinya Danau di Jakarta Timur.

Sampai di Stasiun Klender Baru, saya jadinya bingung mau melanjutkan perjalanan kearah mana, sedangkan cek dan ricek danau di Jakarta Timur, yang terdeteksi malah danau danau yang jaraknya cukup jauh... sedangkan kata temen saya di deket Walikota Jaktim.


Karena nggak ketemu juga lokasinya, akhirnya saya putusin aja buat pulang lagi ke kosan  dan tidur.... hahaha

Satu Minggu Kemudian..
(Etdahh berasa kaya di sinetron-sinetron) 

Sebenernya saya udah nglupain soal yang katanya ada Danau di wilayah Walikota Jakarta Timur Tersebut, tapi setelah saya dikirimin foto lagi sama temen saya yang lain, yang kebetulan lagi disitu, “Its beautiful” kok danaunya lumayan bagus ya.... seketika saya langsung penasaran lagi, dan jam itu juga saya langsung meluncur ke danau tersebut dari Jakarta Selatan (kebetulan ladi di Jaksel)

Pas saya ngetap smart card buat masuk stasiun, tiba tiba lampu ijo di get out tidak mau nyala, saya panik, dan ternyata saldo di kartu saya habis... hiks

Saya mencoba tetep stay coll, karena saya pikir bisa top up via Internet Banking, tapi ternyata gagal yang saya nggak tau masalahnya apa, akhirnya saya pecicilan nyari nyari ATM Mandiri, tapi tidak ada di Stasiun Pasar Minggu, adanya di pintu keluar yang sebelah, dan apa boleh buat saya harus kembali merasakan ngantri tiket di stasiun karena kelalaian gak isi ulang kartu.. Bhay


Minggu ini nggak tau kenapa penumpang KRL penuuuuh... padahal hari minggu??
Mungkin buat yang biasa naik KRL Jurusan Bekasi sudah hafal banget kalau nunggu kereta yang ke arah sana itu datangnya lamaaaaaa sekali, kaya nunggu gebetan putus sama pacarnya. hiks

Nahh pas sampai di Stasiun Manggarai tepat sekali berpapasan dengan kereta yang akan jalan menuju ke Bekasi, karena tidak mau menunggu kereta berikutnya yang lama datangnya, akhirnya saya harus berlari lari mengejar kereta yang akan jalan ke Bekasi,

Pas lagi lari-lari saya ngebayangin kaya lagi syuting film hahaha...

Setelah berhasil masuk kereta jurusan Bekasi, ternyata kereta masih lama melajunya, dan saya merasa lari larian tadi sia sia heuu...

Setelah sampai di Stasiun Klender Baru saya langsung aja pesen ojek online, tapi tukang ojeknya nggak mau nyamperin ke lokasi saya berada, katanya takut ama ojek pengkolan, jadi yasudahlah saya yang nyamperin dia... hiks....

Dan inilah dia Danau Eloknya.....
Suasananya cukup enak buat nyantai, apalagi kalau bawa matras atau hammock, banyak orang pada mancing, ada WCnya juga, masuknya gratis, tapi parkirnya bayar.


Danau ELok Cakung


Buat kalian yang butuh tempat ngadem dengan suasana angin yang selalu semilir, bisa dateng aja kesini :D 

Note : Edisi Kurang Piknik

Monday, April 3, 2017

Tips Trauma Ngantri Tiket di Stasiun Bogor

Pernah nggak kalian lihat antrian tiket di Stasiun Bogor, atau mungkin pernah mengalaminya...?? Kalau belum... buruan gih ke Stasiun Bogor Sekarang... hahahaha

Stasiun Bogor merupakan Stasiun tujuan terakhir dari Stasiun Kota, dan selain itu Bogor juga merupakan tempat pelarian terfavorit buat liburan, makanya jangan heran kalau Bogor sekarang juga jadi kota macet.. hahaha

Oleh karena dua hal di atas penumpang kereta tujuan Stasiun Bogor bisa di bilang jadi sangat banyak, yang mengakibatkan antrian berjam jam di loket pembelian tiket... iya serius berjam jam, bikin nggak efisien bangetkan kalau misalkan kita lagi di buru buru sama waktu...

Antrian Panjang Stasiun Bogor
Sumber Foto : http://infodarianda.com/info/31530

Pengalaman pribadi sebenernya tidak cuman kemaren pas habis berkunjung ke Kampung Wisata Rumah Joglo Bogor, tapi dulu juga sudah pernah ngalamin, cuman tidak separah yang sekarang, kalau dulu biarpun antri tapi masih pakai tenaga manusia jadi bisa di bilang cepat.

Sedangkan sekarang sudah mulai menggunakan E - Machine dimana calon penumpang bisa melakukan transaksi pembelian tiket sendiri tanpa di pandu penjaga tiket.

Mungkin karena masih masa percobaan dan pengenalan kepada para calon penumpang, jadi tak jarang banyak yang masih belum tau atau lama dalam pemesananya, selain itu system yang masih lemot juga mempengaruhi lambatnya pemesanan tiket mandiri tersebut.

Oleh karena itu rugi banget bukan, kalau waktu kita tebuang hanya untuk antri tiket...??
Nah untuk itu pihak Commuter Line juga menyarankan dengan kepada para calon penumpang Commuter Line untuk meninggalkan cara lama, yaitu menggunakan tiket harian berjaminan (THB) berganti menjadi tiket multi trip atau yang lainya.

Tidak menggunakan jasa commuter line setiap hari menurut saya bukan alasan untuk tidak menggunakan multi trip, toh nyatanya setiap satu minggu sekali kita menggunakan jasa Commuter Line, tapi semua itu kembali kepada calon penumpang masing masing, mungkin saja dia hobinya ngantri dan suka menunggu... padahal menunggu itukan sesuatu yang membosankan... hahaha

Saya sendiri sudah berganti menggunakan kartu serbaguna keluaran dari Indomaret dan Bank Mandiri, karena kebetulan saya Nasabah Bank Mandiri, kartu ini namanya Indomaret Card yang mempunyai fungsi antara lain :
1. Tiket Commuter Line
2. Bus Way
3. Toll
4. Belanja di gerai terdaftar dll



Enak sekali bukan, dengan saldo minimal 1.000.000, bisa kita gunakan untuk keperluan apapun, saya sendiri lebih prioritas untuk naik Commuter Line atau Bus Way, biar nggak perlu antri antri lagi untuk beli tiket harian berjaminan (THB). Apalagi sekarang semenjak jadi anak bpj sering pergi kemana mana buat sekedar ngopi ngopi.


Buat kalian yang pengin punya Indomaret Card bisa beli di Indomaret langsung, untuk biaya kartunya senilai 20.000 dan saldo 50.000 serta biaya Administrasi 5.000 jadi total 75.000 yang harus di persiapkan sebelum ke Indomaret.

Setelah melakukan pembelian anda juga harus melakukan aktivasi lagi dengan menge-tap kartu tersebut ke bot yang biasanya terletak di dekat pintu masuk stasiun, cukup menge-tapnya sampai keluar saldonya, setelah itu kalian sudah bisa menggunakan kartu tersebut untuk keperluan apapun, tidak perlu mengucapkan terima kasih apalagi sujud syukur ya :D cukup kembali jalan dengan santai menuju pintu masuk kereta.

Selain Indomaret Card buat kalian pengguna Bank lain pun bisa menikmatiya dengan membeli kartu yang sama yang di terbitkan oleh Bank - Bank yang menerbitkan, cuman berhubung saya Nasabah Mandiri jadi Indomaret Card Rekomended sekali buat transportasi di Jakarta biar ngga ribet hehehe