Thursday, August 24, 2017

Kolam Renang Panorama Randudongkal


Turut bahagai sebagai orang yang tinggal di Pemalang bagian selatan yang kalau pengin renang cuman bisa berenang di kali atau sekalinya ada kolam renang itu juga cukup menakutkan namun kini bisa berenang di kolam renang yang cukup aman dan menyenangkan dengan pemandangan yang Instagramable.

Kolam Renang Panorama

Kolam renang Panorama namanya, yang terletak di Jl. Jend. Sudirman No.12, Randudongkal, Kabupaten Pemalang, atau persis bersebelahan dengan POM Bensin Randudongkal.

Seperti namanya “Panorama” kolam renang ini mempunyai konsep yang panorama abis dengan background di sebelah utara seperti sebuah bagunan megah. Taman taman disekelilingnya juga memberikan efek yang ngademin, seperti halnya keindahan sebuah panorama.

Kolam renang panorama sebenernya sebagai salah satu fasilitas dari hotel panorama yang dibuka untuk umum, dengan harga tiket masuk 20.000/orang

Terdapat 3 area berenang, yang dikhususkan untuk anak-anak dan dewasa, sangat cocok untuk mengisi liburan bersama keluarga.

Kolam renang panorama biasanya rame pada sore hari dan hari libur.

Sedangkan beberapa fasilitas yang ada dikolam renang panorama antara lain, Mushola, Kantin, dan tempat bilas yang bersih.

Peta Lokasi :




Nah buat kalian yang mempunyai hobi berenang, bisa dicoba main dikolam renang panorama.

Wednesday, August 23, 2017

Membongkar Fakta dan Mitos Pendakian Gunung dari Sudut Pandang Medis bersama R.S Firdaus dan Backpaker Jakarta

Ngomongin mitos - mitos tentang mendaki gunung tentunya banyak sekali, apalagi kalau dari segi mistis atau ucapan, tentunya kalian sering dengerkan ketika mau naik guung ini atau itu pasti ada sesuatu yang dilarang, atau mitos pada umumnya tidak boleh ngomong sembrangan ketika naik gunung, nah tetapi pada kesempatan kali ini, Klub Buku Dan  Blogger Backpaker Jakarta akan membahas tentang mitos dan fakta tentang pendakian gunung dari sudut pandang  medis.


Ngomongin soal medis tentunya kita tidak boleh sembarangan, maka dari itu Kubbu dibantu oleh Dr. HENDRA KURNIAWAN, Sp. PD Selaku Dokter di RS Firdaus untuk membantu mengupas tuntas tentang fakta dan mitos pendakian gunung dari sisi medis.

Sekilas tentang R.S Firdaus
RS. Firdaus terletak di Jl Siak J5/14 Komp Bea Cukai Jakarta. dengan fokus terhadap 5 pelayanan, yaitu Bedah, kandungan, anak, paru dan kulit, 
RS. Firdaus juga melayani BPJS, dan merupakan salah pelayanan BPJS terbaik di Jakarta Timur " melayani setulus hati"
Selengkapnya tentang RS Firdaus kalaian bisa cek di webnya Di Sini  Siapa tahu membantu.

Mendaki gunung di jaman sekarang mungkin sudah sangat biasa sekali, karena belakangan ini kegiatan mendaki gunung seakan menjadi trend anak muda, tapi tahukah mereka tentang fakta dan mitos dalam mendaki gunung?

Acara ngobrol santai kali ini pertama dibuka dengan sesi cek golongan dan gula darah yang dilakukan oleh tim dari RS. Firdaus selama 30 menit, yang kemudian dilanjut dengan acara inti, yaitu ngobrolin tentang fakta dan mitos mendaki gunung, 
Dengan dibantu oleh moderator cantik mba Nanisa selaku marketing R.S Firdaus acara berhasil dibuka, dengan narasumber pertama yaitu : Mas Harley B. Sasta ( Penggiat Alam, Penulis dan Pemerhati Konservasi Alam dari FederasiMountaineering Indonesia)
Menurut beliau mitos adalah : Cerita masa lalu yang dipercayai sampai sekarang, seperti contoh pada kalangan pendaki yang biasanya menabur garam disekitar tenda agar tidak ada ular yang masuk?

Mitos tersebut kemudian di tanggapi oleh Tyo Survival ( Eks Host Survival, Jejak Petualang, dan Co Host Berburu di TRANS TV ) sambil mengeluarkan hewan kesayanganya yaitu seekor ular, dia berbicara bahwa ular tidak takut dengan garam, dan langsung
Setelah itu Tyo juga mengambil sebuah kañtong plàstik yang kemudian ditanyakan kepada peserta, Apa yang bisa digunakan dengan kantong plastik ini ketika berada dihutan untuk menjaga dari binatang buas...?
Semua peserta langsung berfikir untuk memberikan jawaban, namun tak lama Mas Tyo menjelaskann, katanya dengan cara meniup plastik tersebut dan meledakanya, maka hewan hewan buas akan menjadi takut. Mitos atau fakta?? Bisa kalian buktikan sendiri.

Selain cerita dari Mas Harley dan Mas Tyo,  kasus yang menimpa sahabat kita Siti Maryam yang dinyatakan hilang karena belum ditemukan selama 4 hari juga membuka mata saya, bahwa kejadian yang diceritakan Siti Maryam saat dirinya hilang di Rinjani apakah fakta atau mitos?, karena berdasarkan medis, ketika seseorang tidak makan dan minum selama empat hari maka akan terjadi kerusakan pada ginjal, “Manusia bisa bertahan tanpa makan, tapi tidak bisa tanpa minum” nah sedangkan pada kasus hilangnya Siti dia bisa kuat tidak makan dan minum selama 4 hari. Dan menurut medis itu sudah over..

Sedikit Tentang Kronologis Hilangnya Siti Maryam Di Rinjani.
Pada saat mau turun setelah summit, siti berpamitan kepada teman serombonganya untuk buang air besar, namun setelah lama ditunggu siti tak kunjung kembali, berdasarkan yang diceritakan oleh mba siti dirinya antara sadar dan tidak sadar terbawa oleh longsoran pasir gunung yang mengakibatkan dirinya akhirnya tidak bisa kembali ke jalur pendakian,
Saat mencoba mencari jalan kembali, diapun katanya melihat seperti ada padang yang sangat lapang, dan diapun mencoba menuju ketanah lapang tersebut dengan memanjàt tebing dan berharap bisa menemukan mata air, namun anehnya yang di temui semak – semak.
yang dilihatnya tidak seuai expektasi..

Mba siti kembali mencoba menaiki track berpasir, untuk menuju jalan yang biasa di lalui orang, namun mba siti tidak berhasil karena pasir yang selalu longsor saat dia pijak, sampai sore mba siti bertahan di longsoran pasir dengan menginjakan kaki pada sebatang edelwies....

Mba Siti teriak minta tolong, tapi tidak ada yang pernah mendengar teriakanya, padahal dirinya melihat pendaki pendaki yang akan melakukan summit.

Mba siti juga diperlihatkan mahluk tak kasat mata hitam dan putih ketika dia teriak teriak minta tolong, menurut mba siti dia merasa terganggu dengan teriakanya.

Yang di lakukan mba siti pas hari ke 2 tersesat digunung, dia kembali mencoba mencari jalan, dengan memasuki hutan, diantara tebing dan jurang yang, dan sampai menjelang maghrib datang dia baru kembali istirahat di bawah pohon. Dan begitu seterusnya.

Mba Siti bercerita selalu berharap agar cepat cepat pagi, dan ketika malam diapun selalu melihat seperti ada kehidupan lain disekitarnya dan menghilang ketika pagi datang.

Dengan keinginan hidup yang kuat dihari keempat mba siti bertemu dengan seorang penggembala dengan nada yang sangat lirih dia minta tolong, dan mengatakan bahwa dirinya tersesat.

Selama 4 hari dia hanya berbekal madu dan permen, dan mba sitipun benar benar merasakan tenggorokanya seperti panas terbakar karena kering.

Ketika ditanya sang moderator kenapa Mba Siti bisa bertahan dan bisa mengatur emosi? mba siti menjawab mungkin karena rutin puasa senin kemis, jawaban yang sangat inspiratif sekali menurut saya, apalagi ketika Edi M Yamim ( Founder BPJ selaku CP Pendakian Rinjani ) menambahkan bahwa ketika naik gunung bersama mba siti, dialah salah satu orang yang bisa menjaga sholatnya.
dan Tips dari Mba Siti ketika mendaki gunung jangan sekali kali jauh dari rombongan.

Fakta dan Mitos Pendakian Gunung
Kemudan Setelah mendengar kisah hilangnya mba siti di rinjani, Dr. Ridho menanggapi bahwa kejadian yang mba siti alami bisa jadi mitos bisa juga fakta, karena secara ilmu medis,.manusia akan mengalami halusinasi ketika dehidrasi karena kekurangan glukosa dan natrium.


Friday, August 11, 2017

Buper Tenjolaya Bogor Kopdar Camcer All CLub Backpacker Jakarta

Hii .... Lama banget ya gue nggak nulis lagi tentang perjalanan, tidak tahu kenapa semenjak pindah ke Planet Cikarang susah sekali menemukan mood untuk menulis, dan kegiatan ngeblogpun yang menjadi resolusi 2017 terlupakan begitu saja.


Jujur semenjak tinggal di Cikarang, yang ada di otak gue itu cuman kerja kerja dan kerja, apalagi memang karena masalah di kantor yang ribet dan perlu dibereskan, membuat gue jadi lupa nonton youtube, lupa update status, dan tidak tau tranding topik twitter hari ini apa..

Ya melupakan itu semua membuat gue merasa kudet dan kurang Inspirasi...
Mungkin itu yang bikin gue jadi gak punya mod buat nulis.

Selain itu, semenjak tinggal di Cikarang, tidak ada lagi yang namanya cek cek komentar blog, cek cek saldo adsense apalagi edit edit video perjalanan.... 
Whats, sesibuk itukah gue... 

Tidak...!!
Gue bisa saja nglakuin itu semua diluar jam kantor, tapi masalahnya signal di Cikarang itu jelek, apalagi kalua lagi di dalam Kos.

Dan jujur saja keadaan ini membuat gue merasa nggak ngehits lagi, karena bagi seorang blogger gue merasa ngehits ketika gue bisa pamer postingan blog terbaru gue di sosial media, atau pamer video perjalanan di youtube... Tapi yasudahlah mungkin ini ujian.

Tapi selain mikirin kerjaan dan kultur yang berbeda disini, terlebih, karena gue juga mikirin kamu, iya kamu…. jujur saja menemukanmu disini suatu kebahagiaan tersendiri, berharap hari hari gue di Cikarang itu jadi berwarna, bukan hanya bolak balik tempat kerja, kos, tempat kerja kos, mininal ada kegiatan lain ketika aku bisa bersamamu... dinner misalnya.

Tapi tak apalah jika akupun harus bisa melupakan dan meninggalkanmu... Akupun lelah terus mengemis cinta darimuu..

Hari libur
Hari libur cuman gue isi dengan tidur tiduran tidak jelas, sampai pusing di kost, mau main juga kemana Kamu juga selalu menolak dengan senyuman ketika gue ajak jalañn
You knowlah Cikarang itu kota Industri, mana ada bukit, mana ada curug, mana ada pantai..... itu yang membuat gue bingung mau liburan dimana, ditambah transportasi yang susah disini...

Back to Topik
Maaf ya kalau pendahuluanya OOT nggak jelas, tapi jujur, gue itu lelah tinggal di Cikarang, maka dari itu pas ada info kopdar mix All Club Backpacker Jakarta gue langsung menjadi orang pertama yang mendaftar, selain gue belum pernah ikut tripnya bpj, gue juga beharap bisa ngademin pikiran disana dan bisa membangkitkan semangat lagi untuk mencari inspirasi menulis.
Kopdar yang dijadulkan berangkat sabtu pagi dengan mepo di stasiun Bogor pukul 08 : 00 terpaksa gue harus berangkat jum'at malam dari Cikarang, dan mencari penginapan di Jakarta, 

Sabtu pagi tepat pukul 08 : 00 gue udah sampai di stasiun Bogor, tak banyak yang gue kenal dari mereka karena memang ini kali pertama gue ikut kopdar all klubnya bpj.

Perjalanan dari st Bogor ke Bumi Perkemahan Tenjolaya Bogor sekitar dua jaman, dengan melewati jalanan yang nanjak, dan sesekali kami harus turun karena angkot kami yang tidak kuat.

Buper Tenjolaya Bogor terletak di Tapos I, Tenjolaya, Bogor, Jawa Barat 16370
Kalau mau kesana gue saranin sewa mobil atau bawa kendaraan pribadi saja, karena sepertinya tidak ada angkutan umum yang sampai sana.

Sampai disana kami langsung mendirikan tenda, sholat dan masak untuk makan siang, suasana buat gue masih hambar, gue belum menemukan kebahagiaan, karena gue memang belum kenal mereka semua, dan sedangkan peserta dari klub gue (Blog dan blogger) pun orang baru semua....



Sekitar pukul 16 : 00 sore kami dikumpulkan oleh panita, dibagi kelompok dan berkunjung ke Curug Putri, jarak dari Buper ke Curug putri lumayan jauh, sekitar 30 menit kalau jalan khusuk, alias tidak foto foto.
Berikut penamakan curug putri kala itu.


Pukul 1800 saat kami sedang asiknya makan bersama tiba - tiba rintikan gerimis turun, kamipun langsung mempercepat laju makan tak perduli keselek, dan langsung mengamankan diri ketenda masing - masing...

Omegot.... Hujan turun malam ini, rasanya pengap sekali berada dalam tenda 1 kap yang diisi dengan dua orang, ditambah barang - barang.

Untungnya hujan tak begitu deras dan sekitar pukul 2000 pun sudah reda.
Kami semua keluar tenda, karena harus ada acara inti dari kopdar kita kali ini, yaitu perkenalan dari semua admin klub Backpaker Jakarta. 
Yaitu :
1. Klub Buku dan Blogger
2. Klub Sejarah dan Museum
3. Klub Lari
4. Klub Talent
5. Klub BTL
6. Klub Fotografi
7. Klub Jelajah Mesjid
9. Klub Touring
10. Klub Basket
12. Klub Weekday Holiday
13. Klub Renang

Dengan dihiasi gemerlap lampu dan api unggun menghangatkan acara malam ini, dimana semua perwakilan dari klub memperkenalkan klubnya masing - masing, ada perasaan bangga meski tak sepenuhnya karena berda di antara klub yang semuanya saling melengkapi dalam satu komunitas, yaitu Backpacker Jakarta.


Dan gue menemukan kebahagiaan disini, dimana ketika candaan candaan dari mereka membuyarkan lamunanku tentang kamu yang sedang dengan siapa malam minggu ini.

Menurut gue Buper Tenjolaya Bogor sangat rekomended buat kalian yang mau ngadain cemcer atau camping ground, selain lokasinya yang luas, juga terdapat banyak sekali hutan pinus yang bisa buat gelantungan di hammock, selain itu tersedianya air yang melimpah juga buat kalian tak perlu repot repot nyiapin air, Fasilitas seperti Warung, Kamar Mandi dan Mushola juga tersedia.