Thursday, January 4, 2018

Curug Nangga : Pesona 7 Tingkatan Curug di Banyumas

Liburan akhir tahun sudah saya rencanakan jauh-jauh hari semenjak terdengarnya rumor akan ada libur sepuluh hari dari kantor, ya di tempat kerja saya yang sekarang kadang kalau ada hari-hari kecepit selalu diliburkan dengan memotong jatah cuti karyawan, sebenernya rugi sih buat karyawan kontrak macam saya yang belum dapat cuti, karena gaji akan dipotong pas akhir kontrak nanti, tapi keuntunganya bisa libur panjang hehehe....
Libur akhir tahun ini rencananya saya pengin napak tilas ke Bumi Purwokerto, karena selama 5 tahun pas tinggal di Purwokerto banyak sekali kenangan-kenangan yang belum bisa saya lupakan, sampai saat ini dan detik ini…

Namun, main ke Purwokerto sekarang sudah tak seenak dulu, karena semua temen-temen seperjuangan dulu sudah pada pergi, balik ketempat tinggalnya masing-masing.
Sudah mencoba menghubungi sana-sini tidak ada satupun yang sekiranya masih tinggal di Purwokerto dan mau diajak buat jalan-jalan, agak sedih dan nyesek sihh ketika semuanya sepertinya sudah move on dan sudah pada nikah semua, sementara saya masih sendiri dan malah sibuk asik dengan hobi jalan-jalanku, sebenernya agak ragu mau menghubungi "Farikh" temen yang kemaren baru saja menikah.

“Nangendi Bro”
“Nang umah bro, kapan dolan ngeneh ditakokna biyunge kye”
“Rencanane si ngesuk aku rep dolan pwt bro”
“Duhhh jan… esuk aku meng Kudus bro,… Nawan rep nikahan…..” 

Nawan adalah adik angkatan waktu masih kuliah, tapi kita bisa akrab karena saya lulus telat dan masih banyak yang harus diulang disemester bawah, hingga akhirnya kita sibuk ngerjain skripsi bareng.
Farikh adalah satu-satunya temen yang masih bisa diajak jalan meskipun baru saja menikah, tapi karena dia harus pergi akhirnya niat untuk ke Purwokerto hari itu saya undur sampai menunggu dia pulang.

***

“Wis bali hurung bro”
“Wis… ngeneh dolaaan…”
“Oke esuk aku dolan….”

Pagi itu langsung meluncur ke Desa Cilongok Banyumas, sebenernya mau ngajakin ini orang buat jalan-jalan di Baturraden, namun karena ada lain hal, yaitu harus ngebalikin mobil sodaranya yang habis dipinjem akhirnya niat buat jalan-jalan di Baturradenpun saya urungkan.

“Bro.. terna aku delat ya, njujugna mobil, ngko ko ngintil nang mburiku ngetutna mobil, sekalian ngko rep pada dolan meng Curug Nangga, koe rung pernah mana mbok?”
“Emang perek bro”
“Perek, searah karo umahe yayuku”

Dari pada nggak tau mau ngapain, akhirnya saya nurut aja mengikuti ajakanya, sampai akhirnya sampailah kita di Curug Nangga.

Curug Nangga

Curug Nangga terletak di Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen (Ajibarang), Kabuapaten Banyumas.

Curug Nangga adalah Curug yang  mempunyai 7 (Tujuh) tingkatan seperti tangga, dari situlah orang-orang menamakan curug tersebut sebagai Curug Nangga, ketinggian Curug Nangga masing-masing memiliki sekitar 10-20 meter.
Curug Nangga merupakan Objek Wisata baru yang ada di Banyumas, yang mulai rame dikenal secara umum sejak tahun 2015, berkat banyaknya yang share melalui media social, ya keberadaan media social memang berperan sangat penting sebagai media marketing saat ini.

Curug Nangga memiliki pesona pemandangan yang sangat memikat, dimana dengan lokasinya yang berada di tengah-tengah persawahan yang luas dan hijau, pohon-pohon bambu yang melambai-lambi di bibir Curugpun menambahkan suasana asri yang natural.

Akses dan Transportasi ke Curug Nangga
Akses dan transportasi untuk menuju ke Curug Nangga kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi karena belum adanya transportasi umum yang menuju kesana, atau kalau kalian terpaksa datang dari jauh kalian bisa menggunakan jasa ojek atau carter mobil dari pertigaan jalan atau pangkalan ojek Desa Cikawung.
Kalian bisa melewati jalan raya Tegal – Purwokerto, sampai ketemu Desa Cikawung, Pekuncen. Atau tepatnya sampai menemukan PO. Bus Sumber Alam atau RM Sumber Alam, kurang lebih sekitar 100M terdapat pertigaan, jika dari arah Tegal belok kanan dan sebaliknya, kemudian lewati jalan tersebut  sampai menemukan desa Semedo dan Desa Petahunan, tak perlu takut kesasar, karena sepanjang jalan sudah terdapat papan petunjuk arah menuju Curug Nangga.

Rute ke Curug Nangga

Sepanjang perjalanan kalian akan menemukan jalan yang nanjak banget, so pastikan kendaraanmu aman dan sudah di service.

Akses lain menuju Curug Nangga adalah lewat Karangkemiri belok kiri dijalan kecil sebelum Masjid Karangkemiri kalau dari arah Ajibarang, katanya kalau lewat Karangkemiri jalan tidak begitu nanjak, namun sepertinya warga lebih mudah melewati jalur umum.

Sampai di parkiran Curug Nangga kurang lebih sekitar pukul 13:00 WIB, Harga tiket masuknya 10.000/orang dan parkir 3.000/motor. Ada sedikit kenaikan karena sebelumnya hanya 5.000/orang (kata Farikh)

Jarak dari tempat parkir ke Curug Nangga lumayan jauh sekitar 15-20 menitan, kalian akan melewati persawahan, tracknya  turun dan sangat mudah dilalui karena sudah dikelola dengan baik berkat kerja keras Forum Sadar Wisata dan sumbangan dari Bupati Banyumas.

Di tengah perjalanan terdapat Gazeba dan WC umum, untuk mengantisipasi tiba-tiba hujan dan sebagai tempat peristirahatan para pengunjung yang kelelahan, selain itu sepanjang jalan menuju Curug Nangga juga terdapat beberapa tempat sampah, hal ini mengajarkan kita untuk tidak membuang sampah sembarangan meskipun ditengah persawahan.

Adanya WC juga mengajarkan kita untuk tidak BAB sembarangan hahaha… 

Track ke curug nangga

Setelah melewati turunan yang cukup panjang akhirnya sampailah kita di Curug Nangga, cukup sedikit susah untuk mengambil pemandangan terindah Curug Nangga, karena harus geser sedikit ke persawahan, sedangkan pas waktu itu sawahnya sedang dalam proses pembajakan jadi masih mbelet hahaha (takut dimarahin pemiliknya)

Curug Nangga Petahunan

Cukup lama kami duduk-duduk santai di area Curug Nangga, menikmati indah dan gemerciknya Curug Nangga serta semilirnya angin sawah yang terus berhembus tanpa henti… saya memang kangen suasana seperti ini, sudah lama semenjak merantau jarang bahkan sudah tak pernah lagi nengokin sawah dibelakang rumah.

***
Sekitar pukul 14:30 WIB akhirnya kami menyudahi lamunan kita di Curug Nangga dan kembali ke atas, dengan menaiki tanjakan-tanjakan yang bikin ngos-ngosan, ya kalau turunya tadi enak tapi nanjaknya meenn….
Yang saya suka dari Wisata Curug Nangga adalah kealamianya yang sangat terjaga, tidak banyak fandalisme maupun coretan-coretan alay.

Warung di Curug Nangga
Untungnya di Curug Nangga masih terdapat warung yang masih Istiqomah berjualan disitu, setelah dulu katanya beberapa tahun kebelakang banyak sekali warung-warung yang berjualan disepanjang Curug Nangga karena banyaknya pengunjung, ya sekitar tahun 2015 pas Curug Nangga lagi ngehits-ngehitsnya, banyak sekali dari warga sekitar yang mengais rejeki dengan berjualan di sepanjang jalan menuju Curug Nangga dengan menyewa lokasi, namun karena pengunjung sekarang tak seramai dulu akhirnya satu persatu dari mereka berhenti, dan masih tersisa satu yang memang punya lokasi sendiri disitu alias tidak nyewa.
Lokasi warungnya sangat strategis, bisa menyajikan pemandangan sawah yang hijau nan luas serta pemandangan Curug Nangga dari jauh.

Warung di Curug Nangga

Segelas es teh manis langsung saya pesan, dan gorengan mendoan khas Banyumaspun ditawarkan, kami langsung mengiyakan karena mendoan seperti sudah menjadi makanan wajib kalau jalan-jalan ke Banyumas, mendoanya enak dengan kecap campur cabai seperti makan sate.

Curug Nangga pekuncen


Pemandangannya sangat indah, tempat duduk yang terbuat dari bambupun menjadi khas gubuk dipersawahan, membuat kami enggan untuk pulang, dan sebagai pelengkap keindahan dan kenikmatan ini, sayapun menyalakan list lagu yang lagi jadi kesukaan di handphone saya...(Via Fallen_Aku cah kerjo.mp3)
Dan akhirnya kita ngobrol-ngobrol banyak sama pemilik warung tentang sejarah ngehitsnya Curug Nangga tempo dulu.
Pemandangan di Curug Nangga

Menurut beliau yang datang ke Curug Nangga bukan hanya dari wisatawan lokal saja, tetapi pernah ada juga wisatawan dari luar negri yang berkunjung kesitu, dan Curug Nangga biasanya ramai dikunjungi setiap weekend namun hari-hari biasapun tak kurang dari 20 sampai 30 ada yang berkunjung.

Selain itu kadang juga banyak rombongan-rombongan dari komunitas maupun instansi yang sengaja berkunjung kesitu.

FYI makan disini nggak nyesel karena harganya masih standar, karena sang pemilik warung tidak ingin membut tamunya kecewa dengan mematok harga yang tak wajar.

Wisata Sekitar Curug Nangga
Kata pemilik warung, selain Curug Nangga masih terdapat juga Curug lain yang ada di sekitar Curug Nangga, yaitu Curug Pengantin dan Curug Rinjing

Sumber referensi : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Curug_Nangga
http://banyumasnews.com/86477/wow-wisatawan-asing-pun-sudah-sampai-ke-curug-nangga/

Jasa Buat  blog

Hi... terima kasih sudah berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me. Untuk informasi balasan.

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com
EmoticonEmoticon