Monday, July 30, 2018

Bakso Solo dan Mie Ayam Pak Kabul 01 Bekasi

Makan nasi terus kadang bosan gak sih gaes?
Apalagi kalau misalkan cuca lagi panas, tenggorokan kering, kadang ngebayangin makanan-makanan berkuah kaya bakso dan mie ayam yang pedes itu rasanya Uuuuhhh

Jadi kemeren itu saya lagi bosen makan nasi di tempat biasa #NasiPadang jadi saya coba cari-cari makanan lain disekitar Pasar Bojong Tarumajaya, sudah berjalan cukup jauh namun tidak juga menemukan mie ayam yang kelihatanya enak, pas lagi berhenti ternyata di samping saya ada penjual mie ayam, dalam hati kebetulan sekaliiiii......πŸ˜… tapi pas saya sudah pesan dan mencoba menunggu, saya merasa tidak nyaman dengan baunya, yang ternyata dibelakang ada banyak kambingπŸ˜…saya tidak tahu di belakang ada kandangnya atau tidak tapi yang jelas waktu itu baunya menyengat bangeeet.....πŸ˜“ karena mod makan hilang dan pesananpun belum jadi karena gasnya juga habis yang buat masak, akhirnya sayapun menggagalkan pesananku 😞

Dengan sambil pura-pura ditelfon sama orang kantor, sayapun pamitan sama masnya,

"Mas maaf ya saya tidak jadi pesan." sambil sok buru-buru πŸ˜€πŸ˜€

Sekitar jarak 20 meteran, saya  lihat lagi penjual mie ayam, dan kali ini kayaknya enak, soalnya tempatnya juga gak main-main, dan dilihat dari namanya seperti mie ayam yang sudah terkenal banget.

Namanya Bakso Solo dan Mie Ayam Pak Kabul, Mungkin Pak Kabul ini yang punya resepnya.
Sampai tulisan ini dibuat saya sendiri sudah dua kali makan disitu dan puas dengan rasanya, yang pertama tidak pakai bakso dan yang kedua pakai bakso hihihi harganya juga murah 1 porsi mie ayam bakso dan esteh hanya kurang dari 20.000

Bakso Solo dan Mie Ayam Pak Kabul 01 Bekasi

Kuliner bekasi

Kuahnya itu loh Gaesssss...... πŸ˜πŸ˜πŸ˜


Lokasinya di Jl Raya Tarumajaya atau dekat dengan Victoria Green Residence
Tempatnya juga luas, bisa menampung sampai 20 orang, so buat kalian yang mau datang rombongan juga tidak perlu khawatir hehehe

Bakso Solo Bekasi

Sedikit pesan dari saya buat yang kerja disitu, kalau ada yang habis makan dan sampah agar segera dibereskan biar always clean hehehe .... FYI Mie Ayam dan Baksonya Rekomended ...!




Friday, July 27, 2018

Jembatan Cinta dan Hutan Mangrove Bekasi


Jujur sebenarnya saya kurang setuju wisata di Tarumajaya Kabupaten Bekasi ini dinamakan Jembatan Cinta, pasalanya kalau menurut saya pas kunjungan kesana, saya tidak mendapati jembatan yang menyimbolkan cinta, saya coba cari fotonya di Googlepun belum ada yang bisa ngambil foto jembatan tersebut dari atas, kali saja memang bentuk jembatan tersebut dibuat seperti love seperti jembatan-jembatan cinta pada umumnya, menurut saya nama tersebut jadi terkesan alay, padahal kalau menurut saya cukup dinamakan hutan Mangrove Bekasi saja sudah bisa menarik perhatian para wisatawan, secara di Bekasi jarang sekali tempat-tempat singgah yang sejuk.

Itu menurut saya loh ya sebagai kaum jomblo yang selalu fakir asmara πŸ˜€πŸ˜€

Jembatan Cinta Bekasi


Jembatan Cinta Bekasi ini Terletak di Segarajaya, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat  yang merupakan Bekasi paling ujung, saya sendiri tidak pernah menyangka bakalan sampai disini, dan tinggal di sini  ☹ jujur saya shock pertama kali tinggal di sini, rasanya pengin balik lagi ke Jakarta atau Cikarang.πŸ˜ƒ

Setelah mengikuti petunjuk arah dari GPS sampailah kami di pintu masuk Jembatan Cinta, ada mas-mas yang tiba ngeberhentiin motor saya dan menanyakan maksud kedatangan saya, karena pintu masuk ke Jembatan Cinta merupakan pintu masuk ke sebuah pasar kecil di pesisir juga, yang disitu juga terdapat segelentir penduduk yang bekerja sebagai nelayan dan berjualan, karena kami bilang mau ke Jembatan Cinta kamipun dimintai tiket masuk seharga 10.000/motor.

Sebelum ke jembatanya kalian akan melihat prahu-prahu nelayan dan penjual jajanan yang mungkin merupakan oleh-oleh khas Jembatan Cinta, yaitu gorengan ckckck 😁, ada banyak macam-macam gorengan dengan berbagai inovasi, seperti gorengan udang, gorengan ikan, kepiting dan lain-lain.


Sebelum ke jembatanya alangkah baiknya kalau kalian membelilah makanan untuk bekal di sana, karena jujur kamipun sedikit menyesal karena gak beli cemilan dulu.πŸ˜”

Jembatannya sudah tidak seperti yang di foto-foto cat warna-warninya sudah pudar, dan pertama kali jalan, kami langsung di sambut sama bapak-bapak yang menawarkan jasa prahu, saya sihh sebenarnya pengin tapi karena kedua temenku tak mau akhirnya sayapun tak jadi naik, padahal cuman 10.000/Orang.

Sayapun terus berjalan ke arah hutan Mangrove, terdapat banyak gazebo-gazebo yang sengaja disediakan untuk bersantai, kebanyakan pengunjung yang datang sengaja membawa makanan untuk dimakan disana.

Hutan Mangrove Bekasi

Hutan mangrove Tarumajaya tergolong masih sedikit dan masih dalam proses penanaman dan pertumbuhan, kalau menurut saya tempat ini lumayan asik untuk mencari udara sejuk, namun yang saya sayangkan masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan, mungkin dari pihak pengelola perlu menyediakan tempat sampah di sudut-sudut jembatan.

Hutang Mangrove Bekasi

Jembatan Cinta Tarumajaya biasanya ramai dikunjungi pada sore hari, jika kalian beruntung kalian akan mendapai sunrise yang bagus.

Untuk akses menuju kesini kalian wajib menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak ada kendaraan umum yang sampai kesini. Saya berharap tempat ini bisa terus dikembangkan, hutan mangrovenya diperbanyak lagi biar lebih rimbun lagi dan sebagai penyeimbang polusi-polusi yang ada di Tarumajaya yang disebabkan oleh banyaknya truk-truk tronton yang sering lewatπŸ˜’.

Jembatan Cinta Tarumajaya
#ExploreBekasi  #WisataBekasi

Monday, July 16, 2018

Menemukan Sroto dan Sop Durian Khas Purbalingga di Ujung Bekasi

Siapa sangka di ujung Bekasi tepatnya di Desa Segarajaya Kecamatan Tarumajaya yang merupakan Bekasi paling ujung perbatasan dengan Jakarta Utara, ada salah satu kuliner legendaris yang populer di daerah saya, ya Sroto dan Sop Durian Purbalingga, pasalnya ketika hampir dua tahun di Jakartapun saya tidak menemukannya, kecuali Sroto Sokaraja yang terletak di Jalan Dewi Sartika, itupun saya belum sempet mencicipinya pas saya cari lagi tidak ketemu. Jadi betapa kagetnya saya ketika melihat papan besar bertuliskan “Sroto dan Sop Durian Purbalingga” spontan sayapun langsung menghentikan laju kendaraan saya, balik arah dan memastikan kebenaranya, dan ternyata betul. Tanpa pikir panjang sayapun langsung mampir dan mencicipinya.


“Mas Srotone siji ya..?” sengaja pakai bahasa ngapak men olih murah hehehe….
“minume apa mas..?”
“hmmm es jeruk baen mas….

Satu porsi Sroto dan Segelas Es Jeruk berhasil saya pesan

sambil menunggu pesanannya datang, sayapun memperhatikan beberapa hiasan yang tertempel di dinding yang menurut saya jawa banget, yaitu terdapat sepasang wayang kulit yang ditempel di dindingnya, selain itu ada juga beberapa simbol free wiffi hehehe dan ternyata gaes rumah makan ini adalah merupakan salah satu dari UMKM Mitra Paguyuban Perantau Purbalingga, wahhh keren ya… sebelumnya saya juga sudah mendengar sedikit cerita tentang Paguyuban Purbalingga.

Satu porsi Sroto dan Segelas Es Jeruh siap di santap

Rada kaget karena porsinya menurut saya gede bangeet, biasanya kalau makan di purbalingga cuman pakai mangkok kecil cap jago lah di sini…. dan kalau biasanya pakai lontong atau ketupat sedangkan disini kita pakai nasi, ayamnya banyak dan kuah kacangnyapun kental, dan rasanyapun langsung membawa saya ke Purbalingga, asli ini serius, saya bener-bener jadi merasa seperti lagi di Purbalingga, cocok buat mengobati kangen pengin pulang.

Sroto Purbalingga di Bekasi

Satu porsi Sroto dan segelas es jeruk hanya 18.000 merupakan harga yang relatif murah, tapi lain kali kayaknya saya mau minta pakai mangkok kecil saja hehehe
Selain ada Sroto dan Sop Durian, ada juga Bakso Bom atau Bakso Putri Solo, Mie Ayam dan berbagai macam aneka jus yang bisa kalian pesan, tempatnya juga enak karena luas dan bersih.

***
Karena tidak puas hanya mencicipi Srotonya saja satu minggu kemudian sayapun kembali lagi ke tempat ini, dan memesan satu porsi Sop Durian :D 
Mmmmm aromanya saja langsung membangkitkan jiwa-jiwa yang rapuh ckckck buat yang sudah pernah ngrasain Sop Durian Purbalingga pasti sudah pada tahulah ya, Sop yang terkenal kental dengan buah duriannya di tambah campuran susu coklat yang membuat rasanya bisa membuat melupakan mantan, dan fix ini seriusan.

Sop Durian Purbalingga di Bekasi


Karena enak sayapun menduga duga soal harga satu porsi Sop Durian ini, “Pasti Mahal, sekitar 25.000an” tapi berani bayar mahal sihh seandainya memang mahal karena memang rasanya yang enak, tapi taunya setelah saya tanya harganya cuman 20.000 dan ini Worth it banget untuk satu porsi Sop Durian.

Peta dan Lokasi

Bakso Putri Solo 1
Segarajaya, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat 17216

Saturday, July 14, 2018

Pendakian MT Sumbing 3371 Mdpl Via Klendung Garung

Penulis : Muhamad Nizam

Tak ada niatan pada saat itu untuk mendaki Gunung Sumbing. Awalnya hanya celetukan kosong yang keluar dari goa, saat itu saya dan teman teman (Agus, Nofal,  Iman,  Wawan) memang baru saja turun dari Gunung Slamet, Gunung yang tidak jauh dari tempat kami tinggal hanya sekitar 40 menit. FYI tempat saya tinggal di Kelurahan Pakembaran, Kecamatan Warungpring.

Pada saat perjalanan turun dari Gunung Slamet,  tiba-tiba di tengah jalur, saya terpikirkan dengan Gunung Sumbing,  dan seketika itu pula saya berkata.

“Ayo besok kita naik ke Sumbing sekalian”.

“Ah yang benar saja..! Emang dikira kita robot nggak cape (haha)….

Percakapan itupun berlalu sampai kita pulang kerumah masing-masing, tapi dalam hati dan fikiran saya Gunung Sumbing masih melekat kuat sampai terbayang-bayang terus, bikin tidur gak nyeyak, nafsu makan berkurang, dan hidupun jadi kurang bergairah hihihi...
Dalam hati berfikir (apa saya wujudkan saja)  

Keesokan harinya saya iseng membahas tentang Gunung Sumbing lagi dan teman-teman pun menyambut perkataanku itu dengan candaan lagi dari mereka, tapi pada saat itu saya juga menegaskan dalam hati terutama saya sendiri bahwa ini rencana mesti terwujud dengan siapapun dan kapanpun. 

Teman-temanpun menanyakan keseriusan tentang itu dan saat itu juga kami memutuskan untuk mendaki ke Gunung Sumbing  pada Rabu, 4 Juli 2018.

Pendakian Gunung Sumbing

Gunung Sumbing secara administrative merupakan Gunung berapi yang terletak di tiga wilayah Kabupaten, yaitu Magelang, Temanggung dan Wonosobo dan memiliki ketinggian 3.371 Mdpl yang merupakan gunung tertinggi ke dua di Jawa Tengah, Gunung Sumbing memiliki banyak sekali cerita, mulai dari legenda, mitos dan cerita mistis. Tapi anehnya semua itu malah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.

Sedikit cerita rakyat  mengenai kenapa dinamakan Gunung Sumbing, jadi pada jaman dahuluuu… ada sebuah keluarga yang mempunyai dua anak kembar, mereka berdua selalu bertengkar, anak yang kedua selalu banyak tingkah, sangat berbeda dengan kakaknya yang sopan dan santun, karena sangkin kesalnya kemudian sang Ayah memukul anak tersebut hingga mulutnya sumbing. Kemudian kisah inipun diabadikan oleh warga sekitar melaui nama Gunung Si-Ndoro dan Si-Sumbing.

Jalur Pendakian Gunung Sumbing

Ada sekitar lima jalur untuk mendaki Gunung Sumbing, yaitu :
- Jalur pendakian Gunung Sumbing Via Kledung Garung
- Jalur pendakian Gunung Sumbing Via Parakan
- Jalur pendakian Gunung Sumbing Via Kaliangkrik
- Jalur pendakian Gunung Sumbing Via Boeongso
- Jalur pendakian Gunung Sumbing Via Sipetung

Perjalanan Pendakian MT Sumbing Via garung

3 Juli 2018 tepatnya hari selasa kami berkumpul untuk memastikan siapa saja yang akan ikut, dan saat itu yang dari rencana awal akan berangkat 7 orang ahirnya hanya tersisa 4 orang saja yang memutuskan untuk berangkat. (saya,  Agus,  Wawan, Dan Untung)

Esok harinya perjalananpun dimulai,  berangkat dari rumah jam 10 pagi dengan tujuan Garung-Wonosobo menggunakan motor, kami berempat sama sekali tidak ada yang tahu jalan menuju Basecamp Gunung Sumbing, yang saya tahu Base Camp Sumbing terletak di daerah Kledung Garung Wonosobo, hanya itu yang menjadi patokan kami, selebihnya nanya-nanya di jalan. Hahaha…

Target kita sampai ke Basecamp adalah 3 jam, setengah perjalanan waktu menunjukan jam 12an lewat,  kita memutuskan untuk berhenti sejenak di Masjid dan beristirahat, waktu itu baru sampai ke daerah Banjarnegara tepatnya di Purwareja Klampok. 

Dalam hati saya berfikir "Sepertinya waktu bakalan molor".  Ohhh nooo 🀦♂😱🀣🀣. 

Selesai istirahat dan sholat kami melanjutkan perjalanan,  dan saat itu matahari sedang terik terik nya,,  ☀🌀🌀☀πŸ’₯

Pada saat sudah menunjukan jam 2 siang kita sudah mulai memasuki daerah Wonosobo, dan saat itu kita mulai memperlambat laju kendaraan sambil melihat papan penunjuk arah menuju daerah Garung.

Diatas motor sambil jalan, teman saya "Untung" bilang,  "gimana kalo kita istirahat sebentar sambil belanja logistik" karna memang pada saat kami berangkat belum membeli bekal apapun,  tas pun masih banyak yang kosong,  pikir kami berempat bener juga.  Ahirnya kita berhenti di salah satu minimarket ambil beristirahat. (Posisi sudah berada di wonosobo) 

Sangat beruntung saat kami berhenti di Minimarket karena pemandangan didepan minimarket itu adalah Gunung Sindoro yang berdampingan dengan Gunung  Sumbing. 

Dalam hati kita sangat senang karna sudah dekat. 
Saat itu ada kejadian lucu sekaligus menyebalkan,  waktu itu saya bertanya kepada pegawai minimarket yang kebetulan cewek?,  tentang Basecamp Gunung Sumbing yang berada di daerah Kledung Garung,  dan si mbaknya ngasih tau.

"Mas tinggal lurus aja terus ngikutin jalur ini sampai mentok,  nanti ada pintu masuknya disitu mas”.

Seketika itupun sayapun langsung percaya dan mengajak teman teman saya untuk melanjutkan perjalanan kami. Sekitar 1 jam stengah kami lanjut perjalanan kok ngga sampe sampe,,,  πŸ€”πŸ€”πŸ€”
Perasaan pun mulai kacau karna saat itu sudah jam 4 soree,  pikir kami apa kami nyasarπŸ€”❓⁉❓

Kita masih lanjutkan perjalanan, dan pada saat itu kami bertanya sama pada pemilik warung yang ada di pinggir jalan, dan pemilik warung tersebut pun bilang, "waduh mas udah kelewat jauhh, memang ini benar daerah Garung,  tapi disini Garung yang menuju ke DIENG.

Ohhh gusstiii dan ternyata nyasar gara gara mba mba minimarket 🀣🀣🀣 . 
2 jam waktu terbuang sia-sia cuma buat nyasar.  Oh noo🀦♂
Hampir putus asa dan tidak mau melanjutkan perjalanan,  tapi apa boleh buat sudah sampai sejauh ini, dan kita berputar arah,  sembari bertanya kepada penduduk setempat, dan untuk berbalik arahpun memakan waktu yang cukup lama.

Dan ahirnya kita sampai ke Basecamp Gunung Sumbing Kledung Garung jam 16:37 saat itu.  Dan ternyata sekitar 100meter lagi sudah perbatasan antara Wonosobo  dan Temanggung. 

Basecamp Gunung Sumbing

Kita beristirahat di Basecamp dan membeli makan karna kebetulan disamping Basecamp ada warung makan 🀣🀣
Selesai beres makan kamipun bersiap-siap dan melakukan  registrasi, 15.000/Orang dan parkir 2 motor 10.000.  

Pos I – MALIM (1,5 jam)
Jam 17:10 kami melakukan pendakian. Saat itu kami ditawari sama penjaga Basecamp untuk menaiki ojeg sampai dengan pos 1, karna katanya kalo ditempuh perjalanan kaki memakan waktu 2,5jam. 

Cukup lama juga yaaa….

Sempat terfikir apa kita mau naik ojeg aja karena saat itu banyak pendaki dan hampir seluruh pendaki pada naik ojeg sampai pos 1. Namun saat itu Agus bersih kukuh tidak mau naik ojeg,  dan akhirnya semuanya  tidak ada yang naik. 

Perjalanan mulai gelap dan Adzan magribpun berkumandang, kami belum sampai di pos 1, tapi tidak lama kemudian sekitar setengah jam jalan terlihat pos 1 dan kita sampai di pos 1 tepat jam 18.35 yaitu Pos Malim, kita berempat berfikir tentang masalah tawaran jasa ojeg tadi yang katanya memakan waktu 2,5 jam, namun kenyataanya kita hanya menempuh 1,5 jam. 

Jalur dari Basecamp ke pos 1 sudah rapi dengan batu namun tidak diaspal, karna itu jalur perkebunan warga setempat. Tidak lama beristirahat di pos 1, kamipun melanjutkan perjalanan menuju pos 2.

Pos II ( 35 Menit )
Perjalanan dari pos 1 ke pos 2 tidak butuh waktu lama  cuma sekitar 35menit kita sampai di pos 2,  saya lupa nama posnya karena  pada saat itu sudah malam tidak sempat melihat papan pos hanya terlihat ada tulisan pos 2, jalur dari pos 1 sampai pos 2 pun tidak sulit dan cukup lebar.

Lanjut perjalanan menuju pos 3, banyak juga saat itu kita berpapasan dengan pendaki yg turun dari puncak.

Pos III (1 Jam)
Saat menuju pos 3 kami melihat peta rute pendakian,  ada jalur yang dinamakan “engkol-engkolan” saya pikir jalannya berkelak kelok,  dan ternyata saat kami menemui jalur tersebut ternyata jalurnya lumayan ekstrim kemiringan hampir mau 90 derajat, yang bikin susah lagi karna jalurnya didominasi oleh tanah namun sangat gersang dan sangat-sangat berdebu,  itu membuat kita berempat sangat berhati-hati terlebih saat menginjakan kaki,  jika salah bisa mengakibatkan kita jatuh dan menggelinding ke bawah,  pegangan pun saat itu hanya ada rumput-rumput kecil yang sesekali jika di pegang rontok. Saat saya mengunakan kaki pun sepatu saya sampai terendam tak terlihat oleh debu karna saking tebalnya.

Jika jalurnya tidak berdebu mungkin tidak akan memakan waktu yang cukup lama mungkin sekitar 40 menit.  Tapi pada saat itu kita hampir memakan waktu 1jam. 

Post III (1,5 Jam)
Tidak lama setelah melewati jalur engkol-engkolan kita sampai di pos 3 yaitu GENIUS kalo tidak salah dan waktu itu jam 9 lewat, hampir jam 10. Di pos 3 ada tempat cukup luas untuk camping yang bisa menampung sekitar 4-5 tenda,  namun medanya lumayan miring, dan kamipun sepakat mendirikan tenda disitu karna badan juga sudah mulai lelah dan lapar, setelah kita istirahat,  makan,  dan sedikit bergurau,  kita tidur, dan melanjutkan perjalanan esok harinya. 

Pagi harinya jam setengah 5 pagi,  saya bangun dan bikin kopi sedikit menghangatkan tubuh sembari menunggu fajar. 

POS III Gunung Sumbing

Sunrice Camp Sumbing

Jam 6 pagi kita mulai menuju puncak dengan target jam 8 sudah di puncak, suhu pada saat itu masih normal seperti pada umumnya dan tidak juga terlalu dingin, jalur masih didominasi dengan tanah namun sedikit mulai berbatu kecil. 
Kita mulai menemui bunga edelweiss yang tumbuh dan jalur semakin berbatu semakin ke atas jalur semuanya didominasi batu-batu besar, disepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan sabana yang cukup luas dan disamping kita Gunung Sindoro yang amat cantiknya,  dan juga puncak Gunung Slamet yang ikut terlihat pula meskipun terlihat kecil. 

Track Menuju Puncak Sumbing

Kurang lebih sekitar jam 7:40 sampailah kita di pasar Watu, di Pasar Watu kita sudah merasa seperti di puncak karna dari pos 3 saja kita sudah berada di atas samudra awan. Di Pasar Watu ada dua jalur kekanan dan kiri tetapi ambilah jalur yang kekanan sesuai petunjuk yang ada di peta karena itu jalur menuju puncak,  sedangkan ke kiri adalah jalur puncak buntu.

Dan Alhamdulillah puji syukur atas nikmat Tuhan, kami bisa menapakan kaki diketinggian 3371 Mdpl Puncak tertinggi ketiga Sindoro Sumbing, dengan pemandangan yang begitu indah, Maha Besar Allah.
Puncak Gunung Sumbing

Semedi di Gunung Sumbing

Setelah merasa puas berada di atas kita mulai turun sekitar jam stengah 10, sesampainya di pos 3 tempat kita camp,  kita memasak dan makan untuk bekal, dan segera bergegas turun.  

Waktu untuk turun kita lebih cepat dibandingkan dengan saat naik, saat itu jam 11 lebih kita turun dan sampai di Basecamp jam 2 tepat. 
Sedikit beristirahat,  makan dan bersih bersih, dan ahirnya kitapun pulang dan sampai rumah jam stengah 7 malam. 
Lebih cepat dari berangkat karna ngga pake nyasar 🀣🀣🀣🀣

God Bye MT Sumbing, I Will Miss U....