Sunday, August 19, 2018

Soto Ayam dan Kikil Ujung BKT Marunda

Tuhan memang tidak pernah salah dalam menempatkan diriku, meski di malam pertama tinggal di sini merasakan kegelisahan yang teramat sangat, namun seiring berjalanya waktu saya mulai mencintai tempat ini, karena banyak hal-hal baru yang bisa saya temui, salah satunya tempat yang sekarang menjadi favorit saya kala sedang bosan.

BKT memang sudah menjadi tempat favorit saya semenjak tinggal di Pondok Kelapa, karena masih terdapat banyak pohon dan angin yang sejuk, sempat pernah menyusurinya dengan bersepeda, namun tak sampai ujung Marunda.

Sama sekali tidak terbayangkan kalau sekarang saya bakalan tinggal di Ujung BKT, atau yang biasa dikenal dengan Marunda perbatasan antara Jakarta Utara dengan Bekasi, sebelum ada salah satu teman yang mengajak saya jalan-jalan melaui Banjir Kanal Timur keseharian saya hanya bosan melihat lalu lalang truk kontainer yang tidak pernah ada hentinya beroperasi, namun setelah saya mengetahui ada lokasi yang bisa menyejukan pikiran, mata dan bisa memanjakan perut, saya sudah tidak pernah merasa bosan lagi.

Seperti di Spot-Spot BKT lainya banyak sekali penjual-penjual makanan seperti tukang kopi, Mie Ayam, Cilok, Pempek dan berbagai jenis makanan cemilan murah lainya :D kulineran di BKT memang termasuk kuliner pinggiran tapi jujur saya merasa nyaman dengan nuansa alamnya.

Soto Ayam dan Kikil Marunda 

Di Ujung BKT yang biasa disebut sebagai Wisata Pemancingan ada salah satu makanan yang menarik perhatian saya, lokasinya berada dipertigaan pintu air Marunda dengan penjualnya yang hobi banget dengan musik, sampai-sampai jualanpun sambil karaokean dengan membawa sound sendiri dengan daya listrik sendiri. Karena memang perut juga lagi laper sayapun mencoba mendekat dan memesan satu porsi Soto Ayam karena saya tidak suka dengan Kikil, di sampingnya ada penjual es kelapa dengan campuran susu putih yang bikin rasa es kelapanya semakin mantap.

Soto Ayam dan Kikil Marunda

Kuliner BKT

Satu mangkok Soto Ayam dan Segelas Es Klapa sudah siap dimakan, pertama saya mengucap Bismilah lalu mengambil satu buah jeruk nipis yang sudah disediakan untuk menambah aroma Soto Ayamnya agar semakin mantap, Kedua saya mulai melihat penyajian sambalnya, sambalnya mateng dan lembut, sayapun mulai mengambil beberapa sendok dan mulai mengaduknya dan mencicipinya, dan apa yang terjadi teman-temaaan….. saya langsung suka dengan rasa kuahnya, serius ini enak banget…! Saya suka dengan irisan kol mentahnya, toge yang masih seger, dan irisan-irisan ayamnya, perpaduan yang sempurna sihh kalau menurut saya 😀 dan semenjak itu saya jadi sering makan disitu hehehe

Selain Soto Ayam dan Ceker kalian juga bisa mencicipi berbagai macam makanan lainya yang ada disekitarnya, biasanya tempat ini ramai dikunjungi pada siang dan sore hari, disiang hari orang-orang cari tempat untuk ngadem dan santai sedangkan di sore selain banyaknya orang yang memancing juga terdapat lanscape pemandangan matahari terbenam yang cantiik, so tempat ini menjadi tempat rekreasi warga sekitar.

Dermaga Marunda

Selain beberapa wisata dan macam makanan di Wilayah Marunda yang sudah saya nikmati dan share di blog ini masih ada satu wisata yang ingin sekali saya datangin yaitu wisata tempatnya Si Pitung sang Jawara dan Makam Mbah Priuk, saya berharap saat kesitu nanti ada yang mau nemenin 😒

Baca Juga :
5 Hal yang bisa kamu lakukan di BKT Jakarta Timur
Jembatan Cinta dan Hutan Mangrove Bekasi

Friday, August 17, 2018

Nasi Padang Langganan di Tarumajaya Bekasi

Selain harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru, hal yang bikin males lainya adalah masalah makanan, kita harus mencicipi satu persatu tempat makan yang ada, mana yang enak dan mana yang harganya sesuai, dan hal paling menjengkelkan adalah ketika menemukan makanan yang kurang pas di lidah dan dengan harga yang sangat mahal. Karena soal makanan sebenarnya bukan untuk coba-coba, tapi mau bagaimana lagi, untuk menemukan rasa yang pas kita tidak akan tahu kalau tidak mencobanya satu persatu, begitu juga dengan mencari jodoh #ehbenergaksihh 

Berdasarkan rekomendasi dari teman kantor katanya ada salah satu Nasi Padang  yang selalu ramai dikunjungi pas jam makan siang, tempatnya strategis di pertigaan jalan raya dan tempatnya juga luas, katanya,.

Saya yang lagi galau mau makan dimana dan sama siapappun tanpa pikir panjang langsung mendatanginya sebelum cacing-cacing diperut melakukan demo gede-gedean hehehe

Nasi Padang Bojong Bekasi

Nasi Padang ini namanya Nasi Padang Keluarga, Lokasinya di Pertigaan Pasar Bojong Baru, anak Tarumajaya pasti tau. Ternyata benar rame bangeet yang beli 😁 selain menu-menunya disajikan secara higienis tempatnya juga luas dan bersih, menurut saya manajemennya bagus, pelayan dengan sigap langsung membereskan piring-piring yang masih tergletak di meja.

Satu Ayam Balado saya pesan, setelah sampai di kantor, ternyata porsinya banyak juga yah nasinya ( Porsi Kuli) 😂😂 kalau menurut saya yang doyan banget sama ayam balado, rasanya enak tapi, tapi sambal merahnya kurang pedas.

Oh iya gaes kayaknya hampir setiap jam makan siang saya jadi langganan padang terus, selain harganya yang wort it, saya juga belum menemukan makan lain disekitar tempat saya bekerja, namun anehnya gak ada bosen-bosenya 😀 sambal hijaunyapun rasanya enak, di campur beberapa teri yang membuat rasa sambalnya dari semakin Sedaaaapp membayangkannyapun saya jadi ngiler  ckckck

Nasi Padang Bojong


Note : 
Buat kalian yang porsi makannya banyak, belilah dengan di bungkus, soalnya kalau beli di bungkus dapatnya lebih banyak dari pada makan ditempat.
Selain itu perhatikan pelayan saat mengambil menu pesananmu soalnya dua kali saya salah diambilkan menu pesanan saya,  saya mintanya ayam balado dikasihnya ayam goreng 😓