Tuesday, November 6, 2018

Tanjung Priok – Pemalang via Sinar Jaya

Jujur saja beberapa bulan ini sayapun merasa seperti kehilangan eksistensi sebagai seorang blogger yang menyandang hobi jalan-jalan, ya meskipun jalan-jalannya masih receh yang pentingkan konsisten konsisten #iniapaanya....

Priok - Pemalang

Sudah genap 4 bulan saya tinggal disekitaran tanjung priok, tepatnya di daerah Marunda (adakah orang Pemalang yang tinggal di sini juga??) 
Mulai dari sinilah saya mulai kehilangan eksistensi, karena Sabtu masih harus kerja dan akses transportasi yang cukup susah, dan beberapa kegiatan berfaedah lain yang waktu itu lumayan menyita waktu dan tenaga saya di hari libur.

Dan hari ini gaes, untuk yang pertama kalinya saya akan mudik dengan menggunakan transportasi bus lewat terminal tanjung priok. Jujur sebenernya saya orang yang pernah trauma di terminal karena pernah di valak waktu baru pertama kali mudik dari Jakarta, dan kenangan itu selalu menghantui saat berada diterminal, apalagi ini terminal tanjung priok yang terkenal banyak premanya.

Saya berangkat menuju terminal dari kantor habis Maghrib, dan sekitar 20 menitan sampailah di lokasi bus-bus jurusan Jawa, beberapa bus jurusan Purwokerto dan Kebumen sudah siap diberangkatkan, dengan gaya selow saya mencari cari papan bertuliskan Pemalang atau Pekalongan, namun tidak ada..!? 😔

Kali ini saya merasa tidak takut karena terminal dipenuhi banyak pemudik, padahal ini bukan mau libur panjang. Kurang lebih setengah jam berlalu, segerombolan pemudik mendadak mengerubungi mas-mas yang jualan tiket bus sinar jaya, yang ternyata jurusan Pemalang, karena banyaknya pemudik yang saling berebut sayapun tidak memaksakan diri (takut jadi ricuh) tiketpun terjual habis dalam sekejap... (Bagaimana iniiiiii.......) saya masih selow dan tetap menjaga ketampanan, dan kata masnya masih akan ada satu bus sinar jaya yang datang lagi, katanya dibeberapa lokasi sedang terjadi kemacetan.
Priok - Pemalang

Disebelah barat terdapat sepeti bangunanan Mushola, sayapun mendatanginya alih-alih ingin sholat isya, dan ternyata benar, nama Musholanya Al-Muhajirin, Musholanya bersih dan terawat, banyak sendal-sendal untuk mengambil air wudhu, sarung dan mukenapun tersedia.

Selesai sholat sayapun kembali ke gerombolan pemudik lainnya.
Pukul 20:56 datang kembali bus bertuliskan Setia Negara jurusan Pekalongan, orang-orang pun langsung berdesakan menyerbunya, dan entah kenapa saya merasa malas untuk ikut berdesakan, tak sampai 5 menit buspun langsung melaju karena sudah penuh, saya kembali duduk samping kooridor busway sambil main game hago dan berharap ada tukang somay menghampiri (aing lapeer) senangnya karena penumpang udah mulai berkurang, semoga masih ada bus sinar jaya yang dijanjikan mas-mas tadi.

Pukul 21:40 Bus Sinar Jaya jurusan Pekalongan datang lagi, namun lagi lagi saya tidak kebagian tiketnya, masih bisa woles karena masih banyak penumpang lain dan katanya masih ada bus sinjay yang sedang otw ke terminal Tanjung Priok lagi.  (Tapi aing lapeer) dan gerobak somaypun sudah tak kelihatan batang hidungnya lagi....

Tak lama berselang pemesanan karcispun dibuka lagi dan finally akhirnya dapat juga #sujud syukur meskipun katanya busnya masih di terminal Bantar Gebang,  namun tak lama menunggu bus dengan plat datang, spontanitas saya yang sedang duduk sambil main game pun langsung berdiri dan menghampiri bus tersebut, masuk dan mencari tempat duduk sesuai nomer tiket,

“Permisi pak??”
“Nanti di sini mau ada orangnya mas.!!

Bapak-bapak setengah tua sudah menduduki tempat dudukku, aihhh… apa-apaan ini...!!!! Sayapun tak mau debat dan mencari tempat duduk lain, jujur aja tapi saya jadi tak nyaman duduk di kursi yang tidak sesuai dengan nomer tiket, takut diusir sama pemiliknya. Hiks 😡

Saya perhatikan orang yang menduduki kursi saya sudah pergi dan sayapun menduduki kursi hak saya. Namun pas bus sudah mau berangkat orang itu naik dan meminta kursi saya kembali, jujur ketakutan dengan jahatnya orang-orang terminal datang lagi, seketika gemeteran, namun saya menolak dengan dalih harus sesuai dengan nomor kursi, dia tetap tak mau dan kami sekejap menjadi perhatian para penumpang bus, lalu diapun mengalah

Baca Juga : Duduk Sesuai Nomer Tiket Pesanan Akan Lebih Bijak

Pukul 22:42 Bus Sinar Jaya dengan nomor B 7421 IZ melaju ke Pemalang.
Karena macet, sampai di terminal Pemalang jadinya jam 8 pagi, langsung cari kamar mandi buat cuci muka karena belum mandi dari kemaren, dan untuk menuju ke Polsek Pemalang saya memilih menggunakan transportasi lokal yaitu becak, alih-alih biar berasa kaya turis di negri sendiri, tapi sedihnya lokasi yang saya sebut ke tukang becaknya Polsek bukan Polres... Aihhh turunlah saya di polres dan lanjut dengan grab karena harus ngejar waktu, ongkos becaknya lumayan mahal untuk jarak 2km, mau nawar tapi yasudah lah.... mungkin ini penyebabnya orang pada malas naik seperti halnya ojek pengkolan.

Baca Juga : Perpanjang STNK lewat Sakpole gak sampai 5 menit (Soon)



2 komentar

Nek aku pernah punya pengalaman nggak enak di Terminal Pulogadung. Salahku sendiri sih, sekitar jam 12 malam ke terminal ya udah sepi banget. Tadinya sempat kepikiran naik kereta, tapi nggak tahu jadwal kereta. Dan itu tahun 2011 waktu naik kereta nggak senyaman sekarang, begitu pun kondisi stasiunnya. Duh, masih ingat banget itu terminal gelaaaaap. Itu kali pertama aku ke Jakarta pula, jadi ya bingung gitu. Setelah dipingpong ke sana-sini, dibentak-bentak calo dan preman lokal, akhirnya dapet deh bus jurusan Semarang. Meski kudu bayar harga tiket dua kali lipat karena aku diantar calo naik busnya, yang penting sampai Pemalang dengan selamat hehehe

Kalau saya dulu pure di palak mas, di bawa ke loket karcis yang ternyata sudah pada tutup, disitulah saya di todong, namun untungnya waktu itu duit saya gak saya taruh di dompet semua....

Hi... terima kasih sudah berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me. Untuk informasi balasan.

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com
EmoticonEmoticon