Friday, April 5, 2019

Pendakian Gunung Parang 930 Mdpl via Jalur Taraje #ExpedisiMendadak

Dari tiga gunung hits di Purwakarta tinggal satu yang belum saya daki, yaitu Gunung Parang. Gunung Parang mempunyai beberapa jalur pendakian dan jalur yang lagi hits sekarang adalah Jalur pendakian via ferata, untuk mendaki via jalur ferata dikenakan tarif 250.000/orang.

Jalur Pendakian Gunung Parang

Jalur pendakian Gunung Parang via Teraje terletak di Desa Pasanggrahan, Cilele RT 12/05 Purwakarta dan memiliki ketinggian 930 mdpl, alasan kenapa saya memilih lewat jalur Taraje atau jalur biasa adalah karena pendakian ini bisa dibilang pendakian mendadak,berawal dari obrolan gabut di WA Group liburan mau kemana, kemudian tercletuklah untuk ke Gunung Parang, yang kemudian mendapat banyak respon dan akhirnya diikuti oleh 16 anggota Backpacker Karawang.

Transportasi ke Gunung Parang

Perjalanan ke Gunung Parang kami tempuh dengan menggunakan sepeda motor, karena cuman ada 2 mobil dan tidak cukup untuk 16 orang 😔 , seperti trip-trip sebelumnya meeting point di Alfamart Kosambi pukul 19:30 (belum termasuk waktu ngaret) setelah semua kumpul jam 21:_ lebih (kalau tidak salah) kita berangkat ke Gunung Parang dalam keadaan laper (harusnya makan dulu, tapi gara2 takut ditinggal jadinya gak makan, tapi nungguin yang lain kumpul lama juga 😓😓😓 )

Kalau menggunakan transportasi biasa kalian biasa menggunakan kreta jurusan Purwakarta lajut angkot tujuan Pasar Plered, dan lanjut charter angkot lagi ke basecamp, tidak ada angkot biasa maka dari itu dulu waktu ke Gunung Bongkok kita sewa angkotnya bareng pendaki lain  agar sharecost bisa lebih murah, selengkapnya bisa baca di perjalanan saya sebelumnya disini.

Sampai di Basecamp sekitar pukul 23:15 WIB waktu yang terbilang cukup cepat, kami langsung didatangi sama yang jaga basecamp untuk mengisi buku tamu dan simaksi sebesar 10.000/orang dan parkir 2000/motor. Di basecamp terdapat banyak saung-saung yang sepertinya sengaja dibuat untuk  istirahat para pendaki, ada juga yang dibuat khusus tempat mengaji anak-anak dan Mushola.

Istirahat, makan, ngopi-ngopi sambil ngobrol sebentar dan terlelap masing-masing karena sadar diri besok harus bangun jam 03:00 pagi untuk tracking, saya sebenernya malas tidur, rasayanya pengin menikati suasana malam di pedesaan tapi karena yang lain pada tidur jadinya ikut tidur juga.

Pukul 02:30 kami semua sudah terbangun, cuci muka, gosok gigi, berdoa dan tepat pukul 03:00 kita mulai berjalan menuju puncak Gunung Parang.

Kalau menurut saya tracking Gunung Parang lewat jalur biasa ini terbilang cukup mudah meskipun dari awal sampai ke puncak bayangan kita tidak dapat bonus landai satupun, tapi seenggaknya tidak ada jalur yang licin atau susah untuk dilalui, tapi kalau masalah capek tidak usah ditanya lagi yahh hehehe apalagi kalau yang belum bisa tracking atau jarang olahraga, atau tidak punya motivasi dan tujuan dari naik gunung itu apa, pasti yang ada penyesalan dan pengin turun aja, tapi kalau kita punya motivasi pasti selelah apapun akan kita hadapi, naik gunung bukan soal kecepatan berjalan kalau menurut saya, naik gunung itu berjalan, perlahan, beradaptasi dengan pernapasan dan menikmati lelahnya perjalanan. Motivasi naik gunung itu banyak, ada yang niat untuk buang lemak, niat biar punya foto-foto buat riya di instagram, blog dan lain sebagainya dan dari situ akhirnya timbulah hobi. (ngomong apa sihh)

Pos taraje Gunung Parang

Sebelum pos I kalian akan melewati jembatan dari bambu yang menuju ke rumah pohon, ikuti saja terus sampai ketemu pos I (Tanjakan Kosambi) , II (Tanjakan Sempora) dan III (Tanjakan Taraje), dan puncak bayangan, kami sampai di puncak bayangan. Sekitar pukul 05:00 WIB, disini kalian dapat bonus landai, di puncak bayangan terdapat sebuah makam seperti di Gunung Lembu, disini juga terdapat tanah lapang yang bisa dijadikan untuk camp kalau kalian mau menginap di atas. Kami semua memutuskan untuk sholat subuh disini, dari kami ada beberapa yang sudah ambil air wudhu dari bawah dan ada juga yang tayamum. Mudah-mudahan niat kami tidak ingin meninggalkan sholat saat perjalanan diterima Oleh Allah SWT “amiin”

Puncak Bayangan
Puncak Gunung Parang dari Pos Puncak Bayangan
Puncak bayangan ke puncak sesungguhnya hanya sekitar 20 – 3o menit saja, meskipun traknya nanjak dan berbatu, tapi mudah untuk dilalui, cuman harus tetap waspada apalagi buat kalian yang mendaki dengan banyak team, karena sesekali kadang banyak kerikil yang jatuh kebawah akibat pijakan.
Dan sekitar pukul 05:40 tamat sudah perjalanan mendaki gunung di Purwakarta.



Backpacker Karawang, Gunung Parang

Tidak begitu lama kami menghabiskan waktu dipuncak, karena satu diantara dari kami ada yang kebelet boker :D dan perjalanan turunpun jadi lebih cepat :D

Biaya Transportasi ke Gunung Parang

PP Cikarang – Gunung Parang menggunakan Vario 150 biaya bensin 70.000 2x isi, dan masih sisa 3 baris
Simaksi 10.000
Parkir 2000/orang
Biaya makan tidak saya hitung, karena tanpa pergi ke Gunung Parangpun pasti mengeluarkan uang buat makan :D

Gunung Lembu Purwakarta 792 Mdpl (Views Drone)
Gunung Haur Purwakarta : 517 Mdpl Yang Bikin Deg-Degan

Sekitar pukul 11:00 WIB kami pamitan sama Gunung Parang, karena laper rencana selanjutnya adalah kulineran, kebetulan salah satu dari kami punya rekomendasi tempat makan murah dan enak, yaitu ikan bakar dan nasi liwet, lokasinya di daerah Bendungan Cirata, yang merupakan bendungan pembangkit listrik tenaga air terbesar di Asia Tenggara, PLTA ini memiliki konstruksi power house di bawah tanah dengan kapasitas 8x126 Megawatt sehingga total kapasitas terpasang 1.008 Megawatt dengan produksi energi listrik rata-rata 1.428 Giga Watthour pertahun (Wikipedia)

Bangga bisa lewat sini, tapi sayang gak bisa foto-foto karena tidak boleh parkir disepanjang jembatan.

Thx To : Backpacker Karawang
Jangan luppa follow @mas_zennn dan share ke sosial media kamu.

Hi... terima kasih sudah berkomentar
- Jangan lupa Check Notif Me. Untuk informasi balasan.

For business inquiries
zainalmutakin.pml@gmail.com
EmoticonEmoticon