Liputan Trip Explore Pulau Semak Daun Backpacker Karawang

“Laut bukan pembuangan sampah...!!”
Buat kalian yang tiba-tiba nyasar kesini karena sedang cari informasi seputar trip Pulau Semak Daun, satu pesan saya, jangan kotori laut Indonesia dengan sampah-sampah bawaanmu jika kalian jadi berkunjung kesana, karena laut bukan tempat sampah, dilautpun sama seperti di atas bumi, terdapat suatu kehidupan yang sama-sama ciptaan Tuhan, yang sama-sama ingin hidup tenang, damai, tanpa terusik. Mari kita saling menghargai dan menghormati sesama ciptaan Tuhan.
Backpacker Karawang Explore Semak Daun
Backpacker Karawang Explore Pulau Semak Daun
Pulau Semak Daun merupakan satu dari 342 Pulau yang berada di Gugusan Kepulauan Seribu Jakarta, dan inilah pertama kalinya saya ikut trip ke pulau.

Perjalanan ke Pulau Semak Daun kami mulai dari By Pass Karawang dengan sekitar 32 Peserta yang ikut, berangkat pukul 00:00 WIB menggunakan bus menuju Pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta dengan estimasi sampai pukul 03:00 WIB namun karena macet kami sampai pukul 04:15
04:15 WIB - 06:00 WIB (Istirahat, Sholat, Sarapan)
Pelabuhan Kali Adem
Pelabuhan Kali Adem Dini Hari
Sampai di Kali Adem saya langsung cari WC umum, karena baru pertama kesini jadi masih bingung dan sedikit takut, takut di valak preman, namun menjelang subuh orang-orang mulai berdatangan sampai nyari tempat untuk dudukpun susah, numpang duduk di warungpun harus beli makanan dulu, dan kalau makanannya sudah habispun langsung diusir sama yang punya warung wkwkwk... ya harus tau diri juga sihh hehehe masa cuman beli teh anget numpang duduknya sejam kan merugikan juga.

Harga makanan di Kali Adem Alhamdulillah masih wajar, banyak warung-warung yang buka 24 jam.
Kalau kalian di Jakarta sebenarnya tidak perlu berangkat dini hari seperti yang saya lakukan, tapi bisa berangkat Subu, karena pemberangkatan kapal sekitar jam 07:00 – 08:00

08:00 WIB - Kita mulai berlabuh menuju Pulau Pramuka, menggunakan kapal Dolphin Expres Rp. 50.000/Orang, sebelum berangkat semua penumpang wajib mengisi buku list penumpang dan menggunakan pelampung, antara penting dan malas beberapa dari penumpang ada yang tidak mau memakainya karena panas, selain diharuskan menggunakan pelampung merokokpun menjadi larangan selama kapal berlabuh, namun anehnya masih saja ada yang melanggar aturan tersebut.
kapal Menuju Pulau Pramuka
Dolphin Expres Tujuan Pulau Pramuka

Beberapa malas pakai pelampung
Ditengah perjalanan petugaspun kembali mengecek tiket kami, so simpen baik-baik tiket kalian jangan sapai hilang kalau tidak mau dilempar kelaut. Ada satu kejadian dimana ketahuan ada penumpang gelap yang tidak mempunyai tiket, entah apa maksudnya orang tersebut sampai membuat petugas marah, tidak menghargai dan sangat meremehkan sekali, rasanya pengin beneran sekali petugas tersebut melemparya kelaut biar tau rasa.


11:25 WIB - Kami tiba di Pulau Pramuka, sesuai intruksi kami langsung ganti pakaian karena kita akan langsung menuju Pulau air dan Pulau Kerang Beras untuk Snorkeling, waktu yang menurut saya nanggung banget karena menjelang waktu Dhuhur dan karena beberapa hal yang perlu dipersiapkan akhirnya kami berangkat snorkeling pukul 12:00.
menuju Pulau Air
Menuju Pulau Air dari Pulau Pramuka
Ini adalah pertama kalinya saya mencoba snorkeling di laut, setelah sebelumnya sudah mencoba latihan dasar diving dan snorkeling di Kolam Renang, karena sudah punya tekhnik dasar, snorkelingpun jadi lumayan lancar namun yang masih jadi masalah saya tidak kuat sama asinya air laut hehehe

Kesan pertama snorkeling sepertinya saya langsung ketagihan untuk lain kali mencobanya lagi, saya bahagia ketika bisa melihat kehidupan di Laut, melihat ikan yang berenang dan melihat terumbu karang yang begitu cantik.
Snorkeling Pulau Air

Snorkeling di Pulau Air
Ikan - ikan di dasar laut sepertinya sama sekali tidak takut melihat kedatangan kami, saya lihat mereka malah seperti penasaran dengan kami, mereka seakan menonton kami berenang.


Sekitar kurang lebih setengah jam kami harus buru-buru naik ke Prahu lagi dan menuju ke Pulau Semak Daun, padahal jujur saya belum puas snorkeling, belum puas melihat ikan-ikan berenang :’(

Kenapa kok cuman sebentar sih???

Katanya sih karena angin sudah mulai kencang dan ombak sudah mulai meninggi, entahlahh.... beberapa ada yang bilang lagi karena kang prahunya pengin ngejar setoran. Tetapi demi keselamat kita bersama kitapun menyudahinya. Dan  pas perjalanan menuju Pulau Semak Daun saya merasakan ombak memang sudah mulai tinggi dan menurut saya itu menakutkan dan Maha Besar Allah dengan segala kuasanya
Ketemu Nelayan dan beli ikan saat menuju Pulau Semak Daun
14:00 WIB - Sampai di Pulau Semak Daun, kami langsung mencari spot untuk mendirikan tenda dan pasang hammock dan santai menikmati sore ... saya yang belum puas mainan airpun kembali melanjutkannya di Dermaga Semak Daun...hehehe
Selamat Datang di Pulau Semak daun
Welcome Semak Daun
Hamockan di Pulau Semak daun
Santai di Hammock
Ada spot asik untuk melompat dari atas, kamipun satu persatu melompat demi konten foto instagram yang epic, meskipun akhirnya harus memakan korban.
Dermaga Pulau Semak Daun
Demi Foto Instagram

Ada salah satu dari kami yang tidak bisa berenang mencoba melompat, sebut saja dia Ayu (Nama Samaran), badanya gemuk dan tomboy. Karena banyaknya dukungan dari teman-teman yang kadang suka menjerumuskan diapun nekad melompat hingga akhirnya dia tenggelam dan tidak bisa berenang, kamipun menyaksikanya sambil menertawakanya dulu sebelum menolongnya duuhh jahatnya aku hehehe

Karena badanya yang gemuk kamipun tidak kuat menolongnya padahal sudah dibantu tiga orang, sampai akhirnya dengan ketidaktahuan kami menyuruhnya untuk berpegangan pada tiang-tiang penyangga dermaga yang terdapat banyak karang karang yang menempelnya dan..... si Ayupun langsung tergores lebar ditanganya 😭 tangganya berlumuran darah diapun menangis eh enggak ding.

Meskipun sudah memakan korban kamipun masih asik main lompat-lompatan apalagi setelah kedangan teman yang bawa drone hahaha langsung berasa kaya lagi syuting my trip my adventure πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

Pulau Semak Daun kalau menurut saya asik, masih banyak pohon, masih rimbun, hanya saja masih banyak sampah di tepian pantainya ini yang sangat disayangkan sekali.

16:30 WIB - Kamipun menyudahinya, lanjut mandi dan sholat lalu kemudian dilanjut dengan berburu sunset dan foto-foto lagi πŸ˜€πŸ˜‚

Keseruan di Pulau Semak daun
Hujan Pasir
19:00 WIB - Malam harinya kita isi dengan Quality Time peserta trip Semak Daun, perkenalan yang ajang saling bully, sharing2, stand up comedy, dan makan bersama, ada juga yang tiba-tiba ngrayain ulang tahun, pokoknya seru .....

22:00 WIB - Kembali acara bebas atau istirahat namun saya memilih untuk membuat api dipinggir pantai duduk sambil merenungi nasib kejombloan ini 😌

06:00 WIB - Saya baru terbangun dari tidur, melihat sekitar sudah sepi ternyata saya ditinggal, mereka semua sudah pada menuju ke dermaga untuk menikmati pagi, sayapun langsung menyusul mereka tanpa cucui muka terlebih dahulu. Sampai sekitar pukul 08:00 kita semua sudah harus siap-siap pulang menuju Pulau Pramuka, kalau boleh nawar sebenernya penginnya nanti nantian saja pulangnya, tapi karena jadwal pemberangkatan kapal hanya 2x saja pagi dan menjelang sore sehingga mau tak mau kita ambil yang pagi karena kalau siang pasti akan terlalu malam kita sampai di Karawang.

09:00 WIB - kapal baru berangkat dari Pulau Semak Daun menuju Pulau Pramuka, kami menggunakan dua kapal kecil yang hanya bisa menampung sekitar 15 s/d 20 orang, perjalanan kurang lebih memakan waktu sekitar 1 jam .
10:00 WIB - Sampai di Pulau Pramuka, karena jadwal kapal dari Pulau Pramuka ke Dermaga Kali Adem berangkat siang, sekitar pukul 12:00an kamipun isi waktu luang ini untuk mandi, sarapan, dan mengunjungi wisata sekitar Pulau Pramuka. Ada beberapa wisata yang bisa kalian datangi seperti Penangkaran Penyu misalnya.

Melihat luka teman kami yang terlihat parah karena terkena karang, beberapa dari kamipun akhirnya merekomendasikannya untuk diperiksa ke dokter saja, meskipin bersikekeuh tidak mau namun berkat dukungan dari kami semua akhirnya si Ayu mau juga dibawa kedokter setempat, menurut dokter lukanya memang parah dan harus segera dibersihkan dan Dokter menyarankan untuk dijahit karena besatan luka yang cukup dalam.
Si Ayu yang lemahpun menolaknya untuk dijahit dengan alasan takut dan bla...bla... seperti alasan orang-orang lemah pada umumnya wkwkwk (kidding) namun untungnya ada Mr. Sughi pahlawan satu-satunya yang mampu memberikan dukungan moril dan bisa membuat Ayu tertawa saat menjalani proses penjahitan, cukup lama kami menunggu di lobi Rumah Sakit, sampai jadwal kretapun sudah mau berangkat pukul 12:00 WIB.

Saya langsung buru-buru menuju kapal karena melihat semua penumpang sudah pada naik semua, saya yang awampun sedikit was-was karena satu dua teman kami masih mengurus administrasi pembayaran perobatan barusan, was-was takut dia ditinggal :D namun selang beberapa menit akhirnya datang juga, sayapun tenang dan kembali mencari posisi yang enak untuk tidur.
13:00 WIB - Kapal belum juga berlabuh (Suee banget dah....) tau begini tadi sempatkan waktu untuk sholat dhuhur dulu 😞

Beberapa penjual asongan tak bosan bosanya menawarkan daganganya

“Minumannya kakak buat di kapal”

“Somaynya kakak buat persiapan” dan berbagai bujuk rayu lainnya yang akhirnya gara-gara kapal tidak berangkat berangkat kamipun tergoda untuk membelinya....

13:30 WIB - Kapal baru berangkat dan sampai di Pelabuhan Kali Adem pukul 15:00 WIB kamipun langsung bergegas ke Mushola untuk Sholat Jamak Takhir

15: 30 WIB – Perjalanan menuju Karawang, keseruan perjalanan menuju pulang diisi dengan beberapa Quiz berhadiah
18:30 WIB – Sampai di By Pass Karawang

Terima kasih banyak buat CP Trip Semak Daun yang sudah dengan sabar menghadapi tingkah laku kami yang suka bikin kesel di jam jam krusial :D
Kalau kalian suka jangan lupa di share, follow juga IG Backpacker Karawang dan mas_zennn kalau mau lihat foto foto yang lebih banyak #ExploreSemakDaun #BackpackerKarawang, Sampai ketemu lagi di trip Selanjutnya.
Sunset di Pulau Semak Daun


Liputan Trip Explore Pulau Semak Daun Backpacker Karawang