Gunung Sanggabuana : Pendakian Tek Tok Dadakan Backpacker Karawang

Gunung Sanggabuana terletak di perbatasan empat kabupaten, yaitu di sebelah utara ada Kabupaten Karawang, sebelah timur ada Kabupaten Purwakarta, sebelah selatan ada Kabupaten Cianjur dan sebelah barat ada Kabupaten Bogor

Gunung Sanggbuana merupakan satu-satunya gunung yang terletak di Wilayah Kabupaten  Karawang, mungkin jarang yang tau kalau Karawang juga mempunya Gunung. Tepatnya berada di Desa Mekarbuana, Tegalwaru, Kabupaten Karawang.

Gunung Sanggabuana memiliki ketinggian sekitar 1291 mdpl, mungkin ketinggian Gunung Sanggabuana kurang menarik perhatian karena puncaknya hanya sebuah dataran dimana tidak bisa melihat view pemandangan ke luar, tapi jangan salah track Gunung Sanggbuana ini tidak bisa diremehkan, selain itu yang menjadi daya tarik tersendiri adalah Hutan di Gunung Sanggabuana  yang masih rindang, dan kental dengan aroma mistisnya, dan menurut saya cukup rekomended buat kalian yang suka dengan hal-hal yang berbau mistis.
Pendakian Gunung Sanggabuana
Gunung Sanggabuana lebih dikenal dengan misterinya, dimana terdapat banyak makom disepanjang track menuju puncak Sanggabuana, dan justru di puncak Sanggabuana adalah sebuah makom, setiap harinya banyak orang yang berziarah kesini dengan niat yang berbeda beda.

Saat ini status kawasan hutan Gunung Sanggabuana masuk dalam kategori hutan produksi dan sedang diusulkan menjadi hutan lindung untuk mencegah meluasnya kerusakan hutan di wilayah tersebut.

Setelah cukup lama menginginkan untuk berkunjung kesini akhirnya alhamdulillah dengan rencana yang sangat mendadak ini saya bisa menyempatkan untuk berkunjung ke Gunung Sanggabuana, dan ini cerita perjalanan saya.

***
Perjalanan dari Cikarang menuju parkiran pendakian Gunung Sanggbuana memakan waktu sekitar 2 jam.
Dan kita sampai sana pukul 08:00 WIB. Meskipun sampai parkiran pukul 08:00  tapi pukul 08:30 kita baru mulai beranjak dari tempat parkir menuju ke jalur pendakian, karena harus nunggu para ciwi-ciwi make up dulu.
Post-Post di Gunung Sanggabuana ditandai dengan kode F1 – F11, yang biasanya setiap post adalah pemakaman.


F1 - Awal Pendakian (Curug Cigentis)

Dari tempat parkir kita melewati persawahan dan sungai, kondisi jalanannya cukup licin dan nanjak karena semalam habis hujan, tapi percayalah pemandangan selama perjalanan bikin otak kalian fresh lagi…

Backpacker Karawang Pendakian Gunung Sanggabuana
Tapi baru sampai sini salah satu dari teman kami ada yang tiba-tiba kurang enak badan, sepertinya dia belum sarapan dan kurang rileks saya pikir dia tidak akan melanjutkan perjalanan, tapi untunglah dengan suport kita semua dia bisa melanjutkan jalannya.

Diperjalanan kami melihat mushola, dan villa tempat peristirahatan, kamipun mampir sebentar untuk melihat-lihat dan tanya-tanya karena kebetulan ada penghuninya. Beliau tinggal bersama sepasang kucing gunung yang unch banget, kamipun sok bertanya-tanya sampai kemudian saat kami akan melanjutkan perjalanan beliau berpesan, katanya.

“Di Gunung Sanggabuana tidak boleh makan buah-buahan, karena bisa mengakibatkan perut sakit” 
Mushola dan Penginapan Gunung Sanggabuana

F2 - Pintu Masuk Kawasan Gunung Sanggabuana

Sekitar 30 menitan berjalan, kita baru menemukan pos pendaftaran, yang letaknya berada di tengah sawah, Harga tiket masuknya 10.000/orang, disitu juga terdapat warung dengan bala-bala terenaknya, kalian wajib coba.
Track Menuju Gunung Sanggabuana Simaksi Gunung Sanggabuana
Kami istirahat makan bala-bala sebentar kemudian melanjutkan perjalanan lagi, dari sini kita masih melewati sawah dan perkebunan dan sekitar 30 menitan tibalah kami di sebuah warung lagi, karena gerimis cukup deras kamipun memutuskan untuk istirahat lagi dan makan lagi, disitu juga terdapat sebuah pemakaman dan beberapa tulisan tulisan.

F8 – Komplek Ma Paraji Sakti

Setelah gerimis reda kami melanjutkan perjalanan, namun baru beberapa meter dari warung tersebut ternyata ada rumah lagi dan kami melihat durian yang ditaruh di depan, kamipun menanyakan harga durian tersebut, setelah terjadi nego yang cukup alot akhirnya dibelahlah durian tersebut, dengan kesepakatan jika tidak manis durian itu gratis.
Banyak Warung di Gunung Sanggabuana
Kami semua ketawa, karena lucu aja, kenapa tidak dari tadi istirahat disini saja, Kami semua berebut dalam memakan durian, tak seperti biasanya kami semua menjadi rakus dan egois HAHAHAHA...

Karena kurang puas, kamipun menanyakan apakah masih ada lagi??
Akangnyapun bilang nanti akan dicarikan lagi.

Tapi tiba-tiba kami teringat kalau di kawasan Gunung Sanggabuana tidak boleh makan buah-buahan...!!!

Dari sini kita sudah mulai memasuki hutan, gerimis belum juga reda, tapi katanya disini memang seperti itu, selalu gerimis dan berkabut, so buat kamu yang mau kesini jangan lupa persiapan mantel yang bagus.
Pemandangan hutan yang indah mulai terlihat, tak lupa kamipun mengabadikannya untuk post Instagram nanti.
Hutan Gunung Sangggabuana yang Epic

F9 – Pancuran Kejayaan

Di F9 atau yang disebut Pancuran Kejayaan (kalau tidak salah) kami bertemu dengan rombongan yang sedang beristirahat, kami sempat salah jalan lalu kemudian balik lagi.
pancuran kejayaan
Ada satu orang yang sepertinya memperhatikan kami banget, kami terus berjalan menyebrangi sungai yang terdapat tempat mandinya, mungkin ini yang disebut pancuran Kejayaan, dimana katanya tempat mandinya orang-orang yang habis mencari sesuatu disini, yang syaratnya mereka harus meninggalkan celana dalamnya, salah satu teman kami yang berniat mau kencing disitu juga melihat tumpukan celana dalam, teman saya yang sudah tau langsung menegur kalau jangan kencing disitu.

Tanjakan 2 Jam (Pancuran Kejayaan – Puncak)

Di Gunung Sanggabuana cukup terkenal dengan tanjakan dua jam, yang saya pikir cuman sebutan doang, tapi fix ini beneran dua jam.

Wisata Terdekat : Mampir ke Green Canyon dan Curug Ciomas Karawang

Kami terus berjalan, kabut mulai tebal, tiba-tiba ada yang teriak dari bawah seperti memberi tanda, kamipun berhenti mencoba mendengarkan sekiranya ada pesan yang mau disampaikan, tapi malah suasana jadi hening, kamipun membalas dengan teriakan, tapi gak ada jawaban, beberapa dari kami ada yang sempat pesimis supaya lebih baik tidak melanjutkan perjalanan saja.

Pohon Tumbang di Gunung Sanggabuana
Excotisme Hutan Sanggabuana
Kabut Tebal Menyelimuti Gunung Sanggabuana
Saya tetep optimis kalau semua akan baik-baik saja, kabut memang mulai menebal jarak pandang mulai pendek, kamipun kembali perjalan dengan suasanan yang cukup mencekam.
Saya berjalan paling belakang Bersama 3 orang, sisanya di depan berjarak sekitar 3 meteran.

Tiba-tiba orang tidak dikenal muncul sambil ngoceh yang menurut saya tidak seperti orang normal pada umunya, biacara keras, kaya berasa seperti tidak habis naik gunung, sayapun kaget secara ditengah hutan, berkabut, lalu tiba2 ada orang tak dikenal masuk ke rombngan kita.
Dia bilang mau buat jalur, kami hanya iya iya saja dan mempersilahkan dia untuk jalan duluan, karena dia jalannya memang cepet banget.

“Minta Duit”

Dia minta duit...! gak mau berurusan dan supaya cepat pergi kamipun memberinya, dan taunya dirombongan depan juga diminta duit juga. Tapi yasudahlah yang penting itu orang cepet pergi
Orang tak di kenal tiba -tiba muncul pas pendakian gunung sangggabuana
Sekitar pukul 13:30 kita baru sampai di Puncak, padahal jam segitu perkiraan saya sudah harus sampai di bawah 😓.
Suasana di Puncak berupa tanah lapang yang terdiri dari beberapa pemakaman, jadi pemakaman di sini itu dibikinin atap kaya rumah² gitu gaes.

Ada kamar mandi dan mushola juga tapi tidak terawat, saat kami mau sholatpun harus tayamum dulu atau menunggu air hujan.

Kami istirahat disebuah warung, yang sepertinya dijadikan tempat peristirahatan orang² yang berziarah, warungnya luas, saat kami bertanya

“Ada nasi pak”  
“Ada mas tapi belum matang”

Nasi yang dimasak cukup banyak, saya jadi berfikir berati yang datang kesini pada malam hari juga banyak, dilihat dari tempat yang luas dan persediaan makanan yang banyak.

Puncak Gunung Sanggabuana Warung di Puncak Gunung Sanggabuana
Hujan di Puncak Gunung Sanggabuana

Daftar Makom di Gunung Sanggabuana

1. Makom Tajimalela
2. Makom Kyai Tubagus Swara
3. Makom Eyang Abdul Kasep
4. Makom Eyang Prabu Siliwangi
5. Makom EMbah Eyang Sapujagat
6. Makom Ibu Ratu Galuh
7. Makom Embah Eyang Jaga Raksa
8. Makom Embah Eyang Ganda Malela
9. Makom Embah Eyang Cakra Buana
10. Makom EMbah Papaji Sakti
11. Makom Embah Kuncung Putih
12. Makom Pakuning Alam

Gunung Sanggabuana : Pendakian Tek Tok Dadakan Backpacker Karawang
  1. Wah keren ya banyak step2 yg harus dilewati... Jd banyaj spot utk dokumentasi. Hehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup gak nyangka si kalau Gunung Sanggabuana itu kereeen....

      Hapus
  2. Kayak ga ramah untuk pemula seperti aku ya

    BalasHapus
  3. apa yang minta duit itu warga sekitar bang, atau orang orang yang lagi iseng aja

    BalasHapus