-->

Menikmati Secangkir Kopi Petung Kopi Khas Pekalongan di Negeri Awan

Berkunjung ke daerah Pekalongan tidak lengkap rasanya kalau tidak menikmati secangkir kopi khas Pekalongan. Suguhan secangkir kopi Petung kuliner khas Pekalongan menjadi menu istimewa, kamu juga bisa sambil melihat keindahan alam pada ketinggian 600-2100 meter dari permukaan laut. Tepatnya di kawasan dataran tinggi Dieng yang satu jalur dengan Gunung Rogo Jembangan.
KOPI PETUNG PEKALONGAN
andhika2390
Citarasa sedikit rasa rempah dan aroma khas kopi pegunungan adalah salah satu keunggulan dari kopi Petung. Kamu bisa jalan-jalan ke kawasan Kabupaten Pekalongan selatan daerah Kecamatan Petungkriyono tepatnya Dusun Doro di Desa Kayupuring dikenal central produsen kopi arabika dan robusta.

Aroma khas kopi Petung  ini menjadi  istimewa karena ditanam diatas 1500 meter dari permukaan laut. Nama kopi Petung terdengar unik, diambil dari nama tempat tanaman kopi tersebut tumbuh yaitu Petungkriyono.

Karakteristik kopi Petung tidak ditemukan pada varian kopi arabika lainnya yaitu ketika diminum muncul rasa manis seperti rasa manis aren. Rasa Kopi Petung memiliki citarasa yang khas, karena tanaman kopi ini ditanam disela-sela pohon aren.

Kopi Petung yang ditanam disela-sela pohon aren memberi pengaruh demikian besar bagi pertumbuhan tanaman kopi, membuat rasa kopi yang ditanam sekitar pohon aren  memiliki citarasa yang khas yaitu legit seperti gula aren.

Ngopi Ndingin : Tempat Nongkrong Asik di Selatan Pemalang

Kopi Petung asal dari hutan Petungkriyono termasuk jenis kopi arabika pipika telah ada ratusan tahun yang lalu.Tanaman kopi Petung  ditanam sejak zaman Belanda di dalam hutan lindung Petungkriyono yang masih lestari sampai kini.

Kopi Petung yang memiliki citarasa yang khas dibudidayakan oleh masyarakat setempat secara tradisional. Kopi Petung telah ada sejak jaman Belanda oleh. masyarakat setempat disebut kopi bestak atau kopi jenis robusta.

Kopi Petung Robusta peninggalan Belanda tersebut kini berkembang pesat tersebar disejumlah wilayah di Pekalongan seperti Desa Tlogopakis, Desa Yosorejo dan Desa Kasimpar. Rata-rata budidaya tanaman kopi Petung tumbuh di atas 1000 meter dari permukaan laut.

Budidaya tanaman kopi Petung selama ini dikelola oleh masyarakat setempat secara terbatas. Budidaya tanaman kopi hanya sebatas tanaman pendamping atau tanaman pagar di kebun- kebun warga.

Tanaman kopi Petung belum dikelola secara optimal oleh masyarakat setempat akibat terkendala tehnik budidaya, pengolahan hingga pemasaran. Tapi soal masalah rasa kopi Petung tidak perlu diragukan lagi nikmatnya. Kualitas rasa kopi Petung tak kalah dengan Kopi Toraja atau Kopi Aceh.

Walau Kopi Petung belum dikelola secara maksimal, tidak berarti keberadaan kopi Petung sulit ditemukan di pasaran. Kalian bisa mendapatkanya di pusat oleh-oleh Khas Pekalongan dengan nama merk Kopi Petung.

Selain dipasarkan dalam kemasan bubuk kopi siap saji, kopi Petung khas Pekalongan juga banyak dijumpai di warung-warung kopi hingga kafe kopi yang tersebar di pelosok Pekalongan. Kopi Petung diproses secara tradisional dari proses penggilingan hingga penyaringan hal ini terlihat di kedai kopi dalam Festival Rogo Jembangan.

Untuk menikmati kopi Petung kuliner khas pekalongan  kamu bisa mengunjungi cafe coffe yang ada di Pekalongan atau kamu bisa datang ke daerah Petungkriyono sambil melihat Owa Jawa yang bergelantungan di kanan kiri hutan dengan indahnya.

Baca Juga : 4 Pesona Desa Kayupuring Pekalongan

Menikmati Secangkir Kopi Petung Kopi Khas Pekalongan di Negeri Awan
  1. Jadi penasaran seberapa nikmat kopi petung
    Saya pernah mencoba kopi pekalongan ,tapi beda merk.

    BalasHapus