-->

Tek Tok Tracking Gunung Rungking Karawang

“Mau kemana kalian…!!!?”
……???
“Duduk… Duduk…!!”
Kami yang baru datang dan belum tahu apa-apa langsung bingung dan merasa takut dengan nada keras pak tua yang ternyata juru kunci Gunung Rungking Karawang. Kami takut melanggar peraturan atau melakukan kesalahan yang membuat beliau marah.

Setelah kami duduk beliaupun bercerita panjang lebar tentang dirinya dan tentang sejarah, dan bertanya dimana makam Soekarno yang  asli? Seakan menguji nasionalisme dan pengetahuan kami. Dan jawaban salah satu dari kamipun dianggap salah oleh beliau.

Cukup lama beliau berbicara tapi saya tidak banyak tahu artinya karena beliau berbicara dengan Bahasa Sunda. Akupun mulai bosan dan berharap kita segera berpamitan.
Gunung Rungking Karawang
Kami baru saja sampai di Pos II masih ada beberapa pos lagi untuk menuju puncak, namun karena perlu perbekalan khusus kamipun memutuskan hanya sampai pos II saja.
Pos II merupakan padang savanna yang lumayan luas buat nenda, dengan pemandangan perbukitan dan persawahan serta gagahnya Tebing Rungking, terdapat satu rumah bapak juru kunci barusan, ada mushola khusus juga namun Ketika kami hendak sholat dhuhur disitu musholanya dipenuhi dengan lebah, so kami gak berani akhirnya memutuskan untuk sholat di teras rumah bapaknya dan sebagian ada yang sholat di tanah lapang di bawah pohon.

Selain kami ada juga pengunjung lain yang habis bermalam disana, dan masih ada juga yang baru datang, terlihat dari pakaiannya seperti anak-anak pesantren yang sedang tadabur alam, mereka membawa bekal untuk bapak juru kunci, mereka seperti sudah biasa kesini. Lalu sambil masak nasi liwet kamipun berbincang jikalau kesini lagi untuk membawakan sesuatu untuk bapaknya.
Pos 2 Gunung Rungking
Savana Gunung Rungking
Ngliwet di Gunung Rungking
Nasi liwetpun jadi, entahlah karena faktor di hutan atau laper atau memang yang masak pinter, nasi liet kali ini bener-bener uenaak banget hampir tak tersisa dan boleh dibilang kami kurang hehehe….
Pukul 13:30 kami memutuskan untuk pulang tak lupa kami berpamitan sama bapaknya dan minta foto bersama sebagai kenang-kenangan, sambil salaman perpisahan si bapak memberi kode permintaan sesuatu, kamipun paham maksudnya tapi kami pikir mungkin kalau tidak juga tidak apa-apa karena dari awal kami tidak tahu.
Foto bersama juru kunci gunung rungking
Si Bapakpun seperti merasa kecewa karena tidak satupun dari kami yang meninggalkan sesuatu untuk beliau seperti pengunjung-pengunjung lain pada umumnya yang sudah biasa kesitu. Bapaknya teriak dan kami merasa sangat bersalah dan lalu kami memberinya dan memohon maaf yang sebesar-besarnya serta minta doa buat keselamatan kami semua saat jalan pulang.
So buat kalian yang punya rencana ke Gunung Rungking jangan lupa siapkan oleh-oleh buat bapaknya.

FYI niat awal kami sebenarnya tidak kesini tapi ke tempat lain tetapi karena tempat itu masih ditutup aksesnya jadi kami mencari blusukan ditempat lain, dan disarankan untuk ke Gunung Rungking saja, karena Gunung Rungking merupakan wisata yang belum ada pengelolanya secara resmi jadi masih bisa untuk dikunjungi.

Akses untuk menuju kesana lumayan cukup sulit, kamipun berkali-kali salah jalan padahal sudah berkali-kali bertanya, semakin banyak bertanya malah semakin bingung karena penduduk sekitarpun tidak banyak yang tahu jalan yang bener. Ada dua jalan yang sama berdampingan tapi jalan yang satu aksesnya belum bisa dilewati dan jika salah jalan kalian harus balik muter lagi karena meskipun jalannya berdampingan ada pembatasnya.

Sangkin seringnya kita salah jalan dan banyak nanya serta jalanan yang kurang bagus, 3 orang teman kamipun tereliminasi memutuskan untuk pulang tidak melanjutkan perjalanan, sangat disayangkan sekali.. kamipun lalu berpelukan…. Hahaha (aku benci pikiranku)

Kami ber 7 tetap melanjutkan perjalanan meskipun  sesekali bilang capeklah, laperlah dan banyak alasan lainnya hehehe… sayapun mengalihkan perhatian dengan share bisnis yang sedang mau saya jalankan dan sesekali curhat soal jodoh wkwkwkwk… begitulah jalan ninjaku biar perjalanan tidak terasa capek. Kurang lebih sekitar 2 jam sampailah kami di post II, FYI track ke post II biasa saja tapi tranck ke Puncaknya yang sepertinya sangat menantang. Kamipun berencana suatu saat nanti pengin camp disini.

Pas kami jalan pulang dan melewati Mushola kami melihat banyak anak-anak sedang sholat disana dan seperti tidak takut disengat lebah, dan disamping mushola ada sebuah batu besar, saya melihat ada satu orang yang sedang bedoa disitu dengan dipa di depannya, pikiranku jadi macam-macam tapi yasudahlah.

Melewati sungai saat menuju gunung rungking
Mushola Gunung Rungking
Banyak spot Instagramable saat berkunjung ke Gunung Rungking
Penitipan atau parkir motor di Gunung Rungking

Tek Tok Tracking Gunung Rungking Karawang
  1. Kalau sudah ada tanda kode, terus tak memberi rasanya ada perasaan bersalah.
    Sampai rumah jadi kepikiran.
    Tempatnya indah sekali ya
    Eh ada musholla juga, mantap tu

    BalasHapus